( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Perang Pun Di Mulai


__ADS_3

" Shakira om suapin ya? " Ucap Dimas sambil mengarahkan sendok yang berisi nasi dan lauknya ke mulut Shakira.


Shakira pun lalu memakan nasi yang di suapi oleh Dimas, Pak Babin pun tersenyum saat melihat Putri kecil nya makan dengan lahap.


" Om Shakira belum tahu nama om."


" Nama Om Dimas."


" Namanya seperti nama Papah."


" Oh ya, memang nya Papah Shakira siapa, bukan Papah Arka? " Tanya Dimas memancing Shakira.


" Papah Arka calon papah sambung Shakira, kata Mamah Papah kandung Shakira orang hebat, Mamah selalu menaruh Photo Papah di atas nakas samping tempat tidur Shakira, kata Mamah agar Shakira tahu itu Papah Shakira. Kalau sudah bisa melihat Shakira ingin lihat Papah walau dari jauh, Shakira ingin sekali dengar suara Papah, tapi hanya tahu saja setelah itu Shakira nggak mau tahu lagi tentang papah."


" Kenapa sayang? "


" Papah jahat, selalu bikin Mamah tidur dengan menangis, Mamah selalu mengigau."


Dimas terdiam dan merasakan hukuman yang pantas dia rasa kan untuk saat ini, dirinya dulu membuang Annisa begitu saja, hingga tak tahu Annisa hamil dan sampai lahir seorang anak perempuan.


" Apakah Shakira sangat membenci Papah?"


" Shakira benci sama Papah, sudah menyakiti hati Mamah."


Dimas tersenyum sendu dan melanjutkan menyuapi Shakira.


******


" Shakira sudah tidur? " Tanya Ali


" Sudah." Jawab Dimas sambil mengisap rokoknya.


" Arka hilang, tadi Tio kasih kabar ke saya." Ucap Ali.


" Arka pasti di culik."


" Sudah sampai mana Polisi mengejar pelaku?"


" Kita sedang mematai kegiatan mereka."


" Semoga Arka baik - baik saja dan tidak Tewas di tangan mereka."


Dimas terus merokok di depan Ali, dan Ali melihat puntung rokok yang banyak di dalam Asbak.


" Kenapa kamu? " Tanya Ali.


" Shakira begitu membenci Saya, karena Annisa tersiksa karena hidup dengan Saya." Jawab Dimas.


" Shakira tahu anak sekecil dia?"


" Dia itu selalu dengar Annisa mengigau Saya juga tahu saat dia menginap mengigau sampai menangis."


" Perlakuan kamu ternyata mengenai mental Annisa, dan Shakira pun kena dampaknya."

__ADS_1


" Jujur Saya pantas di benci, tapi Saya takut di benci anak Saya seumur hidup."


" Seiring berjalan nya waktu, Shakira akan paham dan kamu dekati Shakira terus jangan pantang menyerah. "


" Saya memang Salah, Saya Salah."


" Dulu kamu bilang Annisa bukan tipe kamu, tipe kamu ada pada diri Siska, sekarang apakah kamu bisa membedakan antara Siska dan Annisa."


" Sosok Siska banyak kita jumpai, tapi sosok Annisa jarang untuk di jumpai."


*******


Aaaarrggghhh


Buugh


Buugh


" Rasa kan kamu Arka."


Buugh


Buugh


Pak Bowo terus memukul Arka yang sudah tak berdaya, hingga darah segar mengalir keluar hingga mengotori lantai.


" Sekarang Saya ingin menghabisi kamu perlahan, agar mulut kamu tidak membocorkan rencana busuk Saya, dan kita sudah capek harus berhadapan dengan kamu yang mengatur segalanya. Kita sudah capek hidup. di bawah kuasa kamu."


Hahahahaha


" Jadi kamu intinya mengancam?"


Cuih


" Tunggu saja nanti , kamu akan tertangkap juga."


" Dan tunggu saja, Saya akan mendapatkan Annisa seutuhnya."


" Jangan kamu sentuh Annisa, bila kamu sentuh Annisa Saya akan habisi nyawa kamu."


*******


" Kamu jaga Shakira, Saya nggak bisa disini terus karena ada undangan acara pesta Adat." Ucap Dimas.


" Kami akan jaga Shakira, dan kami akan atur semua urusan di rumah sakit. " Ucap Tio.


" Terima kasih."


Lalu seorang Dokter menghampiri Dimas dan Tio yang sedang mengobrol.


" Maaf bisa bicara dengan Pak Arka ?" Tanya Dokter Mata yang berdiri tepat di depan Dimas Dan Tio.


" Pak Arka nya sedang pergi, bisa sama Saya kalau ada yang ingin di sampaikan." Jawab Dimas.

__ADS_1


********


Terlihat banyak Polisi yang tengah berjaga di puncak acara Adat berlangsung, dan beberapa Polisi yang menyamar dengan pakaian preman pun sudah berada tepat di posisi nya masing - masing memantau pergerakan musuh yang berbaur dengan masyarakat.


Terlihat Dimas pun telah sampai di lokasi, dan terlihat Annisa pun telah sampai bersama Pak Sekmat dan Pak MP yang duduk bersama dengan Pak Bowo dan Ibu Rahayu.


Segala hidangan makanan Khas dari Desa Patra pun di suguhkan di depan tamu undangan, saat tamu undangan berdatangan. Berbagai makanan dan minuman yang mengunggah selera.


" Ibu Annisa, cicipi dulu makanan nya kue nya enak loh." Ucap Ibu Rahayu.


" Terima kasih bu. "


" Silahkan Bu di makan."


Annisa pun memakan kue dari bahan singkong tersebut sampai habis, lalu menegak minuman yang sudah tersedia di depan nya.


Terlihat Pak Bowo tersenyum ke arah Annisa, dan pergerakan mata seakan kode terhadap beberapa anak buah Pak Bowo yang berdiri tepat di belakang nya.


" Sepertinya ada yang mencurigakan." Terdengar di earpeace milik Dimas. Dengan santai sambil mendengar sambutan dari Kepala Desa Patra.


Mata Dimas terus berselancar memantau situasi, dan mendengar beberapa rapa kabar pun Polisi sudah mengawasi tempat tersembunyi milik Pak Bowo yang berada di bukit sebuah rumah yang di jadi kan ajang bisnis terlarang.


Mata Dimas tertuju pada Annisa yang duduk terhalang tiga kursi, terlihat Annisa dengan gelagat aneh, Dimas pun menoleh di belakang melihat anak Buah Pak Bowo yang terus menatap ke arah Annisa.


" Awasi dua orang yang berdiri tepat di belakang Ibu Camat, sekali bertindak langsung ringkus." Ucap pelan Dimas.


" Sekian sambutan dari Saya, dan setelah ini acara sambutan dari Ibu Camat Patra." Ucap Pak Bowo di atas podium.


Annisa pun lalu beranjak berdiri berjalan menuju ke arah Podium, terlihat sangat aneh pada Annisa, dengan sesekali mengibas - kibasan tangannya.


" Apa yang mereka beri pada Annisa?" Ucap pelan Dimas yang terus mengawasi Annisa.


Annisa pun memberikan sambutan, namun gaya bicara nya yang tidak seperti Annisa saat berbicara formal namun sedikit sensual yang terdengar merdu bagi pria yang berpikir fantasi liar.


" Brengsek pasti mereka memasukan sesuatu untuk melakukan hal yang tak di ingin kan." Dimas mengepalkan kedua tangan nya.


Setelah selesai memberikan sambutan, Annisa tak langsung duduk dia berbisik ke Pak MP lalu pergi meninggalkan tempat.


" Kenapa tubuh Saya jadi gerah semua, ini kenapa bagian sensitif Saya jadi gatal begini, ah.. Saya harus ke kamar kecil." Ucap Annisa dengan segera berjalan ke arah Toilet.


Dua orang pria tinggi besar pun berjalan mengikuti langkah Annisa, dan menghampiri nya yang sudah berada di depan Toilet.


" Bu kenapa? " Tanya pria tersebut.


" Saya hanya nggak enak badan." Jawab Annisa dengan menahan agar tidak mendesah.


" Ibu seperti nya butuh pertolongan?" Tanya nya kembali.


" Tidak terima kasih." Ucap Annisa dengan segera berbalik untuk masuk ke dalam Toilet.


Buugh


" Cepat bawa..!! "

__ADS_1


__ADS_2