
" Bergerak." Ucap Seseorang di balik Mobil yang sudah siap dengan senjata nya. Pasukan pun di kerahkan beberapa Anggota dengan persenjataan lengkap menggerebek tempat milik Pak Bowo.
Dimana para anak buah Pak Bowo di gerebek, hingga adu tembak terjadi karena perlawanan dari mereka. Teriakan pun terdengar dari para pekerja s***x komersial.
Door
Door
" Semua nya jangan bergerak." Ucap Salah satu Anggota Polisi yang mengacungkan senjata.
" Ampun.. pak..!!! " Ucap Salah satu tersangka.
" Tiarap semuanya, tangan di atas kepala."
Polisi pun menggeledah tempat tersebut hingga menemukan sebuah kamar yang di sudut ruangan dengan lampu yang tidak terlalu terang.
Terdengar suara sayup - sayup Seseorang meminta tolong, dan saat Polisi mendekat pintu yang terkunci langsung di dobrak nya.
Braakk
Terlihat tubuh mengenaskan dengan bau amis darah terlihat Arka tergeletak di lantai yang dingin, dengan luka yang hampir membusuk di sekujur tubuh nya.
" Pak Arka..!! " Ucap Polisi tersebut langsung mendekati Arka.
" Tolong kemari ada korban butuh pertolongan."
Polisi pun segera menolong Arka dengan tubuh yang mengenaskan, darah yang terus keluar dengan wajah yang sudah memucat.
" To-tolong anak ke - Kecil yang ada di rumah sakit, nya - nyawa dalam bahaya." Ucap Arka.
Polisi pun saling pandang, lalu Salah satu Polisi mendekati wajah Arka.
" Rumah sakit dimana Pak?"
" Cahaya kasih."
" Bripda Tio dan Tim sedang berada di sana." Ucap Salah satu Polisi yang mengetahui informasi tersebut.
" Aman Pak, ada di bawah Bripda Tio."
Arka Pun lalu menutup mata nya, dengan nafas yang sudah naik turun.
*****
" Mau di bawa kemana dia." Bentak Dimas saat mengetahui Annisa yang di panggul di pundak seperti karung.
Hahahahaha
" Tidak kapok juga kamu ikut campur masalah seperti ini." Ucap anak buah Pak Bowo yang sedang memanggul Annisa.
" Kalian sebentar lagi akan menikmati dingin nya sel penjara. " Ucap Dimas.
" Kancil urus Polisi itu." Ucap Pria yang memanggul tubuh Annisa.
__ADS_1
" Ok, seperti nya dia bosan hidup."
Perkelahian pun terjadi, Dimas terus memukul penjahat tersebut, hingga saling lawan dan saling banting pun terjadi.
Buugh
Buugh
Aaarrrrgghh
Dimas terkena pukulan tepat di perutnya, dengan masih menahan sakit Dimas menyerang penjahat tersebut tepat di tengah titik inti milik penjahat tersebut.
Arrrgghhh
" Mampus kamu." Ucap Dimas.
Polisi yang menyamar menjadi warga sipil pun tiba langsung meringkus anak buah Pak Bowo, Dimas pun langsung mengejar anak buah Pak Bowo yang membawa Annisa.
" Berhenti kamu, mau lari kemana? " Ucap Dimas sambil mengarahkan senjata nya.
Namun tak di hiraukan oleh nya, Dimas pun mengarahkan tembak kan nya ke kaki penjahat tersebut.
Door
Door
Arrgggh
Bruughh
" Tinggal satu Target." Ucap Dimas.
" Kami akan awasi dia, hingga acara selesai, kami jamin Pak Bowo tak akan bisa lari."
" Semua sudah beres?" Tanya Dimas.
" Sudah di atas, berdasarkan info terbaru mereka menemukan Pak Arka dalam kondisi mengenaskan."
" Apakah masih hidup? "
" Masih."
Eeeegggghh
Annisa menggeliat dengan sedikit memicingkan matanya, dan dalam kondisi tubuh yang masih di luar kendal.
" Kita bawa Ibu Annisa ke rumah sakit." Ucap Salah satu Anggota yang sedang memberikan pertolongan.
" Ah.. tolong saya." Ucap Annisa yang tanpa sadar tangan nya menarik tubuh Polisi yang berada di depan nya.
Dimas pun segera mendekati Annisa, dan menyuruh untuk pergi.
" Biar Saya yang urus Ibu Annisa." Ucap Dimas.
__ADS_1
" Baik Bang." Ucap nya lalu pergi meninggalkan Dimas dan Annisa.
" Bang, ah.. tolong Saya bang tubuh Saya panas, dan ah.. ini gatal bang bagian bawah Annisa." Ucap Annisa yang sudah tangan nya menjalar kesana kemari di tubuh Dimas.
" Kamu tahan jangan seperti ini." Bisik Dimas.
" Bang, panas ah.. gatal.. garukin." Ucap Annisa yang tanpa sadar hingga membuat wajah Dimas memerah seketika.
Lantas Dimas pun mengangkat tubuh Annisa, menggendong nya membawa keluar Annisa. Kedua tangan Annisa yang melingkar di leher Dimas dengan wajah nya yang menelusup di leher Dimas membuat si pemilik tubuh menenggang karena sepanjang jalan Annisa terus mengecup leher Dimas, dengan sesekali menggigit dan meninggalkan jejak merah.
" Annisa kontrol, Abang belum sampai mobil." Ucap Dimas yang sudah menegang di bagian bawah milik nya.
Annisa pun duduk di dalam Mobil dengan kondisi tubuh nya yang sudah tak terkontrol, Hijab yang dia kenakan pun perlahan di lepas dan membuat Dimas membelalakkan matanya, lanjut dengan tangan yang sudah membuka kancing seragam PDH yang di kenakan Annisa.
" Stop Annisa, jangan lakukan." Ucap Dimas yang menahan tangan Annisa yang sudah membuka 2 kancing seragam nya hingga memperlihatkan kedua bukit kembarnya.
" Bang..!! " Ucap Annisa dengan suara yang sensual.
" Abang bawa kamu pulang ke rumah Abang dan tidak mungkin Abang biarkan kamu begini, kamu tahu mereka memasukan kamu obat perangsang untung Abang gerak cepat.
Dimas mengancingkan seragam Annisa lalu memakaikan kembali hijab nya, namun karena jarak wajah yang begitu dekat Annisa yang sudah tak terkontrol menarik tengkuk leher Dimas di ciumnya bibir Dimas dengan rakusnya Annisa sudah menjelajahi tangan nya di tubuh Dimas.
" An - Annisa stop." Ucap Dimas sambil menahan tubuh Annisa yang terus menuntut.
" Bang.. ah.. bantu Saya Bang." Ucap Annisa yang setengah sadar.
" Abang akan bantu kamu, tolong kontrol." Ucap Dimas langsung menjalankan Mobil nya.
******
Saat sedang berbincang dengan beberapa tamu undangan Pak Bowo di datangi 5 Anggota Polisi, Pak Bowo yang sedikit terkejut dengan kedatangan mereka saat sebuah surat perintah tugas di serahkan pada Pak Bowo.
" Maaf Pak kami menangkap Bapak atas kasus korupsi, percobaan pembunuhan dan bisnis terselubung Bapak tentang prostitusi." Ucap Seorang Polisi.
" Maksud nya apa ini, jangan sembarangan menuduh." Ucap Pak Bowo di depan semua orang.
" Maaf Pak nanti Bapak bisa jelaskan di kantor Polisi."
" Tidak bisa ini pasti Salah orang atau ada orang yang akan menjatuhkan nama baik Saya pasti ini unsur politik."
" Maaf Pak kita jelaskan di sana saja." Ucap Polisi yang langsung memborgol tangan Pak Bowo.
" Lepaskan Saya tidak bersalah."
Semua warga melihat Pak Bowo yang di bawa ke Mobil Polisi dengan tangan di borgol, istri Pak Bowo Ibu Rahayu pun pingsan saat mendengar bahwa suami nya terlibat banyak kasus.
******
Dimas membawa Annisa ke kamar mandi, membiarkan Annisa di bawah guyuran air dingin mengendalikan sendiri tubuh nya.
Dimas memejamkan Mata saat Annisa melucuti pakaian nya, terdengar Annisa yang terus mendesah di bawah kucuran air dengan tangan yang menjelajahi seluruh area tubuh nya.
Dimas yang tidak tega melihat nya, dengan segera membawa handuk lalu menutupi tubuh Annisa yang hanya mengenakan ********** saja.
__ADS_1
Dimas mendekap tubuh Annisa di dalam kamar mandi, Annisa yang belum sadar pun masih terus tak bisa mengontrol tubuh nya.
" Bang.. ah.. Abang..!! "