( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Berusaha Untuk Selalu Ada


__ADS_3

Shakira yang di gendong Annisa menatap Arka yang memasuki Mobil dengan kawalan 2 Mobil Polisi dan beberapa Polisi yang satu Mobil dengan Arka.


Shakira menangis saat perpisahan dengan Arka, Wartawan pun meliput momen tersebut, hingga beberapa Wartawan yang teralihkan oleh Shakira yang di gendong Annisa.


Tak sadar banyak yang memotret , Dimas yang tahu langsung menyuruh Annisa masuk ke dalam Mobil nya untuk masuk.


" Maaf Pak apakah anak kecil itu anak kalian?" Tanya Seorang Wartawan.


Dimas hanya diam lalu masuk ke dalam Mobil nya, dan menjalankan nya. Dengan perlahan Mobil pun jalan mengikuti Mobil yang membawa Arka.


" Mamah Papah jangan di bawa Polisi hiks.. hiks... " Ucap Shakira yang masih menangis.


" Papah hanya akan menjalani hukuman karena nakal sayang, jadi Shakira jangan nakal." Ucap Annisa.


Dimas hanya diam fokus menyetir, dengan pandangan yang lurus tanpa melihat sedikit dua wanita yang duduk di samping nya.


" Bang, nanti kita ke kantor Polisi ya." Ucap Annisa.


" Iya."


Shakira menatap ke arah Papah nya, yang hanya diam dan fokus menatap jalanan lurus.


" Apakah Om akan bawa kita ikut Papah Arka Mah? " Tanya Shakira.


" Iya sayang." Jawab Annisa.


" Om nggak akan pisahin Shakira sama Papah Arka kan."


Ciiittttt


Mobil pun mengeram mendadak hingga Annisa melindungi Shakira agar tidak membentur dashboard.


" Bang..!! " Ucap Annisa dengan nada tinggi.


" Papah memang menyakiti hati Mamah kamu, dan Papah tidak ada niat menyakiti hati kamu Shakira. Kamu memang masih kecil, tapi kamu sudah bisa membaca semua kejadian. Papah tidak akan pernah ada niat memisahkan kamu atau Mamah kamu bersama Papah Arka."


Dimas pun melajukan kembali Mobil nya, mengejar mobil yang di depan nya yang sudah jauh. Shakira menunduk kan wajah nya, dengan memilin ujung rok nya.


" Maaf." Ucap Shakira.


Dimas tersenyum ke arah Shakira mengusap rambut panjang anak nya, sambil tangan kanannya memegang kemudi Mobil.


" Papah memang jahat nak, tapi Papah tidak akan menghalangi kebahagiaan kalian."


******


Arka pun di periksa oleh beberapa penyidik, dan pakaian nya pun berubah menjadi warna orange, Arka yang tampak pasrah dan siap menerima segala hukuman yang akan menimpa nya.


Annisa pun ikut di periksa sebagai saksi, dan atas penerimaan barang yang di hadiah kan untuk Annisa yang senilai milyaran.


Shakira duduk di samping Dimas, gadis kecil itu hanya diam sambil meminum susu kotak yang Dimas belikan.


" Om Mamah lama sekali?"


" Mamah masih di Tanya sama Polisi." Jawab Dimas.


" Mamah nggak akan di penjara kan Om?"


" Nggak sayang." Ucap Dimas.

__ADS_1


" Hmm.. Shakira, bisa nggak panggil Om Papah, yang di depan Shakira ini Papah nya Shakira." Ucap Dimas pada Shakira.


Shakira menunduk kepala nya sambil menyedot susu kotak nya yang hampir habis.


" Ok Papah nggak akan paksa Shakira untuk panggil Papah, terserah Shakira untuk saat ini." Ucap Dimas kembali sambil mengusap kepala nya.


******


" Bunda pernikahan Siska sama Dimas tinggal 5 hari lagi, sedangkan kemarin Dimas memutuskan membatalkan pernikahan ini karena pernikahan yang dulu memiliki anak. Saya nggak Mau Bunda kalau pernikahan ini batal." Ucap Siska.


" Benar jeng, saya juga nggak terima di putuskan secara sepihak. Masalah anak kan dari dulu ada Ibu nya, dan berita terlanjur sudah menyebar mau taruh di mana muka kami." Ucap Iren Mamah Siska.


" Maaf kan untuk semuanya, untuk masalah pernikahan ini biar kami yang akan bicara kan sama Dimas." Ucap Ibu Riana.


" Yah tolong sampaikan sama Dimas, hubungan yang sudah lama jangan sampai berakhir begitu saja." Ucap Ibu Iren.


" Benar kata Mamah Saya, jadi Saya mohon Bunda bilang sama Dimas. Hanya karena ada masa lalu jadi batalkan semuanya."


******


" Bang maafkan Saya tidak bisa membebaskan Bang Arka." Ucap Annisa sambil memegang tangannya.


" Kamu sudah jadi saksi mengatakan sebenarnya untuk berkata jujur Abang tak masalah. Karena memang Abang yang Salah, jadi disini Abang yang harus minta maaf." Ucap Arka.


" Annisa akan tunggu Abang walau 10 tahun, 20 tahun Annisa akan tunggu Abang."


" Nggak Annisa, jangan pernah kamu tunggu Abang, bila suatu saat ada pria yang melamar kamu terima lah dia, pria itu yang terbaik untuk kamu, tidak seperti Abang yang kini seorang napi."


" Biar lah Abang seorang napi, tapi Annisa tetap Cinta sama Abang."


" Jangan Annisa Abang mohon, jangan pernah tunggu Abang."


" Nggak Bang, Annisa tetap tunggu Abang."


" Bang...!!! "


***


Annisa mendekati Shakira yang tengah duduk bersama Dimas, Shakira memberikan sebuah senyuman kepada Annisa.


" Kita pulang Mah." Ucap Shakira.


" Kita pulang sayang." Ucap Annisa.


" Papah antar ya." Ucap Dimas.


" Nggak usah Bang,Saya ingin berdua dulu sama Shakira."


" Annisa, Abang tahu kamu sedang sedih. Kalau berkenan ijinkan Abang mengajak kamu keluar sama Shakira, menghilang kan semua masalah."


" Annisa hanya ingin bersama Shakira Bang, maaf kan Annisa."


" Baik, kalau butuh Abang hubungi Abang ya.'


" Makasih Bang."


******


" Bunda hanya ingin tahu jawaban dari mulut kamu sekarang, pernikahan kamu sama Siska 5 hari lagi Bunda ingin tahu jawaban nya apa?" Ucap Ibu Riana setengah kesal.

__ADS_1


" Dimas putuskan batal Bund, percuma lanjut pasti nggak bakalan bahagia."


" Nggak bahagia nya apa?"


" Hati Dimas ada di Annisa Bunda."


" Apakah Annisa mau menerima kamu?"


" Dimas rasa tidak Bund, hati Annisa untuk Arka."


" Apa karena ada Shakira?"


" Sebelum tahu Shakira anak Dimas, hati ini sudah mencintai Annisa."


" Bunda hanya ingin kepastian, Siska pasti kecewa, 5 hari lagi pernikahan kamu, waktu yang tidak panjang. Jadi tentukan pilihan yang mana."


******


" Maaf kan Arka Bunda." Ucap Arka pada Ibu Septi saat membesuk Arka di penjara.


" Bunda nggak menyangka kamu berbuat seperti ini, Bunda kecewa sama kamu."


" Maaf kan kesalahan Arka."


" Bunda benar - benar malu punya anak seperti kamu."


" Arka Salah bund maaf kan kesalahan Arka."


" Bunda sekarang dikucilkan sama teman dan saudara , Bunda benar - benar kecewa sama kamu."


*******


" Shakira."


Gadis kecil yang sedang bermain bersama teman - temannya itu menoleh ke arah pria yang memanggil nya.


" Papah bawa cokelat untuk kamu, papah yakin kamu mempunyai kesukaan yang sama seperti Mamah, cokelat ini Mamah kamu suka, kamu juga pasti suka." Dimas memberikan paper bag pada Shakira, dan gadis kecil itu menerima Paper bag berisi cokelat yang di berikan oleh Papahnya.


" makasih om. "


Dimas tersenyum ke arah Shakira, Putri kecil nya yang sangat cantik dan menggemaskan.


" Papah boleh main sama Shakira?"


" Om mau main apa? "


" Om ingin main ayunan sama Shakira."


Shakira pun menganggukkan kepala nya, lalu berjalan ke arah ayunan yang terdapat sebuah kursi yang saling berhadapan.


" Kenapa nggak di makan cokelatnya?"


" Shakira akan makan sama Mamah."


" Shakira sayang sama Mamah? "


" Sayang Om, Shakira sayang sama Mamah. "


" Shakira nggak sayang ya sama Papah?"

__ADS_1


" Om jahat sama Mamah."


" Biar Papah di maafkan sama Shakira, Papah harus lakukan apa?"


__ADS_2