
Qiao Rong melirik Liu Liwei yang kini sedang minum teh di halaman Paviliun Yun dari kejauhan.
Pria itu terlihat sangat santai sambil meniup tehnya yang hangat dan berbincang-bincang dengan pengawal pribadinya.
Yang Qiao Rong ingat, mereka hanya sempat berbincang sebentar dan mengevaluasi pertandingan mereka semalam di jamuan kemenangan itu. Pagi-pagi begini, apa tujuan pria itu sudah berkunjung ke Paviliun Yun?
Namun Qiao Rong segera menuju ke arah Liu Liwei. Liu Liwei yang melihatnya segera berdiri dan membungkuk. Qiao Rong lalu mempersilahkannya duduk kembali.
Liu Liwei berdeham. "Saya disini hanya ingin berpamitan dengan Yang Mulia." Tak disangka, Liu Liwei begitu terus terang dihadapannya. Qiao Rong merasa senang karena hal itu, ia pasti akan langsung mengusir pria itu kalau-kalau dia mempunyai niat tersembunyi lainnya.
"Oh?" Qiao Rong menampilkan raut wajahnya yang kebingungan.
"Ya.. Saya sudah meminta ijin Kaisar untuk pergi setelah ini, Ayah saya sedang sakit karena serangan misterius. Jadi saya harus segera pulang." Qiao Rong mengernyitkan alisnya begitu Liu Liwei menyebut 'serangan misterius'.
"Tentunya anda tidak menyangka bahwa serangan itu diatur oleh saya atau Huang Zhong bukan?" Qiao Rong tersenyum. Walaupun pria itu begitu terus terang, namun Qiao Rong bisa merasakan bahwa niatnya pada Qiao Rong tidak sesederhana itu.
"Tentu tidak. Haha." Liu Liwei tertawa. "Tentu tidak, Yang Mulia. Hal ini sepertinya ada hubungannya dengan ketiga sekte besar. Oleh karena itu kedua Kaisar sama sekali tidak berani bertindak. Jadi, saya harus segera pulang dan memeriksa siapa yang sudah menyinggung salah satu dari mereka." Lanjut Liu Liwei.
"Ketiga sekte besar?" Qiao Ring kebingungan. Apakah Perdana Menteri Liu adalah orang yang begitu berani menyinggung mereka? Menurut memori yang dimiliki Qiao Rong, Perdana Menteri Liu hanyalah orang pintar yang terlalu menikmati dunia. Bukankah seharusnya ia selalu berhati-hati? Hal ini memang agak aneh.
"Ya. Saya kira Yang Mulia juga bisa merasakan bahwa hal ini sangat aneh. Ayah saya diserang tepat saat akan berjalan ke rumah bordil. Keesokan harinya, salah satu bisnis kami bangkrut dalam semalam. Siapa lagi yang bisa melakukan hal seperti ini kecuali ketiga sekte besar?" Liu Liwei menjelaskan keanehan yang ia temui. Lalu ia menghela napas, "Padahal setahu saya sama sekali tidak ada yang berhubungan dengan ketiga sekte besar di keluarga kami."
Qiao Rong hanya merenung, ia memikirkan masalah itu. Bukankah sangat aneh? Tapi ia hanya menelan masalah itu bulat-bulat, toh itu adalah urusan Keluarga Liu, tidak ada hubungannya dengan dirinya.
"Baiklah, sepertinya kita sudah membicarakan hal ini untuk beberapa lama. Sudah saatnya saya pergi. Saya sudah menganggap Yang Mulia sebagai teman sendiri, mohon Yang Mulia mengubungi saya kalau memerlukan bantuan." Liu Liwei tersenyum pada Qiao Rong dan mengeluarkan sebuah token dengan tulisan 'Liu' yang terukir di atasnya.
Qiao Rong baru saja ingin menolak dan mengembalikan token itu, namun saat ia berbalik, orang yang dicarinya itu sudah hilang menggunakan qinggong. Qiao Rong hanya bisa menghela napas, ia masih ragu untuk mempercayai pria itu, namun mau bagaimana lagi. Ia memutuskan akan mengembalikan token itu kala mereka bertemu kembali.
*****
__ADS_1
"Tuan, mengapa memberikan token itu padanya?" Pengawal pribadi Liu Liwei yang menyaksikan perbincangan mereka hingga saat Liu Liwei memberikan token itu, merasa bingung.
"Dia bukan wanita biasa kau tahu. Tidak memiliki roh pelindung, namun sudah mencapai kultivasi setinggi itu dalam tiga bulan. Dia masih menyembunyikan banyak hal lainnya. Firasatku mengatakan begitu." Jawab Liu Liwei.
Pengawal pribadi itu mengangguk pelan, dan mereka kembali melanjutkan perjalanannya.
*****
"Jadi.. apa yang akan kau lakukan sebulan ini?" Li Junyan yang sedang berguling-guling di ranjang tiba-tiba bertanya pada Qiao Rong.
"Tentu saja berkultivasi.. apa lagi yang bisa kulakukan?" Qiao Rong menjawab dengan santai selagi menyisir rambutnya.
"Kau tidak tertarik mencoba hal lain? Memangnya kau mau menghabiskan hidupmu selamanya untuk berkultivasi?" Li Junyan memainkan ranjang dengan bosan.
Kata-kata itu membuat tangan Qiao Rong yang sedang menyisir rambut itu terhenti seketika. Kata-kata itu sudah membayanginya sejak lama.
"Hmm.. bagaimana kalau kau belajar menggunakan tungku itu saja?" Li Junyan menyarankan.
Qiao Rong langsung menyetujui hal itu dengan mengangguk. Karena satu-satunya hal yang tidak dia kuasai adalah membuat pil menggunakan tungku. Ia tidak menemukan guru yang cocok untuknya, apalagi dulu di Sekte Wuling hanya ada dua master yang seperti itu.
Mereka segera berpindah ke ruangan Kitab Yin Yang dan masuk ke rumah bata seperti biasa. Qiao Rong memang sudah sangat mendambakan untuk memegang tungku emas itu, kelihatannya jauh lebih berharga dari teknik-teknik legendaris yang ada disitu.
Qiao Rong tertawa melihat Li Junyan yang sibuk kesana kemari mencari sesuatu. Dengan perawakan kecilnya itu dia terlihat sangat lucu. Li Junyan yang menyadarinya hanya menatapnya dengan ekspresi cemberut dan memberikan sebuah lembaran kertas padanya.
"Ini. Pil Kecepatan Langit. Bisa menambah kecepatan untuk waktu yang singkat, resepnya adalah salah satu yang paling mudah bagi pemula." Li Junyan menjelaskan.
Qiao Rong mengangguk, ia segera duduk berhadapan dengan tungku emas itu dan membaca resep itu baik-baik.
Untuk membuat pil, ada tiga langkah yang harus dilakukan. Yang pertama adalah menggabungkan seluruh bahan-bahan di dalam tungku. Yang kedua, membentuk lapisan cangkang yang akan menjadi bentuk pil itu sendiri. Dan yang terakhir, sekaligus yang paling penting adalah menduplikasi dan memoles pil itu lagi agar produk akhir yang dihasilkan berjumlah banyak dan berkualitas tinggi. Namun, ketiga proses ini tentu menguras qi dan tenaga karena perlu konsenstrasi yang sangat tinggi. Apalagi untuk kualitas pil sendiri, hanya dapat di tentukan oleh kemampuan pembuatnya.
__ADS_1
Qiao Rong kini sudah memulai langkah pertama dalam membuat pil. Daritadi, Li Junyan sudah mondar-mandir untuk mencari bahan-bahan untuk Pil Kecepatan Langit. Yang sekarang sudah ada di dalam tungku, menunggu untuk disatukan. Qiao Rong menghela napas dan mulai menutup mata. Ia berkonsentrasi dan menyalurkan qi nya ke setiap bahan agar ia bisa mencampur mereka sebagai satu kesatuan.
Qiao Rong mulai berkeringat dingin.
"Selimuti seluruh bahan dengan qi, jangan ada yang terlewat. Celah sedikit saja berarti kegagalan!" Li Junyan juga ikut mengawasi dan membimbing gadis itu.
Qiao Rong terus mencoba dan mencoba, namun hal itu terasa sangat sulit. Ia kesulitan membagi fokusnya dan mengontrol qi pada beberapa benda berbeda. Jadi beginilah kesulitan para master pembuat pil, sekarang Qiao Rong mengerti mengapa orang-orang seperti mereka sangat jarang. Kalaupun ada, pasti akan sangat dihargai oleh para Kaisar.
Qiao Rong terus fokus pada pekerjaannya saat ini. Namun memang sesi latihan sepertinya tidak berjalan begitu mulus.
Pada percobaan pertama, Qiao Rong gagal di langkah pertama. Pada percobaan kedua, juga terjadi hal yang sama.
Akhirnya pada percobaan ketiga ia berhasil melewati langkah pertama pembuatan pil dan bisa melanjutkan ke langkah kedua. Yang tentunya dua kali lipat lebih sulit daripada langkah pertama.
"Visualisasikan cangkangnya! Pil seperti apa yang kau mau? Apakah berwarna hijau kekuningan? Atau bahkan emas? Kusarankan jangan emas, terlalu banyak qi yang dibutuhkan. Dalam kondisimu sekarang kau akan mati kelelahan." Li Junyan terus mengoceh. Walaupun begitu, menurut Qiao Rong anak itu merupakan guru yang baik. Setidaknya saran dan kritiknya sangat tepat sasaran.
Pada percobaan kelima, Qiao Rong berhasil membuat pil itu berwujud. Pil Kecepatan Langit yang ia ciptakan berbentuk bulat dan berwarna biru langit. Walaupun sangat indah, tapi langkah ketiga tentu belum ia selesaikan.
"Bayangkan pil itu memiliki beberapa lapisan. Masukkan qi mu dan selimuti seluruh lapisan itu. Akan lebih baik kalau kau bisa membuat lapisan baru." Lanjut Li Junyan.
Beberapa jam kemudian....
"Selamat." Li Junyan bertepuk tangan.
Qiao Rong mengusap keringat yang ada di dahinya. Sekarang adalah saatnya untuk bangga pada dirinya sendiri. Ia sudah berhasil membuat lima buah Pil Kecepatan Langit.
"Hmm.. kau bisa lihat? Ada dua tanda bintang pada pil mu itu, namun ada juga yang memiliki satu bintang. Namun karena kau berhasil membuat pil yang memiliki dua bintang, itu artinya sekarang kau sudah resmi menjadi master pil bertingkat dua." Li Junyan tersenyum pada Qiao Rong.
Begitu juga gadis itu, dan mereka segera kembali.
__ADS_1