
" Pak Arka ada yang ingin bertemu sama Bapak." Ucap Seorang Polisi sambil membuka kunci pintu penjara.
" Siapa Pak? " Tanya Arka.
" Bapak bisa lihat sendiri." Jawab Polisi tersebut.
Arka berjalan menuju ke arah tempat dimana para pengunjung tahanan membesuk. Arka dengan seragam orange nya, dengan rambut yang sekarang di botak menemui Seseorang yang membesuk nya.
" Apa kabar?" Sapa Dimas.
" Kamu sudah lihat kabar Saya hari ini." Jawab Arka.
" Saya bawakan kamu makanan, semoga kamu suka. "
" Terima kasih, seharusnya kamu tidak perlu repot - repot."
" Annisa sudah membesuk lagi kemari? "
" Saya memutuskan untuk dia meninggalkan saya."
" Kamu melepaskan Annisa? "
" Annisa pantas bahagia, Saya tidak ingin dia menunggu Saya. Dia berhak bahagia di luar sana bersama Shakira."
" Annisa mencintai kamu, begitu juga Shakira."
" Benar dia mencintai Saya, tapi Saya tidak ingin dia menunggu terlalu lama, hukuman ini Saya tidak ingin membuat nya sendiri terus."
" Kamu tahu, Shakira lebih sayang sama kamu, saat tahu Saya Papah nya, dia lebih memilih kamu. Saya iri sama kamu, bisa meluluhkan hati Shakira, sedangkan Saya tidak bisa. Shakira membenci Saya, kamu tahu panggilan nya untuk Saya itu bukan Papah melainkan Om."
" Shakira anak kecil yang lincah, hidup dengan keterbatasan tidak membuatnya patah semangat. Dan perjuangan Annisa, membesarkan Shakira, bahkan untuk mengobati Mata Shakira dia lari kesana kemari. Kamu tahu apa yang Annisa sering ucapkan, jangan pernah tinggalin Saya, karena hanya Abang yang mencintai saya."
" Annisa benar - benar dia sudah nyaman sama kamu." Ucap Dimas.
" Jaga Shakira, sayangi Shakira, buatlah Annisa tersenyum jangan kamu sakiti lagi hati nya. Saya tidak bisa di samping nya kembali." Ucap Arka.
******
Dengan Mobil patroli Dimas dan Tio mengelilingi jalanan perkotaan di malam minggu, membuat jalanan semakin ramai dengan kendaraan bermotor.
" Malam ini kita belum melihat pengendara motor yang melanggar." Ucap Tio sambil menyetir Mobil.
" Semoga semuanya pengendara taat mematuhi aturan."
" Ya itu bagus."
" Sebaiknya kita berhenti di kerumunan itu." Ucap Dimas.
Tio pun menepikan Mobil nya, namun saat akan berhenti sebuah panggilan HT berbunyi.
" Segera ke Flamingo Club ada sebuah keributan."
" Siap kami meluncur kesana." Ucap Dimas.
" Anjing dan kucing kah berantem? " Tanya Tio.
" Mungkin mabok biasanya." Jawab Dimas.
__ADS_1
Mobil Patroli pun kembali melaju menuju Flamingo Club.
Saat sampai di dalam sangat kacau beberapa pengunjung berusaha menenangkan wanita tersebut, terdengar suara amara ancaman keluar dari mulut nya. Saat mendekati kerumunan Dimas kaget saat melihat siapa yang meracau sambil memegang pecahan botol minuman.
" Siska. " Ucap Dimas mendekati Siska.
Siska menoleh saat mendengar suara orang yang dia kenal, amarah nya berubah bahagia saat melihat Dimas datang.
" Sayang." Ucap Siska dengan berjalan sempoyongan mendekati Dimas.
" Kamu kenapa bikin keributan di club, dan kenapa kamu sampai mabuk begini, bikin malu saja." Ucap Dimas sambil mencengkram lengan Dimas.
" Ini semua gara - gara kamu pria brengsek, kalau kamu tidak membatalkan pernikahan kita saya tidak seperti ini." Bentak Siska sambil mengacungkan botol yang pecah.
" Maafkan saya, tapi jangan seperti ini lihat kamu jadi bahan tontonan."
Hahahahahah
" Kalian lihat siapa Polisi yang di depan kalian ini, dia ini tunangan saya. Tampan tapi sayang, dia itu menyakiti saya."
Riuh suara bisik - bisik para pengunjung club, hingga sang manager Club meminta pada Tio untuk segera membawa Siska pergi.
" Kita selesai kan di rumah. " Ucap Dimas yang menarik paksa tangan Siska.
" Saya nggak mau...!!! " Teriak Siska.
" Diam kamu Siska, kita pulang." Bentak Dimas.
Siska kembali mengamuk dan berteriak, dengan paksa Dimas mengangkat tubuh Siska di panggil seperti karung beras.
" Turun kan Saya... turunkan...!!! "
" Baik Dimas."
****
Buugh
Aawww
Dimas menjatuhkan kasar tubuh Siska di atas tempat tidur, Dimas menatap tajam ke arah Siska yang memegang kepala nya.
" Kenapa kamu mabok, jadi kebiasaan buruk kamu masih juga belum hilang?"
" Kamu jangan sok suci, kita dulu suka mabuk sama - sama."
" Have fun, kita memang pernah have fun sama - sama, tapi bukan mengacau di tempat umum memalukan."
" Semua gara - gara kamu bajingan." Bentak Siska dengan tubuh yang sempoyongan berusaha untuk berdiri.
" Kenapa kamu sakiti hati Saya Dimas."
" Kita percuma menikah, kita tidak akan bahagia."
" Apa karena ada anak, apa perlu Saya melenyapkan? "
" Sekali kamu sentuh anak Saya, kepala kamu Saya tembak."
__ADS_1
Hahahahahah
" Sebegitu besar nya kah kamu mencintai anak kamu."
" Sangat besar, kamu juga harus tahu Saya juga mencintai Annisa. Ternyata hati ini Salah jatuh Cinta, yang Saya cari ternyata ada pada diri Annisa."
" Kamu sakiti Saya selama bertahun - tahun, Saya sabar dengan menonton sandiwara kamu sama Annisa. Tapi apa ternyata di balik sandiwara kamu menyimpan rasa, tega sekali kamu Dimas."
" Maaf kan Saya, kita tidak bisa menikah."
" Nggak, Saya nggak mau batal menikah." Ucap Siska kemudian Siska menjerit hingga seisi kamar di obrak abrik nya.
Dimas pun segera keluar dari kamar Siska dan meninggalkan Siska sendiri.
******
" Kamu apa - apaan Siska, lihat video kamu di club ada anak teman Mamah di sana melihat kamu. Memalukan sekali kamu sebagai perempuan."
Siska yang melihat Video itu tak sadar saat itu dirinya mabuk hingga membuat kekacauan di club.
" Maaf kan Siska Mah, saat itu Siska mabok."
" Kamu tahu, gara - gara ini Mamah jadi bahan ledekan. Memalukan sekali gara - gara laki- laki kamu seperti ini."
" Karena Saya sangat mencintai Dimas Mah."
******
" Papah."
Arka memeluk tubuh Shakira, gadis kecil yang selalu dia rindukan kini berada di dalam pelukan nya.
" Shakira kangen papah." Ucap Shakira.
" Sama sayang, Papah juga kangen sama kamu." Ucap Arka.
Shakira melepaskan pelukan nya, dan menatap wajah Arka.
" Papah kurus, sekarang papah botak."
" Papah merubah gaya sayang, mengikuti style."
" Bang." Sapa Annisa.
" Bagaimana kabar kamu?" Tanya Arka.
" Baik Bang, Abang sendiri bagaimana kabar hari ini?" Jawab Annisa kembali bertanya.
" Kabar menunggu keputusan hukuman."
" Besok Abang sidang."
" Abang sudah tahu, akan berapa lama mendekam di penjara." Ucap Arka.
" Bang, Annisa bawa makanan kesukaan Bang Arka." Ucap Annisa mengalihkan pembicaraan.
" Terima kasih, Dimas juga kemarin kesini bawa makanan juga."
__ADS_1
" Bang Dimas bicara apa dia? " Tanya Annisa sambil mengambil nasi yang di isi lauk.
" Abang hanya bilang titip Shakira, kamu dan khususnya untuk kamu buatlah selalu tersenyum jangan sakiti hati nya."