
🌸🌸🌸🌸🌸
Cinta kadang membuat bingung, namun kadang membuat indah. Cinta ini memang tulus namun terbalas tapi terhalang. Cinta ini memang buta, tak berwarna namun bisa di rasa kan.
🌸🌸🌸🌸🌸
" Tadi suara ponsel bunyi dari siapa? " Tanya Dimas yang baru keluar dari kamar mandi.
" Itu suara ponsel saya yank, tipe ponsel kita kan sama nada dering nya juga sama." Jawab Siska.
Dimas pun mengambil ponselnya dan memeriksa nya dan tak ada satu pun panggilan atau pesan masuk.
" Ehm.. yank boleh saya tanya? "
" Tanya apa? "
" Apa kamu sudah kasih tahu tentang pernikahan kita pada Annisa. ? "
" Belum, nanti saya akan kasih tahu."
" Cepatlah kasih tahu, saya nggak mau rumah tangga kita ada orang ketiga."
" Jangan khawatir Annisa bukan tipe seperti itu."
" Bagus lah kalau begitu."
" Saya harap kamu terima Shakira, dia anak saya darah daging saya."
Flashback on
Dreeet.... dreeet....
Siska mendengar bunyi ponsel milik Dimas, ponsel itu tak berhenti berbunyi. Siska pun mengambil nya dan ternyata Annisa memanggil. Dengan rasa kesal Siska mengangkat telepon tersebut namun mati.
" Ngapain dia hubungi suami saya?" Ucap Siska dan keluar lah ide liciknya. Siska pun menghapus riwayat panggilan tersebut, dan mengirimi pesan pada Annisa dengan mencari di galeri milik Dimas photo - photo saat akad nikah nya.
Saya sudah menikah, jangan hubungi Saya lagi. kita sudah memiliki kehidupan masing - masing, bilang sama Shakira juga.
Pesan pun terkirim, selang beberapa detik pesan tersebut di baca. Seutas senyum kemenangan pun terlihat pada wajah Siska, dan dengan segera menghapus riwayat pengiriman pesan.
Saat akan menaruh ponsel nya terlihat photo Shakira dan Annisa di Wallpaper milik Dimas, hati Siska di bakar api cemburu.
Flashback Off
" Yank, bisa tidak Wallpaper nya di ganti, dan hapus semua yang ada di ponsel photo - photo Annisa dan Shakira, kalau hanya Shakira saya maklumi kalau ada Annisa saya marah."
******
Annisa langsung menghapus pesan tersebut, lalu memblok nomer ponsel Dimas.
" Sayang mulai sekarang kalau Papah nggak kesini kamu jangan tanya ya." Ucap Annisa.
" Kenapa Mah? " Tanya Shakira.
" Papah kan sibuk, jadi kamu jangan ganggu Papah." Jawab Annisa dengan beralasan.
" Iya Mah."
" Saat anak kamu mengakui kamu papah nya, kamu malah milih menjauh Bang, dan menyuruh kita pergi jauh. Dan kamu sudah menikah, memang benar apa yang saya takuti terjadi, inilah alasan kenapa saya ingin menyembunyikan Shakira dari kamu." Ucap Annisa dalam hati.
******
__ADS_1
" Sekarang kamu tinggal sama saya di rumah ini, kamu istri saya sekarang jadi tidak usah tinggal di rumah dinas." Ucap Dimas saat sampai bersama Siska dari rumah sakit.
" Kamu nggak ada pembantu Dimas? " Tanya Ibu Iren.
" Nggak ada Mah." Jawab Dimas.
" Mamah akan carikan pembantu, Siska kan sibuk nggak mungkin dia akan melakukan pekerjaan rumah tangga."
" Kan bisa bagi sama Dimas mah, Dimas ingin Siska yang masakin buat Dimas boleh ada pembantu untuk bantu nyapu, ngepel bahkan nyuci."
" Pokoknya Siska nggak boleh masak, dia nggak boleh turun ke dapur nggak bisa masak dia."
" Kamu nggak bisa masak? " Tanya Dimas.
" Iya sayang, terus kalau masak tangan saya kasar." Jawab Siska dengan nada manja.
" Apa harus pembantu? "
" Iya, jadi yang mengerjakan semua nya pembantu." Ucap Siska.
*******
" Put tolong kamu berikan KGB saya, bulan 5 kenaikan gaji berkala." Ucap Annisa yang menyerah kan berkas nya.
" Baik Bu, oh iya Bu besok ada acara Sambut pisah Kapolsek Patra ibu dapat undangan." Ucap Putri sambil menyerahkan surat undangan dari Polsek Patra.
Annisa pun membaca Undangan tersebut, lalu melipatnya kembali.
" Nanti saya hadir, bilang sama Pak Sekmat Eko semua nya untuk besok di handle sama dia terutama ada tamu dari Universitas Mahardika Pak Sekmat Eko yang temui."
" Baik Bu nanti saya beritahu beliau."
******
" Annisa kenapa nggak aktif, ganti nomer apa."
" Bang ada paket untuk Abang." Ucap Junior Dimas.
" Oh ya." Dimas pun berjalan menemui kurir yang mengantar Paket.
" Paket nya Pak." Ucap Kurir tersebut.
" Makasih mas." Ucap Dimas.
" Sama - sama."
Dimas pun membuka paket nya, senyum nya mengembang saat melihat beberapa pakaian untuk Shakira.
" Yang kemarin pesan? " Tanya Tio.
" Iya lucu ya." Jawab Dimas.
" Anak kamu pasti suka."
" Pasti soalnya ini bagus banget bahannya juga adem."
" Siska bagaimana tentang Shakira, kamu sudah dekat kan Siska sama Shakira? "
" Belum."
" Dekat kan dia sama Siska."
__ADS_1
" Shakira saja masih belum dekat sama saya , dengan kasih pakaian mungkin ini cara awal saya deketin Shakira."
" Itu harus hubungan anak dan Ayah itu sangat erat. "
*******
" Shakira suka? " Tanya Dimas saat bertemu dengan Shakira di Panti.
" Suka." Jawab Shakira.
" Shakira bilang apa sama Papah? "
" Makasih Papah."
" Apa sayang, sekali lagi."
" Makasih Papah."
Dimas langsung memeluk Shakira, rasa bahagia pun terpancar di wajah Dimas. Putri kecil nya akhirnya memanggil nya Papah , panggilan yang selama ini dia inginkan."
"Sama - sama sayang." Ucap Dimas sambil mencium pucuk kepala Shakira.
" Shakira coba ya Pah."
Shakira pun memasuki kamar nya dan Dimas menunggu di ruang tamu sambil menatap punggung putri nya memasuki kamar nya.
Annisa pun datang membawa berbagai macam makanan ringan saat Dimas sedang duduk, Dimas tersenyum ke arah Annisa dan Annisa hanya diam langsung menaruh kantong kresek nya di atas meja tamu.
" Ngapain Abang kemari? " Tanya Annisa ketus.
" Nengok Shakira." Jawab Dimas.
" Masih anggap anak, kemarin bilang jangan ganggu kamu lagi saya mau pun Shakira kini malah Abang yang kesini."
" Kapan Abang bilang begitu, Abang saja belum hubungi kamu."
" Oh.. berarti jangan - jangan kemarin itu Siska istri kamu yang kirim pesan?"
" Siska? "
" Selamat Bang atas pernikahan nya semoga Sakinah, Mawadah dan Warohmah."
" Siska kirim pakai nomer siapa? "
" Nomer kamu lah Bang, benar kata Siska kami harus menjauh dari Abang kami hanya orang ketiga untuk kalian sekarang."
" Shakira anak saya, jangan pernah jauh kan saya sama Shakira."
" Papah lihat. " Shakira berlari kecil menuju ke arah Dimas.
" Wah cantik sayang." Ucap Dimas melihat Shakira memakai baju baru dari nya.
" Mamah lihat deh ini dari papah bagus nggak?" Shakira menunjuk kan baju yang di pakai nya.
" Cantik sayang." Ucap Annisa.
" Makasih Pah." Ucap Annisa kembali.
" Sama - sama Mah." Balas Dimas.
Mereka pun pura - pura bahagia di depan Shakira, layaknya sebuah keluarga yang utuh saling tertawa dan bercanda di depan Shakira.
__ADS_1
" Alangkah bahagia nya kalau kebahagiaan yang saya lihat itu adalah nyata." Ucap Ibu Wita dari balik pintu.