Abandoned Princess

Abandoned Princess
Pil Kultivasi Instan


__ADS_3

Di luar pengadilan, Duan Yi yang sedang berseri-seri karena Nyonya Xu yang licik mendapat hukuman malah terkejut melihat Qiao Rong sedang memapah Shen Haofeng yang kelihatannya tidak sadarkan diri.


"Cepat! Kembali ke rumah!" Qiao Rong berteriak, Duan Yi langsung membantu Qiao Rong memapah Shen Haofeng.


"Yang Mulia.. bagaimana bisa dia sampai begini?" Tanya Duan Yi. Ia bingung, bukankah harusnya semuanya baik-baik saja? Kalau Nyonya Xu yang dihukum mengapa kini Shen Haofeng yang pingsan di hadapannya?


Mereka segera kembali dengan kereta lembu salah satu warga yang tadi mengantar mereka ke pengadilan. Qiao Rong menyuruh kusir untuk mempercepat laju lembu itu. Ia sangat panik karena tidak tahu sudah separah apa Racun Titik Beku yang ada dalam diri Shen Haofeng.


Qiao Rong sangat menyesal sudah mendorong pemuda itu dengan kasar kemarin. Jika ia tahu pemuda itu akan pergi membelanya ke pengadilan hari ini, kemarin ia tidak akan begitu impulsif. Harusnya ia menanyakan baik-baik sudah sesering apa Shen Haofeng pingsan. Harusnya ia membantu Shen Haofeng mendapatkan Buah Kunlun, walaupun ia sangat tidak yakin bisa menghadapi ular itu.


Mata Qiao Rong mulai berkaca-kaca. Ia sangat takut jika Shen Haofeng tidak akan pernah sadar lagi. Ia sangat takut tidak akan pernah melihat senyuman pemuda itu lagi.


*****


Jiang Junwei yang sedaritadi menunggu tuannya itu di rumah karena tidak diperbolehkan ikut hanya bisa melamun. Namun ia segera panik dan melompat terkejut ketika melihat Qiao Rong yang sedang memapah Shen Haofeng dengan Duan Yi dari kejauhan.


Jiang Junwei sudah tidak bisa berpikir lagi, ia mau tidak mau harus menunjukkan diri dihadapan mereka. Entah alasan apa yang akan dia temukan nanti.


"Cepat! Berikan ia padaku!" Jiang Junwei tidak menggunakan Teknik Bayangan Bulan untuk menghindari kecurigaan Qiao Rong. Ia mengulurkan tangannya untuk meraih Shen Haofeng, tapi Qiao Rong menahan langkahnya.


"Siapa kau?" Ia tidak mungkin mempercayai pria yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Aku.. Uh.. Saudaranya! Cepat!" Ucap Jiang Junwei dengan asal berpikir. Qiao Rong akhirnya menyerah dan menyerahkan tubuh Shen Haofeng pada Jiang Junwei. Qiao Rong tentu tahu dan tidak percaya dengan alasan Jianh Junwei, namun ia percaya pada reaksinya, orang yang mengenal Shen Haofeng hingga panik saat melihatnya dalam kondisi tidak sadar pasti bukan orang jahat.


Jiang Junwei segera bergegas membawa masuk Shen Haofeng ke rumah dan membaringkannya di atas ranjang.

__ADS_1


Lalu, ia membuka sebuah kotak yang berada di sebelah ranjang tuannya itu. Di dalam kotak itu ada sebuah pil emas besar yang langsung ia masukkan ke dalam mulut Shen Haofeng.


"Pil Kesadaran Panjang." Qiao Rong tidak sengaja keceplosan begitu melihat pil itu. Jiang Junwei terkejut karena Qiao Rong mengenali pil itu dalam sekali pandang, sepertinya ada banyak hal yang tersembunyi dalam diri gadis itu.


"Saat ini, kita hanya bisa menunggu ia terbangun." Jiang Junwei mendesah panjang. Qiao Rong menggelengkan kepala.


"Tidak. Dari sehari lalu seminggu, lalu sebulan lalu setahun, dan akhirnya.. selamanya. Sudah pada tahap apa racun itu menyerang tubuhnya?" Jiang Junwei lebih terkejut lagi. Racun Titik Beku adalah racun yang langka, mereka sudah mencoba berbagai macam tabib, namun hanya bisa meminta pertolongan ke Dokter Sakti di Gunung Tao, namun bahkan tidak berhasil mencari penawarnya.


"Sudah sehari.. sekarang seharusnya seminggu." Jiang Junwei hanya bisa berpasrah. Walaupun Pil Kesadaran Panjang dapat memperpendek waktu seminggu itu, namun ia takut tuannya itu tidak akan bertahan lama sebelum tahap yang kesebulan.


"Begitu.. kalau begitu kita harus menunggunya bangun." Balas Qiao Rong.


"Apa yang kau rencanakan?" Jiang Junwei bertanya dengan curiga.


*****


"Kau sendiri yang bilang, aku menyukainya." Qiao Rong memasang raut cemberutnya. Ia berjalan keliling lalu mendekat untuk meraih tungku emas itu, namun Li Junyan masih menjaga ketat tungku itu dengan tubuh kecilnya.


"Kau bahkan baru mengenalnya dua bulan lebih!" Balas Li Junyan tidak terima.


"Tenang saja. Hanya dua bulan, akan kupastikan setelah itu dia akan menjadi milikku seumur hidup." Ucap Qiao Rong dengan percaya diri.


"Kau serius? Bagaimana jika ia tidak menganggapmu sama sekali?" Li Junyan berusaha meneruskan argumen itu. Bagaimana pun ia tidak boleh membiarkan Qiao Rong menyentuh tungku emas itu.


"Maka aku akan menangkapnya dan mengikatnya seumur hidup." Balas Qiao Rong dengan santai.

__ADS_1


"Dasar wanita gila. Sudahlah! Lakukan saja semaumu, kau mati juga aku tidak peduli!" Li Junyan mendengus kesal. Sudah bersusah payah ia menerobos ruang dan waktu untuk jiwa Masternya itu, sekarang gadis itu sendiri yang ingin mati, apa yang bisa ia lakukan? Padahal Qiao Rong adalah Master Kitab Yin Yang pertama.


"Mengapa kau begitu yakin aku akan mati?" Kini giliran Qiao Rong yang mendengus kesal. Daritadi telinganya mulai panas karena mendengar sumpah serapah Li Junyan yang kelihatannya sangat yakin dia akan mati.


"Hah! Menyerap qi dari Pil Kultivasi Instan saja belum tentu kau bisa melewatinya, bagaimana dengan menerima konsekuensi penggunaan pil itu?" Li Junyan benar-benar marah. Jika ia tahu Qiao Rong akan mengambil keputusan seperti itu, ia tidak akan membantu hubungan mereka sama sekali.


"Huh! Bilang saja tidak mau membuatkannya untukku!" Qiao Rong lalu keluar dari ruangan Kitab Yin Yang dengan muka cemberut. Qiao Rong tahu sebenarnya Li Junyan hanya khawatir padanya, namun jika terus begini, Li Junyan tidak akan pernah mau membuat pil itu.


Ia sangat membutuhkan Pil Kultivasi Instan itu. Pil Kultivasi Instan memang membutuhkan usaha dan energi yang banyak untuk menyerap seluruh qi nya, namun efek pil itu sangat bagus. Pil Kultivasi Instan dapat meningkatkan tingkat kultivasi seseorang secara temporer, efeknya akan bertahan dua jam sampai lima jam setelah konsumsi. Namun yang menyebabkan pil ini jarang digunakan adalah konsekuensi pemakaiannya. Semakin banyak qi yang dikeluarkan, maka akan semakin parah konsekuensi yang diterima si pengguna, bahkan dapat menimbulkan kematian.


Namun, Qiao Rong yang selama ini menggunakan teknik kultivasi Surga dan Bumi, percaya diri ia dapat menahan rasa sakit dari Pil Kultivasi Instan. Atau setidaknya, dia harus mencoba.


*****


Dan Qiao Rong benar-benar mencobanya.


Hanya Li Junyan dan Chu Yue yang tahu, bagaimana jerih payah Qiao Rong menyerap energi pil itu selama tiga hari tiga malam. Chu Yue harus siap sedia membawa sebuah ember untuk menampung muntahan darah Qiao Rong setiap setengah jam. Chu Yue sungguh tidak sanggup melakukan hal itu, ia hampir pingsan saat pertama kali melihat Qiao Rong memuntahkan begitu banyak darah saat berusaha menyerap pil itu. Chu Yue bahkan tidak tahu Qiao Rong sedang berusaha menyerap Pil Kultivasi Instan karena Qiao Rong hanya berkata padanya untuk bersiap saat Qiao Rong berkultivasi.


Empat hari kemudian, Shen Haofeng akhirnya sadar. Saat ia membuka mata, ia sudah melihat Jiang Junwei, dan Qiao Rong yang berdiri di samping ranjangnya. Mereka sudah membawa senjata masing-masing dan siap untuk bertarung melawan ular itu.


Jiang Junwei segera mengambilkan cangkir berisi air untuk Shen Haofeng. Ia tahu, mau tidak mau mereka harus mengambil Buah Kunlun itu hari ini. Namun Shen Haofeng sangat bingung mengenai Qiao Rong yang akan ikut.


"Aku tidak peduli kau siapa, apa tujuanmu sebenarnya disini, namun tiga orang akan lebih baik dari dua orang bukan?" Jawab Qiao Rong seolah bisa membaca pikiran Shen Haofeng.


Shen Haofeng hanya mengangguk. Ia sudah tahu betapa keras kepalanya gadis itu, namun itu berarti dia harus siap siaga untuk melindungi Qiao Rong nantinya. Dengan tingkat kultivasi gadis itu yang ia ketahui, tidak mungkin bisa membantu mereka bertarung dengan ular itu. Ia juga tahu bahwa nanti ia terpaksa akan membuat gadis itu mengetahui tingkat kultivasinya. Akankah Qiao Rong tidak mengunjunginya lagi atau takut padanya? Shen Haofeng sungguh merasa takut walaupun ia tidak tahu kenapa. Ia hanya takut tidak akan bisa melihat senyuman sinis gadis itu lagi. Namun ia harus berjuang untuk hidup terlebih dahulu.

__ADS_1


Shen Haofeng menggunakan beberapa teknik terlebih dahulu untuk mengembalikan kekuatannya yang hilang selama ia tidak sadarkan diri.


Lalu mereka berangkat.


__ADS_2