
Dimas mendampingi Annisa di ruang persalinan, Annisa terus merasakan sangat mulas sehingga Dimas pun ikut merasakan mulai.
Eeeeeggghhhhh
Annisa mengejan dengan tangan salah satu tangan meremas tangan Dimas, dan tangan satunya berpegangan pada sisi tempat tidur.
" Terus Bu, dorong ya bu." Ucap Dokter kandungan tersebut.
Annisa pun terus mengejan, dengan keringat yang membasahi wajahnya.
" Dok, saya nggak kuat. " Ucap Annisa dengan nafas yang sudah tak teratur.
" Ibu pasti kuat coba lagi ya."
Annisa terus mencoba, namun tenaganya sudah habis.
" Nggak kuat." Ucap Annisa dengan nafas yang naik turun.
" Bang Annisa nggak kuat." Ucap Annisa.
" Kamu kuat sayang, terus dorong ya." Ucap Dimas sambil mengecup kening Annisa.
Annisa pun mengejan kembali, namun kini nafasnya benar - benar habis, hingga Dokter segera memasang masker oksigen.
" Nggak kuat Dok, saya menyerah." Ucap Annisa lemah.
" Kamu kuat, kamu kuat. " Ucap Dimas yang sudah berkaca - kaca matanya.
" Pak, Ibu harus cesar kalau di paksakan kasihan bayinya. " Ucap Dokter kandungan.
" Baik Dok, lakukan saja demi keselamatan anak dan istri saya."
Dimas pun menandatangani persetujuan operasi cesar, dengan tubuh lemas Dimas mengantarkan Annisa hingga pintu ruang operasi.
Ibu Riana dan Pak Ibrahim tiba di rumah sakit dengan kedua ajudan mereka, dan langsung memeluk tubuh Dimas yang terlihat sangat kacau.
" Ayah Bunda, baru kali ini saya melihat Annisa berjuang melahirkan anak saya, Dimas nggak bisa bayangkan dulu saat melahirkan Shakira pasti Annisa sangat sedih saat itu."
" Sekarang kamu fokus saat ini pada Annisa dan anak kalian, kita doakan semoga mereka berdua selamat. "
Hampir 30 menit proses operasi cesar, Dokter pun keluar dan membuat Dimas masih terasa sangat panik.
" Dok, bagaimana anak sama Istri saya?" Tanya Dimas.
" Alhamdulillah Pak, anak dan istri bapak sehat semua." Jawab Dokter kandungan.
" Alhamdulillah." Ucap Dimas, Ibu Riana dan Pak Ibrahim.
Selang beberapa menit Annisa pun keluar dari ruang operasi, dan terlihat bayi mungil di dalam box yang merah dan menggemaskan.
" Bapak Boleh di Adzan dulu Bayinya." Ucap seorang perawat.
Ibu Riana dan Pak Ibrahim yang mengikuti brankar yang membawa tubuh Annisa, sedang kan Dimas memasuki ruangan bayi dan meng adzani baby new born nya.
*****
Dimas mendekati Annisa yang sudah sedikit mulai sadar, dan sedikit meringis merasakan sayatan bekas operasi cesar nya, karena obat penahan rasa sakit sudah hilang efeknya.
" Sayang, makasih ya perjuangan kamu sungguh luar biasa demi melahirkan anak Abang." Ucap Dimas sambil menggenggam tangan Annisa.
" Bang putri kita mana?" Tanya Annisa.
__ADS_1
" Ada sayang, di ruang bayi." Jawab Dimas.
" Mirip siapa sekarang? "
" Sekarang malah mirip mamah nya."
" Abang punya nama? "
" Kamu sayang?"
" Annisa kasih nama depannya saja, Abang melanjutkan."
" Siapa sayang namanya? "
" Queen Tiara." Ucap Annisa.
" Queen Tiara Annisa Dimas Ibrahim seperti nama belakang kakaknya."
" Panggilan nya Tiara." Ucap Annisa.
" Cantik."
*****
Dimas menggendong Tiara, bayi gemuk dan putih berhidung mancung berwajah timur Tengah seperti Mamah nya.
Shakira pun sangat senang saat melihat adiknya yang kini tertidur pulas di gendongan Papahnya.
" Selamat sayang." Ucap Ibu Riana.
" Makasih Bunda."
" Sekarang cucu Kakek sama Nenek komplit ada laki - laki dan perempuan." Ucap Pak Ibrahim.
" Lucunya." Ucap Sisil
" Benar mba lucu wajahnya cantik kayak mamahnya." Ucap Meli.
" Namanya siapa? " Tanya Dito.
" Queen Tiara Annisa Dimas Ibrahim." Jawab Dimas.
" Kalian boleh panggil Tiara." Ucap Dimas.
" Terima kasih sudah datang, sudah bawakan kado banyak untuk Tiara." Ucap Annisa.
" Sama - sama, kita kan keluarga. Anak kalian anak kami juga." Ucap Sisil.
******
Annisa pun telah pulang ke rumah setelah 3 hari di rawat, Annisa yang masih sangat sakit untuk berjalan lebih memilih banyak duduk, dengan Tiara yang dirinya letakkan di dalam Stroller bayi.
" Mah, Tiara tidur? " Tanya Dimas.
" Pah Asi nya sedikit jadi Mamah kasih susu formula." Jawab Annisa.
" Di pompa keluar nggak? "
" Sedikit Pah, nggak kayak waktu Shakira banyak sampai deras."
" Coba saja terus, kalau terpaksa yasudah pakai Susu formula saja."
__ADS_1
Shakira pun datang, yang langsung menciumi kedua pipi gembul Tiara.
" Kakak jangan di ciumi terus, Ade nya baru saja tidur." Ucap Annisa.
" Mamah Shakira mau gendong." Pinta Shakira.
" Nanti sayang, kalau bangun. " Ucap Annisa yang membuat Shakira kecewa.
" Shakira duduk sini pangku sama Papah." Ajak Dimas.
Shakira pun duduk di kedua paha Dimas sambil menatap adiknya yang masih tidur.
" Papah Mamah kenapa bayi kulitnya merah?"
" Kan baru lahir sayang, kulit nya saja lihat beda sama kulitnya kamu." Ucap Dimas.
" Nanti di sayang ya ade nya." Ucap Annisa.
" Pasti Shakira sayang." Ucap Shakira
*******
Owaaaa... owaaaa...
Terdengar tangisan Tiara, dengan gerak cepat, Dimas membuat susu formula untuk Tiara. Annisa pun bangun dan mencoba berjalan ke arah tempat tidur Tiara.
" Bang Annisa coba pakai Asi." Ucap Annisa.
" Kalau nggak keluar gimana?" Tanya Dimas.
" Pasti keluar Bang, cuman sedikit." Jawab Annisa.
Tiara pun menyusu pada Annisa, dan ternyata air Asi nya sangat deras. Dan membuat lahap Tiara.
*******
Dimas masih tertidur pulas saat dirinya semalam bergadang, Annisa pun tampak bahagia memiliki suami siaga.
Tiara yang sudah bangun, Annisa rebahkan di samping Papah nya yang masih mengorok.
" Lihat sayang, papah kamu masih tidur. Papah kamu menemani kamu, karena setelah minum Asi Tiara nggak bobo jadi papah yang ikut begadang sama kamu."
Bayi mungil itu menggerakkan kakinya, dan tangan mungilnya mengenai wajah Dimas, yang dengan sengaja Annisa membaringkan sangat dekat dengan Dimas.
*****
" Mah.. mandinya sudah belum? " Teriak Dimas saat tahu Tiara BAB.
Dimas yang masih tak paham cara membersihkan kotor an milik Tiara hanya diam dan terus berteriak memanggil Annisa."
" Kenapa Pah?" Tanya Annisa saat baru dari kamar mandi.
" Mah, Tiara BAB. " Jawab Dimas.
Dengan mengambil alih dari Dimas, Annisa pun mengganti pampers Tiara.
" Begini Bang caranya, jangan lupa di bersihkan semuanya. " Ucap Annisa yang dengan telaten.
" Hebat ya istri Papah."
" Harus bisa, papah juga harus bisa." Ucap Annisa.
__ADS_1
Hai..
Berhubung cerita nya mau tamat, mau saya tamatin atau ingin lanjut ekstra part nih.