Abandoned Princess

Abandoned Princess
Hambatan Kecil


__ADS_3

Gu Tianran hanya bisa menyalahkan keberuntungannya yang buruk.


Di hari pertamanya bekerja sebagai administrator Akademi Bulan Sabit yang bertugas untuk mendata murid-murid baru, ia harus menghadapi Song Linmei, Putri Kerajaan Han yang terkenal paling rewel.


Siapa yang tidak tahu Song Linmei? Putri kedua paling terkenal setelah Qiao Lan. Dibandingkan Qiao Lan, Song Linmei lebih cantik mengingat Permaisuri Kerajaan Han dahulunya pernah diperebutkan banyak lelaki. Namun dirinya hanya bisa berada di peringkat kedua setelah Qiao Lan karena kepribadiannya yang sangat buruk.


"Hei! Kau tidak bisa mendengarku?! Cepat panggilkan atasanmu!" Song Linmei kembali berteriak.


Gu Tianran hanya bisa merasa kasihan pada dirinya, dan juga dua wanita yang berada di belakang Song Linmei.


Salah satu dari dua wanita itu terlihat sangat anggun, dibandingkan dengan Song Linmei. Gu Tianran menyadari bahwa wanita itu melepas sebuah anting dari telinganya.


Sementara itu, wanita yang lainnya sepertinya pergi ke arah belakang.


Namun dengan amukan Song Linmei di depannya, ia hanya bisa berpasrah.


"Yang Mulia, dalam sistem akademi ini, gelar ataupun anggota keluarga kerajaan akan kehilangan identitasnya begitu memasuki akademi. Tolong terima bahwa anda ditempatkan di kelas kedelapan." Gu Tianran sekali lagi menghela napas setelah menjelaskan untuk kesekian kalinya.


Akademi Bulan Sabit memiliki aturan yang sangat jelas. Setiap murid yang mendaftar ke akademi akan di evaluasi berdasarkan kemampuannya dan di bagi ke dalam sepuluh kelas. Tentu saja, Gu Tianran juga tidak tahu penilaian yang dilakukan akademi.


Tugasnya hanya menulis identitas, dan membimbing murid baru untuk meletakkan tangannya diatas kristal pengukur.


Salah satu benda hebat yang ditemukan oleh Raja Bulan yang terdahulu, yang akhirnya baru dipakai setelah Raja Bulan saat ini merombak sistem akademi.


Gu Tianran juga tidak pernah menyangka akan bertemu anggota keluarga kerajaan seperti Song Linmei. Yang tidak mau menerima fakta bahwa ia ditempatkan di kelas kedua dari kelas paling bawah.


Padahal, menolak dan melanggar aturan akademi sama saja menantang kekuasaan Raja Bulan. Tapi untuk seorang Putri yang manja dan pemarah seperti Song Linmei, semua itu hanyalah alasan.


"Kau! Tidak tahu siapa aku?! Kau beraninya?!"


Tangan kanan Song Linmei sudah terangkat untuk menampar Gu Tianran tepat di pipi wanita itu.


*****


Qiao Rong terburu-buru melepas anting pemberian Shen Haofeng. Walaupun ia merasa enggan, namun melihat reaksi pengawal tadi, pastilah ada sesuatu mengenai anting itu.


Qiao Rong sama sekali tidak mau ada perlakuan khusus. Ia ingin aturan akademi ini berjalan dengan semestinya.

__ADS_1


"Yang Mulia, saya.. ingin ke toilet." Chu Yue yang berada di samping Qiao Rong berbisik pelan. Setelah Qiao Rong mengangguk, gadis itu terburu-buru pergi ke belakang.


Suasana di ruangan administrasi sangat sepi. Mungkin berhubungan dengan para murid yang sedang berada dalam kelas, atau karena tempat ini memang terlalu besar. Qiao Rong tidak tahu pasti. Yang pasti, ada seorang gadis di depannya yang sedang berbicara kepada si administrator.


Sudah lebih dari sepuluh menit ia mendengarkan gadis yang kelihatan lebih muda setahun darinya itu mengoceh. Qiao Rong hanya merasa kasihan pada petugas administrator yang terlihat malang itu.


Sepertinya gadis itu tidak terima dengan penempatan kelas yang ditentukan oleh kristal di depannya itu. Qiao Rong sedikit tertarik dengan kristal pengukur itu. Apalagi, barang ajaib yang bisa mengukur kemampuan seseorang sama sekali tidak ada seribu tahun yang lalu.


"Kau tidak tahu siapa gadis ini?" Li Junyan mendecak pelan. Sepertinya walaupun mereka sudah mengobrol beberapa kali di perjalanan, namun teman kecilnya itu kelihatan masih menyimpan dendam kecil padanya.


"Memangnya siapa dia?" Qiao Rong sempat berpikir, namun karena Qiao Rong yang selama ini tidak pernah keluar istana, ia tidak dapat menemukan ingatan yang berarti.


"Song Linmei. Sepupumu. Lihat saja liontin giok di pinggangnya itu. Jelas-jelas tertulis kata 'Song' di sana." Li Junyan menunjuk ke arah liontik giok yang ia bicarakan. Sementara Qiao Rong hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ia tidak menyangka bisa memiliki sepupu yang seperti ini.


Tentunya, selain Kerajaan Wen, di Kerajaan Yuan dan Han tidak berlaku sama sekali gelar seorang Kaisar ketika ia naik takhta. Kerajaan Shu dan Han mempertahankan marga yang selama ini dijaga oleh keluarga kerajaan. Oleh karena itu, Qiao Rong tidak lagi meragukan bahwa gadis di depannya ini adalah sepupunya. Karena marga Ibu kandungnya dan gadis di depannya ini sama, yang membuktikan bahwa mereka berdua sama-sama berasal dari Kerajaan Han.


Mengapa sepupunya ternyata adalah gadis yang cerewet seperti ini?


Qiao Rong merasa seperti menghadapi seorang Qiao Lan yang lainnya. Namun ia tetap memilih diam.


Qiao Rong tidak bisa hanya berdiam diri melihat hal itu.


Sampai beberapa detik kemudian, tidak terdengar sama sekali suara tamparan yang seharusnya menggema kencang. Tidak ada juga bekas tamparan merah di pipi si administrator.


*****


Gu Tianran sudah menahan napas dan menutup mata selama beberapa detik, namun tamparan yang ia nantikan sama sekali tidak mendarat di pipinya.


Ketika ia membuka matanya, Gu Tianran menemukan bahwa tangan kanan Song Linmei ditahan oleh tangan lainnya.


Wanita anggun dibelakang tadi pelakunya.


Song Linmei sendiri sepertinya cukup terkejut dengan perlakuan wanita itu.


Namun, sebelum Song Linmei bisa mengoceh lebih lanjut kepada Qiao Rong, para pengawal yang tadinya ada di depan pintu langsung menyeret Song Linmei dari sana karena mendengar keributan yang ada.

__ADS_1


Song Linmei, walaupun ia tidak terima sama sekali, namun kekuatan para pengawal yang rata-rata berada di Tingkat Bulan Akhir membuatnya tidak berkutik sama sekali.


Sebodoh-bodohnya gadis itu, ia tahu bahwa Ayahnya, sang Kaisar pun tidak akan bisa melakukan apa-apa kalau ia kehilangan nyawanya di Akademi Bulan Sabit.


Gu Tianran akhirnya bisa menghela napas lega. Ia juga tidak lupa berterimakasih kepada wanita itu.


"Silahkan." Ia mempersilahkan Qiao Rong untuk maju.


Namun sebelum itu, wanita yang sebelumnya pergi ke belakang akhirnya kembali.


Wanita itu melambai ke arah wanita anggun di depan Gu Tianran dan berlari pelan ke arahnya. Tanpa disangka, wanita anggun itu menyuruh wanita tadi untuk maju duluan.


Gu Tianran hanya mengangguk pelan.


*****


Jantung Chu Yue seperti mau melompat keluar dari dadanya. Dengan degupan yang begitu kencang, ia menempatkan tangannya di atas kristal pengukur itu.


Si Administrator yang bernama Gu Tianran itu kalau dilihat dari tanda pengenalnya, hanya melihat ke arah Chu Yue dengan tenang.


Kristal pengukur itu bersinar selama beberapa detik. Lalu, angka 10 yang baru muncul dapat terlihat jelas di permukaan kristal itu.


Wajah Chu Yue tetap kelihatan kecewa walaupun ia sudah mengira akan mendapat kelas terbawah. Chu Yue juga tidak berharap banyak, ia sendiri tidak pernah berkultivasi sebelumnya dan tidak mempelajari teknik apapun kecuali pada saat Qiao Rong memberinya Ramuan Penempa Tubuh.


"Namamu?" Gu Tianran segera menuliskan nama dan kelas yang di dapatkan oleh Chu Yue. Sementara untuk identitas lainnya sama sekali tidak dibutuhkan mengingat sistem Akademi Bulan Sabit.


"Chu Yue," jawab Chu Yue seraya ia membalikkan badan menghadap Qiao Rong.


"Yang Mulia, maafkan hamba." Wajah kecewa Chu Yue terlihat jelas ketika ia berbisik ke arah Qiao Rong dengan pelan.


Qiao Rong hanya tersenyum lembut dan menepuk-nepuk bahu gadis itu agar ia tetap bersemangat.


Chu Yue akhirnya membalas senyum Qiao Rong dengan sedikit terpaksa. Dengan berada di kelas terakhir, pupus sudah harapan Chu Yue untuk selalu menemani nonanya itu.


Kini giliran Qiao Rong.


"Silahkan." Lagi-lagi Gu Tianran bersuara dengan lembut.

__ADS_1


Qiao Rong mengangguk dan meletakkan tangannya di atas kristal pengukur itu. Qiao Rong harus mengakui bahwa dirinya sendiri juga ikut gugup. Dalam seribu tahun, baru pertama kali ia akan mencoba benda seperti itu selain Kitab Yin Yang. Mungkin dahulu, benda seperti kristal pengukur sudah diperebutkan dimana-mana.


Dan kristal pengukur itu bersinar.


__ADS_2