( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Fakta Yang Akhirnya terungkap


__ADS_3

" Bu banyak wartawan di luar, semua ingin mewawancarai Ibu? " Ucap Pak Agus.


Annisa hanya diam, mengunci mulutnya seolah tak ingin berkomentar tentang masalah yang sedang di hadapi.


" Pak MP anak buah Bapak sudah di depan semua kan berjaga? " Tanya Pak Eko.


" Sudah Pak, bahkan 24 jam kami akan berjaga." Jawab Pak Agus.


" Saat Bu Camat pulang, lewat pintu belakang saja, biarkan Mobil nya di garasi rumah Dinas. Nanti pakai Mobil Saya saja untuk pulangnya. "


Sedangkan para awak media masih setia menunggu di depan pintu masuk Kantor kecamatan, ingin mendapatkan berita langsung dari mulut Ibu Camat Patra.


******


Di Polsek Patra pun sama, para awak media setia menunggu di parkiran Polsek Patra, sehingga penjagaan ketat pun di lakukan.


" Kamu nggak ingin bertemu dengan mereka, mengklarifikasi? " Tanya Miko.


Dimas hanya diam dan terus memantau berita online yang terus membicarakan tentang nya bahkan photo - photo saat kebersamaan dengan Siska, dan Annisa bersama Arka pun beredar.


****


Arka pun di berondong berbagai pertanyaan hingga dirinya di sebut sebagai pembinor, namun Arka tetap bungkam saat berbagai pertanyaan menyudutkan nya.


" Sejak kapan Bapak menjalin hubungan dengan Ibu Annis? "


" Anda berati orang ketiga di hubungan mereka."


" Tolong Pak minta penjelasan nya. "


Arka tetap diam dan lebih memilih pergi memasuki Mobil nya.


****


" Bu Dokter sejak kapan Anda punya hubungan dengan anak Bupati Karangwalaya? "


" Maaf ya no komen." Ucap Siska.


" Tolong bu, jelaskan hubungan anda dengan anak bungsu Pak Bupati? "


" Maaf ya Saya nggak bisa bicara begitu saja, nanti akan ada klarifikasi dari pihak Dimas sendiri, yang jelas disini Saya bukan pelakor, terima kasih. " Ucap Siska pada para pencari berita yang mendatangi Siksa di tempat Dinas nya.


*****


Dimas turun dari Mobil menerobos para pencari berita, kedatangan Dimas membuat kehebohan sendiri, namun Dimas tetap bungkam. SAT POL PP pun menghalangi para wartawan yang ingin mengejar Dimas masuk kedalam Kantor kecamatan.


" Kita pulang." Ajak Dimas saat Annisa yang sedang duduk di ruangan nya bersama Putri dan Pak Sekmat.

__ADS_1


" Kita sama - sama hadapi ini semua." Ucap Dimas sambil menjulurkan tangan nya.


Annisa menatap mata Dimas lalu beralih pada tangan Dimas , Annisa pun ragu untuk menyambut tangan yang di hadapan nya.


" Saya akan tetap di samping kamu, kita hadapi sama - sama." Ucap Dimas kembali.


Annisa pun menganggukkan Kepala nya dan menyambut tangan Dimas. Dimas pun keluar dari ruangan Annisa dengan bergandengan tangan untuk pertama kali nya.


" Itu Mereka keluar. " Ucap salah satu Wartawan yang melihat Annisa dan Dimas keluar.


" Minta klarifikasi nya Pak Bu? " Ucap


Salah satu Wartawan.


" Bisa di jelaskan tentang berita yang kemarin?" Tanya Salah satu Wartawan lagi.


" Semua nya minta perhatian, nanti Saya akan kabari untuk jumpa pers menjelaskan semuanya, terima kasih." Ucap Dimas.


*****


Plaaak...


Plaaak


" Anak kurang ajar kamu,jadi berita yang sedang booming ternyata benar itu." Bentak Pak Ibrahim sambil menampar kedua pipi Dimas saat mengetahui tentang hubungan Dimas dan Siska.


" Dimas mohon Ayah jangan salahkan Annisa, semua karena Dimas."


" Pantas saja, kalian belum memiliki anak selama ini ternyata hubungan kalian renggang."


" Annisa cerita kan sama Bunda sejak kapan hubungan kalian merenggang, tapi di Mata kami kalian tampak bahagia, jangan - jangan setiap Bunda video call Dimas tidak ada , dan minta berkunjung selalu bilang ada saja alasan, jangan - jangan kalian sudah lama seperti ini?" Ucap Ibu Riana.


" Maaf Bunda, maaf kan Saya Bunda." Ucap Annisa menundukkan Kepala nya.


" Kenapa kalian sampai saat ini masih bersama, kenapa tidak bercerai saja." Ucap Ibu Riana.


" Maaf...!! " Ucap Annisa masih menundukkan Kepala nya.


" Tinggal kan pasangan kalian, perbaiki rumah tangga kalian." Ucap Pak Ibrahim.


" Tidak bisa Ayah. " Ucap Dimas.


" Kenapa? "


" Saya sudah ceraikan Annisa secara Agama saat setelah malam pertama kami." Ucap Dimas.


" Apa...!!! " Ucap Pak Ibrahim kaget.

__ADS_1


" Maaf kan Dimas, yang saat itu emosi karena mengira sandiwara Bunda, Annisa pun tahu ternyata Annisa tidak tahu apa - apa, maaf..!! "


" Kurang ajar kamu Dimas." Ucap Pak Ibrahim geram.


Buughh..


Buughh..


Buuughh


" Ayah stop. " Annisa tiba - tiba melindungi tubuh Dimas saat Pak Ibrahim memukuli tubuh Dimas hingga meringis kesakitan.


" Jangan pukul Abang Ayah, Saya mohon." Ucap Annisa memeluk erat tubuh Dimas.


" Kamu kenapa melindungi Saya, disini saya pantas di hukum, hingga kamu terjerat tali pernikahan yang seharusnya berakhir sejak dulu, kamu meminta nya sejak dulu tapi Saya menahan nya, sekarang Ayah Bunda sudah tahu, Saya akan serahkan besok berkas cerai kita."


Annisa menangis, tangisan yang selama ini dia pendam dan dia sembunyikan kini lepas saat dirinya masih memeluk tubuh Dimas.


Hiks... hiks... hiks...


" Lepaskan tangisan kamu di depan Ayah Bunda, Saya nggak akan melarang kamu saat ini, hari ini hubungan kita benar - benar berakhir, dan sandiwara kita sudah berakhir."


Ibu Riana terus memegang dada nya, karena merasa dirinya pun sangat bersalah saat itu karena meminta paksa Dimas dan Annisa menikah.


" Ini juga Salah Bunda, kalau Bunda saat itu tidak meminta mungkin kalian tidak seperti ini dan tidak terjebak oleh pernikahan seperti ini. Maaf kan Bunda. "


" Bunda nggak Salah, ini Salah Dimas. Karena Dimas, Annisa hamil dan keguguran." Ucap Dimas.


" Keguguran? " Ucap Ibu Riana kaget begitu pun dengan Pak Ibrahim langsung duduk di sofa dengan tubuh yang tiba - tiba lemas.


" Maaf kan Dimas, maaf kan semua nya Salah Saya, dan maaf kan Saya Annisa bila sampai saat ini Saya masih belum bisa mencintai kamu." Ucap Dimas.


Annisa masih terus menangis hingga pelukan nya melonggar, dan menatap wajah kedua mertuanya.


" Maaf kan Annisa Ayah Bunda, kalau selama ini sudah membuat kalian kecewa."


" Annisa, pasti hidup kamu berat selama 5 tahun ini, kamu begitu kuat hidup dengan kebohongan, Ayah sama Bunda kecewa nak sama kamu." Ucap Pak Ibrahim.


" Maaf kan Saya." Ucap Annisa kembali.


" Ayah sama Bunda sekarang sudah tahu Fakta nya, sekarang Ayah serahkan kembali sama kalian, Rujuk atau berlanjut cerai."


" Saya Ajukan besok berkas cerai nya, Saya tidak mau menyakiti hati Annisa. terus menerus." Ucap Dimas.


" Terima kasih Annisa, kamu sudah sabar hidup dengan kebohongan bersama Saya, terima kasih dan maaf kan semua nya gara - gara Saya juga, anak kita tidak bisa melihat indah dunia." Ucap Dimas kembali.


Hiks... hiks... hiks....

__ADS_1


" Maaf kan Annisa Bang, hiks... hiks... hiks.. "


__ADS_2