
" Mah rumah Papah sudah laku di jual." Ucap Dimas.
" Loh kok cepat pah? " Tanya Annisa.
" Rumah di beli sama Bang Tubagus." Jawab Dimas.
" Di bayar berapa? "
" Tiga Ratus Lima puluh juta."
" Loh kok murah, nggak nyampe lima ratus juta sih. " Ucap Annisa kesal.
" Mah, jual rumah itu lama, apalagi lima ratus juta, itu saja teman sendiri coba kalau orang lain tawar menawar dulu, jadi apa nggak nya. Untung saat Abang cerita di group dia mau bayar cash."
" Terus uang nya mana? " Tanya Annisa.
" Di rekening Papah." Jawab Dimas.
" Beli mobil baru ya, mobil yang mamah pakai sudah bosan." Ucap Annisa sambil bergelayut manja.
" Ini ngidam atau mau meras suami hah..!! "
" Ini anak kamu Bang yang minta."
" Anak kita ya sayang yang minta." Ucap Dimas sambil tersenyum kecut.
" Istri minta mobil saja nggak boleh." Ucap Annisa cemberut.
" Mah kalau ujung - ujung nya minta mobil jangan jual rumah dong, tinggal bilang saja Pah beli mobil baru nanti suami kamu ini akan belikan kok."
" Kalau jual rumah itu kan, saya nggak mau lihat kenangan kamu sama Siska Bang, nanti saya kesana bayangin nya saat kalian enak - enak gitu." Ucap Annisa.
" Astaghfirullah Annisa, Ya Allah otak kamu yank. " Dimas menggelengkan kepalanya.
" Kamu tuh ya ampun." Dimas mengusap wajahnya dengan kasar.
Annisa hanya diam sambil mengusap perut nya yang sudah tampak kelihatan.
__ADS_1
" Ya udah Abang nggak mau bahas masalah rumah dan uang nya, sekarang Mamah mau mobil apa, nanti kita beli sekarang langsung ke showroom mobil."
" Yank benar sayang, sekarang? " Ucap Annisa dengan mata berbinar.
" Nggak tahun depan." Ucap Dimas.
" Ish Abang."
" Yaiya Mamah sekarang."
" Yeeeeeee makasih Papah sayang."
Muuuaaachhh
Mmmuuuuuuaaaach
Annisa menciumi wajah Dimas, sehingga membuat tubuh Dimas menegang.
" Mamah kamu sudah membuat yang bawah berdiri."
Annisa tertawa dan langsung berlari meninggalkan Dimas, begitu melihat istri nya lari Dimas mengejar Annisa hingga berakhir di dalam kamar.
" Terima kasih Pak, nanti kami urus surat - suratnya." Ucap Sales Mobil.
" Sama -sama Mas." Ucap Dimas.
Annisa bahagia, memiliki mobil baru yang dia inginkan dan langsung mencoba nya.
" Pah makasih ya." Ucap Annisa
" Sama - sama sayang, kalau Mamah suka Papah juga senang."
*****
" Abang lepas hari ini? " Tanya Annisa saat sedang bersiap - siap untuk pergi Dinas.
" Abang nggak lepas, pakai baju preman mau penggrebegan tersangka curanmor." Jawab Dimas.
__ADS_1
" Oh kirain lepas."
" Mah, papah berangkat dulu."
Annisa pun mencium punggung tangan Dimas, lalu Dimas mengecup kening dan bibir Annisa.
" Abang pulang nya kalau masih sempat mau nengok Shakira di rumah Bunda, tadi Bunda telepon dia berantem lagi sama Lucky."
" Itu anak nggak ada akur - akurnya sama Abang nya." Ucap Annisa.
" Mba Meli sih minta Lucky di bawa lagi saja, kembali sekolah di sana biar Lucky sama pengasuhnya lagi tapi Bunda ngelarang dari pada anak semuanya sama pengasuh mending di asuh sama Bunda, kebetulan Shakira di sekolah kan di sana karena kamu hamilnya agak rewel, jadi Bunda sama Ayah senang rumah ramai anak - anak." Ucap Dimas.
" Sekali ramai berantem ya Bang." Ucap Annisa sambil tertawa.
" Iya." Dimas pun ikut tertawa.
******
" Haduh.. Shakira Lucky sudah jangan berantem terus, ini rumah sudah kayak kapal pecah." Ucap Ibu Riana yang mendengar pertengkaran Shakira dan Lucky.
Ajudan Ibu Riana, Wulan pun mencoba memisahkan Shakira dan Lucky yang sedang saling menjambak rambut. Sehingga Ali ikut membantu saat Pak Ibrahim baru sampai dari Dinas luar.
" Abang nakal..!! " Teriak Shakira.
" Kamu yang nakal..!! " Teriak Lucky.
" Shakira aduin ke papah kalau Abang Lucky suka nakalin Shakira."
" Nggak takut, laporkan saja."
Aaarrrrgggh
" Sudah ya Shakira Lucky." Ucap Wulan sambil mencoba melerai.
" Wulan enaknya kita siram saja." Ucap Ali.
" Jangan...!! " Ucap Shakira, Lucky dan Wulan. Sontak perkelahian Shakira dan Lucky berakhir.
__ADS_1
" Haduh tahu cara nya memisahkan kalian seperti itu, tadi nggak usah sampai mengeluarkan semua tenaga dalam." Ucap Ali.