( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Keputusan


__ADS_3

" Mamah ini tempat apa? " Tanya Shakira.


" Ini Rutan sayang, rumah tahanan." Jawab Annisa.


" Rumah Tahanan? "


" Papah Arka di sini sayang." Annisa menggandeng tangan Shakira memasuki Rutan tersebut.


Setelah menunggu Arka pun datang, senyum Arka mengembang begitu pun juga Shakira.


" Papah..!! " Shakira berlari langsung memeluk tubuh Arka.


" Shakira kangen Papah Arka."


" Sama sayang, Papah juga kangen sama Shakira."


" Papah kapan pulang terus kita main bareng lagi? "


" Papah akan tinggal di sini lama Sayang, dan Shakira yang kesini."Ucap Arka.


" Shakira pasti sering berkunjung Pah." Ucap Shakira sambil bergelayut manja pada Arka.


Arka memangku Shakira, tatapan Arka kini beralih pada Annisa yang sedang menatap nya.


" Kamu tambah kurus." Ucap Arka.


" Dari dulu memang badan Saya begini Bang."


" Berusaha lah untuk bahagia, buang jauh - jauh pikiran yang nggak enak, Abang juga disini di buat santai nggak mau mikirin hidup."


" Bunda sering kesini Bang? " Tanya Annisa mengalihkan pembicaraan.


Arka pun menggelengkan kepalanya, dan memeluk erat Shakira.


" Bunda sangat kecewa sama Abang."


" Kecewa itu pasti ada Bang, Saya juga kecewa sama Abang."


" Abang salah, terlalu rakus dan tidak pernah bersyukur selalu kurang dan kurang sekali melihat dan merasakan rasa ingin lagi dan lagi itu ada."


" Namanya juga manusia pasti punya salah." Ucap Annisa.


" Terima kasih Annisa, kamu masih sering menemui Abang."


" Kami akan sering mengunjungi Abang, dan kamu tahu Bang, gadis kecil yang sedang bergelayut manja sama Abang itu selalu rindu sama Abang."


" Oh ya, Shakira selalu rindu Papah nak? "


Shakira mengangguk dan memeluk tubuh Arka dengan mengalungkan kedua tangan nya di leher.


*****


SAH


Kedua kalinya Dimas menikahi seorang wanita di rumah sakit, Siska yang di dandani sederhana membuat suasana haru menjadi bahagia.Pernikahan dadakan pun berjalan singkat, hanya di hadiri dua keluarga, di saksikan oleh Dokter dan perawat.

__ADS_1


Dimas kini resmi menjadi suami Siska, tampak raut wajah bahagianya terpancar, dan seutas senyum yang di paksa terlihat pada wajah Dimas.


" Makasih sayang." Ucap Siska.


" Jangan ulangi lagi yang seperti tadi, Saya tidak ingin melihat kamu seperti ini." Ucap Dimas.


" Saya seperti ini karena kamu, Saya sayang sama kamu, Saya mohon jangan pergi lagi."


Dimas menggenggam tangan Siska, tampak wajah Ibu Iren yang bahagia. Pak Ibrahim dan Ibu Riana pun ikut bahagia, walau hati yang tidak bisa di baca.


" Nanti setelah kondisi Siska pulih kita adakan resepsi. " Ucap Ibu Iren.


" Pasti lah Mah, kita kan sudah menyusun dari awal hanya rubah hari saja, ya kan sayang." Ucap Siska.


" Iya pasti acara resepsi pernikahan kita akan tetap terlaksana." Ucap Dimas.


****


" Sudah bund jangan sedih begitu." Ucap Pak Ibrahim setelah pulang dari rumah sakit menyaksikan pernikahan anak mereka.


" Mungkin jodohnya Dimas Ayah, Bunda nggak tahu selalu nggak sreg sama Siska." Ucap Ibu Riana.


" Siska sekarang menantu kita, Bunda harus terima kenyataan ini semua. Dimas juga kan dulu sangat mencintai dia, sekarang dia terjebak sendiri apalagi melepaskan wanita yang sangat berharga seperti Annisa."


" Annisa, Bunda selalu senang melihat dia. Apalagi ada cucu Ayah, Shakira sangat menggemaskan."


" Ya apalagi dia cucu pertama perempuan, anak dari Bagas dan Dito laki - laki semua."


*****


" Bunda malu sama orang - orang, sama keluarga sama teman. Sekarang saja Bunda tinggal di rumah petak seperti ini, rumah peninggalan Almarhum Ayah nya Arka terpaksa di jual untuk membayar semua nya."


" Bunda, Bang Arka butuh Bunda. Jangan menjauh dari Abang, di saat seperti ini sangat butuh Bunda."


" Annisa, Bunda nggak bisa ngomong apa - apa nak, di kala seperti ini kamu tidak meninggalkan Arka, tapi Bunda yang Ibu nya malah menjauhi yang nggak bisa ngomong apa - apa dimana rasa belas kasih orang tua sama anak nya."


Ibu Septi memeluk tubuh Annisa dengan menangis , Annisa mengusap punggung Ibu Annisa untuk menenangkan nya.


" Bang Arka terlihat tegar namun hatinya rapuh. Abang Memang salah tapi jangan membuat kita menjauh Bunda." Ucap Annisa.


Hiks.. hiks... hiks...


" Maaf kan Bunda, hiks... hiks... Bunda Memang kecewa sama Arka."


******


" Kamu makan dulu." Ucap Dimas pada Siska sambil membawa semangkuk bubur.


" Suapin." Ucap Siska manja.


Dimas pun menyuapi Siska, tampak Siska bahagia dan terus menatap wajah Dimas tanpa henti.


" Kamu kenapa tatap Saya seperti itu? "


" Nggak menyangka saja sayang, kamu sekarang jadi milik Saya seutuhnya. "

__ADS_1


" Kita memang ditakdirkan bersama, jadi lah istri solehah nya Saya. Kita saling berbagi suka dan Duka." Ucap Dimas.


" Pasti sayang, Saya akan jadi istri yang terbaik."


Dimas pun menyuapi kembali Siska, hingga bubur yang di suapinya pun habis tak tersisa.


****


Ibu Septi menangis saat melihat Arka dengan tubuh yang semakin kurus, Arka memeluk tubuh Bunda nya tangis kedua nya pun pecah.


" Maaf kan Arka Bunda."


" Iya nak Bunda maaf kan, Bunda minta maaf kalau Bunda selama kamu terjerat kasus Bunda menjauh dari kamu."


" Bunda nggak pernah salah, Bunda hanya kecewa. "


" Arka, Bunda akan selalu ada untuk kamu nak, 20 tahun Bunda akan selalu ada untuk kamu kecuali maut memisahkan kita nak."


" Terima kasih Bunda, selama Arka di penjara Bunda jaga kesehatan, jangan sedih semuanya Memang karena Arka yang tamak dan tak pernah puas hingga segala cara Arka lakukan."


" Bunda maaf kan kamu nak, kamu memang khilaf dari kejadian ini kamu harus bisa belajar."


" Arka janji Bunda, Arka tidak akan pernah ulangi lagi kesalahan yang sama."


" Apa Annisa sering kemari? "Tanya Ibu Septi.


" Annisa sering kemari Bund, padahal Arka sudah melepasnya."


" Melepasnya? "


" 20 Tahun Bunda, Arka nggak mungkin terus mengikat Annisa. Dia berhak bahagia dengan pria lain, di luar sana dia bisa dapatkan yang lebih baik dari Arka."


*******


" Mamah kok Papah nggak kesini sudah 2 hari?"


" Mamah nggak tahu sayang mungkin Papah Sibuk."


" Boleh nggak Shakira telepon Papah?"


" Boleh."


Annisa pun mencari kontak Dimas dan menyerahkan nya pada Shakira. Ponsel pun terus berdering namun tak di angkatnya.


" Papah nggak di angkat mah." Ucap Shakira menyerahkan ponselnya pada Annisa.


" Mungkin Papah Sibuk sayang." Ucap Annisa.


" Shakira kangen sama Papah." Ucap Shakira kecewa.


" Shakira sudah mulai kangen Papah hayo..!!! Ledek Annisa.


Sebuah notifikasi pesan pun masuk , Dimas mengirimi sebuah pesan Annisa pun membuka pesan tersebut. Sebuah photo pernikahan di dalam kamar rawat terlihat Dimas sedang melakukan ijab kabul.


Saya sudah menikah, jangan hubungi Saya lagi. kita sudah memiliki kehidupan masing - masing, bilang sama Shakira juga.

__ADS_1


__ADS_2