
Annisa meminum sebuah pil yang dia beli di Apotek, jantung nya terasa begitu sangat berdebar.
" Saya nggak boleh hamil, nggak boleh." Annisa berjalan bolak balik di kamar nya sambil memegang perutnya.
Sekilas flashback saat pertama kali bersama Dimas teringat, dan sedikit saat diri nya menggunakan obat perangsang.
" Akh.. kenapa harus kejadian lagi sih." Ucap Annisa sambil memukul kepalanya dengan tangan nya.
Annisa pun lalu membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, dengan bayang - bayang hal tersebut.
" Semua gara - gara Bang Dimas."
******
Praaaanngg
Praaaanngg
Braaaakkk
" Siska...!!! " Ibu Iren berlari ke arah kamar Siska, dan betapa terkejutnya saat melihat Siska dengan mulut berbusa.
" Astaghfirullah Siska, bangun nak kamu bangun."
Ibu Iren mencoba menyadarkan Siska namun Siska tak sadarkan diri.
Hiks... hiks. hiks...
" Bangun nak bangun... tolong... tolong... "
******
" Nyari apaan? " Tanya Tio.
" Ini liat di Shopping online pakaian untuk Shakira lucu - lucu." Jawab Dimas sambil memperlihatkan pakaian yang ada di ponselnya.
" Bagus - bagus tuh, beli gih pasti anak kamu suka."
" Saya pesan beberapa pakaian untuk dia, nanti ukuran langsung tanya sama pelapak nya saja." Ucap Dimas.
" Hubungan kamu sama anak kalian sudah mulai dekat ya? " Tanya Tio.
" Belum, Shakira masih panggil saya Om." Jawab Dimas.
" Aneh anak kamu, di suruh panggil papah nggak mau dia, malah panggil om."
******
" Shakira gambar apa nak? " Tanya Ibu Wita menghampiri Shakira.
__ADS_1
" Shakira gambar orang tua Shakira." Jawab Shakira sambil mewarnai gambar nya terlihat satu orang wanita dan dua orang pria.
" Kok ada tiga? "
" Shakira punya satu Mamah, dan punya dua papah. Ini Papah Arka, Mamah sama Papah Dimas." Ucap Shakira sambil menunjuk pada gambar nya.
" Shakira sayang semua nya? "
" Sayang Nek, Shakira sayang semua nya."
******
" Annisa bawa makanan untuk Abang."
Arka hanya diam dan memandang sebuah rantang susun 4 di depan matanya.
" Kenapa kamu masih datang kemari Annisa, Abang kan sudah memutuskan kamu." Ucap Arka.
" Bang, Annisa akan tetap selalu ada buat Abang, tidak hanya dalam suka tapi duka juga. Annisa tak pernah ada niat akan tinggalin Abang."
" 20 tahun Annisa, Abang tidak bisa untuk bersama kamu. Abang akan menua disini."
" Kita Memang terhalang jeruji, tapi bukan berarti hubungan kita pun terhalang."
" Annisa kamu terlalu baik, saya tidak pantas untuk kamu. Dimas, saya sudah titipkan kamu sama Shakira dengan Dimas."
" Dia Papah Shakira, Dia akan berada di samping kalian."
*******
Dimas berlari di lorong rumah sakit saat Ibu Iren menghubungi nya, terlihat Ibu Iren menangis saat sampai di depan ruang ICU.
" Mah."
Plaaaak
Plaaaak
" Semua nya gara - gara kamu, kalau kamu tidak membatalkan pernikahan ini Siska tidak akan seperti ini."
" Maaf kan Saya Mah, tapi Saya benar - benar tidak bisa untuk menikahi Siska." Ucap Dimas.
" Kamu sudah lihat Siska seperti itu masih saja bilang tidak bisa, apa karena anak dan wanita dari masa lalu kamu hah..? "
" Maaf kan Dimas mah."
" Sungguh keterlaluan kamu Dimas, Saya tidak akan pernah memaafkan kamu." Ucap Ibu Iren emosi.
" Kamu tahu Siska sangat mencintai kamu Dimas, dia Memang berbeda dengan Annisa tapi kalian sudah 10 tahun bersama. Cinta Siska itu tulus, kalau pun tak tulus Siska tak akan pernah melalukan ini semua. Siska Memang wanita yang penuh ambisi. " Ucap Ibu Iren kembali.
__ADS_1
Dokter pun keluar menemui Ibu Iren dan Dimas yang sedang berdiri di depan ruang ICU.
" Dokter bagaimana dengan anak Saya? "
" Racun dari dalam tubuh nya sudah kami buang, dan sekarang kondisinya masih belum sadar. Dokter Siska sudah bisa di jenguk, dan masih tetap dalam pengawasan kami."
" Terima kasih Dok." Ucap Ibu Iren.
Dimas dan Ibu Iren memasuki kamar rawat dimana Siska sudah di pindahkan, terlihat wajah pucat dan lemah dengan jarum infus yang tertancap di tangan nya.
" Lihat Dimas, apa kamu masih tak kasihan sama Siska, dia seperti ini gara - gara kamu. Mana Dimas yang dulu Cinta mati sama Siska, mana Dimas yang dulu selalu ada untuk Siska. Semua nya berubah saat hadir wanita itu, dan saat tahu kamu punya anak dari dia, kamu batalkan pernikahan yang kalian tunggu dan kamu pun yang merencanakan semua nya, dan kamu pun yang membatalkan nya."
******
Shakira menunggu di gerbang Panti, dia membawa sebuah gambar yang di buat nya. Gadis kecil ini seolah menunggu seseorang yang akan datang.
" Shakira kamu sedang apa di situ, ayo masuk." Teriak teman nya.
" Sebentar Kak, Shakira di sini dulu."
Terik panas matahari tak pantang menyerah, Shakira tetap berdiri di pintu gerbang. Namun penantian yang hampir 1 jam menunggu membuat Shakira meninggalkan pintu gerbang Panti.
Shakira memandang gambar yang dia buat, dan menatap sedih gambar tersebut.
" Papah Arka sudah tidak kemari lagi, dan Papah Dimas biasanya kemari sekarang tidak kemari walau hanya sebentar. Mamah pasti sedih dua orang pria meninggalkan mamah."
******
Annisa menatap wanita paruh baya yang berada tepat di depan nya, wanita itu terus menatap Annisa dengan tatapan tak suka.
" To the point saja, tolong tinggalkan dari kehidupan Dimas, bawa jauh - jauh anak itu. Biarkan Dimas bahagia bersama Siska, kamu tahu gara - gara kamu Siska bunuh diri, dia sangat mencintai Dimas, dan pasti kamu juga tahu kalau dari dulu Dimas sangat mencintai Siska. Setelah kamu masuk di kehidupan Dimas dan Siska, hubungan mereka seolah di gantung. Jadi Saya mohon kalian menjauh."
" Shakira anak nya Tante, anak Saya punya hak untuk Papah nya, begitu juga sebaliknya. Dan Tante asal tahu, Saya Memang datang dengan peran orang ketiga dan Saya tidak ada niat memisahkan mereka. Saya di sini juga sama merasakan sakit, Saya pun berusaha untuk menutupi jati diri anak Saya, tapi apa Dimas tahu dan dia menyayangi anak nya."
" Kamu seorang ibu dan Saya seorang Ibu. Coba kamu pikir kan lagi bagaimana di hari yang di tunggu - tunggu pernikahan itu gagal, sakit hati seorang Ibu melihat anak nya gagal menikah, dan dengan kondisi seperti ini. Apa kamu tega memisahkan hubungan mereka, kamu datang saat mereka bahagia dan hubungan sampai sekarang, 10 tahun hancur sekejap apa kamu tak punya hati. Jadi tolong lah jauhi mereka."
******
" Mamah, kenapa Papah nggak datang kesini biasanya kesini hanya sebentar."
" Shakira sudah panggil Papah bukan om lagi?"
" Karena dia Papah Shakira."
" Sayang, mulai sekarang kita hidup berdua ya seperti dulu kan kita selalu berdua. Begini ini lebih bahagia."
" Shakira akan selalu ada buat mamah untuk selalu buat mamah tersenyum."
Annisa memeluk tubuh Shakira, di depan Shakira Annisa berusaha melupakan nya semua.
__ADS_1