( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
5 Tahun Yang Lalu


__ADS_3

" Bu minum dulu obatnya, biar sakit jantung Ibu tidak sering kambuh."Ucap Annisa.


" Kamu itu tidak pernah telat memberikan Obat pada Saya, padahal kamu hanya seorang Ajudan Saya. " Ucap Ibu Riana.


" Kesehatan Ibu lebih penting, apalagi kegiatan Ibu sangat padat setiap harinya."


Annisa pun lalu memberikan Obat pada Ibu Riana, lalu wanita berusia setengah abad itu masih tampak cantik dan awet muda tengah meminum Obat nya.


" Terima kasih." Ucap Ibu Riana.


" Sama- Sama Bu." Ucap Annisa.


" Annisa, kamu sudah punya pacar? "


" Saya mana ada waktu untuk pacaran."


" Masa gadis secantik kamu tidak punya pacar."


"Saya masih ingin menikmati proses yang sedang Saya jalan kan."


" Tapi kamu pasti suka lah pada sosok pria."


Ceklek....


" Bunda....!!! " Seorang pria berseragam Polisi memasuki ruangan Ibu Riana dengan memanggil sebutan Bunda lalu memeluk tubuh wanita paruh baya tersebut.


" Saya menyukai sosok pria bu." Ucap Annisa yang lalu di tatap oleh Ibu Riana dan Dimas.


" Ups.. maaf Bu. " Ucap Annisa malu lalu mundur untuk pamit.


"Saya permisi Bu. " Ucap Annisa.


" Terima kasih." Ucap Ibu Riana.


" Kamu pulang nggak bilang - bilang."


" Maaf kan Saya Bund, habis ayah Sama Bunda sibuk."


" Tapi kan bisa chat nak!! "


" Maaf Bund, oh iya Bunda Dimas mulai minggu depan Dimas akan Dinas disini jadi bisa ketemu tiap hari Sama Ayah dan Bunda."


" Alhamdulilah, Bunda senang nak kamu bisa Dinas disini, oh iya kamu sudah makan? " Ucap Ibu Riana.


" Belum Bund. " Ucap Dimas.


" Kita makan bersama."


****


Annisa berdiri di seberang meja makan sambil memperhatikan beberapa asisten rumah tangga yang sedang menata makanan di atas meja.


" Maaf Bu Saya cicipi sebentar." Ucap Annisa.


" Bagaimana rasanya? " Tanya Ibu Riana.


" Mantap. " Jawab Annisa sambil tersenyum.


Annisa pun lalu menjauhi Ibu Bupati dan anak nya yang sedang makan siang, tanpa di sadari Ibu Riana dan Dimas mencuri - curi pandang.

__ADS_1


" Tampam. " Guman Annisa dalam hati nya.


****


Dari jauh Annisa memotret Dimas yang tengah berbincang dengan Ibu Riana dan Pak Ibrahim.


" Kapan lagi bisa mengambil photo ciptaan Tuhan yang paling indah." Ucap Annisa sambil tersenyum dari balik tembok.


Ekhm....


Annisa tersontak kaget saat melihat siapa yang ada di belakangnya, dan lalu langsung menyembunyikan ponselnya.


" Sejak kapan kamu suka Sama Dimas? "Tanya Ali Ajudan Pak Ibrahim.


" Siapa yang suka." Jawab Annisa berjalan meninggalkan Ali.


" Jangan bohong, lihat CCTV pasti bukti sangat jelas kamu mencuri photo Dimas dari jauh."


" Ish.. bisanya mengancam."


Ali hanya tertawa terkekeh melihat rekan nya yang sedang jatuh Cinta pada pandangan pertama.


****


" Iya sayang, masih di rumah Ayah Bunda." Ucap Dimas saat melakukan panggilan teleponnya.


Namun saat sedang menelepon Dimas tak sengaja melihat dari pantulan cermin, Ajudan Bunda nya tengah merekam dirinya.


" Sayang, nanti di sambung lagi ya." Ucap Dimas lalu mematikan ponselnya, dan segara menoleh ke arah Annisa.


Sadar akan Dimas mengetahui aksinya dengan cepat Dimas mendekati Annisa, dan Annisa pun lalu lari berusaha menghindar. Namun langkah kaki nya kalah cepat oleh Dimas.


Pranggg


Dimas dengan kaki nya menghalangi lari Annisa hingga terjatuh tertelungkup, dan ponsel nya jatuh berserakan.


Dimas mengambil ponsel milik Annisa, lalu mengambil memori ponsel nya, dan menginjak ponsel milik Annisa hingga hancur.


" Ini hukuman buat wanita yang berani mencuri photo Saya, atau merekam saya."


" Maaf..!! " Ucap pelan Annisa pelan dengan menahan rasa sakit di lututnya.


Sedang kan Dimas pergi meninggalkan Annisa yang masih duduk di lantai.


******


" Kurang ajar sekali dia, main curi photo atau video in saya." Ucap Dimas saat melihat isi memori tersebut di sebuah laptop.


Namun tatapan matanya berhenti di Salah satu Photo Annisa saat masih menjalani Pendidikan, dan beberapa photo saat bertugas menjadi Ajudan .


" Kamu cantik, sayang bukan tipe saya. Dan saya paling tidak suka dengan perempuan yang terobsesi dengan laki - laki."


*****


" Cieee.. ponsel baru nih." Sindir Ali.


" Ponselnya hancur." Ucap Annisa kesal.


" Kok bisa? "

__ADS_1


" Bang Dimas marah saat tahu saya mengambil gambar dia. "


Hahahahaha...


" Makan nya jangan suka candid jadi orang, lagian kamu ngapain sih suka ama dia, ketinggian kamu suka Sama anak bungsu Bupati kita." Ucap Ali.


" Itu hak saya, kalau saya suka Sama dia."


" Dari cara nya juga, kalau kamu nembak dia bakalan nolak mentah - mentah."


" Mau di tolak atau nggak itu hak saya suka Sama orang, baik dia anak presiden pun." Ucap Annisa kesal beranjak meninggalkan Ali yang masih tersenyum pada dirinya.


*******


" Hari ini ada jadwal apa saja? " Tanya Ibu Riana.


" Di agenda hari ini kosong." Jawab Annisa.


" Hari ini saya bisa santai di rumah. "


" Tidak Ibu, hari ini Ibu harus menanda tangani beberapa laporan untuk kegiatan bulan depan."


" Baiklah, jadwal kosong tidak dengan pekerjaan istri dari seorang Bupati."


" Ada saat nya nanti Ibu akan santai."


Saat itu Dimas masuk ke ruangan Ibu Riana, dan Annisa menatap Dimas namun lalu menundukkan wajah nya.


" Bund, Ajudan Bunda apa tidak bisa di ganti? " Ucap Dimas dengan nada menekan dengan menatap ke arah Annisa yang sedang menundukkan Kepala nya .


" Kenapa, Annisa bagus kok. Bunda cocok tidak Salah pilih dia jadi Ajudan Bunda."


" Ajudan yang suka menguntit."


" Tidak Bu, saya bukan penguntit." Ucap Annisa membela diri.


" Bunda tahu dia mengambil beberapa photo saya dan video saya secara diam - diam. Saya tahu otak kamu, kamu posting lalu kamu jual photo Saya, kapan lagi bisa memphoto anak dari orang nomer satu di Kabupaten ini."


" Maaf..!! "


" Sudah - sudah, hanya gara - gara itu saja." Ucap Ibu Riana.


" Saya nggak suka Bund, Saya tahu kamu terobsesi Sama Saya, tapi maaf kamu bukan level saya."


Annisa menundukkan Kepala nya, merasa sangat di sudut kan hingga tak terasa dari kedua kelopak matanya menetes air Mata.


" Apa saya tidak boleh menyukai seseorang, itu hak manusia, sama seperti hal nya pada saya, itu hak saya suka, Mau tidak di balas juga nggak apa - apa, saya hanya sekedar suka tidak minta lebih."


" Jadi kamu suka sama Dimas? " Tanya Ibu Riana.


" Maaf Ibu, maaf kan kelancangan saya." Jawab Puspita.


" Ingat, kalau kamu tahu berani di belakang saya kamu Seperti tadi, saya jebloskan kamu di penjara."


" Dimas kamu nggak boleh begitu."


" Saya tidak suka saja, privasi saya di ganggu apalagi di sukai oleh Ajudan semacam kamu, bukan tipe saya."


" Bunda hanya ingin tahu, tipe kamu seperti apa?"

__ADS_1


__ADS_2