( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Amarah Dan Hati


__ADS_3

" Biarkan kami bahagia Om, jangan sakiti Mamah lagi." Ucap Shakira sambil menatap Dimas.


" Papah nggak akan pernah menghalangi kebahagiaan kalian, dan papah janji nggak akan pernah menyakiti hati Mamah. "


" Mamah sedih karena Papah Arka di penjara, Mamah selalu menangis."


" Apa Shakira sangat sayang sama Papah Arka?"


" Sangat sayang."


" Kalau suatu saat Papah sama Mamah kembali Shakira setuju tidak?


Shakira hanya diam, dan memilih membuka cokelat yang di beri oleh Dimas.


" Shakira apa tidak ingin hidup bersama Mamah Papah, seperti anak - anak yang lain, apa Shakira nggak ingin tidur bertiga, di peluk, di sayang terus jalan - jalan sama - sama. Shakira juga boleh minta sama Papah kalau ingin sesuatu, Mau nya Shakira apa nanti Papah akan belikan."


" Shakira hanya ingin Mamah bisa tersenyum lagi, dan bahagia."


Dimas terdiam, dan lalu tersenyum ke arah Shakira yang masih setia menikmati cokelat nya.


" Papah akan lakukan untuk Mamah sayang."


******


" Ibu Camat mana? " Tanya Siska pada Pak Ahmad.


" Ibu Camat sedang ada tamu." Jawab Pak MP Ahmad.


" Saya tunggu disini."


Saat baru menjatuhkan pantatnya di kursi, Siska melihat Annisa keluar bersama tamu nya lalu segera menghampiri Annisa.


" Ibu Camat, Saya datang kemari ingin meminta Ibu jauhi calon suami Saya, dan anak kamu itu jangan pernah deketin calon suami Saya."


Annisa mencoba menenangkan Siska yang terus mengoceh di depan tamu nya, sehingga membuat tamu nya merasa tak enak.


" Siska kita bicara di dalam." Ucap Annisa pelan.


" Kenapa hah, kamu malu sama mereka karena menjadi orang ketiga. Kamu tahu dari dulu kamu itu hanya perusak, dan sekarang menggunakan anak itu sebagai alat agar Dimas tak jadi menikahi Saya, karena alasan ada anak dari pernikahan kalian."

__ADS_1


" Cukup Siska, kamu tahu Shakira memang anak Saya dan Bang Dimas. Tapi kehadiran dia bukan untuk merusak niat kalian, Bang Dimas mengakui nya saja sudah sangat senang, dan Saya tidak ada niat untuk rujuk sama Bang Dimas. Dan kamu harus tahu, Shakira tidak akan pernah minta uang jajan sama Papah nya, karena Saya masih mampu membiayai hidup Shakira, dan kamu ingat pernikahan kalian gagal bukan karena Saya, mungkin Bang Dimas nya, dan kamu juga harus tahu Saya nggak mau rujuk sama dia, jadi kamu jangan khawatir untuk itu semuanya."


" Bagus kalau kamu bicara seperti itu, tapi ingat kalau suatu saat pernikahan kami hancur gara - gara kamu awas saja, Saya nggak akan segan - segan menghancurkan hidup kamu."


" Silahkan kamu pergi dari sini, dan jangan pernah menemui Saya lagi untuk urusan pribadi di kantor."


" Awas kamu." Ucap Siska meninggalkan kantor kecamatan dengan emosi yang memuncak.


" Maaf kan untuk kejadian tadi Bapak - Bapak."


" Tidak apa - apa Bu, kami maklumi." Ucap Salah satu Tamu tersebut.


******


" Bang Dimas...!! " Teriak Annisa memasuki rumah Dimas yang tak tertutup.


" Annisa, kenapa teriak - teriak seperti itu?" Tanya Dimas.


" Cukup Bang buat hidup Saya menderita, cukup Saya sudah capek. Abang jauhi kami berdua, jangan pernah lagi hadir di kehidupan kami." Jawab Annisa dengan Mata yang berkaca - kaca.


" Maksud nya apa?"


" Kamu bilang akan jauhi Saya sama Shakira, kamu akan putuskan ayah sama Anak. Saya Papah nya, sebejat nya sifat Papahnya, Saya tetap Papah nya Shakira. Saya juga punya hak untuk Shakira."


" Untuk masalah hak, Abang nggak perlu melakukan kewajiban sebagai seorang ayah. Biar Saya yang hidupi Shakira, Saya masih mampu."


" Kamu bilang mampu untuk materi, karena kamu seorang ASN dengan jabatan seorang Camat dengan pangkat golongan 4 , kamu berani bilang begitu dan meremehkan saya."


" Kenapa, Abang nggak terima. Dari pada Saya menerima setiap bulan dari Abang Saya harus berurusan dengan Siska."


" Siska, jadi kamu seperti ini karena Siska."


" Bang, Saya tanya kenapa Bang Dimas menggagalkan pernikahan Abang sama Siska?"


" Abang sayang sama kamu, Abang Cinta sama kamu. Rasa Cinta itu tumbuh saat kita sudah bercerai, mungkin ini karma Abang yang dulu menolak kamu, sekarang rasa itu ada sama Abang."


" Tapi Maaf Bang, Annisa sudah terlalu tersiksa."


" Demi Shakira."

__ADS_1


" Shakira hanya ingin Bang Arka."


" Tapi Abang sayang sama kamu."


" Cukup Bang, sudah cukup hati Saya sudah terlalu tersiksa."


" Abang sadar, Siska bukan tipe Abang, Cinta yang sebenarnya ada pada kamu."


******


" Tadi Dimas kemari." Ucap Ibu Wita.


" Ada apa dia? " Tanya Annisa.


" Bertemu dengan Shakira." Jawab Ibu Wita.


" Lagi - lagi kalau ada Papahnya jangan di kasih ijin menemui Shakira. "


" Kenapa, dia kan Papah nya."


" Semakin dekat Shakira dan Papah nya bukan semakin bahagia, tapi semakin membuat nya membenci. Shakira nggak suka sama Papah nya karena Shakira tahu kalau Mamah nya terluka."


" Annisa, Dimas datang kemari baik - baik. Apa kamu tak ada hati sedikit pun untuk dia, boleh kamu benci Dimas, tapi apa kamu tidak ingin mendekatkan antara anak sama Papahnya, biar di luar sana mengancam, tapi Shakira punya hak, Shakira akan selalu butuh Papah nya, kamu bilang kuat dan mampu tapi Ibu yakin realitanya kamu yang rapuh semakin rapuh, dan jangan pernah coba katakan kuat, jangan buat tubuh kamu sakit, semakin kamu jauh kan Shakira dan Dimas semakin kamu akan merasa tersiksa."


Annisa hanya terdiam, antara amarah dan hati yang saling bergejolak apa yang terjadi saat ini.


*******


" Om Dimas kasih cokelat banyak."


" Papah bilang apa sama kamu?"


" Om Dimas tanya kalau Om kembali sama Mamah gimana, Shakira Mau minta apa, Shakira hanya minta sama Om buat lah Mamah tersenyum kembali."


Annisa membelai rambut Shakira, lalu mengangkat dagu Shakira untuk wajahnya melihat pada Annisa.


" Kamu kenapa masih panggil Om bukan Papah? "


Shakira diam dan terus menyisir rambut boneka Barbie nya.

__ADS_1


" Shakira, panggilah Papah kamu dengan sebutan Papah jangan Panggil Om. Papah kamu itu asli nya baik, dia sayang sama kamu. Suatu saat kamu akan mengerti kenapa Papah kamu baru datang sekarang. Inti semua nya karena Mamah, jangan benci sama Papah kamu."


__ADS_2