
" Mamah...!! "
" Sayang..!!! " Annisa mengecup kedua pipi Putri kecil nya yang menatap lurus dengan seutas senyuman.
" Shakira kangen Mamah."
" Malam ini, Mamah tidur sama Shakira."
Shakira tersenyum dan menganggukkan Kepala nya, lalu Shakira meraba mencari sesuatu.
" Kamu cari apa nak? "
" Lukisan Shakira."
Annisa mencari apa yang di cari Shakira, ternyata di atas meja belajar Shakira terlihat sebuah lukisan.
" Kamu cari ini sayang? " Tanya Annisa sambil menuntun tangan Shakira meraih lukisan nya.
" Benar ini Mah, Shakira kasih ini untuk Mamah."
Annisa melihat lukisan Putri kecil nya yang sangat berbakat melukis walau mata nya tak bisa melihat, dengan imaginasi yang tinggi Shakira melakukan hasil karyanya.
Terlihat sebuah lukisan antara dirinya dan Shakira.
" Bagus sayang, mamah suka."
" Shakira lukis wajah Mamah, entah mirip atau tidak yang jelas Mamah pasti cantik."
" Cantikan kamu sayang, makasih ya nak."
" Mah, tahu nggak impian Shakira dulu itu sampai sekarang ingin melihat matahari terbit, apa Mamah suatu saat nanti bisa mengabulkan nya? "
" Mamah janji Sayang, mamah akan wujudkan impian kamu kalau sudah menemukan donor Mata yang cocok.
" Shakira ingin di peluk sama Mamah malam ini."
Annisa pun memeluk tubuh mungil gadis kecil nya, yang kini tumbuh sehat walau ada kekurangan pada penglihatannya.
******
" Shakira. " Sapa Arka .
Shakira tersenyum saat suara yang sangat dia hafal menyapa nya.
" Papah Arka."
Arka menggendong Shakira lalu mencium kedua pipi Shakira, dan Shakira membalas mencium kedua pipi Arka.
" Shakira kangen papah ya? "
" Shakira kangen papah Arka, papah tahu nggak? "
" Apa sayang? "
" Tadi malam Shakira tidur sama Mamah, Shakira senang banget."
Arka melirik ke arah Annisa yang juga menatap kedua nya, lalu Arka duduk di samping Annisa sambil memangku Shakira.
" Shakira mau nggak kita kalau Mamah sama Papah tinggal sama - sama nggak di Panti lagi?" Tanya Arka sambil melirik ke arah Annisa.
" Mau.. !!! " Ucap Shakira penuh semangat.
" Lihat Mah, anak kamu. Mamah nya selalu terus membuat Papah Arka menunggu." Sindir Arka.
Annisa hanya tersenyum kecut saat mendengar apa yang di katakan Arka.
__ADS_1
Arka membawa Shakira untuk bergabung dengan teman - teman sebayanya.
" Shakira bahagia sekali, walau dengan keterbatasan nya. " Ucap Arka.
" Anak itu adalah penyemangat hidup Saya Bang, Saya akan mendidik dan membesarkan nya hingga Saya menua nanti."
" Saya sayang sama Shakira, sudah Saya anggap dia adalah anak Saya sendiri. Jadi cepat lah kamu proses, agar Shakira bisa tinggal bersama kedua orang tua nya tidak di Panti kamu sembunyikan dia dari Dimas."
" Posisi ini Bang yang sulit."
" Mau sampai kapan kamu akan hidup seperti ini terus, Dimas sudah memiliki kekasih, kamu sudah memiliki Saya, Bunda selalu menanyakan kapan Saya melamar kamu."
" Maaf kan Saya Bang, kalau Saya selalu menggantung hubungan kita yang sudah 4 tahun."
" Saya menerima kamu apa adanya, menerima Shakira juga."
*****
" Baru pulang kamu? " Sapa Dimas.
" Sudah tahu tanya." Ucap Annisa.
" Kamu pulang sendiri, nggak di antar sama Arka? "
" Pulang sendiri, tadi sudah ketemu di Panti."
" Hati - hati ada Paparazi."
Annisa mendengus kesal, lalu langsung menaiki anak tangga tanpa memperdulikan Dimas.
******
" Oh.. jadi ini rumah Ibu Camat. "
Annisa kaget saat melihat Pak Bowo berada di rumah nya bersama Dimas.
" Bapak mengikuti Saya ya? " Tanya Annisa kesal.
Hahahahah..
" Dunia memang benar sempit, kita tetanggaan Bu , itu rumah Saya tepat di depan rumah Ibu. Rumah itu milik istri ke 3 saya."
" Terus setelah Bapak tahu mau apa? "
" Saya hanya kecewa karena wanita yang di sukai sudah menikah, padahal kurang nya apa saya di banding kan dengan Pak Babin."
" Yang jelas, dia lebih baik dari pada anda, yang kemaruk akan pasangan hidup."
" Mereka mau karena uang Saya, lihat saja istri - istri Saya mereka hanya ingin uang selain kenikmatan."
" Sekarang Bapak sudah tahu kan, jadi jangan dekati saya."
Hahahahah..
" Saya tidak akan pernah mundur karena kamu harus Saya miliki."
" Sssst.. dasar pria stres. " Ucap Annisa langsung memasuki Mobil nya.
******
Puspita meninjau beberapa Desa yang sedang tahap proses pembangunan, baru 30 persen pembangunan itu di mulai.
" Pak mandor disini siapa? " Tanya Annisa saat terjun ke lapangan bersama anak buah nya.
" Saya kenapa Bu? " Tanya seorang pria yang memakai helm.
__ADS_1
" Kamu mandor disini? " Tanya Annisa.
" Benar Bu, ada masalah? " Tanya nya kembali.
" Ini pasirnya jelek sekalian, dan lihat kerangka nya hanya seperti itu saja." Protes Annisa.
" Maaf Bu, Saya yang disini mempunyai kuasa, jadi saya yang tahu untuk bahan - bahan nya."
" Ok Saya mengerti, tapi ini sangat jelek dan standar bangunannya ini tidak akan lama, dan ingat standar nya suatu saat kalau tahu ada kecurangan kamu bisa kena."
Saat Annisa mengatakan kunjungan, Dimas sebagai Babinsa di Desa Patra pun turut hadir di lokasi, dan melihat perdebatan antara Annisa dan sang mandor.
" Ada apa? " Tanya Dimas.
" Lihat Pasir jelek, rangka nya asal saja, padahal anggaran untuk membangun gedung ini besar
loh hampir satu milyar, ini bisa terjerat kasus korupsi."
Dimas pun memeriksa pasir dan beberapa bahan bangunan lain nya.
" Ini benar Pak, ini nggak standar."
" Bapak ini jangan macam - macam ya, karena semua nya Saya yang tahu." Bentak Mandor tersebut.
" Saya bicara Fakta, bukan bohong." Ucap Dimas tak kalah emosi.
" Sudah Bang, kita tindak lanjuti di belakang, kita cari bukti." Ucap Annisa.
******
" Tolong selidiki tentang pembangunan di Desa Patra dan awasi Kepala Desa nya." Ucap Annisa.
" Saya akan selidiki Bu di bantu sama Pak Dimas." Ucap Pak Eko.
" Saya minta tolong sama Pak Dimas untuk masalah ini, kita kerja diam - diam jangan sampai ketahuan."
" Dari pihak kepolisian akan siap membantu." Ucap Dimas.
******
" Bang, Pak Bowo tahu kita suami istri."
" Kok bisa? "
" Dia datangi rumah kita, rumah pas depan rumah kita itu adalah milik istri mudanya."
" Dia masih terobsesi sama kamu? "
" Saya kok jadi ngeri ya Mas."
" Asal kamu menghindar saja, dan hati - hati kalau nggak ada Mas dia datang jangan kamu ladeni."
" Saya nggak habis pikir orang seperti dia kayak gitu."
" Namanya juga orang doyan nikah, istri orang juga di embat seperti istri ke 2 nya, termasuk kamu."
" Saya jadi takut sendiri."
" Jadi kamu mau tinggal dimana? "
" Sementara kita satu atap saja, lama - lama status kita akan terbongkar."
" Kalau sampai publik tahu, Saya nggak bisa bayangkan sikap Siska sama Kamu."
" Kenapa Abang nggak bilang itu Saya, tidak Seperti Saya Abang tahu Arka."
__ADS_1
" Karena Saya nggak mau dia suatu saat menyakiti kamu."