( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Bahagia Sampai Akhir


__ADS_3

Hari kelulusan pun telah tiba, dimana Shakira membawa dua buket bunga dan boneka beruang ke arah Andre dan Lucky yang jarak berdiri mereka tak jauh.


" Abang..!! " Sapa Shakira.


Andre dan Lucky pun menoleh ke arah Shakira yang memegang 2 buket bunga dan 2 boneka beruang.


" Shakira." Ucap Andre dan Lucky bersamaan.


" Ini untuk kalian, selamat ya. " Ucap Shakira.


Andre dan Lucky pun menerima pemberian dari Shakira secara bersamaan.


" Kalian berdua mau makan bareng nggak sama Shakira setelah pulang dari sini? "


*****


Andre, Lucky dan Shakira pun kini berada di sebuah cafe, mereka memesan makan siang.


" Kapan kalian akan pergi? " Tanya Shakira.


Andre dan Lucky pun saling menatap ke arah Shakira.


" Abang besok sudah harus pergi ke Amerika." Jawab Lucky.


" Secepat itu Bang, kalau begitu Abang tidak menghadiri acara pertunangan saya sama Bang Andre." Ucap Shakira.


" Maaf untuk itu, Abang harus segera pergi kesana. " Ucap Lucky.


" Andre, saya minta maaf sama kamu. Jaga Shakira, jangan sakiti dia. " Ucap Lucky.


" Saya juga minta maaf sama kamu Lucky, dan saya janji akan jaga Shakira." Ucap Andre.


" Saya ucapkan selamat untuk pertunangan kalian." Ucap Lucky.


" Terima kasih." Ucap Andre.


******

__ADS_1


Semua keluarga Shakira pun telah berkumpul kecuali 2 sepupu nya yang ada di Amerika, yang tidak bisa menghadiri acara pertunangan Shakira dan Andre.


Begitu pun keluarga Andre telah datang, dan acara pun mulai. MC pun mulai membuka serangkaian acara, hingga sampai lah di acara inti.


Andre memasangkan sebuah cincin di jari manis Shakira, senyum mengembang kedua nya terlihat terpancar.


Andre pun mencium kening dan Punggung tangan Shakira, sehingga moment itu di abadikan.


" Tunggu Abang, sampai Abang meraih untuk menjadi seorang Abdi Negara." Ucap Andre.


" Shakira akan tunggu sampai Abdi Negara pujaan hati kembali. " Ucap Shakira.


Andre pun kembali memeluk tubuh Shakira, sehingga suara riuh siulan dari sepupu Shakira dan deheman dari Dimas.


Shakira dan Andre saling tersenyum, dan tak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.


*****


" Pah."


" Kenapa Mah? "


" Kenapa, dia kan masih sama kita. Belum juga menikah sana Andre." Ucap Dimas.


" Mamah berat melepaskan nya, dia dari kecil menemani kita, dia juga yang membuat mamah selalu kuat dan tersenyum."


" Mah, anak itu ada masa - masa nya, Tiara juga suatu saat akan sama seperti kakak nya. Kita sebagai orang tua harus siap, anak kita di bawa oleh suaminya. " Ucap Dimas.


" Tapi Mamah masih belum mau berpisah Pah."


" Kata siapa akan pergi jauh ninggalin Mamah." Ucap Shakira yang datang menghampiri kedua orang tua nya.


" Shakira walau nanti di mana tinggal, Shakira akan selalu dekat sama Papah dan Mamah. Shakira sayang sama kalian."


Shakira memeluk tubuh kedua orang tuanya, ciuman hangat jatuh di kening kedua bidadari Dimas.


Melihat ketiganya berpelukan, Tiara pun langsung berhambur memeluk.

__ADS_1


" Tiara juga di cium dong Pah, Tiara kan bidadari nya papah juga." Ucap Tiara.


Dimas pun tersenyum, dan mencium kening Tiara, di balas nya juga ciuman tersebut oleh Tiara di kedua pipi kanan kiri Papah nya.


*****


" Mah, terima kasih sudah menjadi permaisuri di sisi Papah, terima kasih untuk kesabaran kamu selama ini, terima kasih untuk maaf Mamah sewaktu dulu Papah menyakiti Mamah." Ucap Dimas memeluk tubuh Annisa.


" Sama - sama Pah, mamah yang berterima kasih sama Papah, disaat Mamah bukan wanita yang sempurna, Papah selalu ada untuk Mamah. Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang Papah." Ucap Annisa.


" I love you." Bisik Dimas.


" I love you too." Ucap Annisa


Dimas pun mendekatkan bibir nya, saat hendak akan mencium bibir Annisa, istri nya langsung menutup mulut nya dan beranjak berlari menuju ke kamar mandi. Dimas yang ikut panik pun langsung menyusul mengikuti Annisa.


Hoeekk... hoeekk


" Mah kamu sakit, kita ke Dokter ya." Ucap Dimas sambil memijat tengkuk leher Annisa.


Annisa menggelengkan kepalanya, dan langsung menatap wajah suaminya yang kini hampir akan mendekati setengah Abad.


" Pah, Mamah hamil lagi. " Ucap Annisa.


" Hah.. Mamah hamil lagi? " Ucap Dimas kaget.


" Kok bisa? "


" Mamaf Mamah keblabasan."


" Ini rejeki Mah, rejeki kita di saat umur kita sudah tak muda lagi. Terima kasih Ya Allah di usia kami yang tak muda lagi, masih di beri kepercayaan." Ucap Dimas sambil mencium perut Annisa.


...TAMAT...


Yang belum pada mampir di karya ke 7 mampir ya...


Jadikan karya ke 7 Favorit di rak baca Readers, tinggal kan like, vote, hadiah dan komentar indah untuk Author.

__ADS_1


Terima kasih untuk Readers setia Sahabat Puspa, karena kalian saya selalu semangat untuk berkarya.


I Love you All..... .. ❤❤❤


__ADS_2