
Cerita ini hanya fiksi , jangan beranggap setiap karya yang Saya angkat tentang Abdi Negara kenapa selalu seperti ini kadang ada Sisi positif dan Sisi negatif Abdi Negara juga manusia, tidak ada yang sempurna seperti manusia di dunia ini. Saya tegaskan lagi ini hanya fiksi dunia halu, kita bisa luapkan emosi nya disini. Bukan berarti pengarangnya kok seperti itu, kok seperti ini bukan berarti menjelekan kita pandang secara real Saja manusia tidak ada yang sempurna baik yang berpangkat, tidak berpangkat semua nya punya Sisi positif dan negatif.
Ini adalah dunia halu, sesuatu yang tak mungkin bisa jadi mungkin..!!!
Dengan tema background yang Saya angkat mungkin terlalu riskan bukan untuk menjelekan seorang Abdi Negara, karena background Saya sendiri berasal dari karya yang saya angkat, jadi bagi pembaca yang memiliki emosional tinggi , merasa bertentangan bisa skip, karena sekali lagi Saya tegaskan secara real manusia memiliki sisi positif dan negatif.
Annisa melangkah keluar saat itu Shakira datang bersama Dito dan anak nya Reyhan. Annisa mengusap segera air matanya saat Shakira menghampirinya.
" Mamah."
" Sayang, mamah kesini jemput kamu yuk kita pulang." Ucap Annisa.
" Kita pulang sama - sama." Ucap Dimas mendekat.
" Bang Siska butuh Abang saat ini, saya biar naik taksi Saja sama Shakira. Nanti Abang jemput Saja di rumah Dinas."
" Tunggu Siska? " Ucap Dito kaget.
" Iya Bang ada Siska di kamar." Ucap Sisil.
" Ntar apa ini maksudnya Siska ada di sini." Ucap Dito heran.
" Siska hamil Bang." Ucap Sisil.
" Astaghfirullah Dimas, jadi kedua istri kamu hamil." Ucap Dito dengan nada tinggi.
" Iya Bang, Saya nggak bisa menceraikan Siska."
" Arrgghhh Saya pusing tentang kamu." Dito meninggalkan Annisa dan Dimas, serta Sisil pun ikut meninggalkan Annisa dan Dimas.
" Mamah yang hamil siapa? " Tanya polos Shakira.
" Kita pulang yuk." Jawab Annisa.
" Annisa, Saya antar. " Ucap Dimas.
" Nggak Bang, istri Abang butuh perhatian dia juga sedang hamil di mana - mana istri tua lah yang menang banyak."
" Kamu keluar dari pintu itu Saya teriak."
" Teriak Saja, Saya akan pura - pura tuli dan buta untuk saat ini."
Annisa yang menggandeng tangan Shakira berjalan menuju ke arah pintu keluar.
" Annisa... !!! " Teriak Dimas namun tak di hiraukan oleh Annisa.
" Annisa...!! "
Langkah Annisa yang cepat hingga membuat Shakira terseret untuk berjalan nya.
" Mamah Shakira sakit jalannya."
" Maaf Sayang mamah nggak sengaja, mamah gendong kamu." Annisa pun mengangkat tubuh Shakira dan menggendong nya.
******
Annisa menaruh seluruh pakaian nya di dalam koper sambil menangis, tak pernah membayangkan kalau dirinya akan menjadi istri muda mantan suaminya.
" Ternyata Saya tetap tak bisa memiliki kamu Bang seutuhnya hiks... hiks... ternyata takdir menyatukan kita tapi tak bisa bersatu memiliki kamu seutuhnya."
Annisa terus melanjutkan memasukan semua pakaian nya dari dalam lemari ke dalam koper.
******
__ADS_1
" Yank, Saya hamil." ucap Siska bahagia.
" Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu sedang hamil." Ucap Dimas.
" Saya tidak tahu kalau sedang hamil, Saya bahagia sekali akhir nya Saya bisa memiliki anak dari kamu. Dan kita tidak bisa bercerai." Ucap Siska penuh kemenangan.
" Ya Saya akan berlaku adil untuk sekarang, dan kamu juga harus bisa menerima Annisa."
Siska terdiam dan mengusap perut nya lalu dengan Mata yang berkaca - kaca Siska menatap Dimas.
" Baik Saya akan menerima Annisa, tapi Saya tidak ingin kehilangan hak Saya sebagai seorang istri."
" Saya akan berlaku adil, gaji Saya akan bagi dua untuk kamu dan Annisa, dan waktu pun Saya akan bagi kapan bersama Annisa kapan bersama kamu."
Dimas kembali menatap Siska dan turun menatap ke arah perut istri nya.
" Semuanya akan mendapatkan kasih sayang Papahnya, dan Saya tidak ingin kamu seperti tadi terhadap Annisa. Kalau kamu seperti tadi Saya bisa Saja ceraikan kamu setelah melahirkan."
********
Tok... Tok... Tok...
Ceklek
Bi Asih membuka pintu, Mata Bi Asih terkejut tamu yang datang di malam hari adalah Pak Babin.
" Bi biarkan suami Saya masuk." Ucap Annisa yang sudah berada di belakang Bi Asih.
" Su - suami?? " Ucap Bi Asih.
" Kamu rahasiakan ini dari orang lain, hanya Pak MP dan Pak Sekmat yang tahu Pak Dimas suami saya sekarang."
" Baik Bu, maaf ya pak."
" Kalau begitu Saya bantu kemasin barang - barang punya Ibu dan Shakira."
" Bibi kemasin mainan Shakira Saja sama bajunya yang belum semua Saya masukin ke koper." Ucap Annisa.
" Baik Bu, kalau begitu Saya permisi."
" Besok Saja Bi habis sholat shubuh, nanti di bantu Bapak yang lainnya." Ucap Annisa.
" Baik Bu."
Bi Asih pun pergi meninggalkan kedua majikannya dan lebih memilih untuk memasuki kembali kamar nya.
" Sudah makan? " Tanya Annisa.
" Bikinin Abang kopi Saja." Jawab Dimas.
" Shakira sudah tidur? "
" Sudah Bang sehabis Maghrib dia tidur mungkin capek." Jawab Annisa sambil membuat kopi.
" Sayang." Dimas menarik Annisa masuk kedalam dekapan nya saat Annisa duduk di sofa bersama Dimas.
" Maaf kata - kata itu tidak bisa jadi kenyataan."
" Sudah banyak kata maaf yang Abang ucap kan, Saya tahu Bang saat ini Abang memang serius sama Annisa, tapi takdir berkata lain Annisa juga harus bisa terima."
" Hati ini sesungguhnya hanya kamu, tapi Abang juga harus berbagi Cinta untuk kamu dan Siska."
" Insya Allah Annisa kuat dan ikhlas."
__ADS_1
" Apa pun yang terjadi kamu jangan tinggalin Abang."
Annisa mengeratkan pelukannya, dan setetes air Mata nya pun keluar.
" Saat kata Sah terucap beberapa waktu yang lalu hati Saya bahagia Bang, dan saat Abang perlakukan Saya dengan penuh Cinta pertama kalinya Saya rasa kan. Saat itu berasa Saya menjadi wanita satu - satu nya, tapi hanya mimpi yang ada."
" Itu bukan mimpi, semuanya nyata dan walau Siska istri Abang kamu tetap wanita tercinta yang ada di hati."
*****
Semua barang pun Dimas telah masukan kedalam mobil Annisa dan dirinya, terlihat Shakira yang masih mengantuk di dalam gendongan Annisa.
" Bi Saya juga pasti akan pakai rumah Dinas ini sewaktu - waktu, saat hamil Saya pasti butuh Bi Asih."
" Bibi dengan senang hati Bu kalau Ibu butuh sesuatu."
" Terima kasih."
" Kalau begitu kami pamit Bi." Ucap Dimas.
" Hati - hati di jalan Ibu Bapak."
Annisa menaruh Shakira di kursi belakang yang masih terlelap tidur, dan mengemudikan Mobil nya sendiri begitu pun Dimas membawa mobil nya sendiri dengan Mobil nya yang penuh barang milik Annisa dan Shakira.
******
" Mamah senang kamu hamil anak Dimas." Ucap Ibu Iren.
" Saya tidak akan pernah di ceraikan oleh Dimas, anak ini sangat membantu Saya."
" Kamu harus curi perhatian Dimas agar wanita itu pergi dari Dimas secara perlahan."
" Benar Mah, Saya pun tidak ingin berbagi. Bagaimana pun Saya yang lebih berhak karena Saya istri pertama nya."
" Dari awal dia hanya hama, perusak, pengganggu jadi harus di singkirkan. Kamu harus bisa ambil kedudukan kamu kembali yang dulu pernah ada di hati Dimas."
*******
" Kita pindah kemari Mah Pah? " Tanya Shakira yang sudah bangun sedari tadi dan melihat Papah nya sedang mengangkat beberapa kardus dan koper.
" Ini rumah kita sayang." Jawab Mamah.
" Mah, nanti ada Asisten rumah tangga yang bantu - bantu rumah. Papah nggak mau mamah capek, biar Bi Murni yang bantu Mamah."
" Bi Murni? " Ucap Annisa.
" Bi Murni dulu nya kerja di rumah mba Sisil dan Bang Dito, mereka bawa dari tempat tugas nya sengaja untuk ikut mereka disini, tapi karena Abang butuh Abang ambil."
" Terus mereka bagaimana Bang? "
" Mereka masih punya satu baby sister nya Reyhan."
" Reyhan sudah SD loh masih pake Baby sister?"
" Untuk antar jemput, karena sekarang sudah besar dan baby sister nya masih betah tinggal yasudah sekarang suruh bantu - bantu."
Dreeet... dreeet..
Dimas mengambil ponsel nya saat melihat siapa yang memanggilnya dan seketika wajah Dimas berubah menjadi datar.
" Siapa Bang? " Tanya Annisa.
Dimas memperlihatkan siapa yang memanggilnya di layar ponsel nya, lalu Annisa tersenyum ke arah Dimas.
__ADS_1
" Angkat Bang, tak ada larangan saat sedang bersama Saya Abang berbicara dengan nya karena dia juga istri Abang."