
" Kenapa kaget..?? "
" Dari mana kamu tahu Saya Dinas disini? " Tanya Siska menatap tajam ke arah pria yang kini sedang menarik kursi lalu duduk di depan nya.
" Jujur setelah kejadian malam itu Saya memikirkan kamu, Saya mencari kamu tapi tak ketemu karena saat itu identitas kamu Saya tidak tahu. Tapi saat itu mungkin memang jodoh Saya, melihat kamu di Polres Bayuwaringin saat Saya ada keperluan. Saya melihat kamu, Saya cari info tentang kamu ternyata Annisa itu madu nya kamu."
" Sekarang kamu Mau apa Surya, karena Saya masih ingat nama kamu dan wajah kamu, karena kamu saat itu berkali - Kali memadu Cinta dengan saya."
" Perut kamu sedikit membuncit, saya yakin itu anak saya."
" Ini bukan anak kamu tapi anak suami saya."
" Kamu yakin, berapa Kali kamu melakukan hubungan intim dengan suami kamu? " Tanya Surya meledek.
" Jangan sembarangan bicara kamu." Jawab Siska.
" Siska kejadian satu malam memang beberapa Kali , semingu kemudian kita bertemu lagi saya minta kamu menjadi Istri saya tinggalkan suami kamu tapi kamu nggak Mau, dan hari itu Saya perkosa kamu, dan tubuh kamu tidak menolak kita sama - sama suka karena Saya yakin suami kamu tidak pernah memberikan kepuasan." Ucap Surya tersenyum licik.
" Pergi kamu Surya dari sini, jangan pernah kamu tampak kan lagi wajah kamu itu di depan muka saya." Ucap Siska geram.
" Annisa tahu semua nya, kamu tahu kita satu pendidikan dan satu angkatan saya cerita semuanya dan saya yakin itu anak saya."
" Kalau sampai Dimas tahu awas saja."
" Hahahahah... Siska, saya tahu saat kamu mabuk kamu meracau seperti apa, suami kamu itu hanya Cinta pada mantan istrinya, dengan segala cara agar bisa menikah dengan Dimas kamu malah menegak racun untung kamu selamat."
" Surya... aaarrrrgh..!! "
" Tinggal kan Dimas, saya cari kamu kemana -mana karena saya bertanggung jawab."
" Tidak saya tidak akan pernah meninggalkan Dimas, dan anak ini tetap anak nya Dimas bukan anak kamu." Ucap Siska marah.
" Kebohongan kamu akan terungkap saya akan katakan ini pada Dimas." Ancam Surya.
Surya pun pergi meninggalkan Siska namun di cegat oleh Siska.
" Tolong jangan katakan pada Dimas, memang ini anak kamu saya yakin itu."
Surya tersenyum sambil menatap wajah Siska yang memohon.
" Menikahlah bersama saya, tinggal kan Dimas."
******
Dimas merokok di pintu belakang dapur yang hanya mengenakan celana panjang dan bertelanjang dada setelah bermain panas dengan Annisa.
Setiap hembusan asap rokok Dimas memikirkan apa yang di katakan oleh Annisa.
" Memang benar apa yang di katakan Annisa, ikatan bathin saya lebih kuat pada anak yang di kandung Annisa. Apa itu benar yang di katakan Annisa, kalau pun benar seperti nggak mungkin karena saya tahu Siska."
Dimas terus memikirkan kata - kata yang di katakan oleh Annisa.
*****
__ADS_1
" Jadi anak itu bukan anak Dimas Siska? " Bentak Ibu Iren kaget.
" Bukan mah ini anak pria lain, dia datang menemui saya untuk tanggung jawab."
" Jadi Mamah sebentar lagi bukan besan Bupati."
" Saya mencintai Dimas mah, Saya nggak mau menikah dengan dengan Surya."
" Terus rencana kamu apa? "
" Menurut Surya Annisa tahu, kalau sampai Dimas tahu Saya pasti akan di cerai kan oleh nya. "
" Tapi sampai sekarang Dimas belum menanyakan itu, berarti dia belum tahu."
" Bisa jadi, ini kesempatan."
" Bagaimana Surya? " Tanya Ibu Iren.
" Annisa dan Surya adalah penghalang Saya akan memikirkan caranya.
******
Dimas berjalan memasuki kamar nya memakai kaos yang terjatuh di lantai, dan saat itu ponsel Annisa bergetar.
Dreeet... dreeet... dreeet....
Surya Calling
Dimas membiarkan panggilan tersebut, namun panggilan tersebut terus berdering. Dimas pun dengan berani mengangkat panggilan tersebut.
Dimas ternganga saat mendengar apa yang di katakan oleh Surya, dan Saat itu Annisa bangun dari tidur nya dan menatap Dimas yang sedang menatap diri nya dengan ponsel yang masih di telinganya.
Annisa menaikan selimut yang menutupi sebagian dadanya.
" Siapa yang telepon Bang? " Tanya Annisa.
Dimas mematikan ponselnya sepihak lalu mendekati Annisa, dan memeluk tubuh Annisa.
" Maaf kan suami kamu yang tidak percaya dengan apa yang di katakan kamu."
Annisa membalas pelukan Dimas, dan tersenyum sambil mengusap punggung Dimas.
" Sekarang Abang percaya kan apa yang di katakan Annisa? "
" Abang telah salah menilainya, maaf kan Abang sayang."
*******
" Sayang. " Sapa Siska saat Dimas baru sampai di rumah nya.
Dengan senyumnya Siska menyambut Dimas dan hendak mencium tangan Dimas namun di tepisnya.
" Yank."
__ADS_1
" Saya kecewa sama kamu, ternyata kamu begitu murahnya di nikmati pria yang bukan suami kamu." Ucap Dimas dengan nada tinggi.
" Maksud kamu apa Yank? "
" Sudah kamu jangan mengelak Saya tahu semuanya, Saya kecewa sama kamu. Dan mulai saat ini kamu bukan lagi istri Saya, setelah melahirkan Saya ceraikan kamu."
" Nggak itu tidak benar pasti Annisa yang mengarang cerita ingin memiliki kamu kan, iya kan Annisa yang mengatakannya."
" Benar Annisa, tapi pria yang menghamili kamu jujur mengatakannya kamu mau mengelak apa lagi hah..!! " Bentak Dimas.
" Nggak kamu jangan ceraikan saya." Ucap Siska sambil memegang lengan Dimas, namun Dimas melepaskan paksa Siska.
" Maaf Saya kecewa sama kamu."
Dimas pun pergi meninggalkan Siska yang masih berteriak memanggil nya.
" Oh iya tolong kamu kemasi barang - barang kamu, karena ini rumah Saya, dan Saya kasih waktu sampai besok. "
*****
Aaaarrrgghh
Praaaang
Braaaak
" Kurang ajar....!!! "
" Awas kalian....!!! "
Siska membanting semua yang ada di sekelilingnya, seperti orang kesetanan Siska berteriak.
******
" Papah..!! " Shakira menyambut Dimas saat Papah nya datang. Dimas pun menggendong Shakira lalu menciumi kedua pipi nya.
" Mamah Mana sayang? " Tanya Dimas.
" Mamah sedang ada tamu, ada di ruang kerja nya." Jawab Shakira.
" Sayang mulai sekarang Papah akan sama kalian berdua, waktu Papah sekarang banyak untuk Shakira sama Mamah."
" Benarkah Pah? "
" Benar sayang, Shakira senang nggak kita kumpul bersama selama nya? "
" Senang banget Pah."
*****
Aaaarrrgghh
" Semuanya hancur gara - gara kamu." Ucap Siska dengan nada tinggi.
__ADS_1
Aaaarrrgghh