( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Kita Sekarang Berbeda


__ADS_3

" Hari ini Saya Arka melamar kekasih pujaan hati Saya, di depan semua orang yang hadir. Apakah kamu mau, menikah dengan Saya, dan hidup susah senang kita bersama." Ucap Arka sambil menunjukkan sebuah cincin.


" Saya mau menjadi istri Bang Arka." Ucap Annisa dengan mata berkaca - kaca.


Arka pun menyematkan sebuah cincin di jari manis Annisa, dan bulir air mata yang jatuh di kedua pipinya, saat diri nya pertama kali di lamar secara romantis oleh seorang pria.


Arka menyeka air mata Annisa, begitu pun Annisa tampak sangat terharu sekali.


" Terima kasih Bang, sudah memilih Saya."


Ibu Septi nampak bahagia begitu pun juga Pihak Panti ikut berbahagia atas lamaran putra nya melamar kekasih yang selama ini dia tunggu."


" Bunda senang akhirnya acara lamaran yang di tunggu - tunggu pun tiba." Ucap Ibu Septi sambil mengusap punggung Annisa.


Arka pun menggendong tubuh Shakira, gadis kecil itu tampak bahagia, dengan pendengaran yang dia lihat. Sebuah ciuman mendarat di pipi Shakira dari Arka.


" Sayang, sebentar lagi nanti kita tinggal satu Rumah, Shakira nggak tinggal di Panti lagi." Ucap Arka.


" Asik... apakah Papah Arka akan sama Shakira?"


" Iya sayang, Papah Arka akan jadi Papah nya Shakira." Ucap Arka


" Shakira senang nggak, Papah Arka bakalan jadi Papah Shakira? " Tanya Annisa.


" Senang Mamah, biar Mamah nggak setiap hari mengigau terus menangis meminta maaf." Ucap Shakira jujur.


Arka menatap ke arah Annisa, dan Annisa hanya diam menatap ke arah Shakira.


******


" Apakah kamu merasa sangat tertekan?" Tanya Arka.


" Saya nggak sadar Bang bila terbawa ke alam mimpi." Jawab Annisa.


" Lupakan masalah itu, sekarang kamu sudah lepas dari Dimas."


" Tapi Dimas belum tahu Bang, kalau anak nya masih hidup."


" Lantas kamu ingin katakan sama dia?"


" Disitu Saya ragu apa dia akan menerima Shakira, seperti apa yang dia lakukan sama Saya, sampai saat ini dia tak pernah bisa mencintai saya."


" Kamu sekarang memiliki Abang yang selalu mencintai kamu dan menyayangi Shakira, mulai sekarang buang jauh - jauh Dimas, dan Shakira anak saya bukan anak Dimas, ingat itu."


*****


" Jadi Annisa sudah bertunangan dengan Camat Baramulya? " Tanya Pak Ibrahim.


" Benar Pak." Jawab Ali.


" Akhirnya dia bisa bebas sekarang, mungkin dia sudah bisa tersenyum."


" Mba Annisa tampak bahagia, saya pun melihat nya saat bersama Pak Arka senyuman nya natural alami bukan senyuman yang di biar - buat bersama dengan anak Bapak."


*****


Saya tahu kamu habiskan satu bungkus rokok karena stres kan? " Tanya Ali saat berada di Rumah Dimas.


" Tolong kamu tawarkan Rumah yang pernah kami tempati." Ucap Dimas.


" Kamu akan menjualnya? "


" Iya, buat apa Rumah itu, lagian akan terus kosong."

__ADS_1


" Nanti Saya akan tawarkan Saya posting di sosmed."


" Hasil penjualan Rumah nya, kasih kan semua pada Panti di mana Annisa di besarkan."


" Baik Saya akan melaksanakan perintah kamu."


*****


" Selamat atas acara lamaran kemarin." Ucap Dimas setelah mengikuti Apel Senin bersama dengan seluruh perwakilan Dinas di Kecamatan Patra


" Sama - sama Bang." Ucap Annisa.


" Abang kapan menikahi Siska? " Tanya Annisa.


" Belum ada planning." Jawab Dimas.


" Kenapa Bang, bukan nya Abang ingin sama - sama hidup bersama."


" Bunda sama Ayah tak suka sama Siska."


" Dulu Saya pernah bilang, tunjukkan pada mereka kalau Siska bukan seperti yang mereka kira, karena kalau Abang perjuangkan kekasih Abang insya Allah Ayah Bunda akan menerima Siska."


" Siska berbeda sama kamu Annisa."


" Kita orang yang berbeda bukan orang yang sama."


*****


" Kapan kamu ajak kedua orang tua kamu bertemu dengan Mamah Papah?"


" Ayah sama Bunda jadwalnya padat." Ucap Dimas.


" Masa nggak bisa luangkan waktu untuk acara kita." Ucap Siska kecewa.


" Harus ya? "


" Kamu ingin jadi istri Saya kan, kamu juga harus perjuangkan cinta kamu, kita sama - sama perjuangkan cinta kita."


******


Annisa menatap bangunan yang lumayan besar di sekitaran pohon pinus, terlihat nampak ramai dengan lampu kelap - kelip dengan Jalanan yang hanya di lalui satu kendaraan.


" Hebat benar di jemput dengan motor trail setiap tamu yang datang ke atas nya, benar - benar usaha yang sempurna." Ucap Annisa saat mengintip Rumah singgah milik Pak Bowo.


Annisa pun memotret segala aktifitas yang ada di Sana, satu persatu photo berhasil dia ambil. Saat setelah selesai, Annisa pun lalu segera Kembali.


" Hey siapa itu? " Teriak salah satu anak buah Pak Bowo.


Annisa pun segera lari saat diri nya di ketahui oleh anak buah Pak Bowo.


" Jangan lari kamu." Teriak nya.


Annisa terus berlari menuruni jalanan yang terjal dan turun, kejaran pria tersebut semakin dekat dan Annisa semakin mempercepat lari nya.


Awwwww


Annisa terjatuh dengan kaki terkilir, Annisa memaksa untuk tetap melanjutkan lari nya dengan kaki yang di rasa kan sangat sakit.


" Berhenti kamu, atau Saya tembak."


Door


Door

__ADS_1


Sebuah suara tembakan pun di letuskan, namun Annisa tetap berlari.


" Sial ternyata dia punya sebuah senjata." Ucap Annisa dalam lari nya.


Door


Door


" Berhenti kamu atau Saya tembak kamu."


Door.


Aaarrrghhh


Sebuah peluru mengenai lengan Annisa, yang masih terus berlari hingga tepat di jalanan, lalu dengan mobilnya dengan segera menancapkan gas nya.


Pria tersebut pun mengejar Annisa dengan menggunakan motor trail yang terparkir tersembunyi di balik kebun Teh.


Door


Door


Annisa terus menancapkan gas nya dengan jalanan yang tak halus, terlihat jelas pria tersebut masih tetap menembakkan peluru nya.


Door


praanng


Tembakan tersebut mengenai kaca mobil milik Annisa, lalu terlihat dari arah berlawanan sebuah motor di depan, Annisa mengklakson mobilnya meminta pertolongan dengan motor yang ada di depan nya, namun mata Annisa membulat saat melihat sebuah senjata mengarah kepadanya.


Door


Annisa segera membanting stir, hingga mobilnya menabrak pepohonan.


Braakk


Jantung Annisa terasa berdetak sangat kencang, saat melihat kedua orang bersenjata mendekati nya.


" Keluar kamu...!!! "


Dengan kening yang berdarah dan menahan sakit di lengan nya karena luka tembak, Annisa pun membuka mobilnya.


" Ibu Camat? "


" Iya Saya Camat kalian, kenapa? "


" Oh kamu ingin mengintip kegiatan kami dan melaporkan kami, jangan harap hari ini anda pulang selamat." Ucap salah satu anak buah Pak Bowo dengan senjata yang sudah di acungkan ke arah Annisa.


" Kalian akan terungkap siapa kalian yang sebenarnya, Saya akan memberikan bukti apa yang Saya dapatkan."


" Silahkan kalau bisa, karena hukum berpihak pada kami jadi kami tak takut."


" Saya akan mengangkat keadilan itu Kembali, agar keadilan itu berpihak pada kami dan hukum tidak lagi berpihak pada kalian, hukum akan memberikan ganjaran yang setimpal untuk kalian. "


" Kurang ajar kamu..!!! "


Door


Annisa terbelak kaget saat darah mengalir deras di depan mata nya, secara membuat pucat dan tubuh yang dingin menerpanya.


Buuugh


Tubuh nya pun tumbang dengan darah yang keluar dari dada Kiri nya.

__ADS_1


__ADS_2