
Dimas pun segera membawa Shakira ke rumah sakit, saat Shakira setengah sadar. Saat itu Annisa datang dan melihat Dimas menggendong Shakira dengan sangat panik.
" Shakira kenapa? " Tanya Annisa.
" Shakira kejang." Jawab Dimas.
" Shakira step."
" Kamu ikut, kita ke rumah sakit." Ucap Dimas menyerah kan Shakira pada Annisa.
Dimas pun melajukan mobil nya, menuju rumah sakit, Annisa terus mengusap bibir Shakira yang berdarah dengan kondisi yang lemas, wajah pucat dengan tubuh yang panas.
" Shakira sakit apa? " Tanya Dimas panik.
" Shakira punya riwayat Step sejak bayi kalau Demam di atas 39 derajat dia akan kejang - kejang, matanya hingga buta karena saraf matanya kena karena demam tinggi yang sering kejang, dan dengan virus yang masuk ke dalam tubuh nya saat itu." Jawab Annisa.
" Ya Allah sayang, maaf kan Papah nak saat itu Papah tidak ada di samping kamu." Ucap Dimas sambil mengusap wajah Shakira.
" Seperti nya demam nya nggak ke pantau dan sakit nya nggak di rasa namanya anak - anak kalau sudah main ya sudah."
Mobil pun sampai di rumah sakit, Annisa dan Dimas membawa Shakira ke IGD. Dokter jaga pun segera menangani Shakira, dengan langsung menyuntikkan obat melalui selang infus.
Bibir Shakira yang luka pun di obati, Shakira menangis saat obat di olesi di bibir nya. Dimas pun memeluk sayang Shakira, saat Putri kecilnya menangis karena sakit.
*****
Shakira tertidur saat sudah berada di kamar rawat, demam nya pun sudah mulai turun.
" Apa Shakira kecil sering keluar masuk rumah sakit? " Tanya Dimas sambil membelai rambutnya.
" Iya, Shakira sering di rawat. Saat matanya yang kena hati Saya sakit menangis ingat Dokter memvonis Shakira buta, Shakira yang tadinya bisa melihat tiba - tiba gelap dia menangis karena serasa tak ada orang di sekelilingnya. " Jawab Annisa dengan mata yang berkaca - kaca.
Dimas meraih tangan Annisa, menggenggam kedua tangan Annisa, tak kuasa menahan tangis Annisa menangis di depan Dimas.
" Maaf kan kesalahan Abang selalu membuat kamu menangis dan gara - gara Abang kamu mengurus Shakira sendiri. "
Hiks... hiks.. hiks....
Dimas memeluk tubuh Annisa, tangis Annisa pecah di dekapan Dimas. Tangan Annisa pun membalas pelukan Dimas.
" Maafkan Abang ya, dan Abang minta tolong jangan pisahkan Abang sama Shakira."
******
" Dari mana kamu Yank? " Tanya Siska.
" Abis besuk teman di rumah sakit." Jawab Dimas bohong.
" Teman siapa?"
" Kamu nggak kenal dia Dinas di Polres."
" Makan dulu Yank Saya sudah siapkan semuanya."
" Kayak nya makan di luar Saja, ini mau keluar lagi. Teman yang sakit kasihan nggak ada yang nunggu."
Dimas memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, Siska mengambil seragam Dimas yang tercecer di depan pintu kamar mandi.
Saat akan menaruh ke keranjang laundry, Siska mencium Perfume yang tidak khas di hidungnya, Perfume wanita yang beraroma lembut.
" Perfume siapa ini? "
Dimas pun sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya dengan wajah yang masih menetes air.
__ADS_1
" Yank, wangi Perfume siapa? " Tanya Siska sambil menunjuk seragam milik Dimas.
" Oh itu, Perfume perempuan yang sempat Saya tolong saat pingsan di Jalan." Jawab Dimas santai.
" Benar nggak bohong? "
" Kamu curiga itu milik Annisa, iya kan curiga?"
" Maaf Yank, Saya takut kamu di belakang main serong sama Annisa."
" Percaya sama suami kamu, kalau kamu banyak curiga rumah tangga kita nggak akan bertahan lama."
*****
" Papah."
" Gimana sayang, sudah mendingan?" Tanya Dimas sambil memegang dahi Shakira.
" Demam nya sudah turun." Jawab Annisa.
" Papah temenin Shakira di sini?"
" Iya sayang, oh iya Shakira sudah makan?"
" Sudah Pah itu." Tunjuk Shakira ke arah nakas.
" Mamah nya sudah makan belum, Abang bawakan nasi padang."
" Boleh Bang." Ucap Annisa.
Dimas pun membuka bungkus nasi padang lalu menyerahkan pada Annisa, dan Annisa pun makan nasi padang bersama Dimas.
****
Annisa pun turun dari ranjang, dan terlihat Dimas yang sudah tertidur pulas di sofa panjang. Annisa memberikan selimut untuk Dimas, dan menatap wajah Dimas yang tengah tertidur pulas.
" Apakah Siska tahu Bang kamu disini, bagaimana kalau kenyataan nya benar dia tahu. Ini yang Saya takutkan Bang." Ucap Annisa dalam hati.
Annisa pun tidur di sofa depan Dimas, tidur sambil meringkuk di atas sofa tunggal. Dimas pun membuka matanya dirinya pura - pura tertidur lelap. Dimas melihat Annisa tertidur, wajah lelah dan guratan kesedihan terpancar terlihat di wajahnya.
****
" Bagaimana Dok? " Tanya Dimas saat seorang Dokter anak memeriksa Shakira.
" Demam nya sudah turun, bisa boleh pulang hari ini juga." Jawab Dokter anak.
" Alhamdulilah." Ucap Dimas dan Annisa.
" Nanti Saya tuliskan resepnya dulu ya."
Dokter pun keluar kamar rawat Shakira, Annisa dan Dimas tersenyum bahagia melihat Shakira telah sembuh dari sakit nya.
" Sayang yang sehat - sehat ya anaknya Papah." Ucap Dimas sambil mencium kening Shakira.
" Papah malam ini menginap lagi kan sama Shakira? "
" Sayang Papah nggak bisa terus menerus menginap sayang. Karena Papah sibuk, Papah kan Polisi jadi nggak bisa diam di rumah." Ucap Annisa.
" Gitu ya Mah." Ucap Shakira kecewa.
" Maaf kan Papah sayang, tapi Papah janji setiap hari Papah menemui kamu."
******
__ADS_1
Siska memasuki halaman Polsek, kedatangan nya pun di Sambut oleh Tio.
" Suami Saya ada di dalam? " Tanya Siska.
" Dimas nggak lihat dari pagi." Jawab Tio.
" Mungkin masih di rumah sakit ya, katanya teman dari Polres sakit dia yang tungguin."
" Teman dari Polres? " Ucap Tio berfikir.
" Iya benar Dimas sedang ada di rumah sakit, dia sudah ijin sama saya." Ucap Kapolsek Patra Tubagus.
" Ya sudah makasih Pak sudah kasih tahu." Ucap Siska.
" Panggil Abang Saja, kita sedang nggak formal karena Saya, Tio dan Dimas sahabatan." Ucap Bang Tubagus.
***
" Abang memang tahu Dimas kemana? " Tanya Tio.
" Kamu nggak tahu Dimas Saja, kamu baca chat group genk sengklek nggak? "
" Saya dari tadi kemarin nggak pegang ponsel tahu sendiri istri Saya Bang lagi cemburu berat sama Saya gara - gara ada tetangga yang selingkuh dia jadi was - was sama saya."
" Dia sedang bersama Annisa, anak nya sakit masuk rumah sakit." Ucap Bang Tubagus.
" Serius Bang, aduh Saya kok ketinggalan berita."
******
" Tolong berhenti. "
Mobil yang di kendarai Siska pun berhenti saat beberapa warga menghentikan mobil nya.
" Ada apa Pak? "Tanya Siska.
" Tolong ada yang kecelakaan." Ucap salah satu warga.
Siska pun turun, dan mendekati korban kecelakaan tersebut.
" Tabrak lari?" Tanya Siska.
" Iya."
" Saya Dokter biar biar Saya periksa."
Siska pun mengecek kondisi korban, yang sudah tak sadarkan diri.
" Nafasnya lemah, dan kita harus mengehentikan pendarahannya, saya minta Kain dan kita harus segera bawa ke rumah sakit, tolong dua orang warga menemani saya."
Siska pun mengikat kepala korban tersebut untuk mengurangi darah yang keluar, dan beberapa warga memasukan korban kecelakaan tersebut masuk ke dalam Mobil nya.
*******
" Sudah beres bang Administrasinya? "
" Sudah, kita pulang."
Dimas pun menggendong Shakira, dan Annisa membawa tas pakaian milik Shakira. Mereka pun berjalan berjalan beriringan. Saat itu di berpapasan dengan perawat yang mendorong brankar, terlihat Siska ikut berada di belakang brankar tersebut bersama dengan 2 warga.
Siska pun berhenti, begitu pun dengan Annisa dan Dimas yang menggendong Shakira.
" Jadi ini teman dari Polres yang di rawat."
__ADS_1