
Annisa penuh tanda tanya saat dirinya sudah berada di depan parkiran rumah sakit, Dimas yang sudah siap keluar dari mobilnya kembali menutup pintu Mobil.
" Kita turun."
" Kita ngapain disini Bang? " Tanya Annisa.
" Kamu nanti juga tahu, jadi kamu turun saja." Jawab Dimas yang segera membuka kembali pintu Mobil nya.
Annisa dan Dimas pun berjalan beriringan di kolidor rumah sakit dan saat sampai di depan sebuah kamar rawat terlihat Tio, Dokter dan 2 orang perawat yang sedang berdiri di dalam kamar.
Annisa terkejut saat melihat sosok yang sangat dia rindukan , duduk sambil memeluk boneka Barbie dengan kedua mata di tutup Perban.
Annisa menangis dan langsung memeluk tubuh Shakira, dan gadis kecil itu akan tahu Mamah nya datang membalas pelukan Mamah nya.
" Mamah."
" Iya sayang ini mamah."
" Akhir nya Mamah datang, Shakira sudah nggak sabar lihat wajah Mamah."
" Mamah disini sayang, kamu bisa lihat wajah Mamah setelah kedua perban nya di buka."
Dokter pun lalu membuka kedua Perban yang menutupi kedua Mata Shakira, satu per satu perban pun telah lepas.
" Sekarang Shakira buka perlahan Mata nya." Ucap Dokter Mata yang menangani Shakira.
Shakira pun membuka perlahan kedua mata nya, pertama kali yang Shakira rasa kan adalah silau cahaya dan samar - samar beberapa orang berdiri di depan nya.
Shakira menoleh ke kanan terlihat sosok wanita cantik dengan Mata yang berkaca - kaca, dengan senyum mengembang.
" Mamah..!! "
Annisa langsung memeluk tubuh Shakira, tangis Annisa kembali pecah, tangis bahagia karena Shakira bisa melihat.
Hiks... hiks... hiks...
" Ini Mamah sayang."
" Mamah, Shakira akhir nya bisa melihat Mamah."
" Alhamdulilah akhir nya kamu bisa melihat, sekarang kamu akan bisa melihat matahari terbit setiap hari, besok kita akan lihat Matahari terbit sayang."
Shakira menatap ke arah semua orang yang berdiri, Shakira mencari sosok selama ini yang selalu ada di samping nya.
" Mamah Papah mana? " Tanya Shakira.
" Papah?" Jawab Shakira.
Dimas tersenyum lalu mendekati Annisa dan Shakira, namun senyum nya menghilang saat Shakira menanyakan nya bukan dirinya.
" Papah Arka."
" Papah Arka nggak bisa kesini, nanti kalau sudah selesai urusan nya kamu akan bertemu sama Papah Arka sayang." Ucap Annisa sambil memegang kedua pipi Shakira.
__ADS_1
Lalu Shakira menatap pria yang ada di samping Mamah nya, tatapan Pria tersebut seakan tatapan yang penuh arti.
" Mamah itu siapa? " Tanya Shakira.
Annisa pun menoleh ke arah Dimas yang tepat berdiri di samping nya.
" Sayang, kamu kan pernah bilang bila sudah bisa melihat ingin melihat sosok yang selama ini Shakira tak tahu, dan hanya suara pun tak apa, lihat dari jauh pun tak apa. Sekarang kamu nggak perlu lihat dari jauh atau pun hanya mendengar suara nya saja, dia adalah Papah kamu sayang Papah Dimas."
Shakira menatap Dimas mulai dari ujung rambut hingga ujung kepala, Dimas tersenyum ke arah Shakira dan mencoba meraih tubuh Shakira namun Shakira menghindar.
" Kenapa Papah baru datang hari ini? "
Deg
Dimas tersontak seakan tubuh nya tertusuk beberapa anak tombak, Dimas terdiam mematung seakan mulut nya terkunci.
" Sayang, kamu mungkin nggak tahu cerita yang sebenarnya bukan berarti Papah baru datang sekarang."
" Shakira tahu Mamah sedih terus setiap hari, karena Papah jahat sudah membuat Mamah menangis setiap hari."
" Maaf kan Papah Shakira." Ucap Dimas.
Shakira menatap tajam wajah Dimas, seakan menelisik sesuatu pada diri Dimas.
" Om yang menolong Shakira kemarin? " Ucap Shakira yang mencoba mengingat.
" Iya sayang ini Papah."
*****
" Abang tak sengaja mengecek kembali riwayat chat Arka, pertama kali Abang tahu di Tim penyidik pemberantas korupsi. Disitu di mulai Abang cari tahu sosok Shakira, dan di temukan riwayat website Bank Mata seperti kamu saat itu Abang tahu, dan alamat sebuah rumah sakit. Ternyata kabur nya Arka itu untuk mengoperasi Shakira, dia sangat sayang sama Shakira pantas saja yang Shakira cari adalah Arka, Saya hanya nomer sekian."
" Maaf kan saya Bang, Shakira jadi membenci Abang."
" Kamu nggak Salah, memang Abang yang Salah. Abang yang membuat kamu dan Shakira menderita." Ucap Dimas yang penuh penyesalan.
" Bang Arka dimana sekarang? " Tanya Annisa.
******
Annisa menangis saat melihat tubuh Arka yang terluka dan terbaring lemah, Arka mengusap punggung Annisa saat memeluk tubuhnya.
" Sudah jangan menangis , Abang baik - baik saja."
Hiks... hiks... hiks..
" Abang kenapa lakukan semuanya untuk Shakira, kenapa Abang juga terlibat masalah ini." Ucap Annisa.
Hiks... hiks... hiks...
" Maaf kan Abang."
" Abang tahu Shakira mencari Abang, dia ingin lihat wajah Abang."
__ADS_1
" Shakira sudah di operasi?"
" Iya Bang Shakira sudah di operasi kedua mata nya, terima kasih Bang apa yang Abang lakukan untuk Shakira. "
" Tidak perlu berterima kasih Abang sangat menyayangi Shakira seperti anak Abang sendiri." Ucap Arka.
Dimas memandang pemandangan yang membuat nya sakit, lalu Dimas pun memutuskan keluar dari kamar rawat Arka.
*****
" Seandainya saya dulu tidak seperti itu pada Annisa mungkin Shakira akan lebih dekat dengan Saya, dan bermanja dengan Papahnya. Sekarang Shakira saja tidak Mau dekat dengan saya dan terlihat Annisa pun sangat mencintai Arka begitu pun Shakira." Ucap Dimas dalam hati sambil
Dimas pun menutup pintu kamar rawat Arka lalu melangkah kan kakinya meninggalkan rumah sakit.
******
" Maksud nya kamu apa Dimas? " Ucap Pak Ibrahim.
" Anak Dimas sama Annisa masih hidup Ayah Bunda." Ucap Dimas.
" Kalau benar kenapa Annisa menyembunyikan nya." Ucap Ibu Riana.
" Semua karena Dimas, Annisa takut kalau Dimas tak mengakui nya." Ucap Dimas.
" Siapa nama cucu Ayah sama Bunda? " Tanya Pak Ibrahim.
" Shakira Annisa Dimas Ibrahim dia usia 4 tahun , baru saja operasi kedua mata nya. Dia buta sejak kecil." Jawab Dimas.
" Ya Allah Annisa, kamu menyembunyikan semuanya dari kami." Ucap Pak Ibrahim.
" Sekarang di rawat dimana Shakira?" Tanya Ibu Riana.
" Rumah sakit Cahaya Harapan."
******
" Mamah Shakira Mau buah itu apa nama nya?" Tunjuk Shakira saat melihat aneka buah di atas nakas.
" Yang mana sayang? " Tanya Annisa.
" Ini." Jawab Shakira sambil menunjuk buah warna kuning.
"Yang ini buah jeruk Sayang."
" Mau Mamah."
Shakira pun memakan buah jeruk yang di kupas Annisa, senyum gadis kecil ini tak berhenti di depan Mamah nya, rasa bahagia terpancar jelas kedua nya.
Terdengar suara riuh di luar, hingga suara itu mendekat di depan kamar Shakira.
" Mamah itu apa ramai? "
" Nggak tahu sayang."
__ADS_1
Pintu kamar rawat pun terbuka, Annisa dan Shakira melihat Ibu Riana, Pak Ibrahim dan Dimas masuk ke dalam kamar rawat bersama dua Ajudan Ibu Riana dan Pak Ibrahim.
" Cucu Nenek...!!! "