
4 bulan setelah kejadian itu, kini Annisa sudah beraktifitas kembali. Perannya sebagai seorang Camat, dan Ibu rumah tangga di lalui oleh Annisa setiap hari dengan bahagia.
kini Annisa telah resmi menjadi istri Dimas di atas hukum Negara, Setelah Dimas resmi menceraikan Siska.
" Nanti malam Abang piket, nggak pulang tidur di rumah Dinas? " Tanya Annisa sambil mengancing seragam suami nya.
" Iya, nggak mungkin suami kamu harus bolak balik." Jawab Dimas.
" Sarapan dulu."
" Abang kenyang Yank, taruh saja di Box makanan. Abang ingin minum kopi saja."
" Kenyang makan apa, dari semalam nggak makan nasi."
" Perut Abang benar - benar kenyang, kopi saja sama biskuit sediain." Ucap Dimas sambil berjalan keluar.
Annisa pun ke dapur membuat kopi hitam kesukaan Dimas, dan membawa nya ke meja makan. Terlihat Shakira yang sedang sarapan nasi gorengnya sambil menikmati menonton kartun di ponsel mamah nya.
" Shakira makan nya yang betul, sudah jam berapa jangan lihat in film terus." Tegur Dimas.
" Iya papah." Ucap Shakira yang langsung melanjutkan sarapan nya.
Dimas pun mengambil ponsel Annisa dan memberikan nya pada Annisa, yang kini duduk di sampingnya.
" Kalau sedang sarapan anak jangan di kasih ponsel mah, nanti bikin terlambat." Ucap Dimas.
" Iya Pah."
*****
Seperti biasa Dimas mengantar Shakira ke sekolah nya, yang tepat berada di depan kantor kecamatan.
" Belajar yang giat, jangan nakal." Dimas mencium kening Shakira, lalu Shakira mencium punggung tangan Papah nya.
" Ok Papah."
" Anak pintar, sekarang Papah mau berangkat Dinas malam ini nggak pulang, Papah tidur di rumah Dinas."
Ada seutas kekecewaan di wajah putri kecilnya, dan Dimas pun tahu lalu memegang kedua tangan Shakira.
" Sayang, Papah kan Dinas nya jauh nggak mungkin papah harus pulang pergi sedangkan nanti malam Papah piket. Besok Papah lepas, kita punya waktu bersama."
Shakira menyunggingkan senyumannya, dan mengalungkan kedua tangan nya di saat Dimas berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Shakira.
__ADS_1
" Besok pagi Papah pulang? " Tanya Shakira.
" Iya sayang, besok pagi Papah pulang." Jawab Dimas.
Banyak para Ibu - Ibu yang melihat momen antara anak dan ayah , mereka saling berbisik melihat Polisi tampan yang perhatian.
******
" Pak MP ada kerja sama dengan Polsek Pamasah, untuk mengadakan rajia pelajar yang bolos di jam sekolah. Dan di curigai banyak pengguna obat terlarang di kalangan anak sekolah. Dan surat tembusan dari Polres sudah turun." Ucap Annisa sambil menyerahkan surat perintah tersebut.
" Baik Bu nanti Saya kerahkan Anggota Satpol PP nya."
" Masing - masing wilayah 5 Anggota POL PP saja karena nanti ada Anggota dari kepolisian juga."
" Siap Bu."
Annisa pun mengecek berkas yang akan di tanda tangani, dan beberapa surat undangan rapat.
" Sehari rapat sampai 2 kali."
******
Annisa duduk menunggu di ruang besuk, dan setelah sekian lama tak bertemu wajah wanita yang kini terlihat tak terawat dan kurus berjalan mendekati Annisa.
" Ada apa kamu kemari, mau mengejek bahwa kamu menang." Jawab Siska.
" Saya hanya ingin berkunjung saja, dan Saya bawakan makanan dari luar mungkin kamu sudah lama tak makan - makanan ini."
" Jangan sok perhatian, Saya ini penjahat atau jangan - jangan makanan itu ada racunnya agar Saya cepat mati."
" Astaghfirullah Siska, Saya datang kemari tulus. Dan Saya datang kemari hanya sebagai dari istri Bang Dimas menemui mantan istrinya. Dan Saya disini hanya mengingat kan kamu, saat seperti ini bertaubatlah, renungi kesalahan kamu, belajar dari kesalahan ini."
" Jangan suka kasih ceramah sama Saya, disini Saya sudah di kasih hukuman yang lama. Seumur hidup, dan Saya juga sudah merasakan bagaimana kehilangan anak, dan di tinggal oleh orang tersayang. Kamu boleh tertawa sekarang, kedatangan kamu kemari suatu penghinaan." Ucap Siska emosi.
" Baiklah, kalau kamu beranggapan seperti itu. Setidaknya kamu terima makanan ini, dan kesalahan kamu saya maaf kan,Saya permisi." Ucap Annisa lalu pergi meninggal kan Siska.
Mata Siska berkaca - kaca saat menatap punggung Annisa, tangis nya pecah saat itu juga.
Hiks... hiks.. hiks...
" Kenapa kamu tidak memusuhi Saya, kenapa kamu begitu baik sama Saya hiks... hiks...."
******
__ADS_1
Tok... Tok.. Tok...
Annisa membuka pintu rumah saat terlihat pukul 6 pagi Dimas pulang, ciuman pagi mendarat di bibir dan kening Annisa.
" Shakira masih tidur?" Tanya Dimas.
" Masih Bang." Jawab Annisa.
Dimas melepaskan seragam nya dan meletakkan di keranjang laundry lalu menuju kamar mandi.
Annisa pun menyiapkan sarapan pagi untuk suami nya, berupa Roti bakar dan segelas susu hangat.
Dimas pun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dan sudah disiapkan kaos dan celana pendek rumahan untuk dirinya.
" Bang sarapan dulu."
" Iya."
Dimas menikmati sarapan pagi nya roti bakar dan susu putih hangat, sambil mengecek ponsel nya.
" Bang kemarin Saya besuk Siska di Rutan."
Dimas menaruh ponsel nya di atas meja makan lalu menatap ke arah Annisa.
" Buat apa kamu besuk Siska, pembunuh seperti dia pantas di jauhi."
" Saya hanya ingin besuk dia, dan mencoba mengajak nya berteman tapi dia menganggap Saya mengejeknya."
" Sayang, Siska itu walau di hukum seumur hidup juga dia nggak akan berubah, bukti nya kamu kesana adakah sambutan yang baik dari nya, nggak ada kan. Sudah lah jangan sok - sok an baik di depan musuh, dia itu sudah membuat kamu hampir mati dan calon anak kita pergi untuk selamanya dan satu membuat kamu depresi. Tapi dia juga kena karma anaknya juga meninggal dunia." Ucap Dimas kesal.
" Saya hanya ingin bicara antara mantan istri dan istri sah saja, dan untuk intropeksi diri saja itu tujuan Saya Bang, dan Saya memaafkan nya makan nya Saya kesana."
" Mulai sekarang kamu jangan besuk Siska lagi, biar lah dia di jauhi karena dia pantas di perlakukan seperti itu."
" Tapi Bang.. "
" Cukup Annisa, Abang tidak ingin kamu ke Sana lagi untuk membesuk Siska. Abang nggak mau dengar lagi cerita tentang Siska mau sakit atau meninggal dunia Abang sudah nggak mau tahu."
Annisa hanya diam dan menundukkan wajah nya saat suami nya melarang untuk menemui Siska.
" Kamu harus nurut apa yang di ucap kan oleh suami kamu, jangan pernah membantah perintah suami."
" Baik Bang, Annisa janji nggak akan menemui Siska lagi."
__ADS_1