
" Pah Shakira lapar."
" Shakira mau makan apa?" Tanya Dimas.
" Makan di luar gimana? " Jawab Shakira kembali bertanya.
" Boleh mau makan dimana?"
" Sambil jalan - jalan ke Mall ya."
" Ok kita nge mall."
" Kalau begitu Shakira ganti baju dulu ya Pah."
" Papah juga siap - siap dulu."
*******
" Annisa."
Annisa pun menoleh saat yang memanggil dirinya, dan tersenyum pada sosok pria yang sama mengenakan seragam ASN.
" Surya."
" Baru ketemu lagi, gimana sehat?"
" Alhamdulillah sehat, dan sudah nggak sakit lagi walau masih tahap pemulihan."
" Alhamdulillah syukurlah, hidup itu jangan di bayangi oleh masa lalu yang suram, hidup itu harus membayangi masa - masa yang indah."
" Kamu sendiri bagaimana, sudah Ada pendamping?" Tanya Annisa.
" Belum, masih belum memikirkan kesana dulu."
" Kemarin Saya menemui Siska, dia kurus dan nggak seperti dulu.'
" Bagi Saya Siska itu hanya lewat Saya nggak mau berurusan dengan wanita seperti dia."
" Saya kasihan sama dia, karena sekarang dia sendirian nggak ada orang yang peduli lagi sama dia."
" Dia harus tanggung sendiri karena ini juga ulah dia jadi pantas dia menerima nya." Ucap Surya.
" Apa kamu saat itu benar cinta atau hanya karena tanggung jawab?"
" Tanggung jawab ,cinta itu belum ada, Saya akan belajar di saat Saya belajar mencintainya malah dia seperti itu."
" Kalau kamu nikah jangan lupa undang saya."
" Pasti Annisa kamu nomer satu dalam daftar undangan."
******
" Kenyang nggak? " Dimas duduk bersandar di salah satu Resto di dalam Mall.
__ADS_1
" Kenyang Pah, perut sudah nggak nampung." Ucap Shakira.
" Sama nih, tadi benar - benar nikmat banget makanan nya."
" Sayang mamah nggak ikut."
" Nanti kalau Papah Sama Mamah libur kita bertiga jalan - jalan lagi." Ucap Dimas.
" Pah, Shakira mau Shopping."
" Mau belanja apa?"
" Beli mainan sama baju."
" Yuk kita shopping."
Shakira dan Dimas pun memasuki toko mainan, Shakira membeli banyak mainan hingga satu troly penuh.
" Sayang mainan nya masih kurang nggak?" Tanya Dimas.
" Sudah pah ini sudah banyak."
" Kita ke kasir."
Saat sedang mengantri di kasir, seorang anak kecil sepantaran dengan Shakira menyapanya.
" Shakira. "
Shakira menoleh, dan menatap gadis yang sama seusianya.
Shakira mengingat nya, karena saat itu Shakira tak mengetahui wajah Megi saat itu masih buta.
" Kamu sudah bisa melihat?" Tanya Megi.
" Iya Saya sudah bisa melihat." Jawab Shakira.
" Itu Papah tiri kamu? " Tunjuk Megi pada Dimas.
" Bukan ini Papah kandung saya." Ucap Shakira.
" Megi sini sayang mainannya." Ucap wanita yang bersama Megi.
" Mommy, ini Shakira teman Megi waktu di panti."
" Hi sayang, sama siapa kamu? "Tanya Mamah angkat Megi.
" Sama Papah Tante." Jawab Shakira.
Dimas pun melemparkan senyumannya pada orang tua angkat Megi. Orang tua angkat Megi membayar mainan yang di beli Megi, lalu mereka berpisah.
" Dadadah Shakira." Ucap Megi.
" Dadadah..!! " Balas Shakira.
__ADS_1
" Itu teman kamu sayang?" Tanya Dimas.
" Iya Papah, dia di adopsi." Jawab Shakira.
******
Annisa mencoba menghubungi Dimas namun tak di angkat, dan Asisten rumah tangga nya datang sambil membawa minuman dingin untuk Annisa.
" Bi Bapak sama Shakira tahu nggak kemana?" Tanya Annisa.
" Tadi nya bilang ke Bibi mau makan di luar." Jawab nya.
" Makan di luar kok belum pulang sampai mau maghrib." Ucap Annisa setengah kesal.
Lalu terdengar suara Mobil memasuki garasi, dan Annisa langsung berjalan menuju arah pintu depan menyambut suami dan anaknya.
Mata Annisa membulat lebar saat bagasi penuh dengan belanjaan mulai dari 10 paper bag dan aneka mainan milik Shakira.
" Astaghfirullah Papah, ini satu mall Papah borong semua? " Tanya Annisa.
" Kenapa sih Mah, kita baru pulang sudah di kasih pertanyaan, bikinin Papah kopi dulu dong terus Shakira suruh langsung mandi." Jawab Dimas sambil meletakkan belanjaan nya.
Annisa hanya mendengus kesal, dan membawa Shakira langsung ke kamar mandi.
" Kamu di ajak kemana sama Papah?" Tanya Annisa sambil melepaskan pakaian Shakira.
" Tadi nya ingin makan di luar, terus sekalian jalan - jalan ke mall beli baju sama mainan." Jawab Shakira.
Annisa pun lalu menuju ke dapur membuat kopi untuk Dimas, kopi hitam kesukaan nya.
" Pah, kalau manjain Shakira jangan berlebihan. Itu mainan nanti ke buang kalau dia sudah besar." Ucap Annisa sambil duduk di samping Dimas.
" Nggak apa - apa Mah, kan bisa buat calon dede bayi, mau kan hamil lagi?" Ucap Dimas sambil menoel pipi Annisa.
" Annisa masih trauma Bang."
" Abang mengerti, kalau kamu sudah siap hamil lagi bilang sama Abang."
" Kalau misal nggak ketahuan langsung hamil bagaimana Bang?"
" Ya nggak apa - apa, itu rejeki kita sayang."
" Maaf ya Bang."
" Nggak apa - apa sayang, Abang akan tunggu kamu siap." Dimas mengecup kening Annisa, ada rasa sedih saat dirinya menginginkan Annisa hamil kembali, namun di samping itu Dimas sadar Annisa memiliki gangguan kejiwaan nya yang masih belum terlalu pulih, dan masih dalam pengawasan Dokter.
Karya Baru...!!!
Jangan lupa mampir ya di karya ke 7, I love You Om Tentara kasih dukungan jadikan Favorite di rak baca Readers, tinggalkan jejak klik Like, kasih hadiah, vote dan nilai ⭐⭐⭐⭐⭐.
Semoga suka untuk karya baru nya 🥰🥰🥰
__ADS_1
I love you....
Salam Sahabat Puspa... 🥰🥰🥰