
" Cepat bawa tahanan yang tak sadarkan diri ke rumah sakit. " Ucap salah satu sipir yang sedang berada di dalam sel tahanan Arka.
Terlihat Arka tak sadarkan diri dan terdapat sebuah darah di tangan nya dan sudut bibir nya.
" Sejak kapan dia sakit? " Tanya Sipir tersebut pada teman satu Sel Arka.
" Dia tidak pernah bilang sakit atau mengeluh hanya wajah yang pucat, Saya selalu ingat kan untuk memeriksa kondisi nya namun dia bilang tak apa.
Lalu Tim medis pun datang dan mengangkat tubuh Arka yang sudah tak sadarkan diri ke atas brankar.
Arkan pun lalu di bawa ke dalam mobil ambulance, dengan peralatan medis yang di pasang di tubuh nya.
Dalam perjalanan mata Arka pun membuka, dan menatap sekelilingnya.
" An - Annisa." Ucap Arka pelan.
" Annisa." Ucap Arka kembali.
" Bapak panggil siapa?" Tanya perawat yang ada di samping Arka.
" Annisa." Jawab Arka.
" Bapak ingin bertemu dengan yang bernama Annisa? "
Arka pun menganggukkan kepalanya dan lalu matanya terpejam kembali.
" Tolong sampai kan salah satu Sipir yang ikut ke rumah sakit untuk hubungi keluarganya tang bernama Annisa."
******
Praaakk
" Yah pecah." Ucap Shakira.
" Eits jangan." Ucap Bi Murni saat melihat sebuah figura terjatuh dari lemari saat Shakira menarik satu buah pakaian.
" Ini bahaya non, kacanya bisa kena tangan." Ucap Bi Murni sambil mengambil serpihan kaca.
" Bibi ambil photo nya saja."
Bi Murni memberikan photo pada Shakira, photo bertiga bersama Annisa dan Arka .
" Itu Non sama Ibu satu nya itu siapa, apa Papah nya Non Shakira? "
" Dia bukan Papah Shakira tapi sudah seperti Papah kandung Shakira namanya Papah Arka, tapi sekarang dia di penjara."
" Ya Allah non, orang ganteng seperti beliau malah di penjara."
" Kata Mamah karena om Arka nakal jadi di hukum."
******
Dokter menangani Arka yang masih tak sadarkan diri, detak jantungnya terasa sangat lemah.
" Dari hasil tes tenyata pasien mengindap kanker darah, dan sudah stadium 4." Ucap Dokter yang memeriksa hasil Lab Arka.
__ADS_1
" Keluarganya sedang meluncur kemari Dok." Ucap Perawat tersebut.
" Oh Iya Dok pasien saat berada di dalam Ambulance katanya sempat mengucapkan nama Annisa."
" Baik nanti Saya sampai kan pada keluarganya kalau sudah datang."
******
Annisa mengusap pinggangnya saat selesai mengerjakan beberapa laporan, dan saat itu Putri masuk membawa beberapa tumpuk berkas yang harus di tanda tangani.
" Bu ini berkas beberapa usulan."
" Taruh saja." Ucap Annisa sambil mengusap pinggangnya.
" Ibu capek? "
" Pinggang Saya sakit bisa minta tolong pijit ya."
" Putri bantu ya bu." Sambil berjalan ke arah Annisa dan memijat pinggang nya.
" Makasih ya put."
" Sama - sama bu." Ucap Putri.
" Bu sekarang nampak berisi ya? " Tanya Putri yang memperhatikan tubuh Annisa.
" Masa sih put." Jawab Annisa.
" Benar Bu, tambah berisi maaf ya bu mulai dari pantat, dada terlihat menonjol."
" Berarti Saya sekarang gemuk dong." Ucap Annisa sambil tertawa.
" Biasa saja Put. "
*******
Dimas menghampiri Siska yang baru keluar dari Puskesmas, mereka pun berjalan sambil beriringan .
" Yank, mau makan di luar nggak? " Tanya Siska.
" Mau makan dimana? "
" Coba itu di fast food arah alun - alun kecamatan."
" Boleh."
Dimas pun melajukan mobilnya menuju tempat yang di minta oleh Siska, dan saat mobil berhenti di parkiran bersamaan dengan Annisa turun dari mobil.
" Hey.. ibu Camat, mau beli makan juga ya." Sapa Siska yang langsung menggandeng lengan Dimas.
Annisa hanya tersenyum kecut dan berjalan mendahului Siska dan Dimas.
" Mba Saya pesan paket Chicken strip 2 tambah milo nya 2." Ucap Annisa di depan pelayan Fast Food.
" Mba tolong samakan pesanannya sama mba yang di samping dan bayar nya biar di satu kan sama Saya." Ucap Siska.
__ADS_1
" nggak usah di traktir makasih." Ucap Annisa ketus.
" Mba ice cream nya 3 masukan ke tagihan mba yang di samping saya." Ucap Dimas.
" Berapa total nya? " Tanya Dimas.
" Rp. 150.000 Pak." Jawab kasir Fast food.
Dimas pun membayar pesanan Annisa, dan Annisa pun langsung pergi meninggalkan Dimas dan Siska.
" Di tawarin nggak mau, giliran yang bayar laki malah di ambil." Ucap Siska kesal.
" Sudah jangan di bahas, pesan apa yang kamu ingin. " Ucap Dimas lalu mengambil ponsel nya dan mengirimkan sebuah pesan singkat.
❤ My Love
Hati - hati di jalan.
Dimas pun langsung memasukan kembali ponsel nya di saku seragam nya. Sedangkan di dalam mobil Annisa tersenyum saat membaca pesan dari Dimas.
******
Hiks... hiks.. hiks...
" Bangun nak, ini Bunda." Ibu Septi menangis di depan Arka sambil memeluk tubuhnya.
" Bu."
Ibu septi pun menoleh saat seorang Dokter mendatanginya, dan lalu Ibu Septi mengusap kedua air matanya.
" Dokter anak Saya kenapa, sakit apa? "
" Apa sebelum nya anak ibu pernah cerita masalah kesehatannya? " Tanya Dokter yang menangani Arka.
" Tidak Dok, memang ada apa Dok? "
" Begini Bu, ternyata Pak Arka memiliki Suatu penyakit Pak Arka terkena Kanker darah dan sudah stadium 4."
" Astaghfirullah Ya Allah Arka kamu nak hiks.. hiks.. hiks... " Ibu Septi semakin menangis saat mengetahui anak nya sakit keras.
" Dan Pasien saat akan di bawa kemari, di dalam Ambulance pasien selalu memanggil nama Annisa. Saya berharap Ibu harus mempertemukan yang bernama Annisa."
******
" Es krim nya nanti sekarang makan dulu." Perintah Annisa pada Shakira.
" Enak mah es krim nya." Ucap Shakira.
" Tapi makan dulu, nanti baru makan es krim."
" Iya mah tapi enak semuanya."
Bunyi ponsel Annisa bergetar dan di lihat panggilan yang masuk ternyata Ibu Septi.
" Assalamualaikum." Sapa Annisa.
__ADS_1
" Walaikumsalam." Balas Ibu Septi dari seberang.
Annisa terdiam saat mendapatkan kabar dari Ibu Septi, dan tubuh Annisa tiba - tiba melemas dan kedua air matanya pun jatuh membasahi kedua pipi nya.