
Satu persatu lembaran berkas yang Pak Ibrahim terima membuat mata nya terbuka lebar. Nama - nama yang terdapat di isi berkas tersebut membuat sangat terkejut.
" Dana ini yang mereka gelapkan dalam proyek pembangunan sarana." Ucap Pak Ibrahim.
" Benar Pak, sebenarnya ini sudah lama kami usut dan tidak hanya kasus ini saja banyak uang yang mereka gelapkan dan kami tidak langsung menangkap mereka." Ucap Pak Lutfi dari Inspektorat.
" Terima kasih untuk infonya, saya simpan nama - nama ini, dengan jelas bukti yang nanti bagian pemberantasan korupsi yang menangani dan nama - nama ini akan di berhentikan secara tidak hormat." Ucap Pak Ibrahim.
" Maaf Pak, untuk kasus ini besok lusa Bapak di minta untuk menghadap Pak Gurbernur." Ucap Ali .
" Atur jadwalnya untuk hari itu khusus pertemuan dengan Pak Gurbernur."
" Siap Pak." Ucap Ali.
******
" Yank, bagus nggak kebaya buat akad nikah kita nanti?" Tanya Siska saat berdiri di depan cermin.
" Cakep yank." Ucap Dimas.
" Dimas kamu coba jas untuk akad nikah." Ucap Ibu Santi mamah Siska.
Dimas mencoba jas tersebut, mata semua tertuju pada polisi tampan tersebut. Namun saat diri nya menatap ke arah cermin, dia mengingat saat momen sakral pertama kali bersama Annisa. Seutas senyum getir pada diri nya saat bercermin.
" Ganteng nya calon mantu mamah, nanti pas akad nikah bakalan heboh kalau menantu mamah anak Bupati." Ucap Ibu Santi.
" Siska nggak salah pilih calon suami ya mah."
Dimas hanya membalas dengan senyuman saat calon istri dan calon mamah mertuanya terus memujinya.
******
Annisa menyisir rambut Shakira yang panjang, rambut lurusnya yang indah dengan mata dan hidung yang mirip dengan Dimas, semakin besar wajahnya tak ada yang terbuang dari sosok Papahnya.
" Mah, kalau sudah bisa melihat nanti selain melihat matahari terbit, Shakira ingin lihat wajah Papah walau dari jauh. Tapi.... " Ucap Shakira terputus.
" Tapi kenapa sayang? "
" Suara Papah seperti apa mah? "
Annisa hanya terdiam sambil menatap Shakira yang hanya memandang lurus ke depan.
" Buat apa dengar suaranya?"
"Papah masih hidup kan Mah? "
" Papah kamu kan Papah Arka."
" Kata Mamah Papah Arka hanya Papah sambung."
__ADS_1
" Papah Arka baik sayang, dia sayangnya melebihi Papah kandung."
"Shakira tahu Mamah masih sering mengigau karena Papah jahat, buktinya Papah tidak pernah datang kesini."
" Papah nggak jahat sayang, papah baik suatu saat kamu akan tahu kenapa Mamah seperti ini."
*******
" Kamu sedang chat sama siapa? " Tanya Ibu Septi.
" Ini Bund, chat sama Bank mata untuk mengetahui data pendonor mata untuk Shakira." Jawab Arka.
" Sudah dapat? "
" Ada 3 tapi belum tahu cocok tidak sama Shakira."
" Kasihan anak sekecil dia harus buta karena sakit yang di alami saat masih kecil."
" Iya Mah, Arka pertama kali bertemu kasihan sekali."
" Sampai sekarang mereka belum tahu kan kalau keturunan mereka masih ada?"
" Belum Bund, tapi Shakira tahu nama Papahnya karena Annisa tidak menutupi identitas Papahnya. Tapi Annisa mendekatkan Shakira pada Arka, dan Arka akan menjadi Papah Shakira selamanya bukan Dimas."
" Bunda Salut sama kamu, sangat perhatian tidak saja sama Bunda"
Arka tersenyum ke arah Bundanya, sebuah usapan kasih sayang Ibu Septi di punggung Arka.
******
" Iya ada 3 tapi nggak tahu cocok tidak sama Shakira." Ucap Arka saat berkunjung di rumah Dinas Annisa.
" Mudah - mudahan Ya Allah."
" Semoga ya sayang, Abang ingin mewujudkan mimpi Shakira, dan kita hidup bersama, membangun rumah tangga dan punya banyak anak."
" Bang, kalau takdir tiba - tiba merubah segalanya bagaimana? "
" Maksudnya? "
" Bang, saya tahu apa yang Abang lakukan, saya cinta sama Abang, apa Abang akan seperti ini terus."
" Maksud kamu apa? "
" Abang terjerat korupsi kan, sebentar lagi Abang akan terseret dan yang pasti saya akan jadi saksi untuk kasus Abang."
" Kalau ngomong jangan asal."
" Bang, apa saya rela lihat pasangan saya seperti ini, dan Abang tahu di balik semua ini ada pengkhianat yang akan melukai Bang Arka. Annisa mohon demi Annisa dan Shakira, hentikan Bang, karena kasus Bang Arka berat."
__ADS_1
" Kamu kenapa menyelediki saya, kamu tahu kamu membahayakan nyawa kamu, saya bisa saja menyiksa kamu, tapi saya cinta Sama kamu. Jadi Abang mohon jangan terlalu ikut campur urusan ini, sekarang kamu tahu siapa saya, kamu mau apa meninggalkan saya hah..?? "
" Saya nggak akan meninggalkan Abang, saya akan tunggu Abang tapi Annisa mohon menyerah Bang."
" Saya sudah terlanjur terjerumus, buat apa menyerah."
Annisa memeluk tubuh Arka, air mata Annisa keluar dari sudut kedua kelopak mata nya.
" Annisa mohon Bang, Annisa sangat mencintai Bang Arka, hanya Abang yang mencintai Annisa dengan tulus. Jadi mohon Bang, menyerah lah Annisa akan tunggu Abang."
" Apa kamu tidak malu mempunyai pasangan seorang narapidana? "
" Annisa tak akan pernah malu, hanya dicintai yang Annisa butuhkan, di dunia ini hanya Bang Arka yang bisa membuat Annisa tersenyum."
*****
Braaakkkk
" Apa kamu tidak tahu uang yang kamu makan uang apa? " Bentak Pak Mansur pada Ibu Septi.
" Saya nggak tahu apa - apa Mas." Ucap Ibu Septi.
" Kamu tahu, anak kamu itu memalukan Saya, dan menggunakan anak buah kepercayaan Saya untuk melakukan tindakan korupsi nya."
" Korupsi? "
" Kamu nggak sadar apa, anak kamu akan di pecat dari jabatannya dan akan mendekam di penjara."
" Nggak mungkin Mas, nggak mungkin."
*******
" Papah pagi - pagi sekali kok sudah ada disini?" Tanya Shakira.
" Papah hanya ingin ketemu sama kamu sayang." Jawab Arka.
" Mamah nggak kesini Pah? "
" Nggak, Papah nggak kasih tahu Mamah kamu."
Arka memeluk tubuh Shakira, gadis kecil itu pun membalas pelukan Arka. Sedangkan Arka menatap sedih ke arah gadis kecil yang sedang di peluknya.
******
Annisa menatap berkas yang di berikan oleh Pak Ibrahim, air mata Annisa lolos membasahi kedua pipi nya, Dimas yang menatap nya ingin rasa nya menghapus air mata yang keluar dari kedua mata nya.
" Nama nya sudah ada, Ayah pasti kan pergerakannya tidak akan lepas dari pantauan polisi,dia tidak akan bisa keluar kota."
" Kapan Bang Arka akan di bawa?" Tanya Annisa.
__ADS_1
" Tunggu waktu saja" Jawab Pak Ibrahim.
" Saya siap jadi saksi nya Ayah, Saya siap kalau suatu saat Saya di butuhkan."