
Langkah Arka terhenti saat berada di Baseman Rumah sakit, namun saat melangkah kan kakinya kembali terdengar langkah kaki yang mengikutinya.
Arka pun berlari, dan terlihat Seseorang mengejarnya, Arka pun berlari kencang , aksi kejar - kejaran pun terjadi. Terlihat sebuah mobil mendekat dari arah berlawanan, dan Arka pun mencoba menghindar namun terlihat ada sebuah motor yang melaju kencang ke arah nya.
Arka pun terkepung diantara Mobil, motor dan seorang pria yang membawa senjata tajam.
" Siapa kalian? " Ucap Arka.
Suara deru mobil dan motor hingga mengeluarkan asap, begitu pula dengan seorang pria bertopeng yang membawa senjata tajam itu berjalan mendekati Arka.
" Saya tanya siapa kamu?? "
Ciiiiiaaaaaaatttt
Pria bertopeng itu mengayunkan senjata tajam yang berupa samurai ke arah Arka, namun Arkan berhasil menghindar dari serangan tersebut.
Saling pukul pun terjadi, Arka pun tetap berusaha bertahan dari serangan tersebut. Namun saat sedang berkelahi mobil dan motor pun mengarah ke Arka sehingga depan belakang tubuh Arka di tabrak oleh Mobil dan Motor.
Aaaarrggghhh
Arka terpental hingga menghantam tiang beton penyangga gedung, saat menahan sakit pria bertopeng itu berlari dengan mengarahkan samurai ke arah Arka.
Aaaarrggghhh
Sreeeet...
***
Dimas berjalan di koridor rumah sakit, entah saat pertemuan pertama bersama Shakira Dimas ingin selalu melihat Putri kecil nya walau dari jauh.
Namun saat Dimas sampai terlihat pria asing masuk ke dalam kamar Shakira, Dimas pun berjalan mendekat saat akan sampai pria tersebut menggendong tubuh Shakira dengan mulut Shakira yang di bekap dan kedua tangan mungil Shakira yang terus memukul.
" Mau apa dia? " Ucap Dimas yang mengikuti langkah pria tersebut yang membawa Shakira.
Dimas mengikuti pria yang membawa Shakira tersebut ke arah parkiran rumah sakit, dan terlihat seorang duduk di atas motor yang menunggu pria tersebut lalu mereka pergi membawa Shakira.
" Sial, mereka menculik Shakira."
Dimas pun dengan motor nya mengejar motor tersebut, sang pengemudi motor yang mengetahui mereka di ikuti menancap kan Gas nya, terdengar suara teriakan Shakira dengan meminta tolong dan menangis.
Dimas mencoba untuk memepet motor tersebut namun berhasil kembali menghindar.
" Berhenti kalian, kalau tidak Saya tembak." Ucap Dimas.
Tanpa peduli apa yang di katakan Dimas, kedua penjahat tersebut menancapkan gas nya hingga berhasil menghindar.
Dimas pun mengambil senjata di balik jaketnya lalu menembakkan ke arah motor tersebut.
Door
Door
" Berhenti kalian kalau tidak Saya tembak Salah satu dari kalian."
Dimas terus mengejar hingga tembakan terus Dimas arahkan, hingga aksi kejar - kejaran pun terus berlanjut.
__ADS_1
Door
Door
Aarrrgghh
Salah satu penjahat yang membawa Shakira tertembak di punggung nya, namun mereka tetap tak menyerah.
" Kita lempar Saja anak ini dari pada kita mati di tangan nya." Ucap Penjahat yang tertembak.
" Ya lempar saja."
" Tolong.... tolong.... "
" Diam Saya akan lempar kamu sekarang."
Penjahat tersebut melempar Shakira ke arah motor yang di kendarai Dimas hingga mengenai tubuh Dimas, dan seketika motor yang di kendarai Dimas oleng bersamaan dengan jatuh nya Shakira.
Dimas meraih tubuh Shakira hingga mereka berdua berguling di jalanan beraspal, Dimas terus mendekap tubuh Shakira yang kini tengah menangis histeris dalam dekapan Dimas.
Hiks... hiks... hiks...
" Mamah... Papah.. hiks.. hiks... "
" Sssttt sayang jangan nangis kamu aman sekarang." Ucap Dimas memeluk erat tubuh Shakira.
*******
" Shakira...!!! "
Hah.. hah.. hah...
"Ya Allah lindungi anak hamba di luar sana."
Annisa pun kembali membaringkan tubuh nya dengan bulir air Mata yang jatuh di kedua pipi nya.
*******
Hiks... hiks... hiks...
" Mamah.... Papah... "
Hiks.. hiks... hiks...
Tio dan Ali menatap Dimas yang tengah mengobati luka Shakira di kedua lutut kakinya, air Mata Dimas tak berhenti membasahi kedua pipi nya.
" Bagaimana Annisa menyembunyikan kehamilan selama 9 bulan." Ucap Ali.
" Mungkin tubuh Annisa kurus saat itu jadi tak terlihat." Ucap Tio.
" Ya setelah menikah dengan Dimas tubuh nya habis sampai sekarang dia kurus." Ucap Ali.
" Sayang kamu jangan nangis ya, sekarang kamu aman disini." Ucap Dimas.
Hiks... hiks...
__ADS_1
" Saya mau pulang om, Saya ingin sama Papah Arka dan mamah." Ucap Shakira sambil sesenggukan.
" Sementara kamu disini dulu, tunggu aman karena di luar sangat berbahaya."
" Papah pasti cari Shakira om."
" Papah Arka tahu sayang, Papah Arka titipkan Shakira sama om."
" Benarkah? "
" Om nggak bohong, kita berteman sekarang." Ucap Dimas sambil mengambil jari kelingking Shakira lalu di satukan ke jari kelingking Dimas.
***
" Sementara Saya titip kan Shakira sama kamu." Ucap Ali.
" Kenapa nggak langsung sama kedua orang tua kamu saja." Ucap Ali.
" Kamu tahu, Annisa menyembunyikan Shakira dari Saya dan anak saya dalam bahaya, kamu tahu ini pasti ada hubungan nya dengan Arka."
" Apakah ada hubungan nya dengan kepala Desa Patra?" Tanya Tio.
" Ada, seperti nya mereka ingin membunuh Arka perlahan, penculikan terhadap Shakira mereka kemungkinan sudah tahu siapa Shakira." Jawab Dimas.
" Apakah Arka membawa Shakira diam - diam ingin mengoperasi mata nya? "
" Iya besok akan di operasi?"
" Lalu? "
" Besok kita bawa Shakira ke rumah sakit, untuk sementara malam ini dia disini dulu. Besok Saya minta penjagaan ketat di kamar Shakira, Tio sama Ali bantu saya."
******
Annisa berkunjung meninjau persiapan acara Adat yang akan berlangsung 2 hari lagi, terlihat aneka hiasan yang terpampang sangat unik dan indah. Hingga panggung hiburan pun sudah berdiri kokoh, bahkan pasar malam pun dengan para penjual yang sudah menjajakan dagangannya.
" Bu Camat makasih sudah sempatkan kemari." Ucap Ibu Rahayu istri Pak Bowo.
" Sama - sama Bu, Saya ingin melihat nya sebelum acara puncak. Ingin melihat persiapan nya bagaimana ternyata luar biasa dengan kerja sama Panitia nya sangat kompak."
" Benar Bu, Saya ingin acara tahun ini berjalan lancar tidak ada gangguan."
" Di jamin ya Bu aman semuanya."
" Di jamin bu."
Lalu Pak Bowo datang bersama dengan anak buah nya terlihat senyum mengembang saat melihat Annisa tengah berbicara dengan Ibu Rahayu.
" Wah.. wah... ternyata pemandangan yang sangat langka, bisa melihat dua wanita cantik."
Terdengar sangat memuakkan dan serasa ingin muntah saat Pak Bowo mengatakan nya di depan Annisa.
Mata Annisa tertuju pada leher Pak Bowo yang terlihat seperti bercak darah segar yang masih baru.
" Maaf Pak Bowo, itu leher nya bekas darah ya?" Ucap Annisa sambil menunjuk ke arah leher kepala desa Patra.
__ADS_1
Pak Bowo langsung mengelap leher nya, dan terlihat di jarinya terdapat noda darah.
" Oh ini ya, tadi sebelum ke sini saya menyembelih ayam dan saat sudah selesai menyembelih Ayam nya menggelepar hingga darah nya menyiprat ke leher."