( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Di Balik Perasaan


__ADS_3

Dimas menatap Annisa yang akan memasuki mobilnya, lalu Dimas mengejar Annisa menuju mobilnya dan ikut masuk ke dalam mobil milik Annisa.


" Bang Dimas ngapain masuk? " Tanya Annisa kaget.


Dimas menyerah kan Pil ko*******si pada Annisa, seketika mata Annisa membulat sempurna dan langsung mengambil Pil tersebut pada Dimas.


" Untuk apa Pil itu? " Tanya Dimas dengan nada tinggi.


" Untuk saya minum lah terus untuk apa." Jawab Annisa dengan santai.


" Apa kamu takut hamil kejadian yang kemarin?"


" Jelaslah Saya takut hamil, apalagi tanpa Ayah."


" Apa kamu pikir Saya nggak akan tanggung jawab kalau kamu hamil hah..!!! "


" Memang nya kalau Saya hamil Abang akan tanggung jawab, menikahi Saya gitu jadi kan Saya istri kedua begitu? "


" Yang jelas Saya akan tanggung jawab, dan kamu buang Pil itu." Ucap Dimas sambil merampas Pil tersebut lalu di bukan ya kemasan tersebut dengan saling berebut di dalam mobil hingga pil jatuh berserakan di dalam mobil.


" Jangan konsumsi ini, bila pun jadi saya akan tanggung jawab." Ucap Dimas menatap tajam ke arah Annisa.


" Saya akan gugurkan."


" Kamu bilang apa?? "


" Saya akan gugurkan."


Dimas menarik tengkuk leher Annisa dan mencium kasar bibir Annisa, dengan menggigit sangat keras hingga berdarah. Dengan sekuat tenaga Annisa mendorong tubuh, dan menampar wajahnya.


Plaaakk


" Brengsek kamu, apa kamu pikir Saya hanya seorang pemuas untuk kamu." Bentak Annisa sambil mengusap bibir nya yang berdarah.


" Mulut kamu harus di jaga, sekali lagi kalau tahu kamu hamil dan kamu hilangkan nyawanya Saya nggak akan maafkan kamu."


" Keluar Bang dari mobil saya."


" Kamu mengusir Abang? "


" Ini mobil saya, hak saya mengusir Abang."


Dimas melihat karena ulahnya, darah di bibir Annisa masih menetes hingga terlihat agak bengkak.


" Maaf." Ucap Dimas yang akan menyentuh bibir Annisa namun tangan Dimas di tepisnya.


" Cepat keluar Bang!!! "


******


Aaawwww


Annisa mengoles salep di bibir nya yang terluka dan sedikit bengkak, rasa kesal pun terpancar hingga di dalam hati Annisa mengumpat Dimas.


" Dasar cowok nggak tahu diri main gigit bibir."


Saat sedang mengoles salep Bi Asih melihat Annisa yang sambil meringis sakit.


" Ibu kenapa itu bibir bengkak? " Tanya Bi Asih.


" Eh anu eh itu Bi nggak sengaja Saya jatuh hingga kena bibir berdarah." Jawab Annisa gugup.

__ADS_1


" Tubuh Ibu nggak apa - ala, atau perlu saya pijat? "


" Nggak bi nggak usah terima kasih hanya bibir nya Saya yang luka."


" Gara - gara bang Dimas." Ucap Annisa kesal dalam hati.


*******


" Ayah semenjak Dimas menikah, Annisa sama Shakira jarang kemari." Ucap Ibu Riana.


" Mungkin Annisa sibuk." Ucap pak Ibrahim.


" Sesibuk nya dia pasti kemari untuk menjenguk kita, sedangkan menantu kita yang sekarang boro - boro."


" Mungkin alasan Annisa nggak kesini karena dia bukan bagian dari keluarga kita lagi."


" Bisa jadi Ayah, Bunda kasihan Sama anak itu."


*******


" Kalau benar Annisa nanti hamil bagaimana, Saya akan tanggung jawab walau dia menolak Saya akan paksa untuk menikah dengan saya." Ucap pelan Dimas di ruang kerjanya.


" Siska."


Aaarrrgggh


" Kenapa juga Saya bisa terjebak menikah dengan dia, tak ada pilihan lain saat itu Saya harus menikahi Siska."


Flashback On


" Tolong Dimas, apa kamu nggak punya hati melihat Siska terbaring seperti itu, apa kamu tega melihat dia hampir merenggang nyawa. Dia sangat mencintai kamu, dari dulu dia selalu sabar menunggu kamu, walau mamah sering bilang carilah pria lain, jangan terlalu berharap sama Dimas, tapi dia tetap setia ingin sama kamu."


" Tolong kabulkan keinginannya, jangan gagalkan pernikahan kalian."


Flashback Off


Dimas bersandar pada kursinya lalu memejamkan matanya, tak sadar karena melamun kedua pelipisnya merasakan sebuah pijatan.


" Siska." Ucap Dimas membuka kedua matanya.


" Capek ya? " Ucap Siska sambil memijat kedua pelipis suaminya.


" Kamu nggak bilang mau kesini."


" Kejutan, ingin makan siang bersama."


" Mau makan siang dimana?"


" Dimana saja yang penting sama kamu."


******


" Mamah kenapa ini? " Tanya Shakira sambil memegang bibir Annisa.


Aaawww


" Perih sayang."


" Sakit ya Mah? "


" Sakit sayang."

__ADS_1


" Mah, nanti ulang tahun ajak Papah? "


" Kita ulang tahun seperti biasa Saja, merayakan berdua. Dari dulu kan kita selalu merayakan berdua."


" Shakira ingin ulang tahun sekarang berbeda Mah, ingin merasakan tidak hanya dengan Mamah tapi sama Papah "


" Nanti Mamah bicara sama Papah kamu."


" Makasih mah."


****


" Kamu ingin jauh kan Shakira sama Dimas di saat anak kamu sudah memulai menerima Papah nya. " Ucap Ibu Wita.


" Saya nggak mau Bu, selalu di cap orang ketiga. Saya hadir di tengah - tengah meraka merubah semuanya hanya sekejap."


" Kamu bukanlah orang ketiga, kamu bukan sebagai pembawa masalah. Ini takdir cara kalian saling mencintai, apa kamu masih tetap benci sama Dimas?"


Annisa diam dan menatap lurus ke arah taman melihat anak - anak panti berlari kesana kemari."


" Saya nggak menyangka harus merasakan pernikahan yang seperti ini, sudah cerai terasa masih belum bercerai."


******


Di balik selimut saling bergulat, namun entah mengapa hanya wajah Annisa yang Dimas bayangkan, hingga di akhir puncak nya dalam hati Dimas hanya menyebut nama Annisa.


Dimas tersenyum ke arah Siska saat sama mencapai puncak, Dimas pun beralih berbaring di samping Siska.


" Semoga saja cepat hadir kamu nak di perut Mamah." Ucap Siska sambil mengusap perut nya yang rata.


Dimas melirik ke arah Siska yang sedang bahagia walau terlihat raut wajah yang sangat lelah.


" Maafkan Saya Siska, entah mengapa bayangkan Annisa selalu hadir di saat kita melakukannya. Maafkan suami kamu ini tak bisa mencintai kamu dengan tulus." Ucap Dimas dalam hati nya.


******


" Annisa sering ke rumah Bunda? " Tanya Arka.


" Sejak Bunda pindah baru sekali dia berkunjung." Jawab Ibu Septi.


" Annisa sudah satu minggu ini tak kemari Bund."


" Kenapa kamu merasakan kehilangan, bukan nya itu mau nya kamu."


" Bunda memang benar ini memang keinginan saya."


" Annisa bukan jodoh kamu, kita mengenal dia adalah hal yang paling indah."


" Annisa akan Saya simpan di hati ini, karena dia adalah wanita yang sudah membuat hidup Arka berwarna."


*******


Ibu Wita melihat anak - anak berkerumun, lantas Ibu Wita berlari menuju kerumunan tersebut. Saat Ibu Wita sampai terlihat tubuh Shakira kejang - kejang dengan tangan yang kaku dan bibir yang berdarah karena tergigit sendiri.


" Ya Allah Shakira. " Ucap Ibu Wita panik lalu dengan segera menolong Shakira.


" Cepat sadar nak. " Ucap Ibu Wita sambil mencoba membuka mulut Shakira agar melepas gigitan di bibir nya.


Dimas datang melihat beberapa anak - anak berkumpul, dan terlihat pengurus panti pun berlari.


" Shakira..!!! " Ucap Dimas panik saat mendekati ternyata Shakira kejang - kejang.

__ADS_1


__ADS_2