Abandoned Princess

Abandoned Princess
Masa Lalu (1)


__ADS_3

Di dalam Hutan Kegelapan, yang terletak di sisi barat ketiga kerajaan, hutan yang terpisah sendirian, sama sekali tidak ada angin yang berhembus.


Hanya ada beberapa berkas sinar matahari yang masuk melalui dahan-dahan pohon yang daunnya belum lebat. Dengan kegelapan yang menyelimuti hutan itu bagaikan malam, dari sanalah asal nama hutan itu.


Terlihat dua orang manusia yang sedang berdiri di mulut gua, salah satunya yang lebih muda menatap ragu ke dalam gelapnya gua itu.


"Apakah seperti ini tidak apa-apa, Yang Mulia?" Sebuah suara dari pria paruh baya bergema ke dalam gua.


"Tidak apa. Aku hanya akan berkultivasi tertutup, apa yang perlu kau khawatirkan? Aku bukan anak kecil." Pria tua yang ada di samping pria si paruh baya mendengus sambil mamerkan janggut putihnya.


"Justru karena itu..." Si pria paruh baya masih sangat ragu. Justru karena umurnya yang sudah tidak muda lagi, ia sangat khawatir. Bagaimana pun juga, pada usia yang setua itu si kakek belum menemukan penerus yang tepat.


"Kau ini! Jiang Yunli! Diam dan kembali saja sana!!!" Si Kakek tua kedengaran kesal sementara si pria paruh baya hanya bisa menundukkan kepalanya.


Beberapa menit kemudian, dengan mudahnya si pria paruh baya sudah menyulap gua itu menjadi tempat tinggal sementara. Keseluruhan gua sudah ia cek untuk memastikan keamanan, bahkan sudah dibuat senyaman mungkin untuk si Kakek.


"Tunggu.. Apakah kau dengar suara tangisan itu? Apakah ada orang lain di sekitar sini?" Ujar si Kakek tiba-tiba.


"Hah! Tidak mungkin! Orang waras mana selain anda yang mau masuk ke dalam Hutan Kegelapan untuk berkultivasi?" Tanpa sadar, Jiang Yunli sudah mendapatkan tatapan mata menakutkan dari si Kakek. Jiang Yunli hanya bisa menutup mulutnya dan bergidik saat aura menyeramkan itu menyelimuti tubuhnya.


"Bahkan aku tidak bisa mendeteksi qi apapun.. Kita harus mengeceknya.." Ujar si Kakek dengan nada khawatir.


*****


Dan firasatnya benar.


Beberapa menit setelah mereka berjalan ke arah utara gua itu, mereka mendapatkan sebuah mayat wanita bersimbah darah yang mendapatkan serangan fatal tepat ke arah jantungnya.


Dan wanita itu memeluk seorang bayi, dengan sebuah token yang bayi itu pegang. Dan ternyata, tangisan si bayi-lah yang daritadi mereka dengar.


Si Kakek tua hanya bisa menggelengkan kepala melihat pemandangan seperti itu. Walaupun ia sudah sangat sering membunuh orang, tapi ia tidak pernah menyentuh wanita dan seorang bayi, kecuali wanita itu memang benar-benar jahat. Siapa yang bisa sekeji itu?


Beberapa puluh menit kemudian, Jiang Yunli sudah selesai membangun sebuah makam untuk mayat wanita tadi. Sementara si Kakek sudah membawa bayi itu ke dalam gua.


Tubuh bayi itu sangat dingin. Walaupun kini bayi itu sudah tenang setelah menangis dengan keras dalam waktu lama, si Kakek tetap tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tengah-tengah hutan, menangis selama berjam-jam. Untungnya ia tidak menarik perhatian monster-monster yang ada di Hutan Kegelapan.


Anak itu memiliki keberuntungan yang sangat besar.


Jiang Yunli kini sudah tiba di dalam gua dan melihat si Kakek yang sedang menggendong bayi itu.

__ADS_1


"Yang Mulia.. Bayi itu bagaimana?" Tanyanya dengan bingung.


Jiang Yunli menggaruk pelan kepalanya. Ia bahkan sudah memikirkan untuk memberikan bayi itu kepada keluarga yang ada di desa terdekat. Tapi jawaban si Kakek berikutnya membuat dirinya syok.


"Bukankah kau selalu cerewet mengenai seorang penerus? Ada tepat di gendonganku." Ujar si Kakek dengan santai sembari menepuk-nepuk pantat si bayi agar tidak terbangun dari tidurnya.


"A-apa?!!! Apakah anda sudah gila?! Ini pasti pengaruh kegelapan di hutan ini! Bagaimana caranya anda akan mengurus bayi sendirian di tempat seperti ini?" Jiang Yunli berteriak tidak percaya.


Beberapa menit yang lalu ia masih percaya bahwa majikannya sangat waras. Sekarang ia ragu. Sangat ragu.


Dan dimulailah perdebatan mereka.


"Tentu saja aku tidak akan mengurusnya sendiri. Kau akan membantuku sampai anak ini setidaknya tiga tahun."


"Bagaimana caranya anda bisa mendapat susu segar untuk bayi ini, Yang Mulia??"


"Kau tinggal membayar salah satu Ibu yang dalam keadaan menyusui di desa terdekat dan membawanya kesini."


"Yang Mulia! Ini sungguh tidak logis, mohon pikirkan sekali lagi! Bagaimana dengan kebutuhan sehari-hari bayi ini? Ini sama sekali bukan tempat yang cocok untuk membesarkan seorang bayi!"


"Apakah kau tidak mengerti? Selama ini kau selalu memintaku memikirkan seorang penerus. Aku tidak dapat memikirkannya karena tidak ada seorangpun yang sesuai. Sekarang aku sudah mendapatkan seorang penerus yang tepat. Yang akan kulatih sendiri sejak kecil, di tempat ini."


"Aku butuh kertas kosong yang pikirannya sama sekali belum ditulisi apapun."


Akhirnya Jiang Yunli mengalah. Dan ia tahu pekerjaannya akan sangat berat kedepannya. Jiang Yunli hanya bisa menghela napas dan mulai mencari seorang wanita yang sedang dalam keadaan menyusui.


"Si bodoh itu akhirnya menurut dan pergi. Mari kita lihat.." Ujar si Kakek kepada si bayi yang masih terlelap.


Si Kakek mengambil token giok yang daritadi berada di pelukan bayi itu.


'Shen'


"Mari kita asumsikan bahwa ini adalah nama keluargamu." Ujar si Kakek sambil tersenyum. "Shen Haofeng.." Lanjutnya dengan lembut.


*****


Waktu berlalu dengan sangat cepat dari saat mereka menemukan Shen Haofeng kecil yang berada di pelukan mayat Ibunya.


Setiap hari akan ada Nyonya Fu yang menyusui Shen Haofeng. Nyonya Fu juga sebenarnya sangat takut untuk masuk ke dalam Hutan Kegelapan, tapi ia harus tetap membiayai kehidupan anaknya. Ditambah lagi bayaran per harinya sangat besar bagi orang desa.

__ADS_1


Nyonya Fu merupakan seorang janda yang suaminya meninggal ketika ia mengandung. Selain baik hati, ia juga perhatian dan sangat sayang pada Shen Haofeng kecil.


Dan Nyonya Fu adalah orang pertama yang melawan si Kakek saat ingin mengajari Shen Haofeng berkultivasi setelah mendengarnya berbicara dengan lancar.


Nyonya Fu selalu ketakutan saat berada dekat si Kakek. Tapi ia tidak bisa melihat anak sekecil itu sudah mulai berkultivasi sejak kecil, bahkan roh pelindung saja belum muncul. Ia merasa si Kakek tidak punya hati walaupun terlihat begitu sayang pada bayi itu.


Namun apa boleh buat, begitu si Kakek mengeluarkan auranya, Nyonya Fu hanya bisa berlutut karena kakinya yang lemas.


Nyonya Fu menyusui Shen Haofeng kecil sampai anak itu berusia sekitar dua tahun lebih.


Yang mengejutkan adalah, Jiang Yunli akhirnya memutuskan untuk melamar Nyonya Fu. Ternyata setelah hidup berdampingan selama dua tahun, Jiang Yunli tidak bisa menahan perasaannya. Ditambah lagi fakta bahwa istrinya sudah lama meninggal. Akhirnya Nyonya Fu menikah dengan Jiang Yunli dan membawa serta putrinya ke kediaman Jiang.


Dan si Kakek terus melatih Shen Haofeng, siang dan malam.


Shen Haofeng kecil pernah bertanya apakah mereka suatu hari nanti akan keluar dari gua itu.


Dan si Kakek menjawab ya. Jika ia mau berusaha keras dalam berkultivasi.


Tanpa si Kakek ketahui, ia sudah menyalakan api semangat yang berbahaya pada anak itu.


Shen Haofeng tentu tidak ingat mengenai Nyonya Fu, karena ia masih terlalu kecil.


Shen Haofeng berkultivasi siang dan malam. Bahkan tanpa disuruh oleh si Kakek, yang ia panggil 'Guru'. Si Kakek tua merasa bangga di satu sisi, namun di sisi lain ia merasa khawatir.


Karena anak itu seperti tidak memiliki emosi.


Orang yang berinteraksi dengannya hanyalah Jiang Yunli dan si Kakek. Bahkan si Kakek biasanya tidak akan mendengar suara Shen Haofeng seharian kecuali ia bertanya pada anak itu.


Dan pada usianya yang ketujuh...


Si Kakek menemukan solusi yang paling tepat.


Jiang Yunli mengajak anaknya tinggal bersama mereka di Hutan Kegelapan untuk menemani Shen Haofeng sebagai teman.


Awalnya tentu ia tidak setuju. Ayah macam apa yang membiarkan anaknya tinggal di Hutan Kegelapan? Namun akhirnya ia setuju setelah si Kakek bernegosiasi untuk membiarkan anaknya pulang selama tiga hari dalam seminggu ke rumah.


"Perkenalkan, namaku Jiang Junwei!" Seorang bocah laki-laki yang kelihatan beberapa tahun lebih tua darinya mengulurkan tangan dengan antusias kepadanya.


Itulah momen yang paling membingungkan dalam hidup Shen Haofeng kecil untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Ia tidak pernah berkenalan sebelumnya.


__ADS_2