( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Hati Yang Terasa Sakit


__ADS_3

Arka yang duduk di atas kursi roda di dorong oleh Annisa, setelah mendapatkan persetujuan dari Polisi untuk membesuk Shakira yang berada di lantai atas.


Saat itu Shakira sedang menonton Tv saat Annisa dan Arka datang menghampiri Shakira.


" Sayang lihat siapa yang Mamah bawa." Ucap Annisa.


Shakira menatap pria yang duduk di kursi roda tersebut, Arka pun tersenyum dengan merentangkan kedua tangan nya.


" Shakira nggak kangen sama Papah sayang?"


Shakira tersenyum ke arah Arka, dengan cepat Shakira turun dari tempat tidur dan berlari ke arah Arka.


" Papah..!! " Shakira langsung memeluk tubuh Arka, pelukan rindu dan rasa bahagia saat seorang anak bertemu dengan Papah nya.


" Sayang kamu lihat Papah kan?"


" Papah ternyata tampan."


Arka tersenyum lalu memeluk kembali tubuh Shakira, dan tak terasa Arka meneteskan air matanya.


" Papah senang kamu sudah bisa melihat dan sekarang kamu akan melihat setiap hari indah nya dunia sayang."


Shakira menatap Arka kedua tangan mungilnya memegang pipi Arka, seutas senyuman Shakira untuk Arka membuat pria yang di depan Mata Shakira pun tersenyum.


" Papah Shakira sayang sama Papah." Ucap Shakira mencium kedua pipi Arka.


" Papah Shakira ingin besok kita lihat matahari terbit sama Mamah ya."


Arka tersenyum lalu menganggukkan kepala nya, dan Shakira pun memeluk kembali tubuh Arka.


Momen itu tak terlewat dari mata Dimas, melihat ketiga nya layaknya keluarga kecil bahagia. Dimas pun pergi meninggalkan pemandangan yang membuat nya sangat terluka.


****


" Kamu kenapa Dimas, tiba - tiba kamu jadi manja tidur di pangkuan Bunda? " Tanya Ibu Riana sambil membelai rambut Dimas yang cepak.


" Dimas sekarang sedang di hukum Bund, Dimas mendapatkan balasannya." Ucap Dimas dengan Mata memerah.


" Dari hukuman ini kamu harus bisa mengambil hati, mengembalikan sebuah Cinta, dan sebuah senyuman kamu harus bisa melakukan nya semua."


" Shakira dan Annisa tidak akan pernah bisa menerima Dimas Bund, Dimas tidak seperti Arka. Hanya dia yang bisa membuat mereka tersenyum."


" Suatu saat kamu akan bisa tersenyum bahagia bersama mereka."


*****

__ADS_1


" Maaf Bu waktu Pak Arka habis, untuk kembali ke dalam kamar." Ucap Seorang Polisi pada Annisa.


" Baik Pak." Ucap Annisa.


" Sayang Papah kembali ke kamar dulu ya, Papah harus istirahat." Ucap Annisa pada Shakira yang sedang duduk di pangku Arka.


" Shakira ingin tidur sama Papah Arka." Ucap Shakira mengalungkan kedua tangan nya sangat erat pada leher Arka.


" Sayang Papah sedang sakit, jadi kalau sudah sembuh nanti Shakira bisa tidur sama Papah Arka." Ucap Annisa.


" Nggak Mau, Shakira hanya mau sama Papah Arka."


" Biarkan Shakira tidur sama Saya, dan kita besok bangun pagi - pagi melihat matahari terbit dari lantai atas." Ucap Arka.


Annisa menatap kedua Polisi yang berada di depan mereka, seakan Annisa memohon untuk mengabulkan keinginan nya.


" Tolong Pak, untuk saat ini sebelum pergi." Ucap Annisa.


" Baik kami ijinkan hanya untuk hari ini." Ucap nya.


" Terima kasih Pak, Saya ingin menikmati saat - saat terakhir menghirup udara bebas, dan berkumpul bersama orang terkasih." Ucap Arka.


******


Dimas melihat banyak Wartawan di area depan Rumah sakit, saat Dimas berjalan para Wartawan memanggil - manggil namanya, namun Dimas tetap diam menghiraukan para pencari berita.


" Sejak kapan Wartawan datang? " Tanya Dimas.


" Tadi habis isya."


" Tolong jangan sampai mereka tahu tentang Shakira, Saya tidak ingin anak saya di publikasikan jadi bahan berita utama di media sosial dan elektroni biar kalau sudah saat nya Saya akan kenalkan Shakira di publi. "Ucap Dimas sambil berjalan ke arah kamar Shakira.


" Abang Mau kemana? "


" Ke Kamar anak saya."


" Mereka di kamar Pak Arka."


" Di Kamar Arka? "


" Mereka tidur di sana untuk malam ini, putri Abang yang meminta."


Dimas terdiam dan lalu melanjutkan jalannya menuju kamar Arka, dengan raut wajah yang sudah tak bisa di arti kan.


Saat sampai di depan kamar Arka, Dimas mengintip dari celah balik pintu yang tidak tertutup rapat.

__ADS_1


Terdengar suara tawa Shakira yang sedang bercanda bersama Arka, dan Annisa yang ikut tertawa lebar. Sungguh pemandangan yang langka yang tidak pernah Arka lihat.


" Kalian memang bahagia bersama Arka, Saya tidak akan pernah bisa membuat kalian seperti ini." Ucap Dimas pelan.


*****


Pagi Buta, Annisa mendorong kursi Roda Arka yang sambil memangku Shakira dengan wajah Khas bangun tidur untuk Shakira menuju ke atap gedung untuk melihat matahari terbit.


Dimas yang sejak malam tak bisa tidur mengikuti mereka di belakang Polisi yang selalu mengawasi dari jarak jauh.


" Papah Mamah terima kasih." Ucap Shakira.


" Sama - sama sayang." Ucap Arka memeluk erat tubuh Shakira.


Dingin nya udara pagi menerpa tubuh mereka, Shakira yang bermantel selimut rumah sakit sudah berada di atap gedung. Matahari perlahan muncul dari ufuk Timur, warna yang indah dan cahaya yang begitu sangat terang. Shakira menatap takjub saat Matahari mulai beranjak ke atas.


" Wah.. indah nya." Ucap Shakira.


" Indah bukan sayang." Ucap Arka.


" Indah sekali Papah." Ucap Shakira.


" Matahari terbit setiap pagi dari ufuk Timur, dan akan terbenam di sore hari di ufuk Barat." Ucap Annisa.


" Shakira ingin seperti matahari Mah, yang setiap hari bersinar. Shakira ingin menjadi matahari untuk Mamah sama Papah."


Annisa pun memeluk tubuh Shakira, begitu pun juga Arka yang memeluk kedua wanita tercintanya.


Dimas yang melihat pemandangan itu dari jauh terasa lemas kedua kakinya, hingga dia tak sanggup melihatnya membuat dirinya menjauh.


Dimas menuruni anak tangga satu demi satu, tak memikirkan rasa lelah menuruni ratusan anak tangga. Saat sudah tiba di lantai 3,Dimas duduk di atas anak tangga, dengan Mata yang memerah dan nafas yang sudah naik turun.


" Saya baru sadar, rasa nya seperti ini sakit sekali. Saya pantas dapat kan ini semuanya, Saya pantas ya Allah. Ini setimpal untuk semua nya yang Saya lakukan pada Annisa.


*******


" Sayang, mungkin besok - besok kita tidak bisa lagi seperti ini. Papah minta jaga Mamah sayang." Ucap Arka.


" Papah Mau pergi kemana?" Tanya Shakira.


" Papah akan menjalani hukuman sayang, karena Papah terlalu tamak dan banyak ambisi sehingga segala cara Papah lakukan. Kamu kalau sudah besar nanti, dan menjadi seorang Pemimpin seperti Mamah dan Papah jangan lakukan apa yang pernah Papah lakukan, jangan pernah tiru semuanya."


" Papah jangan pergi, Shakira nggak Mau Papah pergi." Ucap gadis kecil yang sudah tampak berkaca - kaca.


" Shakira boleh menemui Papah tapi kita tak akan pernah bisa pergi bebas lagi, hanya menemui Papah di dalam suatu ruangan yang tak biasa."

__ADS_1


Annisa pun meneteskan air matanya, lalu memeluk tubuh Arka. Tetes air Mata pun jatuh, Arka mengusap air Mata yang membasahi kedua pipi wanita tercintanya.


" Jangan pernah tunggu Abang, kamu pantas mengejar kebahagiaan kamu."


__ADS_2