( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Memiliki Mu Kembali


__ADS_3

Dimas terus mendekap tubuh Annisa, yang hanya berbalut handuk untuk menutupi tubuh nya yang hanya mengenakan pakaian dalam.


Annisa terus tak terkontrol, dan berusaha melepaskan tangan Dimas untuk mengarahkan ke setiap celah tubuh nya.


" Bang ah.. gatal Bang..!! " Ucap Annisa dengan suara mendesah.


Dimas terus mendekap dan terus mencium pucuk kepala Annisa yang basah karena guyuran air, hingga pakaian yang di kenakan Dimas pun basah.


Hari ini Dimas sungguh di uji mental nya, dan jiwa ke lelakian nya pun memuncak dengan bagian inti milik nya sudah membuat sesak celananya.


" Kamu kontrol Annisa, Abang bisa khilaf kalau kamu seperti ini."


Annisa berhasil melonggarkan dekapan Dimas, dan mendorong tubuh Dimas hingga berbaring di lantai kamar mandi.


Annisa pun tanpa sadar menduduki tubuh Dimas, dan tangan Annisa yang sudah bermain di dada Dimas dengan sentuhan yang sensual.


" An - Annisa ah.. Abang mohon Annisa ja - jangan." Ucap Dimas saat tanpa sadar memegang milik Dimas yang sudah mengeras.


" Bang, bantuin Annisa hem. " Ucap Annisa yang sudah tak terkontrol.


" Sial, kasih obat perangsang apa si bandot tua ini bikin dia kayak ngeflay gini." Ucap Dimas dalam hati.


Dimas pun membalik tubuh Annisa hingga kini Annisa berada di bawah Dimas, dan Annisa yang terus mendesah.


" Kamu terus seperti ini, dan sudah meruntuhkan iman Saya, baik Abang akan tuntaskan semuanya, setelah ini Abang akan memiliki kamu kembali seutuhnya."


Dimas pun lalu bangun dari atas tubuh Annisa, lalu membawanya ke arah tempat tidur. Dibaringkan nya tubuh Annisa, lalu Dimas pun melucuti pakaian, dan memulai permainan dengan saling mengimbangi, hingga sama - sama tanpa sehelai benang di tubuh mereka.


" Bang..!! " Rengek Annisa di telinga Dimas saat Dimas yang terus memimpin permainan.


" Gimana enak kan hem." Ucap Dimas sambil ******* bibir Annisa.


Hingga berkali - kali pelepasan dan berbagai gaya mereka lakukan, hingga puncak yang sekian kali nya Dimas menumpahkan kembali pada milik Annisa.


Cup


" Abang akan nikahi kamu sayang." Dimas pun beralih dari tubuh Annisa dan menutupi tubuh nya dengan selimut. Lalu Dimas tidur di samping Annisa dengan memeluk nya.


***


Suara kicauan burung dan terik sinar matahari yang memasuki kamar Dimas, dan terpaan AC yang menyejukkan kamar terasa pada kulit. Annisa menggeliat merasakan sakit di sekujur tubuh nya.


Mata Annisa terbuka dan saat kesadaran nya penuh Annisa memandang aneh dengan apa yang dia lihat. Sebuah kamar yang tampak asing, dan terlihat seperti kamar seorang pria dengan wangi Khas maskulin yang dia kenal.

__ADS_1


Annisa tersadar saat melihat tubuh nya hanya berbalut selimut dan melihat banyak tanda merah di tubuh nya.


Mata Annisa terbelak kaget saat melihat Dimas yang tengah tertidur pulas dengan hanya tubuh yang terbungkus selimut.


" Brengsek kamu Bang.. kurang ajar kamu Bang." Teriak Annisa sambil memukul tubuh Dimas dan menendang nya.


Dimas pun kaget saat Annisa memukul membabi buta, hingga Dimas yang kesadaran nya belum kumpul tak bisa melawan.


" Annisa stop." Ucap Dimas.


" Brengsek kamu Bang hiks.. hiks... dua kali seumur hidup kamu memperkosa Saya bahkan melakukan nya berkali - kali. Hiks.. hiks.. hiks.. bajingan kamu Bang."


Annisa menarik selimut nya lalu menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya dan menangis histeris.


" Maaf kan Abang Annisa, Abang lakukan memang salah tapi kamu sudah tak terkontrol, Abang lalukan ini untuk menolong kamu. Abang janji akan tanggung jawab, kita menikah setelah ini."


" Saya nggak akan Mau menikah sama pria yang hanya ingin enak nya Saja, Saya yakin kamu lakukan ini mencari kesempatan kan apa yang pernah Abang lakukan dulu sama Saya."


" Annisa kamu tadi malam yang mencoba memperkosa Saya, kamu tahu Bowo memasukan obat perangsang di minuman kamu, agar dia bisa menikmati tubuh kamu tanpa sadar, Kalau Saya tidak datang saat yang tepat hidup kamu berakhir di tali gantungan di atas pohon. Dan lihat ini tanda merah ini siapa yang buta hah ini hasil karya kamu."


Annisa terdiam saat melihat banyak tanda merah di tubuh Dimas mulai dari leher, dada hingga perut nya.


" Apakah saya benar - benar perkosa Bang Dimas? " Ucap Annisa sambil memandangi tubuh Dimas.


Annisa memalingkan wajahnya, dan benar - benar Annisa tidak mengingat kejadian apa yang dirinya lakukan bahkan bersama Dimas.


" Abang akan nikahi kamu, kita mulai dari awal kita sama - sama besarkan Shakira."


Annisa menatap ke arah Dimas, seakan tubuh nya lemas saat tahu anak hasil buah cinta sesaat nya di ketahui.


" Maksud Abang apa?"


" Abang tahu Shakira adalah anak Abang, kamu bohong atas keguguran itu. Dan Abang tahu kondisi Shakira seperti apa, kamu ternyata menutupi semuanya dari Abang."


" Buat apa Abang tahu, saat itu Abang buang Annisa layaknya sampah dan kejadian itu terulang kembali, dan kali ini Abang tidak membuang Saya tapi karena rasa tanggung jawab untuk Shakira."


" Shakira anak Abang, dia juga butuh Abang."


" Shakira tak butuh Abang dia hanya butuh Annisa. "


" Abang akan nikahi kamu, pernikahan dengan Siska Abang akan batalkan."


" Apa Abang tidak memikirkan hati Siska, pernikahan yang selama ini dia impikan."

__ADS_1


" Ternyata jujur, Siska bukan tipe untuk di bawa hingga sampai maut memisahkan dan bersama di keabadian. Dia hanya bisa untuk kesenangan di dunia bukan sampai akhirat. Dan sosok yang benar - benar membuka hati Saya itu adalah kamu. Abang ingin kita mulai dari Awal, kita sama - sama besarkan Shakira."


*****


Annisa hanya diam saat hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya di balik pintu kamar mandi yang setengah terbuka.


" Bang..!!! " Panggil Annisa.


" Ada apa? " Tanya Dimas .


" Seragam Annisa mana? "


" Seragam kamu basah, sudah Abang cuci dan sedang di jemur."


" Terus Annisa pulang pakai apa Bang? "


" Begitu an saja sudah cukup, Abang kan sudah tahu semua nya."


" Ih.... Abang...!!! " Bentak Annisa dengan wajah yang memerah.


Dimas tersenyum lalu menuju ke lemari pakaian nya, dan memberikan sebuah kaos , hoodie dan celana jeans.


" Bang celananya kebesaran." Ucap Annisa saat melihat celana Jeans milik Dimas.


" Kamu gulung sayang bagian bawah nya."


" Panggil apa Bang? "


" Sayang."


" Iiissss. "


" Buruan pakai kita ke rumah sakit."


******


Shakira duduk bersandar di kepala ranjang, dengan kedua Mata yang tertutup perban. Gadis kecil itu terus memeluk boneka Barbie baru yang di belikan Arka untuk teman tidur nya.


" Om Dokter buka dulu ya perbannya."


Shakira menggelengkan kepala nya, menolak untuk di buka. Dan dengan erat terus memeluk boneka Barbie nya.


" Shakira ingin menunggu Papah Mamah Shakira om Dokter, Shakira ingin saat lepas perban di kedua Mata Shakira, yang pertama kali adalah melihat kedua nya."

__ADS_1


Dokter menatap ke arah Tio, dan Tio pun menganggukkan kepala nya, untuk menuruti keinginan Shakira.


__ADS_2