
Annisa menarik selimut setelah bergulat dengan Dimas, senyum mengembang terpancar di wajah Dimas yang tampan.
" Kenapa Bang lihatin wajah Annisa begitu?"
" Makasih ya, kamu memimpin permainan sangat hebat."
Seketika wajah Annisa merah merona, dan menyusupkan wajah nya di dada Dimas.
" Annisa malu Bang."
" Malu kenapa, kamu kalau di atas ranjang ganas dan liar." Ledek Dimas sambil memeluk tubuh polos istrinya.
" Kalau Abang gimana yank?" Tanya Dimas sambil menaik turunkan alisnya.
" Apa nya Bang? " Jawab Annisa kembali bertanya.
" Kalau lagi bergulat." Ucap Dimas.
" Annisa belum pernah lihat Abang bergulat." Ucap polos Annisa.
" Maksudnya bergulat sama kamu." Bisik Dimas.
" Annisa kan nggak bisa bergulat Bang."
" Kalau tadi sama Abang ngapain?" Tanya Dimas memancing Annisa.
" Tadi Annisa ngapain?" Jawab Annisa sambil berpikir.
Aaaawww
Annisa mencubit perut Dimas, yang membuat wajah Annisa merah seperti tomat.
" Maksudnya bergulat itu." Ucap Annisa.
" Iya kalau Abang yang mimpin rasanya bagaimana? "
" Nggak usah di tanyain."
" Serius yank."
" Nggak usah tanya." Ucap Annisa yang langsung menutup keseluruhan wajahnya dengan selimut.
" Yank bagaimana?" Tanya Dimas sambil mencoba menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Annisa.
" Yank...!!! "
********
Acara rutinan kumpul keluarga Pak Ibrahim penuh gelak tawa, wajah bahagia terlihat dari anak menantu nya.
Shakira pun bermain dengan anak dari Dito dan bagas, dan hanya dia sendiri cucu perempuan.
" Kapan nih launching calon ponakan?" Tanya Sisil.
" Doain saja mba." Jawab Dimas.
" Cepetan jangan di tunda mumpung Shakira sudah besar." Ucap Sisil.
" Kamu nggak KB kan Annisa? " Tanya Ibu Riana.
__ADS_1
" Nggak bu." Jawab Annisa sambil makan cemilan dengan menunduk.
" Shakira saatnya dapat ade lagi, mau perempuan atau laki - laki nanti nya yang penting sehat semua." Ucap Sisil.
Dimas meremas tangan Annisa, dengan mengusap punggung tangan nya.
" Minta doa nya semoga cepat di kasih momongan lagi." Ucap Dimas.
****
" Bang." Panggil Annisa.
" Kenapa Yank? "
" Abang ingin banget ya Annisa hamil lagi?"
Dimas tersenyum dan langsung memeluk tubuh Annisa, dengan mengecup pucuk kepala nya.
" Kalau boleh jujur, iya tapi kalau kamu belum siap nggak apa - apa Abang nggak memaksa.".
" Maaf kan Annisa ya Bang, tapi Annisa janji akan berusaha agar di perut Annisa ada calon bayi lagi."
" Amin, makasih sayang."
" Bang."
" Hem.. "
" Makasih masih tetap bersama Annisa, walau Annisa seperti ini Abang masih tetap setia dan mencintai Annisa. "
" Abang tak akan pernah melepaskan permata yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Abang sudah menjatuhkan pilihan hidup hingga nafas ini berhenti."
" Abang janji nggak akan meninggal kan kamu dengan Shakira sayang."
Annisa membenamkan wajah nya di leher Dimas, tercium aroma wangi perfume Maskulin suami nya.
******
Surya duduk berhadapan dengan Siska, yang hanya menundukkan wajahnya. Terlihat kini Siska tampak kurus dan tak terawat.
" Kamu ngapain kesini, kita sudah tidak ada hubungan apa - apa? " Tanya Siska.
" Apa Saya nggak boleh menjenguk kamu?" Jawab Surya kembali bertanya.
" Kenapa orang yang di buat kecewa sama Saya, malah sekarang membesuk Saya seakan meledek Saya yang kini berada di balik jeruji besi. Saya sudah di hukum, apa semuanya ingin melihat Saya menderita."
" Saya tidak ada maksudnya seperti itu, dan kalau pun kami kemari karena kam memaafkan kamu. Dan asal kamu tahu, kamu bagaimana pun pernah mengandung anak dari saya."
Hiks.. hiks.. hiks..
" Terima kasih, masih ada orang yang peduli sama saya, hiks.. hiks... tidak dengan mamah saya dia malu memiliki anak seperti saya. Saat seperti ini saya membutuhkan sosok seorang Ibu tapi dia pergi meninggal kan saya hiks.. hiks.. saya kira semua orang akan sama seperti Mamah ternyata tidak, dan masih ada yang peduli melihat saya."
" Kita mulai dari awal Siska, kita bisa jadi Sahabat mulai sekarang, apa kamu mau menjadi Sahabat saya?" Tanya Surya.
Siska menatap Surya dengan isak tangis, Surya pun tersenyum ke arah Siska.
" Apa kamu mau punya Sahabat seorang Napi?"
" Napi itu predikat untuk kamu, tapi bagi Saya kamu bukanlah Napi anggaplah kamu sekarang sedang menjalankan pendidikan. Jadi kamu mau atau tidak jadi Sahabat saya?"
__ADS_1
" Saya mau, terima kasih, terima kasih."
******
Annisa, Shakira dan Dimas mengunjungi Panti Asuhan dimana Annisa dan Shakira di besar kan. Dimas pun terlihat bahagia saat membagi - bagi kan mainan dan makanan ke anak - anak Panti.
" Terima kasih Annisa, kamu masih ingat untuk datang kemari." Ucap Ibu Wita.
" Saya akan tetap kemari dan tak akan pernah lupa dengan Panti ini, dimana banyak kenangan Annisa disini. Dan Panti ini rumah Annisa, keluarga Annisa." Ucap Annisa.
" Ibu senang melihat kamu bahagia sekarang, semoga rumah tangga kalian sampai kakek Nenek dan maut memisahkan kalian."
" Amin Ibu, amin... !!!
" Bu kalau ada kebutuhan yang kurang untuk mereka tinggal kontak Annisa atau Saya. Mulai sekarang setiap bulan Panti ini Saya tanggung dana nya." Ucap Dimas.
" Alhamdulillah, makasih Dimas, makasih Annisa." Ucap Ibu Wita terharu.
" Sama - sama Ibu, semoga bermanfaat ya bu, dan mulai sekarang Ibu nggak usah takut untuk anak asuh lainnya." Ucap Annisa.
" Sekali lagi Ibu ucapkan banyak terima kasih."
****
" Mamah Shakira kangen kamar ini, lama nggak tidur disini."
" Mamah juga sama sayang, kamar nya masih tetap sayang Nenek nggak merubah atau menggesernya."
" Baru kali ini merasakan tempat tidur dua bidadari kesayangan, Papah bayangin nya waktu dulu kalian tertawa lepas berdua, bermain berdua dan bahagia saat itu, momen itu yang terlewat tapi sekarang Papah nggak mau melewatkan satu momen pun, karena ini tidak akan pernah terulang." Ucap Dimas yang ikut berbaring bersama di atas tempat tidur.
Shakira pun tertidur pulas, saat mendengarkan cerita kedua orang tuanya, dengan perlahan Annisa dan Dimas turun dari atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh Shakira.
Setelah terlihat terlelap, Dimas menarik tubuh Annisa hingga duduk di atas kedua pahanya yang duduk di sofa panjang.
" Bang mau ngapain? " Bisik Annisa.
" Kita bikin dede yuk." Ucap Dimas yang sudah bermain di tempat favorite nya.
" Disini nanti Shakira bangun."
" Ada kamar lagi kan?"
" Ada di sebelah."
Dimas menggeser tubuh Annisa, hingga berpindah duduk di sofa dan menarik tangan Annisa berjalan keluar menuju kamar sebelah.
*****
Dimas dan Annisa melakukan pelepasan bersama, terlihat wajah puas kedua nya.
" Semoga cepat ada dede bayi di dalam perut mamah." Dimas mencium perut Annisa, dan lalu berpindah mencium bibir nya.
" Kalau mau cepat, harus sering - sering bikin Pah." Ucap Annisa.
" Siap Mah, sekarang bikin lagi juga hayu."
Yang belum mampir karya terbaru mampir ya...
__ADS_1