
" Dimas pernikahan kamu di ketahui atasan, dan yang pasti Annisa juga sudah mengetahui nya berita ini langsung cepat sampai." Ucap Tubagus Kapolsek Patra.
" Saya akan di beri sanksi juga pasti nya."
" Tidak hanya kamu, Annisa juga."
" Siapa Bang yang menyebar ini kalau tidak ada yang menyebar kan pasti atasan nggak mungkin tahu."
" Kalau itu rahasia, mereka nggak akan katakan."
Tubagus pun menyerahkan surat panggilan untuk Dimas, dan Dimas menerima surat tersebut.
" Kalau nggak di pecat kamu akan di mutasi."
Dimas hanya diam dan memandangi surat surat panggilan tersebut.
******
" Bu anda dapat surat Panggilan." Ucap Putri sambil menyerahkan surat tersebut pada Annisa.
Annisa pun lalu membaca surat tersebut, dan saat membaca nya surat panggilan teguran pelanggaran.
" Kamu pasti sudah tahu, mungkin sudah menyebar beritanya."
" Maaf kan Putri Bu, tapi Saya pribadi tidak mempermasalahkan masalah Ibu."
" Makasih ya Put."
Annisa hanya memandang surat tersebut, dan tersenyum kecut.
*****
__ADS_1
" Pak Bupati kami menerima berita yang tidak mengenakan tentang anak Bapak, apakah Bapak tahu kalau anak anda mempunyai istri dua? " Tanya kepala BKPSDM.
" Benar Pak, Saya mendapatkan laporan ini hingga sampai ke telinga Kapolda? " Ucap Kapolda yang datang langsung ke Pak Ibrahim.
" Sebenarnya yang di maksud kalian itu dulu nya istri pertama namun cerai dan Dimas menikah kembali dengan istri yang sekarang tanpa di duga istri yang dahulu hamil dan Dimas menikahinya tapi saat Dimas ingin menceraikan istri yang sekarang ternyata hamil juga. Dan kalau boleh tahu siapa yang melaporkannya? "
" Menantu Bapak sendiri Dokter Siska." Ucap Kepala BKPSDM.
" Pak maaf sebelum nya, mungkin ini memang urusan pribadi anak Bapak, Saya pun mendengar ada Anggota Polisi beristri dua apalagi kedua istri nya ASN, disini tidak akan melihat dia anak siapa." Ucap Pak Kapolda.
" Benar Pak Saya sebagai kepala BKPSDM ( Badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia) Saya akan memberikan hukuman untuk Ibu Annisa."
" Saya akan tanda tangan Hukdis ( Hukuman Dinas) untuk Annisa. "
" Mungkin Ibu Annisa tidak di pecat tapi kami mutasi kan dia." Ucap Kepala BKPSDM.
" Sama dengan anak Bapak juga, kami akan mutasi kan dia."
" Baik silahkan Jalan kan hukuman sesuai aturan yang berlaku."
******
" Saya terima Ayah." Jawab Annisa.
" Surat nya akan turun segera mungkin, itu resiko kalau ketahuan."
" Ayah tahu siapa yang membocorkannya?" Tanya Dimas.
" Siska yang melaporkannya semua." Jawab Pak Ibrahim.
" Mau dia apa sih, kurang ajar dia." Ucap Dimas kesal.
__ADS_1
" Wajar Bang Siska seperti itu, karena kalau Saya di posisi Siska mungkin akan sama." Ucap Annisa.
" Bunda kata juga apa, Siska itu biang masalah." Ucap Ibu Riana.
" Wajar Bu Siska melakukan nya." Ucap Annisa.
" Bunda nggak habis pikir ternyata kamu sabar banget Annisa, pantas kamu tersiksa mencoba untuk tetap menerima walau kamu sendiri kecewa."
" Cukup Annisa rasakan sendiri."
******
" Maksud kamu apa laporan seperti itu? " Tanya Dimas sambil mencengkram lengan Siska hingga sangat keras.
" Saya sudah nggak tahan hidup berbagi dengan Annisa." Jawab Siska.
" Dengan seperti ini apa kamu pikir Saya akan cerai kan Annisa, tidak akan Saya cerai kan tapi malah kamu yang akan Saya cerai kan paham."
" Apa kamu pikir Saya tidak akan tinggal diam, Saya punya sejuta cara."
" Untung Saya nggak di pecat, kalau Saya di pecat apa kamu masih Mau dengan Saya yang hanya pengangguran? "
Siska diam dan menatap tajam ke arah Dimas yang masih mencengkram lengan nya.
" Seharusnya kamu pikir resiko nya sebelum kamu bertindak, saya tak di berhenti kan secara tidak hormat tapi Saya di Mutasi dan Annisa tetap mendapatkan hukuman dari kedinasan juga dia pun di Mutasi. "
Siska diam dan lalu duduk di atas sofa sambil menundukkan kepalanya.
" Saya melakukan ini karena Saya hanya ingin jadi milik kamu satu - satu nya." Ucap Siska.
" Tapi bukan seperti ini caranya, yang ada setelah kamu melahirkan lebih baik kita berpisah, dan jangan khawatir tentang anak kita dia tanggung jawab saya."
__ADS_1
" Nggak, Saya mohon jangan cerai kan Saya. Kamu harus pilih Saya kamu tahu Saya ini cinta pertama kamu, kita ini pasangan yang bahagia."
" Itu dulu pasangan yang bahagia, sekarang bukan lagi, dan sebaiknya kamu intropeksi sendiri saja."