( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Kepanikan Yang Menyebalkan


__ADS_3

Annisa kini sudah memasuki kehamilan di usia 9 bulan, kini dirinya fokus untuk menuju persalinan dan sudah mendapatkan surat cuti.


" Bi Murni, tolong dong semua untuk persalinan nanti masukin ke dalam tas, biar nanti langsung bawa." Ucap Annisa sambil mengusap perutnya yang semakin buncit.


" Baik Bu. " Ucap Bi Murni yang langsung memasukan pakaian bayi dan perlengkapan lainnya ke dalam tas.


Annisa pun meluruskan kedua kakinya di atas sofa, kini kedua kakinya yang sudah bengkak dan dengan tubuh yang naik 20 kg.


" Ibu mau saya pijat?" Tanya Bi Murni.


" Boleh Bi, biasanya Bapak yang pijitin kalau sudah pulang." Jawab Annisa.


Bi Murni pun memijat kedua kaki Annisa, dan sambil menikmati pijatan Bi Murni Annisa pun terasa mengantuk.


" Ibu kalau nyaman bisa pindah ke kamar nanti saya pijit disana."


" Nggak usah Bi, disini saja saya nyaman seperti ini."


Bi Murni pun melanjutkan pijatan nya, selang beberapa menit Annisa tertidur pulas. Dan saat Bi Murni sedang memijat Annisa, Dimas pun pulang , dan meminta Bi Murni untuk kembali ke melanjutkan pekerjaan nya.


Dimas mengusap wajah lelah istri nya, dan melihat perubahan tubuh Annisa yang berubah drastis.


" Waktu hamil Shakira kamu tidak terlihat sama sekali karena postur tubuh kamu yang kurus. Sekarang kamu berubah, Abang senang lihatnya." Ucap Dimas yang melanjutkan pijatan Bi Murni.


Berasa pijatan yang berbeda, Annisa membuka matanya dan melihat suaminya yang masih mengenakan seragam tengah memijat kedua kakinya.


" Bang, sudah pulang? " Tanya Annisa dengan membetulkan posisi duduknya.


" Baru saja pulang." Jawab Dimas.


" Mau langsung mandi atau makan Bang? "


" Bikinin Abang kopi ya."


Annisa pun lalu bangun dan pergi ke arah dapur untuk membuat kopi, dan terlihat Bi Murni tengah menghangat masakan untuk persiapan makan majikannya.


" Bi Bapak makannya nanti, dia minta kopi. Barang kali Bibi mau istirahat, biar nanti saya yang siapkan." Ucap Annisa sambil membuat kopi.


" Nggak apa - apa Bu, biar Ibu istirahat saja." Ucap Bi Murni sambil menuang sayur ke dalam mangkok.


" Nggak apa - apa Bi, istirahat ya."


" Makasih Bu. "


Annisa menaruh kopi di atas meja, Dimas pun langsung meminum kopi buatan Annisa. Dirinya pun telah berganti pakaian dengan kaos lengan pendek dan celana pendek.


" Shakira jadi pulang hari ini Mah? " Tanya Dimas.


" Jadi tadi Bang Ali telepon Annisa." Jawab Annisa.


" Ali? "

__ADS_1


" Iya di antar sama Ali, katanya lucky ikut kemari."


" Lucky? "


" Iya, itu anak kalau lagi akur kemana - mana berdua terus kalau lagi berantem bikin Ayah sama Bunda jantungan. Kita lihat saja nanti di sini."


" Papah jadi senang, Shakira walau baru bertemu sama saudara - saudara nya dia bisa langsung akrab. Apalagj sama Ayah Bunda langsung nempel, nggak kayak sama Abang dia malah panggil papah nya Om." Ucap Dimas mengingat momen itu.


" Maafkan Shakira Bang, dia begitu ada alasannya buktinya sekarang malah dekat sama Abang."


" Iya, Abang bahagia sekarang."


Suara mobil terdengar memasuki halaman rumah, dan teriakan Shakira serta Lucky. Kedua anak itu berlari ke arah Dimas dan Annisa, langsung bersalaman dengan mencium punggung tangan Annisa dan Dimas.


" Lucky tidur disini sayang? " Tanya Annisa.


" Boleh kan Tante." Ucap Lucky.


" Boleh sayang, siapa sih yang nggak boleh." Ucap Annisa.


" Haduh Annisa, Dimas kedua anak ini di jalan nggak bisa diam selalu teriak - teriak, kadang tertawa pokoknya di dalam mobil sudah kayak perang dunia ke tiga." Ucap Ali sambil menenteng dua tas punggung milik Shakira dan Lucky.


" Namanya juga bocil Ali, kalau nggak rame bukan bocil namanya." Ucap Dimas.


*****


Praaaang


" Suara apa Bang? " Tanya Annisa saat bersama Dimas tengah menonton televisi.


Dimas pun langsung melangkah naik ke lantai atas, dan mata Dimas terbelak kaget saat melihat hiasan di atas bufet jatuh berserakan hingga pecah.


" Shakira Lucky, kalian apakan..?? " Ucap Dimas dengan nada tinggi.


" Maaf Pah Shakira sama Bang Lucky berebut remot drone." Ucap Shakira.


" Iya om maaf."


" Kalian dapat drone ambil di ruang kerja ya? " Ucap Dimas yang langsung mengambil remot drone dari tangan Shakira dan mengambil drone yang terjatuh dengan keras hingga terlihat bagian ujung yang pecah.


" Kalian itu kalau mau pakai ijin dulu, bilang dulu jadi drone milik papah rusak nih."


Annisa pun berjalan mendekati Dimas yang sedang memarahi kedua anak kecil yang di depannya.


" Kenapa Pah?" Tanya Annisa.


" Lihat gara - gara berebut Remot drone semua hiasan guci, dan hiasan terbuat dari kristal pecah dan ini drone ujungnya pecah. " Jawab Dimas.


" Kalian kalau main jangan rusuh, dan bilang kalau ingin pakai. Tuh lihat Drone nya rusak, ini hiasan nya juga pecah."


" Maaf Mah Pah." Ucap Shakira.

__ADS_1


" Maaf Om Tante." Ucap Lucky.


" Kami maafkan kalian, lain kali jangan di ulang."


" Sekarang istirahat sudah malam, papah mau bereskan ini semua." Ucap Dimas.


Shakira pun dan Lucky memasuki kamar masing - masing, Dimas memberikan drone pada Annisa dan Dimas langsung memunguti pecahan guci dan hiasan terbuat dari kristal.


" Harap maklum Bang anak - anak."


" Iya Mah, papah juga nggak emosi hanya kasih pelajaran biar tahu cara menggunakan barang milik orang lain yang benar."


*******


Annisa membolak balik kan tubuhnya saat merasakan mulas, dengan meremas tangan Dimas Annisa menahan sakit yang sangat luar biasa.


" Bang.. eeegghhh. "


Dimas pun bangun saat merasakan tangan nya di cengkram sangat kuat oleh Annisa.


" Mah, kenapa? " Tanya Dimas langsung panik.


" Mulas Bang, seperti nya mau melahirkan." Jawab Annisa.


" Kita ke rumah sakit. " Ucap Dimas langsung bergegas bersiap - siap.


" Bang itu tas yang langsung di bawa, semunya sudah lengkap tinggal pergi." Ucap Annisa sambil memercing sakit.


Dimas yang seperti orang bingung hanya bolak balik dalam kamarnya, sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Bang, jangan bolak balik begitu, cepat bawa Annisa ke rumah sakit ini bayi sudah ingin keluar."


" Iya Mah, kita berangkat sekarang." Ucap Dimas sambil mengangkat tubuh Annisa.


" Bang, apa mau pakai celana boxer saja ke rumah sakit? "


" Akh iya, Abang pakai celana sama kaos dulu." Ucap Dimas menurunkan kembali Annisa.


Setelah selesai berpakaian Dimas pun membawa Annisa ke rumah sakit dengan berkendara sendiri.


" Bang... cepat Bang sakit ini." Teriak Annisa saat sudah berada di dalam mobil, namun Dimas masih Seperti orang bingung dan mencari sesuatu.


" Bang cari apa sih? "


" Kunci nya mana? " Tanya Dimas.


" Astaghfirullah Bang itu kunci sudah menancap di lubang nya, cepetan jalan." Jawab Annisa yang kesal.


" Maaf Yank, Abang panik soalnya baru kali ini melihat istri sendiri mau melahirkan kan."


" Sudah buruan jangan ngomong terus..!! "

__ADS_1


__ADS_2