
" Shakira sekarang ikut sama Mamah, kemana Mamah tugas Shakira akan Mamah bawa." Ucap Annisa memasukan pakaian Shakira kedalam koper.
" Shakira janji nggak pernah akan merepotkan Mamah."
" Good, itu baru anak mamah."
" Nenek jadi sedih mulai sekarang nggak bisa ketemu sama Shakira." Ucap Ibu Wita.
" Kami akan kesini untuk menengok Ibu, dan anak panti lain nya juga. Disini adalah keluarga Annisa, tak lagi keluarga lainnya."
" Ibu bangga sama kamu nak, kamu tumbuh hingga saat ini menjadi sukses menjadi seorang ASN, kalau kedua orang tua kamu masih hidup pasti mereka sangat bangga sama kamu."
" Mereka pasti bangga melihat Annisa dari surga, Annisa harus belajar kuat, Annisa harus belajar tegar."
" Semoga Allah selalu melindungi kamu dan Shakira."
" Amin...!!! "
******
" Saya tidak ingin bercerai sama kamu."
" Saya tidak akan menceraikan kamu, tapi belajar lah menerima Shakira." Ucap Dimas pada Siska.
Siska memandang Dimas yang hanya diam memandang ke arah pintu.
" Saya akan menyayangi Shakira, tapi kamu juga lupakan Annisa." Ucap Siska.
Dimas menatap ke arah Siska, begitu pun juga Siska yang menatap ke arah Dimas.
******
" Shakira sekarang tinggal disini sama mamah, dan ini namanya Bi Asih nanti kalau mamah tidak ada di rumah Shakira boleh minta tolong sama Bi Asih."
" Ok Mamah, halo Bi Asih." Ucap Shakira.
" Halo juga, mulai sekarang Shakira harus belajar terbiasa sama Bi Asih ya."
" Siap Bi Asih."
" Bi Shakira suka sekali makan sayur, dia itu di bilang vegetarian sih nggak cuman dia suka sekali sayuran, daging nggak terlalu tapi nanti di selingi Saja jangan sayuran Saja."
" Baik Bu, untuk cokelat bagaimana? "
" Sama seperti Saya, selalu ingat kan untuk gosok gigi sehabis makan cokelat agar giginya tidak grapes. "
******
Annisa pun mengikuti Apel pagi di Polsek atas undangan Kapolsek Patra untuk dukungan program Polsek Patra dalam giat keamanan lingkungan sekitar.
Annisa pun berbicara saat Apel pagi di kantor Polisi Patra, bahkan para Polisi pun melihat takjub Camat muda yang berstatus mantan istri rekan Dinasnya.
__ADS_1
Dimas pun memperhatikan Annisa saat sedang berbicara, wajah kalem dan di selingi sebuah senyuman yang membuat hati Dimas sangat bahagia melihat kelangkaan di depan matanya.
" Demi keamanan lingkungan kecamatan kita yang aman tentram dan damai, kita kerja sama menjaga nya. Untuk itu Sat PoL PP kecamatan Patra akan membantu Anggota Polisi lain nya untuk menjaga kecamatan kita, dengan terdiri dari 25 Desa." Ucap Annisa.
" Nanti Pak MP Ahmad akan mengarahkan nya di bantu sama Pak Kapolsek Patra demi kelancaran semuanya."
Annisa pun berbincang dengan Pak Kapolsek, Pak MP dan Dimas sebagai Babinsa dan Babinsa lainya.
" Untuk di sekolah yang rawan tawuran Saya ingin setiap pagi dan pulang, Saya ingin 1 Polisi dan 1 SAT POL PP ikut berjaga di sana nantinya."
" Baik Bu Camat usulan Ibu Sangat bagus, saya akan koordinasikan semuanya. " Ucap Pak Kapolsek.
Setelah selesai Annisa pun melangkah keluar, dan Dimas berjalan di belakang nya membuat Annisa memutarkan badannya.
" Ada yang ingin Abang katakan sama Saya?"
" Bagaimana kabar Shakira? "
" Baik Bang."
" Mulai Sekarang Shakira menjadi tanggungan Abang."
" Nggak perlu Bang, nggak perlu repot - repot mamahnya masih sanggup untuk membiayai nya."
" Saya Papah nya juga Annisa."
" Bang, Saya tidak ingin ribut sama Siska atau Abang pun sama bertengkar gara - gara Saya. Dan Abang harus ingat, Shakira kini tinggal sama Saya dan kemana Saya akan di tugas kan Shakira akan ikut sama Saya. Mungkin suatu saat nanti Saya akan tinggal kan kabupaten ini."
" Kamu sedikit demi sedikit ingin memisahkan Saya sama Shakira? "
*******
" Nenek tahu Shakira disini? "
" Nenek sengaja ingin bertemu sama Mamah eh ada Shakira. Maaf ya nenek nggak tahu kalau Shakira sakit." Ucap Ibu Riana sambil memangku Shakira.
" Nenek kakek jarang ikut sih? "
" Kakek sibuk sayang, dia kan Bupati."
" Shakira kalau sudah besar ingin seperti mamah."
" Belajar yang rajin biar bisa seperti Mamah."
" Assalamualaikum."
" Walaikumsalam." Balas Ibu Riana dan Shakira saat melihat Annisa datang. Annisa pun mencium punggung tangan Ibu Riana dan Shakira mencium punggung tangan mamahnya.
" Bunda nggak kasih kabar kalau mau kemari."
" Bunda sengaja ingin minta tolong ke panti mau nengok Shakira eh cucu Bunda ada di sini."
__ADS_1
" Shakira sekarang ikut sama Shakira Bunda, jadi nanti dimana Annisa tugas dia akan ikut sama Shakira."
" Kamu nggak ada niat untuk menjauh kan kami kan sama Shakira kan Annisa? " Tanya Ibu Riana.
" Tidak Bund, tapi kami nggak ingin merusak rumah tangga Dimas dan Siska."
" Bunda nggak mengerti jalan pikiran Siska, Bunda juga paham dia sakit hati kecewa sama Dimas tapi untuk Shakira terimalah."
" Masalahnya Bunda, Bang Dimas mencintai Saya. Disini Saya tidak ingin jadi orang ketiga."
" Bunda juga ikut kesal sama Dimas, dulu masih jadi suami kamu nggak ada rasa sama kamu, giliran cerai Saja muncul itu rasa. Sekarang sudah nikah malah menjadi - jadi."
" Namanya juga manusia Bunda, tapi Annisa berusaha untuk tidak menjadi perusak."
*******
" Siska kamu ini bagaimana sih resepsi pernikahan kalian minggu depan malah mamah yang sibuk kesana kemari."
" Kan dari dulu mamah yang semangat bukan Siska."
" Eh Siska, kamu itu kenapa sih masalah rumah tangga kamu belum kelar, apa susahnya kamu tinggal terima anak nya Dimas Saja beres kan."
" Mah, masalahnya Saya kalau lihat anak nya ingat sama Ibu nya, dia sudah merebut Dimas dari Saya. Dan Saya nggak bisa bayangkan mereka berdua dan bisa - bisa nya pernikahan terpaksa lahir seorang anak."
" Kamu juga harus bisa hamil anak Dimas, agar Dimas juga fokus ke anak kalian sendiri. Lagian anak nya tidak akan tinggal sama kalian kan?" Ucap Ibu Iren.
" Tidak Mah, kemarin Saya bicara empat mata sama Annisa. Saya pegang ucapannya."
" Bagus, sekarang kamu urus nama - nama siapa teman yang kamu undang nanti."
******
" Yank, ini undangan untuk Resepsi pernikahan kita." Ucap Siska.
" Maaf ya Saya sampai lupa nggak memikirkan ini." Ucap Dimas sambil membaca kartu undangan pernikahan nya.
" Saya ingin menjadi istri kamu seutuhnya, Saya ingin hamil anak dari kamu."
Dimas menoleh ke arah Siska dan menatap kedua bola mata istrinya.
" Saya akan belajar mencintai Shakira seperti anak Saya sendiri, dan Saya minta kamu cintailah Saya seperti dulu. "
Dimas hanya diam tetap memandang ke arah Siska dengan wajah yang serius. Siska pun memajukan wajahnya dan mencium bibir Dimas dengan tangan Dimas yang di tuntun ke arah bagian Dada nya.
Dimas pun membalas ciuman Siska , hingga mereka saling membalas dan saling menyalurkan hasrat yang sudah sama - sama di atas ubun - ubun.
*****
" Ibu kenapa? " Tanya Bi Asih saat melihat Annisa berpegangan pada kedua sisi meja makan.
" Kepala Saya pusing Bi."
__ADS_1
Bruuugh
" Ibu...!!!