( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Sebuah Perasaan


__ADS_3

Aaaarrrrrggghhh


Dimas menjerit di dalam Mobil nya dengan memukul setir Mobil, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


" Kenapa Ya Allah, Saya jadi seperti ini."


Mata merah menahan sesak di dada membuat nafasnya naik turun tak karuan, dengan hati yang masih terasa sakit Dimas melajukan Mobil nya meninggal kan parkiran Pengadilan Agama.


Dreeeet Dreeeet..


Panggilan dari Siska Dimas abaikan, sejak tadi Siska mencoba menghubungi Dimas namun tak juga Dimas mengangkatnya.


****


" Ish.. kemana sih nggak pernah di angkat." Ucap Siska kesal.


Siska lalu teringat dengan Annisa, yang ternyata selama ini Dimas sembunyikan identitas istri nya.


" Ternyata dekat juga, pantas sejak awal ketemu serasa berbeda ternyata Annisa yang selama ini jadi mantan istri nya. Saya nggak menyangka Camat wanita yang selama ini hidup dengan penuh sandiwara adalah kamu Annisa.


*******


Hahahahaha...


" Dengan Bowo main - main, heboh kan jelas heboh ternyata hubungan mereka tidak baik - baik saja." Ucap Pak Bowo tertawa penuh kemenangan.


" Selamat Bos, selangkah lagi Bos bisa mendapatkan Camat cantik itu." Ucap Faiq anak buah Pak Bowo.


" Saya nggak menyangka meraka bisa sebegitu dekat, tapi nyatanya mereka punya masalah. Bagus sekali akting Kalian berdua.


*******


Ibu Riana menatap sendu wajah Annisa yang tengah mengelap tubuh nya, wanita yang sangat sempurna di Mata nya kini tak lagi sebagai menantu keluarga Bupati.


" Apa boleh Bunda selalu menganggap kamu sebagai anak bukan menantu walau sudah tak ada ikatan?" Ucap Ibu Riana pelan.


" Boleh Bund, selama nya Bunda boleh anggap Annisa sebagai anak Bunda, bagi Annisa Bunda sudah seperti Ibu kandung Annisa sendiri." Ucap Annisa sambil tersenyum.


" Kenapa kamu bisa hidup dengan sandiwara ini selama 5 tahun, hati kamu terbuat dari apa sayang, pasti sekuat nya kamu semua orang tak tahu aslinya kamu itu rapuh."


" Rapuh nya Annisa semakin Annisa kuat, Annisa setelah itu memutuskan untuk tidak mencintai, lebih baik di cintai. Mencintai itu sangat sakit, memang Annisa bukan wanita yang sempurna sampai kapan pun Annisa tak pernah bisa di cintai."


" Maaf kan Dimas, dan Maaf kan Bunda. Kalau Bunda tidak memaksa kalian menikah, pasti tidak akan seperti ini."


" Sudah Bunda, jangan salahkan diri Bunda terus, mungkin sudah jalan nya seperti ini."


" Apa kalian tidak ingin rujuk? " Tanya Ibu Riana yang masih selalu berharap.

__ADS_1


" Nggak Bunda, Annisa sudah terlalu sakit." Jawab Annisa.


" Saya akan menebus kesalahan Saya selama ini, entah bagaimana bisa terasa begitu sangat berat." Ucap Dimas yang berada di balik pintu kamar rawat saat melihat Annisa bersama Ibu Riana.


*******


" Arka, lihat kan publik sudah tahu hubungan kalian, kamu malah di sudut kan sebagai pebinor, Bunda nggak terima, Bunda akan undang Wartawan juga mau mengklarifikasi masalah ini." Ucap Ibu Septi.


" Bunda, Dimas sudah klarifikasi kalau Saya bukan pebinor. Sudah lah Bunda jangan ikut campur, mereka sudah klarifikasi juga sudah cukup." Ucap Arka.


" Tapi Dimas, kamu tahu photo kamu sudah beredar di media, nama kamu jelek sekarang."


" Sudah Bunda, nanti akan redam dengan sendirinya."


" Lalu kamu punya rencana apa setelah ini?"


*******


" Annisa kamu yakin ini akhir dari kisah kamu sama Dimas? "


" Iya Bu Saya yakin."


" Kamu nggak ingin menunjukkan Shakira ke Dimas, bagaimana pun Dimas Papah nya, dan masih tanggung jawab nya."


" Saya masih mampu membiayai Shakira hingga kuliah nanti, sekarang Saya hanya fokus untuk kedua mata nya, dan mewujudkan impian nya melihat matahari terbit." Ucap Annisa sambil tersenyum.


******


" Alhamdulilah baik, ada yang bisa Saya bantu?"


" Saya hanya menyapa saja, ternyata kamu mantan istri pacar Saya."


" Terima kasih untuk Sapaan nya."


" Rasanya Saya kalau jadi kamu itu, mungkin sudah lari dari dulu kenapa sampai sekarang kamu masih bersama Dimas, hingga hubungan saya sama dia di gantung."


" Bukan nya kemarin Dimas sudah menyerahkan berkas nya ke pengadilan Agama, jadi jangan khawatir di gantung. Kami sebentar lagi putus tak ada Ikatan apapun."


" Bagus kalau begitu, Saya akan tenang untuk saat ini dan seterusnya."


" Saya doakan semoga lancar sampai pelaminan."


" Terima kasih. "


*******


" Apakah sudah di serahkan?"

__ADS_1


" Sudah, Bang Dimas yang maju."


" Maaf kan Saya ya Bang jadi Abang di Mata publik di sebut pebinor, padahal bukan seperti itu." Ucap Annisa kembali.


" Sudah lah jangan bahas itu, memang mereka tidak tahu kenyataan nya seperti apa." Ucap Arka.


" Apa kamu setelah selesai semua nya mau menikah dengan Abang?"


" Mau Bang, Annisa Mau jadi istri Abang."


Arka menarik Annisa dalam pelukan nya, dan mencium pucuk Kepala nya.


" Momen seperti ini sayang yang Abang tunggu, semoga lancar sampai hari H."


******


" Ayah masih kecewa sama kamu, ayah masih nggak menyangka apa yang kamu lakukan pada Annisa. Pasti saat itu Annisa sangat terluka, apalagi kamu melakukan nya secara paksa dan lalu membuangnya begitu saja." Ucap Pak Ibrahim dengan di temani Bagas dan Dito yang ikut duduk di ruang keluarga.


" Dimas akan menebus semua kesalahan Dimas."


" Eh Dimas, menebus kesalahan itu sejak dulu saat kamu menyesal setelah tahu Fakta nya bukan nya sekarang." Ucap Dito yang masih kesal.


" Maaf kan Saya Bang, Saya memang lelaki brengsek yang sudah menyakiti hati wanita yang baik seperti Annisa."


" Dimas, dari dulu Annisa tulus mencintai kamu, tapi karena sifat kamu membuat kamu benci sama Annisa bahkan hingga kalian menikah dan hidup dengan sandiwara kamu tak pernah merasakan secuil rasa suka sama Annisa. Tapi jangan Salah kan waktu, bila kalian memang sudah benar berpisah kamu akan ada rasa kehilangan dalam hidup kamu." Ucap Bagas.


******


" Mamah nginap lagi disini? " Tanya Shakira.


" Seperti nya mamah beberapa hari tinggal di sini dulu sayang sama kamu." Jawab Annisa.


" Asik Mamah bakalan sama Shakira." Ucap Shakira senang.


" Mamah ingin menghabiskan waktu sama kamu sayang, hanya kamu yang bisa membuat mamah tersenyum."


" Mamah tahu nggak,Shakira ingin melihat Mamah tersenyum ,Shakira tidak tahu kalau Mamah itu menangis karena Shakira nggak bisa melihat. Shakira tahu Mamah pasti sedang sedih, karena Shakira pernah dengar Mamah mengigau sambil menangis banyak kata maaf yang selalu di ucapkan oleh Mamah."


" Ah.. Mamah baik - baik saja kok sayang, itu hanya bunga tidur." Ucap Annisa mengelak.


" Nggak Mamah , setiap tidur pasti Mamah seperti itu."


Annisa hanya tersenyum, dan tidak sekali dua kali bahkan Dimas pun pernah mendengarnya.


" Mamah mungkin kebawa mimpi saat melihat sesuatu di Mata mamah, kamu kan tahu Mamah Baper an."


" Mamah pasti sedih ya karena Papah kandung Shakira nggak pernah nengok Shakira, hanya Papah Arka yang selalu kasih perhatian."

__ADS_1


" Kamu kok bicara seperti itu? "


__ADS_2