
" Pak Agus nanti turun di lapangan kan sama anak buah Bapak? " Tanya Annisa saat setelah selesai Apel Pagi.
" Iya Bu Saya bersama dengan anak buah Saya akan turun ke sekeloh - sekolah untuk memberikan arahan tentang tawuran antar pelajar yang hampir setiap hari." Jawab MP Pak Agus.
" Saya ingin setiap hari mulai jam pagi sama siang untuk di sebarkan anak buah Bapak, nanti kordinasi sama pihak sekolah karena Saya nggak Mau mendengar kabar di berita kecamatan kita dunia pendidikan siswanya selalu adu jotos."
" Siap Bu Saya mulai memberikan arahan dulu pada anak buah saya."
" Baik Pak selamat bertugas."
********
" Hati - hati Bos masalah pembangunan ini, jangan sampai bocor dan tembus laporan sama yang di atas."
" Cih.. dasar wanita itu, tapi Saya suka tipe wanita yang tegas seperti dia, tegas di luar apa lagi bila di ranjang."
Hahaha hahahaha...
" Si Bos sudah bayangkan yang tidak - tidak."
" Jelas lah, Saya akan dapatkan istri Babin itu, nggak menyangka ternyata dia menantu Bupati dan banyak yang tidak tahu tentang mereka, single di luar ternyata sudah punya pasangan."
" Bos, apa bos bisa mendapatkan nya, secara Bu Annisa bukan orang bodoh, apa dia akan bertekuk lutut? "
" Bowo Raharjo tidak pernah gagal mendapatkan apa yang di ingin kan." Ucap Pak Bowo dengan bangga nya.
Hahahahahah...
*******
" Akhirnya ketemu juga ini rumah, nggak sia - sia Saya mengikuti Dimas pulang Dinas." Ucap Siska saat dirinya setelah mengikuti Dimas pulang.
Siska pun turun dari Mobil lalu tiba - tiba memeluk tubuh Dimas dari belakang yang baru saja turun dari motor.
" Sayang."
Dimas refleks saat ada tangan yang melingkar di perutnya yang rata.
" Siska!! " Ucap Dimas kaget.
" Surprise sayang..!!! "
" Ka - kamu ngapain disini? " Tanya Dimas
" Pengen ketemu sama kamu lah sayang, kangen. " Jawab Siska manja.
" Siska please kamu sekarang pulang jangan sampai ada yang lihat. "
" Saya jauh - jauh kemari malah di suruh pergi lagi, istri kamu juga pasti pacarnya suka kesini kan? "
" Tapi nggak begini. "
" Saya Mau masuk. " Ucap Siska berjalan menuju pintu rumah.
__ADS_1
" Stop Siska, kamu pulang ya please." Ucap Dimas memohon.
" Saya penasaran sama wajah istri kamu itu, ups yang jelas mantan istri yang di gantung kayak Saya yang di gantung seperti jemuran."
" Nggak penting kamu tahu wajah dia seperti apa, sekarang kamu pulang , lebih baik kamu shopping beli barang keluaran terbaru nanti Saya transfer." Bujuk Dimas.
" Ok Saya pergi, ingat transfer. " Ucap Siska.
" Sekarang pulang ya, dan nanti janji kalau kami sudah nggak satu atap lagi kita jalan bareng lagi ok."
" Ok bye. "
" Bye. "
Dimas menghela nafas nya menatap Mobil Siska yang kini melaju meninggal kan rumah nya, dan Mobil milik Annisa pun lalu datang.
" Itu siapa? " Tanya Annisa.
" Siska." Jawab Dimas.
" Dia tahu rumah kita."
" Ngikutin saya."
" Oh..!! " Ucap Annisa yang berjalan mendahului Dimas.
" Apakah setiap wanita kalau merajuk di rayu pakai uang akan luluh? "
Pertanyaan Dimas membuat Annisa berhenti berjalan dan menoleh ke arah Dimas.
" Siska kenapa nggak terlalu cemburu ya atau kesal nya seperti apa, malah kalau marah Saya rayu suruh belanja, dan Saya transfer dia luluh."
" Pacar Abang kan dari dulu suka shopping, makan nya Bunda sama Ayah nggak suka Siska, apalagi dengan gaya nya bak sosialita."
" Apa kamu tidak suka barang branded? "
" Semua wanita suka barang branded, tapi banyak juga yang tidak mampu membeli secara finansial karena mahal."
" Kamu suka barang branded apa? " Tanya Dimas.
" Kenapa tanya, mau membelikan untuk Saya? " Jawab Annisa langsung melanjutkan langkah nya.
*******
" Terima kasih." Ucap Annisa menutup panggilan teleponnya.
Annisa lalu membuka website bank Mata, mencari kembali pendonor Mata untuk Shakira.
" Cari apa? "
Sontak kaget, Annisa langsung menutup laptop nya saat Dimas duduk di samping nya.
" Bikin kaget saja Bang." Ucap Annisa kesal.
__ADS_1
" Cari apaan sih tadi, Kaya website Bank Mata gitu? "
" Kepo." Ucap Annisa beranjak pergi meninggal kan Dimas.
" Di tanya malah pergi, nggak sopan tahu."
Annisa tidak memperdulikan Dimas, dan lebih memilih masuk kedalam Kamar nya.
*******
" Arka, kamu kapan melamar Annisa. Kalau kamu tidak melamar Annisa, Bunda akan menjodohkan kamu sama Maya anak teman Bunda."
" Bunda, Arka mencintai Annisa, dan Arka dari dulu nggak suka sama Maya."
" Nak, carilah pendamping hidup yang jelas dan pasti, jangan cari pendamping hidup yang masih terikat dengan masa lalu." Ucap Ibu Septi.
" Bund, Arka mencintai Annisa, Arka rela menunggu Annisa sampai detik ini. Bunda tahu Annisa segala - gala nya bagi Arka."
" Lantas anak nya bagaimana kalau mantan suami nya tahu, apa nggak akan rujuk?"
" Tidak bund, Dimas nggak mencintai Annisa."
" Kalau begitu kamu nikah siri Saja dulu bagaimana, sebelum mereka beres semua. Asal ada Ikatan saja. "
" Seperti nya Annisa nggak mau, kalau pun mau sejak dulu kami melakukan nya."
" Baik lah Bunda akan menunggu, tapi kalau tahun sekarang masih tetap saja terpaksa Bunda jodoh kan kamu sama Maya."
*******
" Annisa, Bunda ingin kita segera menikah kalau tahun sekarang Abang tidak bisa menikah kan kamu, Bunda menjodohkan Abang dengan wanita lain. "
" Apa ini bentuk suatu ancaman? "
" Hampir mau 5 tahun kita pacaran, hubungan yang lama seperti ini sudah harus melangkah ke jenjang yang lebih serius."
" Maaf jika Abang merasa di gantung sama Annisa, Annisa memang hanya butuh seseorang untuk mencintai Annisa, tapi jika seseorang yang mencintai Annisa itu tak sanggup untuk menunggu apa boleh buat, Annisa siap kok hidup sendiri tanpa cinta, hanya Shakira yang mencinta Annisa, begitu sebaliknya. "
******
" Shakira sayang sama Mamah? " Tanya Annisa sambil memeluk tubuh Shakira.
" Shakira sayang sama Mamah." Jawab Shakira sambil membalas pelukan Mamah nya.
" Maaf kan Mamah sayang, kalau Mamah ini bukan Mamah yang terbaik untuk Shakira, Mamah memiliki masa lalu ya tidak pantas untuk kamu tiru banyak yang di sembunyikan hingga semua orang tidak ada yang tahu."
*******
"Berita mengejutkan untuk semua warga Karangwalaya tentang anak dari Bupati Karangwalaya, siapa yang tidak menyangka, banyak yang tidak tahu tentang Putra bungsu dari Bupati Karanwalaya ini yang terkenal dengan ketampanan nya, dan siapa wanita yang beruntung menjadi istri nya selama ini di sembunyikan identitas nya. Dimas Ahmad Ibrahim anak ketiga dari Pak Ibrahim dan Ibu Riana, seorang Polisi yang berdinas di Polsek Patra, ternyata sudah memiliki seorang istri yaitu Camat Patra bernama Annisa, Camat muda ini ternyata sudah memiliki keluarga, Camat cantik ini ternyata menantu dari Bupati Karangwalaya. Tapi sayang pernikahan mereka yang di sembunyikan ini, ternyata tidak seharmonis yang di bayangkan semua orang, kisah kehidupan mereka ternyata ada sebuah cinta terlarang, dimana Dimas anak dari Bupati Karangwalaya menjalin hubungan dengan Dokter Siska yang berdinas di Puskesmas Patra, sedang kan Annisa menjalin hubungan dengan Camat Baramulya bernama Arka Mahesa."
Sebuah berita lokal memberitakan tentang Dimas dan Annisa, Pak Ibrahim sangat geram tentang pemberitaan apa yang menimpa anak dan menantu nya.
" Ali, panggil Dimas dan Annisa." Ucap Pak Ibrahim emosi.
__ADS_1
Ibu Riana yang melihat berita tersebut tiba - tiba merasakan sangat sakit di dada nya.
" Apa Ibu baik - baik saja? " Tanya Wulan Ajudan Ibu Riana.