( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Sebuah Kenangan Indah


__ADS_3

Hiks... hiks...hiks..


Terlihat Ibu Septi yang di peluk Annisa menangis di depan pusara makam Arka, dan Pa muklis Pun wakil Bupati dan sebagai Ayah dari Arka pun tampak bersedih atas kepergian Putranya.


Shakira pun menangis di pelukan Dimas saat tubuh Arka sudah tertutup oleh tanah, dan bertabur bunga.


" Selamat jalan Arka, selamat jalan nak tunggu Bunda sayang hiks.. hiks.. "


Annisa mengusap punggung Ibu Septi, Annisa pun tak hentinya menangis.


" Bang Arka sudah tidak merasakan sakit lagi Bund, Bang Arka sudah bahagia disana." Ucap Annisa.


" Annisa maaf kan kesalahan Arka ya nak."


" Dari dulu Bang Arka tidak pernah memiliki kesalahan Bunda, dari dulu Bang Arka selalu baik pada Annisa, semoga surga tempat Bang Arka dan di ampuni segala dosa - dosanya." Ucap Annisa.


" Ini hukuman, ini teguran apa yang pernah Arka lakukan hiks.. hiks... "


" Bukan Bunda, ini bukan teguran ini sudah takdir, dan Annisa yakin Allah sudah memaafkan segala kesalahan Abang, dan Abang pun menyesal. Bunda harus tahu, saat detik - detik terakhir Abang tidak merasakan sakit wajah nya cerah, tersenyum Bunda dan Annisa yakin Abang bahagia disana, kita berdoa Surga tempat nya."


" Annisa hiks.. hiks... "


" Maaf kan Ayah nak." Ucap Pak Muklis.


***


" Maaf Ibu Bapak Saya Ridwan dari Rutan dimana Pak Arka di tahan, kami turut berduka cita." Ucap Ridwan.


" Terima kasih Pak. " Ucap Pak Muklis.


" Begini Saya kemari mencari yang namanya mba Annisa, maaf yang mana ya? "


" Saya Pak kenapa? " Ucap Annisa.


Ridwan pun memberikan sebuah Diary warna cokelat, dan Annisa menerima Diary itu.


" Dari teman satu sel Pak Arka menemukan ini, dan kata teman Pak Arka beliau sering menulis disini bahkan Buku Diary ini sudah menemani nya 15 tahun lebih saat beliau masih pendidikan di Pendidikan Dalam Negeri."


" Terima kasih Pak."


" Sama - sama Bu."


******


Sesampainya di rumah Annisa pun langsung masuk kedalam kamar nya membuka Diary yang dulu pernah Annisa kasih saat masih pendidikan . Annisa tersenyum saat melihat photo diri nya dan Arka saat sama - sama masih menjadi Praja. Arka adalah kakak satu tingkat di atas Annisa.


Hiks.. hiks.. hiks...


Dimas melihat Annisa menangis saat memandang Buku Diary tersebut, Dimas yang paham memilih meninggalkan Annisa di kamar.


" Saya nggak menyangka Bang, kamu masih menyimpan nya."


Flashback On


Saat pesiar Annisa bersama teman - teman nya memasuki toko Buku, dimana mereka mencari Buku yang menarik untuk di baca.


Annisa pun berencana membelikan kado untuk Arka yang saat itu akan ulang tahun.


" Kayak nya bagus deh." Annisa mengambil Diary warna cokelat tersebut.


" Diary nya bagus." Ucap teman Annisa.


" Untuk kado." Ucap Annisa.


" Buat siapa? "


" Bang Arka."


" Kalian dekat? "


" Kita kan memang dekat."


" Kenapa nggak pacaran? "

__ADS_1


" Kita teman."


" Masa? "


" Ya sudah kalau nggak percaya." Ucap Annisa meninggalkan teman nya.


Setelah kembali dari pesiar, Annisa menunggu Arka di taman kampus, saat itu Arka mencuri waktu saat diri nya sedang mengerjakan tugas nya.


" Ada apa kalau ketahuan kita di hukum." Ucap Arka.


" Annisa juga ijin bilang nya ke toliet."


Annisa memberikan sebuah Diary yang di ikat dengan pita warna putih.


" Selamat ulang tahun."


" Makasih." Ucap Arka sambil tersenyum."


" Udah Sana masuk." Ucap Annisa.


" Annisa, bulan depan Abang mulai PKL dan Abang dapat nya di wilayah ujung bagian Barat."


" Kita bakalan kangen." Ucap Annisa.


" Sebelum berangkat, mau kan kamu jadi pacar Abang? "


Annisa menundukkan kepalanya, dan menggelengkan kepalanya.


" Ok sudah ke 10 kali Abang nembak kamu tapi di tolak, tapi Abang nggak akan menyerah untuk dapatkan hati kamu."


" Annisa nggak ada rasa sama Abang, hanya memiliki rasa sayang sebagai sahabat, jawaban ini sudah yang ke 10 kalinya." Ucap Annisa.


" Nggak apa - apa Suatu saat kamu akan Saya dapatkan. Dah ya Abang masuk dulu, makasih cantik." Arka pun berlari meninggalkan Annisa.


Flashback Off


" ternyata Abang masih menyimpan Diary ini, bahkan sampai menutup mata pun kini Diary masih ada dan Abang kembali kan dengan rangkaian kata cerita.


Annisa pun membuka lembaran Diary tersebut, dengan sambutan kata.


Selamanya


Hi.. Diary


Lucu juga ya.. 😃


Saya cowok nulis di Diary.


Ehmm.. tapi Diary ini special bagi saya, karena di hadiah kan sama orang yang special.


Diary..


Kamu akan ku tulis kisah - kisah besar Saya dengan Annisa.


Annisa pun membuka lembaran berikutnya.


Hi.. Diary


Hari ini Saya sedih, akan berpisah dengan Annisa, kita LDR an tapi entah dia sedih nggak kalau Saya akan beberapa bulan di wilayah ujung Barat. Saya akan merindukan kamu.


Annisa pun lalu membuka lembaran kertas berikutnya, dan terlihat photo saat wisuda Arka bersama Ibu Septi dan Pak Muklis, dan Annisa pun yang hadir membawa buket bunga.


Hi... Diary


Hari ini saya sangat bahagia, telah lulus pendidikan, dan setelah keluar dari kampus Saya mendapatkan tugas negara pertama untuk Dinas di wilayah bagian tengah, jujur berulang kali menyatakan cinta, dia selalu menolaknya.


Saya akan tetap berjuang mendapatkan nya, kamu Diary jadi saksi ya sampai cinta saya berhenti di mana berlabuhnya.


Annisa terus menangis sambil membaca satu persatu catatan Diary Arka.


Hi... Diary


Sekian lama Saya bertemu kembali dengan Annisa, dia menjabat sebagai Camat di kabupaten yang sama dengan saya, sekian lama kita LDR lewat ponsel kini bisa menatap wajah cantik nya.

__ADS_1


Tapi.... dia sudah menikah.. 😭😭😭


Dia baru katakan sekarang, sakit hati Saya...


Annisa mengingat saat pertama kali bertemu dengan Arka, pertemuan saat berada di kantor Bupati.


Annisa pun membuka lembaran catatan Diary Arka kembali.


Hi... Diary


Saya jujur sedih, rumah tangga nya tak bahagia, bahkan dia memiliki seorang anak, namun dia sudah di talak. Bahkan pernikahan nya hanya sandiwara.


Saya akan mencoba kembali, cinta yang selama ini dia tolak, Saya rela menjadi pelarian nya, Saya rela menjadi pelindungnya untuk Selamanya. Sampai dia menjadi janda, Saya rela menunggu.


Lembaran berikutnya Annisa buka, terlihat photo diri nya bersama Shakira dan Arka.


Hi.. Diary


Akhirnya cinta Saya bersambut, Saya bahagia selama penantian panjang. Saya pun mencintai Shakira, dia akan Saya anggap sebagai anak Saya sendiri, Saya bahagia....!!!


Saya memiliki mu Annisa


Annisa kembali membuka lembaran catatan Arka, yang banyak menceritakan momen besar bersama diri nya.


Hi ...Diary


Diary jujur Saya takut, dia akan kembali bersama suaminya, walau dia katakan rasa itu telah mati dan hanya mencintai Saya saja.


Tapi....


Seandainya dia kembali, Saya ikhlas karena bagaimana pun dia cinta pertama nya.


Annisa menutup Diary tersebut, tangisnya pecah tak kuat untuk membaca ya kembali namun rasa penasaran Annisa pun kembali membaca nya.


Hi... Diary


Saya melakukan kesalahan patal, mungkin kalau dia tahu pasti akan marah. Saya bukan lah Arka yang dulu karena gelap mata segala cara Saya lakukan. Maaf kan Saya Annisa. "


Annisa pun membuka kembali lembaran berikutnya saat melihat catatan yang baru dia lihat sungguh sangat membuat dadanya sesak.


Hi.. Diary


Saya pun sudah siap bila Suatu saat nanti Saya di penjara, satu yang Saya ingin bila sudah di balik jeruji lebih baik Saya tak bisa melihat indah nya dunia, Saya ingin mata ini untuk Shakira.


Annisa menangis sambil memeluk Diary tersebut, lantas membaca nya kembali.


Hi... Diary


Mungkin ini takdir, di saat ingin mengecek kesehatan untuk donor mata, Saya mengindap kanker darah stadium 2,hati Saya hancur, sedih mungkin umur tak panjang janji Saya untuk Shakira agar bisa melihat indah nya dunia, Saya akan carikan donor mata tersebut.


Annisa kembali membuka lembaran berikutnya, dan membacanya.


Hi... Diary


Maafkan Saya Annisa, Shakira Saya bawa sebelum polisi menangkap Saya, tujuan terakhir adalah mengoperasi mata Shakira dan Alhamdulilah dapat, dari seorang anak kecil yang kecelakaan dia adalah tak memiliki siapa - siapa lagi, keluarga sudah meninggal dunia.


Hi.. Diary


Shakira kini sudah dapat melihat, Saya di hukum 20 tahun dan Saya akan lepaskan kamu.


Maaf... mungkin perjuangan cinta Saya sampai disini.


Hiks.. hiks... hiks...


Annisa kembali membuka lembaran berikutnya dengan dada yang semakin sesak.


Hi... Diary


Tubuh ini sudah tak sanggup lagi menopang, mungkin ini adalah tulisan Saya yang terakhir.


Teruntuk Annisa semoga kamu baca


Sayang, terima kasih untuk 4 tahun ini kita bersama, mengisi hati kita yang sama - sama kosong. Terima kasih untuk cinta ini, cinta yang selama ini saya kejar. Kamu harus tahu, kamu adalah cinta pertama dan terakhir Saya. Hingga jantung dan nafas ini berhenti hanya kamu yang di hati.

__ADS_1


I love you Annisa, cinta ini akan Saya bawa sampai di keabadian.


*Love Arka*


__ADS_2