
Qiao Rong akhirnya keluar setelah puas melihat-lihat rumahnya. Tadinya ia ingin membantu Chu Yue membersihkan rumah itu dan menempatkan baju-baju, tapi Chu Yue memaksa untuk melakukannya sendiri. Chu Yue masih segan kepada Qiao Rong. Sebab bagaimanapun juga ia tetaplah seorang dayang.
Chu Yue juga sedikit bernostalgia di Desa Nanshan. Walaupun Kepala Desanya sudah berubah dan orangtuanya sudah lama meninggal, tapi ia banyak mengenang kenangan bahagia di desa itu.
Qiao Rong menghirup napas dalam-dalam. Udara di desa memang sangat segar. Ia juga dapat merasakan banyak energi qi yang mengalir di tempat itu. Tentunya kultivasinya akan menjadi dua kali lebih cepat. Ia percaya diri, dalam waktu dua bulan lagi pasti sudah bisa mencapai tingkat Bumi Akhir.
Qiao Rong baru saja berjalan keluar dari pintu rumah beberapa meter, saat ia melihat seorang pemuda yang berjalan dari arah hutan. Pemuda itu sangat tampan dan kekar. Qiao Rong bahkan terpana sesaat, dan sadar beberapa detik kemudian saat melihat beberapa kelinci yang tertancap panah di tangannya.
Qiao Rong dapat segera membayangkan betapa enaknya jika kelinci-kelinci itu dimasak dan diolah oleh Chu Yue. Akhirnya, Qiao Rong mendekati pemuda itu.
"Shen Haofeng." Qiao Rong dengan iseng mencoba memanggil nama tetangganya yang diberitahukan oleh Kepala Desa Zhu.
Ternyata, pemuda itu memang benar Shen Haofeng. Seketika ia langsung menengok ke arah Qiao Rong. Melihat wajah yang asing itu, Shen Haofeng menjadi kebingungan. Ia jelas tidak kenal Qiao Rong, namun Qiao Rong mengetahui namanya.
Melihat wajah Shen Haofeng yang kebingungan. Qiao Rong tertawa lebar. Ia merasa entah kenapa ekspresi pemuda ini begitu lucu.
Qiao Rong akhirnya berhenti tertawa. "Namaku Qiao Rong, salam kenal, tetangga." Qiao Rong menepuk bahu Shen Haofeng.
Sebenarnya, Qiao Rong adalah gadis yang periang dan cukup bersahabat dengan pria. Hal ini dikarenakan, di Sekte Wuling, banyak sekali adik atau kakak seperguruan yang sangat ingin berteman dengannya. Akibatnya, ia menjadi lebih nyaman berteman dengan pria daripada wanita.
Tapi hal ini tentu tidak sama dengan Pangeran Qin. Pangeran Qin dan ia terikat oleh hubungan kerjasama, di depan Pangeran Qin ia harus tetap waspada karena mengetahui identitas dan rahasia masing-masing.
Berbeda dengan Shen Haofeng, yang walau baru ia temui barusan, namun dapat dengan bebas menjadi dirinya sendiri, bukan Qiao Rong yang seorang putri.
Anehnya, Shen Haofeng hanya mengangguk, membungkukkan badan, dan berjalan lagi.
__ADS_1
Qiao Rong membeku sebentar. Ia merasa sangat bodoh berpura-pura akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Namun, bukan Qiao Rong namanya kalau tidak melakukan apa yang ingin ia lakukan sampai puas.
Qiao Rong segera mengejar Shen Haofeng yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya terlebih dahulu.
"Shen Haofeng! Tunggu!" Qiao Rong berteriak dengan kencang, untuk memastikan agar Shen Haofeng benar-benar mendengarnya. Langkah Shen Haofeng terhenti sejenak, menyebabkan Qiao Rong yang sedang mengejarnya dengan cepat dibelakang malah tertabrak dengan punggungnya.
Shen Haofeng agak terkejut, namun ia mendapat kontrol penuh atas tubuhnya lagi, dan membalikkan badannya ke arah Qiao Rong. Qiao Rong baru saja mengusap dahinya yang tertabrak punggung Shen Haofeng. Siapa sangka punggung pemuda kekar itu begitu keras, Qiao Rong merasa ia baru saja tertabrak tembok.
"Aku.. Ingin membeli kelincimu.. Aduh.." Qiao Rong tidak sempat menatap wajah Shen Haofeng karena masih fokus mengusap-usap dahinya. Shen Haofeng merasa sedikit bersalah dan mengulurkan tangannya untuk menyingkirkan poni Qiao Rong.
Tanpa Qiao Rong sadari, wajah Shen Haofeng sudah maju untuk melihat dahinya. Saat ia akhirnya melihat ke atas, mata mereka bertemu.
Qiao Rong merasa untuk pertama kalinya jantungnya berdebar begitu kencang. Padahal di kehidupan sebelumnya ia begitu dekat dengan banyak teman pria. Namun Shen Haofeng berbeda, dan Qiao Rong menyalahkan wajah tampannya.
Setelah melihat dahi Qiao Rong yang memerah, Shen Haofeng kembali ke posisinya semula. Ia menyodorkan salah satu kelinci tangkapannya kepada Qiao Rong. Qiao Rong yang melihat hal itu segera menyambar kelinci itu.
Qiao Rong memutuskan untuk kembali ke rumah dan menyerahkan kelinci itu pada Chu Yue.
"Daging kelinci ini begitu segar, kita bisa makan enak walaupun di desa hari ini, Yang Mulia." Chu Yue terdengar sangat antusias. Qiao Rong hanya mengangguk pelan dan duduk di kursi dengan pelan. Pikirannya dipenuhi oleh hal lainnya.
"Chu Yue.. Aku pikir aku baru saja bertemu orang paling aneh yang pernah kutemui dalam hidupku." Mata Qiao Rong memandang atap rumah dengan kosong.
"Aneh? Seberapa aneh dia?" Jawab Chu Yue yang sedang fokus memasukkan kayu bakar ke bawah kompor tanah liat.
"Aneh. Sangat Aneh." Chu Yue merasa jawaban Qiao Rong itu lebih aneh lagi . Biasanya Qiao Rong akan menjawab dengan senyuman atau nada percaya diri. Baru kali ini dia menjawab dengan pikiran yang melayang kemana-mana.
__ADS_1
"Ah! Yang Mulia! Bagaimana dengan pemandangan dan dataran di sekitar Desa Nanshan, apakah indah?" Mendengar pertanyaan Chu Yue, barulah Qiao Rong tersadar dari lamunannya.
Tepat sekali. Qiao Rong keluar rumah untuk melihat-lihat lingkungan sekitarnya dan memuaskan rasa penasarannya terhadap Gunung Shan yang agak berbahaya menurut Kepala Desa Zhu. Namun karena bertemu dengan Shen Haofeng, orang aneh itu, seketika ia menjadi lupa akan tujuannya dan malah ingin membeli kelinci.
Qiao Rong segera bangkit dari kursinya kembali. "Benar!" Ia berkata dengan lantang secara tiba-tiba, yang membuat Chu Yue hampir menjatuhkan kelinci yang sedang di pegangnya.
Qiao Rong bergegas keluar dan pergi. Chu Yue merasa hari ini mungkin Qiao Rong memang bertemu dengan orang yang sangat aneh. Dan keanehan itu menular.
*****
Qiao Rong sudah berjalan beberapa puluh meter dari rumahnya, namun ia belum merasa kelelahan. Udara di Desa Nanshan sangat sejuk dan segar karena dekat dengan gunung, sementara pemandangan padang maupun lahan-lahan penduduk di sekelilingnya sangat indah. Qiao Rong merasa sangat senang. Ia merasa telah memilih tempat yang tepat.
Penduduk-penduduk disitu juga sangat ramah terhadapnya. Ia memperkenalkan diri kepada banyak orang yang lewat, bahwa ia dan saudara-saudaranya menyewa rumah di seberang danau. Kebanyakan penduduk Desa Nanshan sebenarnya sangat banyak yang telah lanjut usia, namun masih sehat dan bekerja di ladang setiap harinya.
Qiao Rong menghirup udara segar dengan puas, lalu menatap ke arah Gunung Shan yang ada di belakangnya. Ia sangat penasaran terhadap gunung itu. Ia dapat merasakan sesuatu yang aneh, namun juga tidak yakin dengan perasaannya terhadap gunung itu. Namun gunung itulah yang membuat banyak pemuda disini bisa bertahan hidup, dengan berburu setidaknya mereka mendapatkan uang untuk menafkahi keluarga mereka selain dengan bekerja di ladang.
Matahari sudah hampir terbenam sepenuhnya setelah Qiao Rong puas melihat-lihat. Qiao Rong segera kembali ke rumahnya, yang sudah diselimuti aroma sedap. Sepertinya Chu Yue sudah selesai memasak kelinci yang diberikan Shen Haofeng siang tadi.
Qiao Rong segera memanggil Duan Yi, Hu Fei, dan Gao Ping untuk bergabung dengan mereka. Awalnya mereka masih segan duduk dan makan bersama dengan Qiao Rong, namun karena Qiao Rong yang terus menerus membujuk dan memperlakukan mereka sebagai teman. Akhirnya mereka menyerah dan makan dengan lahap.
Qiao Rong merasa sangat senang hari itu, kecuali mengenai pertemuannya dengan Shen Haofeng. Semakin ia memikirkan pemuda itu, semakin ia penasaran. Apalagi dengan sikap dinginnya, dan sifat tidak banyak bicaranya. Sebelum tidur, bahkan ia mengulang kembali kejadian siang itu di pikirannya. Qiao Rong terus melamun di atas ranjang.
Walaupun ia sudah melupakan kejadian ketika jantungnya berdegup dengan kencang untuk pertama kalinya, namun ia tidak bisa begitu saja melupakan nama pemuda itu.
Shen Haofeng.
__ADS_1
Qiao Rong merasa seperti sudah mendapatkan hal yang menarik untuk dipelajari selama beberapa waktu ini.