
Huuuuaaaaaaa.... huuuuuaaaaaaa...
" Aduh ini cucu Nenek kenapa nangis?" Tanya Ibu Riana.
" Abang lucky nakal Nek, hiks... hiks.. kepala boneka Barbie milik Shakira di patahin." Jawab Shakira.
" Lucky kamu jangan nakal, kamu kan punya mainan sendiri." Ucap Ibu Riana.
" Lucky kan hanya pinjam buat main bedah - bedahan kayak Dokter." Ucap Lucky.
" Iya tapi jangan pake boneka nya Shakira."
" Terus Lucky pakai apa Nek, masa robot punya Lucky nanti Ayah marah."
" Masih mending kamu di marahin Ayah kamu, dari pada kamu nanti di marahin Om Dimas buat anaknya nangis." Ucap Ibu Riana.
" Loh kenapa Shakira nangis? " Tanya Dimas saat pulang Dinas.
" Hiks.. hiks... Abang Lucky nakal Pah, kepala Barbie punya Shakira di patahin." Jawab Shakira mengadu.
Dimas menatap ke arah Lucky dan Lucky pun segera bersembunyi di balik tubuh Nenek nya.
" Bang, pagi Om kan bilang jaga Shakira jangan buat nangis, Mamah nya kan sedang ujian Dinas, Papah nya juga Dinas, Abang ingkar janji." Ucap Dimas.
" Maaf Om." Ucap Lucky.
" Kamu minta maaf sama Shakira bukan sama Om." Ucap Dimas.
Lucky pun mengulurkan tangan nya pada Shakira, namun Shakira menyembunyikan kedua tangan nya.
" Maafin Abang." Ucap Lucky.
__ADS_1
Shakira hanya diam dan memasang muka jutek.
" Shakira, Papah sama Mamah nggak ajarin kamu jadi anak pendendam." Ucap Dimas.
" Abang Lucky harus ganti dulu Boneka Shakira."
" Nanti Abang bilang sama Ayah." Ucap Lucky langsung lari naik ke atas.
" Bund memang Bang Bagas ada di rumah?" Tanya Dimas.
" Datang malam, baru saja pulang habis penerbangan dari Dubai." Jawab Ibu Riana.
Dimas duduk memangku Shakira, dan mengusap air matanya. Lucky pun datang menarik tangan Bagas yang terlihat muka bantal.
" Ayah itu Boneka Barbie itu nanti belikan." Tunjuk Bagas.
" Kamu mau beli Boneka Barbie, nggak salah Lucky jangan mengada - ngada kamu." Ucap Bagas.
" Astaghfirullah Lucky kamu bandel sekali sih, kalau Om kamu marah bagaimana, nggak takut kamu sama Om Dimas yang galak begitu." Ucap Bagas dengan nada sedikit tinggi.
Lucky menatap ke arah Dimas, dengan sengaja Dimas melototkan matanya ke arah Lucky.
" Ayah, belikan ya." Ucap Lucky sambil memegang lengan Bagas.
" Iya kita beli Boneka yang baru, Ayah ganti baju dulu. Shakira ganti baju kita beli Boneka Barbie baru."
" Asik....!!! " Ucap Shakira gembira.
" Makasih ya Bang sudah manjaain Shakira." Ucap Bagas.
" Iya, tapi nggak gratis kalau minta nya banyak Saya minta ganti."
__ADS_1
" Wualah Bang buat ponakan loh."
" Iya.. santai saja bercanda." Ucap Bagas sambil tersenyum.
******
Annisa pun selesai mengerjakan soal ujian Dinas nya, namun terasa sangat berat dan pusing kepala nya.
" Bu Annisa, bagaimana tadi lancar isi soal?" Tanya teman yang sama - sama ikut melaksanakan ujian Dinas.
" Alhamdulillah lancar, bu punya obat sakit kepala nggak soalnya berat banget." Ucap Annisa.
" Aduh bu maaf, nggak ada mending minta sama panitia saja gimana?"
" Boleh Bu, tolong ya Bu Saya nggak kuat jalan."
" Sebentar bu."
Annisa pun sambil memijat kepala nya, dan teman nya pun datang membawa obat sakit kepala dan sebotol air mineral.
Annisa pun meminum obat sakit kepalanya, namun selang beberapa menit sakit kepala nya tak kunjung hilang dan merasakan sangat mual. Annisa pun segera berlari menuju Toilet.
******
" Benar Pak Saya suami nya." Ucap Dimas saat menerima panggilan telepon.
Dimas pun kaget saat mendengar kabar tersebut, dan dengan segera menutup panggilan telepon nya.
Tanpa menghiraukan panggilan teman nya, Dimas langsung memakai jaket dan pergi berlari begitu saja.
" Bang Dimas kenapa?? " Tanya teman nya.
__ADS_1
" Nggak tahu, habis dapat telepon malah langsung pergi." Jawab teman sesama Anggota Polisi.