( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Kecewa


__ADS_3

Hiks... hiks... hiks...


Shakira terus menangis di sudut lemari, tangisnya kian keras saat Annisa dan Ibu Riana mendekati nya.


" Sayang, sudah dong jangan nangis. Papah kan ada tugas mendadak. " Ucap Annisa.


" Shakira nggak ada Papah kan, ada Nenek, Kakek, Om, Tante bahkan sepupu kamu sayang." Ucap Ibu Riana.


" Hiks.. hiks... hiks... Shakira ingin nya Papah, Shakira ingin kayak anak lain ulang tahun ada Papah nya bukan mamah. " Ucap Shakira dengan nada keras.


" Tapi Shakira tiup lilin dulu ya kasihan teman - teman Shakira menunggu, setelah tiup lilin dan potong kue Shakira boleh lanjut marah lagi."


" Shakira hanya ingin Papah."


" Iya tapi acara nya di mulai dulu."


*******


" Siska..!!! " Dimas terbangun diri nya hanya dengan berbalut dengan selimut begitu pun dengan Siska yang menutup tubuhnya setengah dada.


" Kenapa sing Yank, teriak begitu berisik." Ucap Siska.


Dimas menatap ke arah jam dinding menunjukkan jam 12 malam.


" Kamu kenapa nggak bangunin, sudah jam 12 malam, dan kamu kenapa bikin Saya begini?" Dimas segera bangun dari tempat tidur dengan cepat mengambil pakaiannya di lemari.


" Mau kemana sih, buru - buru amat sekarang kan masih malam."


" Anak saya ulang tahun 10 jam yang lalu, kamu biarkan Saya tidur lama. Kamu sengaja kan lakukan ini sama saya? " Ucap Dimas sambil memakai celana dan kaosnya.


" Memang nya tidak boleh kalau istri ingin menikmati suaminya?" Ucap Siska sambil tersenyum.


" Akh sudah lah Saya nggak Mau panjang lebar bicara sama kamu."


Flashback On


Dreeet... dreeeet..


" Assalamualaikum." Sapa Dimas sambil menyetir.


" Walaikumsalam, Yank tolong perut Saya sakit." Ucap Siska dari seberang.


" Iya Saya kesana sekarang." Ucap Dimas langsung putar arah.


Dimas pun melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Setelah sampai di rumah, Dimas dengan segera berlari masuk kedalam rumah dan menemui Siska yang hanya mengenakan pakaian tidur tipis duduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


" Siska!! "


" Sayang sudah datang." Siska turun dari tempat tidur berjalan ke arah Dimas.


" Katanya kamu sakit perutnya? "


Tangan Siska mengarahkan tangan Dimas kearah perutnya.


" Anak kamu ingin di belai sama Papah nya." Siska mengarahkan tangan Dimas untuk mengusap nya.


" Ya Allah Siska, kamu jangan bikin suami kamu panik, kesini itu Saya kebut tahu takut kamu kenapa -kenapa."


" Saya ingin bermanja, di belai sama suami. Kamu tahu kan sayang, selama ini waktu kamu kurang sama saya."


" Iya maaf, sekarang ingin nya apa, suami kamu sudah ada disini? "


Annisa menarik tangan Dimas ke atas tempat tidur dan duduk berdua.


" Kita nonton film kesukaan kita, sambil makan pop corn dan minum."


" Baik, Saya akan temani kamu demi anak kita yang mamah nya sedang ngidam."


Dimas pun sambil sesekali melirik ke arah jam dinding yang masih sekitar 2 jam lagi acara Shakira di mulai, Siska pun tahu bahwa suaminya akan memiliki acara ulang tahun Shakira karena saat itu Siska membaca pesan dari Annisa untuk membelikan sebuah kado untuk Putri mereka.


" Yank di minun dulu." Siska menyodorkan sirup ke pada Dimas.


Siska tersenyum lantas melancarkan Aksinya, membuka semua pakaian Dimas dan diri nya lalu memphoto dengan posisi Dimas mengarahkan wajah Dimas ke dada milik Siska ,saling berciuman dan lalu mengirimkan gambar tersebut ke nomer ponsel yang ada di ponsel Dimas.


Hahahahha


" Annisa suami kamu hari ini milik Saya." Siska pun tak tinggal diam, dia pun menikmati tubuh Dimas yang kini sudah di tanggalkan semua pakaian nya.


Flashback Off


Dimas memarkirkan mobilnya di rumah, dan terlihat mobil Annisa sudah terparkir di garasi. Dimas pun segera berjalan cepat sambil membawa kado yang sangat besar masuk kedalam kamar Shakira, terlihat Putri kecilnya tampak tertidur pulas namun dengan mata yang sembab.


" Maaf kan Papah sayang." Dimas mencium kedua pipi Shakira.


Dimas pun mengangkat kado tersebut di atas tempat tidur, lalu mencium kembali kedua pipi Shakira.


" Selamat ulang tahun sayang." Ucap Dimas pelan.


" Pulang juga kamu Bang."


Dimas menoleh ke arah sumber suara tersebut, Annisa berdiri di depan pintu kamar.

__ADS_1


" Sayang." Dimas berjalan ke arah Annisa yang menatap nya dengan kesal.


Plaaak


Annisa menampar pipi Dimas, lantas menampar kembali pipi nya.


Plaaaak


" Mana janji kamu Bang, Mana janji kamu yang akan hadir di pesta ulang tahun Shakira."


" Maaf tadi Abang ketiduran di rumah Abang."


" Ketiduran sambil bercinta, dengan sengaja mengirimkan photo telanjang kalian, menggelikan tahu Bang hati Saya sakit melihatnya." Annisa berjalan meninggalkan kamar Shakira dan lebih memilih duduk di sofa.


" Photo apa, Abang nggak tahu."


" Siska mengirimkan nya lewat ponsel milik Abang, Saya nggak habis pikir kamu mengabadikan momen seperti itu."


" Momen apa Annisa? " Tanya Dimas yang masih belum mengerti topik permasalahan nya.


Annisa memperlihatkan Photo tersebut, dan membuat Dimas membelakkan matanya. Lalu Annisa merogoh paksa saku celana Dimas dan mengambil ponsel nya lalu membuka galeri photo terlihat banyak Phtoto mesum dirinya bersama Siska.


" Yank, beneran Saya nggak tahu ada photo beginian."


" Apakah kurang menarik tubuh Saya untuk Abang simpan sebagai koleksi, kalau ada photo dia kenapa photo Saya nggak ada."


" Astaghfirullah Annisa, tubuh kamu bukan untuk di jadi kan koleksi di galeri ponsel milik Abang, cukup mata Abang lihat langsung tubuh kamu."


" Apa ini bagian rencana Siska untuk Abang tidak hadir di pesta ulang tahun Shakira, Abang tahu Shakira menangis Bang, dia sempat tak ingin melanjutkan acara tersebut kalau saya sama Bunda tidak merayunya."


" Maaf kan Abang, soalnya tadi panik Siska bilang sakit perut ternyata dia bohong, dan untuk yang itu Abang benar - benar nggak sadar karena saat itu yang Abang ingat hanya mengantuk berat."


" Sudah lah Bang, Saya nggak ingin bahas yang itu Abang tinggal bagaimana caranya untuk Shakira tidak marah lagi sama Abang."


*******


" Maaf kan Papah ya nak, kemarin ada tugas mendadak." Ucap Dimas berbohong.


" Tapi Papah belikan kado untuk Shakira, coba deh buka." Ucap Dimas kembali.


Shakira hanya menatap kado yang begitu sangat besar, dan lalu menundukkan kepalanya dan terdengar isak tangis nya.


" Hey sayang, kamu kenapa menangis? " Tanya Dimas sambil mengusap air mata di kedua mata Shakira.


Hiks... hiks.. hiks...

__ADS_1


" Shakira tidak butuh hadiah Papah, yang Shakira ingin Papah hadir di pesta ulang tahun Shakira, meniup lilin bersama dan mengabadikan photo bersama seperti anak - anak seumuran Shakira. Kalau seperti ini Shakira tidak jauh dari mereka yang tidak memiliki orang tua, bahkan Shakira tidak akan pernah merasakan bahagia memiliki seorang Papah. "


" Maaf kan Papah nak."


__ADS_2