( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Sebuah Kecelakaan


__ADS_3

Tolong bagi Reader's yang baca hargai karya kalau mau menilai, bila tidak suka silahkan jangan lanjut baca....!!!! 🙏🙏🙏🙏


Mobil dari arah barat tiba - tiba melaju kencang saat Annisa sudah berada di tengah jalan, dan dengan kencang nya menerjang tubuh Annisa hingga terpental.


Braaaakkkk


Mobil terus melaju, hingga warga yang mengetahuinya berteriak bahkan melemparkan sesuatu.


" Mamah...!!! " Teriak Shakira dari dalam Restoran, Dimas dan Surya yang mendengar teriakan Shakira langsung menoleh ke arah luar kaca.


Terlihat Orang - orang berlari berkerumun menuju tubuh yang tergelatak. Dimas pun berlari keluar, Surya mengendong tubuh Shakira ikut berlari.


Mereka bertiga pun menerobos kerumunan, terlihat Annisa bersimbah darah dari kepala dan celah celana nya.


" Annisa...!!! "


Dimas memeluk tubuh Annisa dengan mengguncang kan tubuhnya.


Hiks... hiks... hiks...


" Bangun sayang hiks.. hik... " Ucap Dimas dengan isak tangis.


" Mamah... hiks... hiks... hiks... " Ucap Shakira.


Surya pun segera menelepon Ambulance, Dimas menangis histeris saat darah dari kepala keluar sangat banyak, bahkan dari celah celana darah mengalir.


*****


" Siapa suami pasien? " Tanya Suster.


" Saya sus." Jawab Dimas.


" Tolong minta tanda tangan untuk segera melakukan operasi karena terdapat keretakan di kepala nya dan untuk kandungan nya maaf pak tak bisa di selamatkan."


" Ya Allah...!!! " Dimas terduduk lemas di kursi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


Dimas pun dengan gemetar menanda tangani surat persetujuan tersebut, Shakira pun memeluk tubuh Papah nya.


" Hiks.. hiks... hiks... Mamah Pah hiks.. hiks.."


" Kita berdoa semoga mamah baik - baik Saja ya sayang,semoga operasinya lancar."


Surya pun kembali bersama Polisi saat setelah sampai di rumah sakit Surya kembali menuju ke TKP.

__ADS_1


" Dimas." Ucap Surya.


" Bagaimana Surya, sudah tahu pelakunya?" Tanya Dimas.


" Pelaku sudah di ketahui berdasarkan rekaman CCTV, terlihat ini di sengaja." Jawab Surya.


" Kami dari pihak kepolisian Pak Dimas sudah mengantongi identitasnya." Ucap Polisi.


" Siapa? " Tanya Dimas.


" Pelakunya adalah istri bapak Siska." Ucap Polisi.


Dimas mengepalkan kedua tangan nya dengan tatapan tajam kemarahan.


" Kurang aja kamu Siska, kamu memang benar - benar seperti bukan manusia." Ucap geram Dimas.


" Seperti nya niat mencelakai Annisa mendadak karena saat dirinya lewat mungkin melihat Annisa dan ide gila itu keluar." Ucap Surya.


" Saya nggak akan maaf kan dia, apa yang dia lakukan sudah membunuh anak Saya, tangkap dia sekarang beri hukuman seberat - beratnya."


******


Siska mengigit kukunya tubuhnya gemetar saat apa yang telah dia lakukan, di dalam rumah Dinas Siska berjalan bolak balik tak karuan.


" Apa dia mati? " Ucap Siska sambil berpikir.


Siska masih di landa gemetar, dan dirinya berusaha menguasai dirinya agar biasa saja.


Braakk..


Siska terperanjat kaget saat pintu rumah Dinas nya di dobrag, Dimas memasuki kamar Siska dan langsung mendorong tubuh Siska ke arah tempat tidur dengan tangan mencekik lehernya.


Hhhhkkk


" Bajingan kamu Siska, kamu harus berakhir lebih dari Annisa." Ucap Dimas marah dengan mencekik leher Siska.


" Di - Dimas le - lepasin." Siska mencoba melepaskan cekikan nya.


" Kamu harus mati."


Dimas terus mencekik leher Siska dengan sekuat tenaga, hingga Siska sulit bernapas.


" Dimas lepaskan." Ucap Surya mencoba melepaskan cekikan Dimas.

__ADS_1


" Saya mohon lepaskan, ada anak Saya yang dia kandung."


" Hah.. anak, dia menabrak istri Saya juga ada anak, malah anak yang di kandung nya meninggal dunia, Annisa keguguran. Saya nggak akan kasih ampun."


Aaaarrrghh


" Lepaskan Dimas, ingat anak sama istri kamu. Jangan kamu kotori tangan kamu untuk menghabisi nya biar dia di hukum sesuai aturan yang berlaku." Ucap Surya.


Uhuk.. uhuk.. uhuk...


Dimas melepaskan cekikan nya, lalu beberapa Anggota Polisi memasuki kamar Siska.


" Bawa dia pak." Ucap Surya.


" Surya tolong saya." Ucap Siska memohon.


" Maaf untuk ini saya tidak bisa menolong kamu." Ucap Surya.


" Kalian semua jahat, kenapa kalian membela wanita itu." Ucap Siska berteriak.


" Lepaskan... lepaskan...!! "


******


Pak Ibrahim dan Ibu Riana sudah sampai, dan bahkan mereka menyewa satu lantai untuk menantunya.


" Dimas Bunda sama Ayah sudah dengar bahwa Siska yang melakukan nya." Ucap Ibu Riana.


Dimas memeluk Bunda nya, di dalam pelukan Ibu Riana Dimas terisak menangis.


Hiks... hiks... hiks...


" Annisa Bunda."


" Ayah akan tuntut dia, agar dia mendekam lebih lama di penjara." Ucap Pak Ibrahim.


" Yang kuat nak."


****


Dimas menatap tubuh Annisa yang masih terbaring, bunyi detak dari alat EKG terdengar menggema.


" Sayang." Dimas mengecup kening Annisa dan lalu mengusap perut nya. Hatinya sangat hancur saat dirinya kehilangan calon buah hatinya.

__ADS_1


Tak terasa air mata Dimas terus keluar dari kedua kelopak matanya.


" Bagaimana Saya akan katakan kalau anak kita sudah tidak ada."


__ADS_2