( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Terguncang nya Jiwa


__ADS_3

" Bang anak kita baik - baik saja kan, kamu tahu Bang di mimpi Saya itu anak kita laki - laki."


Dimas hanya diam memandang sedih, dan perlahan tangan Dimas membelai pipi Annisa.


" Bang anak kita masih ada kan? "


" Anak kita sudah nggak ada, kamu keguguran karena Siska menabrak kamu."


Annisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, air mata pun keluar terdengar isak tangis nya yang semakin kencang. Lantas Dimas pun memeluk tubuh Annisa.


Hiks... hiks.. hiks...


" Kenapa Annisa nggak meninggal saja Bang ikut sama calon anak kita hiks.. hiks.. hiks.. "


" Jangan bilang seperti itu, Abang nggak Mau kehilangan kamu, dengan meninggal nya anak kita Abang juga sangat sedih."


Hiks.. hiks.. hiks...


" Kenapa harus anak kita Bang, hiks... hiks... di dalam mimpi anak kita menangis Bang hiks... hiks... "


" Sssttt.. anak kita sudah bahagia di surga, jangan sedih terus kamu harus tahu Shakira menunggu mamah nya bangun, ingin ketemu Shakira nggak? "


" Shakira " Ucap Annisa.


" Iya Shakira." Jawab Dimas.


Annisa seperti orang bingung lalu mengusap perut nya dan tersenyum ke arah Dimas.


" Anak kita nggak meninggal Bang, jadi yang di dalam perut itu sudah keluar. "


Dimas menatap heran Annisa dan tersenyum sedih, Dimas memeluk tubuh Annisa.


" Kamu Mau kan bertemu Shakira."


" Mau Bang."


******


Aaaarrrrrkkkhhh


Siska menggelinjang sakit yang tak tertahankan, meremas perut nya yang sakit luar biasa.


" Dokter... tolong...!!! "


" Bu harus di kuret, Ibu keguguran." Ucap Dokter yang menangani Siska.


" Apa Dok, Saya keguguran?? "


" Iya bu, bayi ibu tidak bisa di selamatkan."

__ADS_1


" Nggak Dok, hiks... hiks... nggak Dokter, anak Saya masih ada hiks... hiks... hiks.. "


Surya yang mendapatkan kabar dari Polisi bahwa Siska masuk rumah sakit karena terlibat perkelahian langsung menuju ke rumah Sakit.


Terlihat Siska terbaring lemah dengan jarum infus yang menancap di tangannya.


" Surya anak kita hiks.. hiks... " Siska meraih tangan Surya yang berdiri di sampingnya.


" Anak kita sudah nggak ada." Ucap Surya.


" Dia membunuh anak kita hiks.. hiks.. "


" Apa ini karma untuk kamu Siska sekarang kamu merasakan nya bagaimana kehilangan seorang anak, sekarang kamu rasa kan apa yang terjadi pada Annisa."


" Hiks... hiks.. hiks... maaf kan Saya hiks.. hiks."


" Maaf Siska, sekarang Saya sudah tidak memiliki tanggung jawab, anak kita sudah nggak ada, Permisi." Ucap Surya pergi meninggal kan Siska.


" Jangan pergi Surya, Saya mohon hanya kamu satu - satu nya yang Saya miliki. Mamah Saya tidak ingin bertemu Saya lagi, dia malu."


" Maaf Siska Saya pergi karena kita nggak ada ikatan.. "


" Surya....!!! "


*****


Shakira memeluk tubuh Annisa, Shakira sangat bahagia melihat mamah nya sudah sadar.


Annisa terus memeluk tubuh Shakira, di usapnya punggung putri kecilnya, namun Annisa melepaskan pelukan nya.


" Bang anak kita itu laki - laki, bukan perempuan jadi anak kita sudah meninggal ya, hiks.. hiks.. di perut Annisa sudah tidak ada ya Bang hiks.. hiks.. "


Shakira pun memundurkan tubuh nya dan memeluk Dimas dengan erat.


" Papah mamah kenapa? "


****


Dokter memeriksa kondisi Annisa, lantas menatap ke arah Dimas.


" Istri Bapak memiliki sakit di kejiwaan nya karena apa yang di alami dulu stres yang sangat berat. Apalagi dia mendapatkan berita yang mengguncang kejiwaan nya, dia hanya akan ingat pada masalah beratnya saja dan apa yang terakhir dia bangun dan masih mengingat mimpi nya, apalagi karena benturan yang sangat keras di kepala nya membuat saraf nya bermasalah.


" Jadi bagaimana Dok? "


" Dia harus di rawat di rumah sakit Jiwa.'


" Istri Saya nggak gila Dok, Saya akan rawat dia sendiri ini salah Saya berawal dia jadi stres. Saya mohon jangan rawat dia di rumah sakit jiwa."


" Dia akan terus mengingat anak yang sudah tiada, dan akan menangis atau berteriak di kala ingat bagaimana dia kehilangan anaknya"

__ADS_1


" Saya akan rawat istri Saya sendiri."


" Baiklah, tapi di bawah pengawasan kami dan rutin memeriksa kan kondisi nya."


******


Annisa mengusap perut nya dan sesekali tersenyum lantas tiba - tiba menangis, dan menatap ke arah Dimas.


Hiks.. hiks.. hiks..


" Anak kita nggak ada ya Bang?"


Hiks.. hiks.. hiks...


" Jangan bersedih, kan ada Abang sama Shakira, nanti kita buat lagi ya untuk calon adiknya shakira." Ucap Dimas sambil mengusap rambut Annisa.


" Nggak, Annisa nggak mau hidup Annisa nggak pernah bahagia hiks.. hiks.. Annisa capek di kasih cobaan terus."


Dimas membelai kembali rambut Annisa, dan mengusap air mata istri nya.


" Maaf kan suami kamu, membuat kamu seperti ini. Abang minta maaf awal permasalahan kita kamu pendam sendiri hingga kamu menjadi seperti ini."


Hiks... hiks.. hiks...


" Kenapa kamu pergi sendiri tinggalin mamah nak, mamah sedih mamah capek."


*****


Annisa duduk bersandar di kepala ranjang, dirinya menatap ke arah Shakira, dan tersenyum namun Shakira merasa takut dan lebih memilih bersembunyi di belakang.


" Shakira jangan takut, itu mamah sayang." Ucap Dimas.


" Shakira takut, mamah nggak ingat Shakira hanya ingat sama calon dede bayi." Ucap Shakira.


" Mamah kan sakit, Mamah nggak akan jahatin Shakira."


" Kamu masih anak Saya kan? " Tanya Annisa.


Shakira menganggukkan kepalanya, dan Annisa tersenyum dan merentangkan kedua tangan nya.


" Anak Saya masih ada, Saya tidak sendirian." Ucap Annisa.


" Ini anak kita yang pertama, kamu yang merawatnya sendiri sampai tumbuh besar. Apa kamu nggak ingat, dia cantik seperti mamah nya, wajahnya mirip sama Papah nya."


" Anak yang Saya sembunyikan, anak yang Saya takut kan tak di akui oleh pria brengsek yang membuang Saya seperti sampah."


Annisa menatap tajam ke arah Dimas, dan Dimas mengeratkan pelukan Shakira.


" Apa kamu hanya mengingat hal - hal yang membuat kamu sedih, apa kamu hanya mengingat seputar itu saja . Apa kamu sebegitu beratnya masalah hingga kamu seperti ini Annisa, seakan kejiwaan kamu terguncang dan mengingat garis besar nya saja masalah yang membuat kamu tak berhenti menangis."

__ADS_1


Hiks.. hiks.. hiks..


" Kenapa hidup Saya nggak bahagia terus, hiks.. hiks.. dari dulu tersiksa terus dan sekarang anak Saya meninggal dunia hiks... hiks... "


__ADS_2