( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Hilang Belahan Jiwa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹


Hati ini terlanjur rapuh, hati ini bagai pasir yang di bentuk terkena air akan hancur. Hanya luka dan luka yang terus di rasa kan, tanpa ada kebahagiaan yang abadi. Kadang kala bahagia, hanya sesaat, mungkin sudah jalan takdir yang kini di hadapi. Hati ini ingin merasakan cinta yang benar - benar tulus, tapi entah kapan saat itu datang, hanya harapan dan doa di setiap sujud agar bahagia selamanya dengan atas nama cinta.


🌹🌹🌹🌹


Rumah kediaman Arka pun di geledah oleh penyidik bahkan Ibu Septi tampak shock semua barang - barang di sita.


Arka yang saat ini tak ada di rumah, dan dalam pencarian pihak yang berwajib. Tampak juga Pak Mansur yang saat itu hadir,menyaksikan penyitaan barang - barang yang ada di rumah mantan istrinya.


" Pak kami masih mencari Pak Arka, berdasarkan jejak yang di dapat dirinya terakhir berada di Panti Asuhan Harapan kita." Ucap Salah satu penyidik.


" Panti Asuhan Harapan Bangsa?"


********


" Berita mengejutkan dari Kabupaten Karangwalaya, beberapa Camat dan pejabat tinggi daerah terjerat kasus korupsi. Tak disangka Camat muda Baramulya Arka, yang pernah menjadi buah bibir atas keretakan rumah tangga Dimas dan Annisa Camat Patra kini tersandung masalah korupsi. Nama Annisa pun terbawa, dan akan di jadi kan saksi oleh penyidik.


Dimas mematikan televisi saat melihat bersama Tio, lalu mengambil berkas kasus tentang kejadian beberapa tahun yang lalu.


" Kenapa kasus ini nggak di buka kembali, nggak adil kan kalau semut -semut nya gak ikut terbawa." Ucap Dimas sambil menaruh berkas kasus di atas meja.


" Ide bagus, saat nya kartu As kita pakai." Ucap Tio.


*****


" Ibu tahu Pak Arka kemana setelah dari sini?" Tanya seorang Polisi.


" Saya tidak tahu Pak." Ucap Ibu Wita salah satu pengurus panti.


" Tapi Pak Arka sering kemari?"


" Sering pak, karena mereka sangat dekat dengan anak - anak panti."


" Apakah kemari sendiri? "


" kadang sendiri kadang bersama dengan Mba Annisa karena Mba Annisa dulunya berasal dari panti Asuhan ini."


******


" Bu ada wartawan." Ucap Putri.


" Bilang saja Saya lagi sibuk." Ucap Annisa.


" Tapi Bu, mereka akan tunggu di depan terus."


" Kamu bisa kan panggil POL PP suruh jaga di depan, kalau kamu nggak bisa suruh Pak MP Ahmad untuk anak buah nya suruh di kerahkan." Ucap Annisa emosi.


" Maaf Bu, Saya akan ke ruangan Pak MP."


Annisa terus membaca berita seputar topik terhangat ini, Annisa mencoba menghubungi Arka namun tak aktif.


" Kemana kamu Bang? "


******


" Ayah, Annisa bagaimana ya saat tahu Arka terlibat korupsi? "


" Ayah juga kasihan sama Annisa Bund, anak itu tak pernah bahagia." Ucap Pak Ibrahim.

__ADS_1


" Saat seperti ini malah Annisa sedang sedih sedang kan pernikahan Dimas sebentar lagi."


" Kita boleh sedih untuk Annisa, tapi jangan sampai pernikahan anak kita terganggu. Annisa tetaplah masa lalu, Bunda harus ingat itu."


" Bunda ingin peluk Annisa saat ini."


******


" Photo ini? " Salah satu penyidik menemukan sebuah photo di file laptop milik Arka, photo bersama Annisa dan seorang anak kecil.


" Bu Camat Annisa, ini siapa? "


" Apa Bu Camat punya anak bersama Bang Dimas? "


" Saya rasa mungkin."


" Lihat photo anak kecil ini banyak sekali di banding kan photo Bu Camat."


Kedua penyidik pemberantas korupsi pun membuka setiap photo yang ada di file tersebut.


" Kita bisa tanya sama Ibu Septi perihal anak kecil ini."


******


" Annisa nggak menyangka ya calon suami nya seorang koruptor." Ucap Siska pada Dimas.


" Malang sekali dia nasibnya." Ucap Siska kembali.


" Kalau Saya yang terkena kasus seperti Arka bagaimana? " Tanya Dimas.


" Ya tinggalin lah, bikin aib saja." Jawab Siska.


" Tapi untuk saat yang seperti ini sangat membutuhkan orang yang terkasih."


" Jadi kamu itu tipe yang tidak mau susah hanya ingin hidup enaknya saja."


*******


" Shakira kemana Bu? " Tanya Annisa khawatir.


" Ibu tidak tahu, terakhir sama Arka. Ibu kira sudah ijin ke kamu dan menginap di rumah Arka" Ucap Ibu Wita.


" Bu Arka kabur saat ini, apakah jangan - jangan Arka bawa Shakira? "


Annisa menangis saat mengetahui Shakira belum kembali setelah dua hari besama Arka.


" Hiks.. hiks... Shakira bu, Shakira hiks... hiks..."


" Maaf kan Ibu ya, Ibu tidak tahu." Ucap Ibu Wita sedikit menyesal.


*****


" Ibu Camat ada? " Tanya Dimas saat datang di rumah Dinas Camat.


" Ibu nggak ada Pak." Jawab Ibnu SAT POL PP.


" Tahu kemana? "


" Nggak tahu Pak, perginya dari tadi tapi belum kembali."

__ADS_1


" Makasih ya, kalau pulang nanti kasih kabar Saya. "


" Siap Pak."


******


Annisa berhenti di depan rumah Arka namun rumah nya tampak kosong dan terdapat pembatas police line.


" Bunda kemana? " Tanya Annisa pada diri sendiri."


" Kemana kamu bawa Bang anak saya." Annisa terus mencoba menghubungi ponsel Arka namun tetap tak aktif, hanya no ponsel Ibu Septi yang bisa di hubungi.


" Hallo.. Bunda dimana?"


******


Hiks.. hiks... hiks...


" Shakira mana Bunda? " Isak Annisa.


" Bunda tidak tahu Sayang, coba telepon lagi." Ucap Ibu Septi


" Masih nggak aktif Bunda. " Ucap Annisa. setelah mencoba terus menghubungi Arka.


" Nak, apakah kamu tahu masalah ini?" Tanya Ibu Septi.


Annisa menatap sedih ke arah Ibu Septi, tangisnya sama - sama pecah lalu mereka pun saling berpelukan.


" Bang Arka, sudah Saya peringatkan kemarin dan semuanya sudah terjadi."


Hiks... hiks.. hiks...


" Bunda benar - benar tidak tahu uang yang Arka kasih itu uang hasil korupsi.Sumpah nak demi Allah uang nya pun Bunda belum ambil sepeserpun."


" Kita sekarang nggak tahu Bang Arka dimana, dia bawa Shakira Bund."


" Maaf kan anak Bunda Annisa."


******


Hahahahahaha...


" Ternyata kita tidak perlu habisi Arka, dia sudah jadi buronan sekarang. Saya tidak lagi di atur oleh anak bau kencur itu, bahkan semakin mudah saya dapat kan Annisa." Ucap Pak Bowo.


Hahahahaha...


" Bos tapi kita harus hati - hati sama Babinsa itu, dia kan keamanan Patra, diam - diam pasti punya rencana apa lagi mengenai masalah dulu."


" Benar kata kamu, kita harus habisi dia, ulah liciknya menggunakan Jhoni yang di kurung di penjara dan kita balas dendam atas kematian Aldo.


"Dan ingat Bos, Camat Patra harus Bos kasih pelajaran."


" Saya akan kasih pelajaran yang tidak akan dilupakan seumur hidup."


Hahahahahaha..


********


Hiks... hiks... hiks...

__ADS_1


" Shakira sayang, semoga kamu baik - baik saja nak bersama Papah Arka. Dan kamu kenapa lari harus bawa Shakira Bang, hiks... hiks... hiks... Shakira mamah kangen nak hiks... hiks.."


Annisa memeluk boneka Barbie kesayangan Shakira yang tergeletak di atas tempat tidur.


__ADS_2