Abandoned Princess

Abandoned Princess
Pernikahan Qiao Lan


__ADS_3

Ning He membaca dengan teliti kertas yang berisi perjanjian kontrak bisnis itu di tangannya. Sesuai seperti yang lusa kemarin Qiao Rong katakan, Chu Yue pagi-pagi itu langsung datang untuk mengantarkan beberapa pria bertubuh kekar dan beberapa sampel serta produk yang dijanjikan.


Pihak penjual tidak boleh membeberkan identitas pemasok produk.


Harga yang ditentukan adalah tiga koin perak dan dapat berubah sesuai keinginan pihak penjual.


Pembagian keuntungan sebesar lima puluh persen masing-masing pihak.


Setelah selesai membaca sampai akhir, Ning He merasa cukup puas. Sungguh kesepakatan yang menguntungkan. Tanpa berpikir dua kali, ia segera membubuhkan cap tokonya di atas kertas itu dan memberikan kertas itu kembali kepada Chu Yue. Setelah menerimanya, Chu Yue pun pergi.


*****


Di dalam kamar, Qiao Rong tersenyum ketika melihat kertas perjanjian kontrak itu. Ia tinggal memantau bisnis itu sambil menunggu tibanya waktu pernikahan kakak tercintanya.


Dalam waktu sebulan itu, para istri pejabat, bahkan seluruh wanita yang ada di Ibukota maupun luar kota semua berbondong-bondong ke toko kosmetik Ning He setiap harinya.


Menghadapi antrian yang begitu panjang, memang awalnya gadis itu agak kewalahan, namun lama-lama ia terbiasa.


Ning He awalnya bingung cara menarik perhatian pelanggan untuk berani mencoba masker itu. Untungnya saat ia akan memulai promosi, salah satu istri pejabat yang cukup dikenal di masyarakat sangat penasaran untuk mencoba masker itu. Begitu melihat hasil pada wajahnya, istri pejabat itu dan wanita lain di sekitarnya segera membeli dalam jumlah banyak.


Sebulan ini, sudah banyak orang yang menanyakan siapa yang memasok produk itu ke tokonya. Namun sesuai perjanjian, Ning He sama sekali tidak membocorkan nama samaran Qiao Rong yang ia tahu.


Oleh karena itu, Qiao Rong sangat senang dan akhirnya memberikan resep itu pada Ning He agar ia bisa memproduksi lebih banyak. Ia cukup mempercayai gadis itu karena memang telah melewati beberapa tes yang ia jalankan.


Misalnya, orang suruhan Qiao Rong yang menawarkan satu koin emas padanya untuk membeberkan siapa pemasok masker rong. Namun gadis itu tetap tidak berani mengatakannya, bahkan menolaknya mentah-mentah. Qiao Ring sangat puas terhadap kinerja gadis itu.


Lama-kelamaan, harga awal yang adalah tiga koin perak terus naik karena banyaknya jumlah pembeli. Sekarang, harga masker rong sudah mencapai sepuluh koin perak, sehingga hanya para istri pejabat dan bangsawan saja yang bisa membelinya. Namun penjualan masker itu masih tidak berkurang sama sekali.


Tidak terasa sebulan telah berlalu begitu cepat, tiba-tiba besok pernikahan itu akan tiba. Qiao Rong sudah mempersiapkan semuanya dengan rapi. Ia juga mempersiapkan gaun yang paling indah untuk besok. Itu hanya untuk melihat apabila pandangan Su Xiao masih tertuju padanya di pernikahan nanti.


Kalau memang benar, maka malang sekali nasib Putri Lan itu.


Namun lusa besok adalah hari dimana Qiao Rong akan menjatuhkan bom besar. Tentu saja pada Kaisar juga. Ia hanya bisa menunggu agar semua orang menantikannya dengan sabar, terutama Pangeran Qin.


"Yang Mulia, salah satu pria berbaju hitam yang datang menunjukkan token Pangeran Qin padaku. Ia menyuruhku untuk memberitahumu bahwa semuanya sudah siap." Chu Yue kelihatan kebingungan. Ia sama sekali tidak tahu rencana Qiao Rong saat ini. Apa maksudnya sudah siap?

__ADS_1


"Haha. Kau juga, tunggu saja Chu Yue, akan ada pertunjukkan yang sangat bagus lusa besok." Qiao Rong tertawa kecil dan melanjutkan perawatan kecantikannya untuk besok. Para pelayan mulai mewarnai kukunya, bahkan mereka menyiapkan mandi bunga untuknya.


Sejujurnya, Qiao Rong merasa agak tidak nyaman. Namun tentu ini termasuk dari bagian persiapan yang sudah ia tunggu begitu lama.


Qiao Rong sudah menyiapkan ini sejak pertama kali ia memikirkan cara balas dendam saat pertama melintasi waktu. Sudah lima bulan sejak ia memikirkan cara ini, dan waktunya akhirnya datang.


*****


Kembang api di nyalakan, terdengar suara riuh tawa pejabat yang menikmati jamuan Kaisar. Kaisar sendiri juga kelihatan senang duduk di atas tahta sambil menunggu sang pengantin wanita datang.


Su Xiao menunggu Qiao Lan dengan gugup di aula istana. Sekarang ia sudah memakai pakaian serba merah, pakaian untuk pengantin pernikahan.


Dari arah pintu aula, Qiao Rong akhirnya memperlihatkan kehadirannya ke semua pejabat yang tentu terpana saat melihatnya.


Penampilannya sudah sangat berbeda dari lima bulan yang lalu, tanda lahirnya hilang, tubuhnya lebih berisi, dan wajahnya kelihatan lebih bersinar.


Kepala Kasim Qi memuji kecantikan Qiao Rong di depan Kaisar. Mendengar dan melihat respon para pejabat, Kaisar hanya tertawa. Kelak, dia harus mencarikan pria yang lebih dari putra kedua seorang jenderal. Mengetahui kekuatan gadis itu dan kecantikannya, bahkan Kaisar sudah berniat menikahkannya dengan kerajaan tetangga agar terjadi pernikahan politik.


Qiao Rong perlahan duduk ke tempat duduk yang sudah disediakan. Dari sejak ia datang sampai ia duduk dengan tenang, ada sepasang mata yang tidak pernah melepaskan pandangan dari tubuhnya.


Tentu Putri Lan juga menyadari pandangan calon suaminya itu. Ia menjadi kesal.


"Hormat pertama kepada langit dan bumi. Meminta perlindungan langit."


Begitu suara terdengar, prosesi pernikahan pun dimulai. Su Xiao dan Qiao Lan masing-masing membungkuk ke arah depan.


"Hormat kedua kepada orangtua. Ucapan terimakasih sudah membesarkan sampai sekarang."


Kali ini, mereka berdua membungkuk ke arah Kaisar dan Permaisuri. Kaisar tersenyum, walau ia jelas tidak senang bahwa putri kesayangannya itu menikah dengan putra kedua jenderal yang tidak memiliki pengaruh apapun.


Namun tidak perlu dijelaskan pun Qiao Rong paham. Putri Lan dari kecil sudah dimanjakan oleh Kaisar karena kemampuannya. Sementara jika dibandingkan Qiao Rong yang baru diakui baru-baru ini, walaupun Putri Lan kalah telak dalam kompetisi kemarin, namun tentu tidak bisa mengalahkan rasa sayang Kaisar yang sudah menumpuk bertahun-tahun.


"Hormat ketiga kepada pasangan. Berjanji untuk saling mencintai seumur hidup."


Akhirnya, mereka berdua menghadap satu sama lain dan membungkuk.

__ADS_1


Dengan itu, prosesi selesai.


Su Xiao menemani pejabat-pejabat untuk makan dan minum, sementara Putri Lan langsung kembali ke kamar pengantin yang sudah di sediakan setelah memberi hormat pada para tamu dan Kaisar.


Sementara Qiao Rong menyelinap diam-diam.


*****


Mungkin tidak ada yang sadar kalau Pangeran Qin juga ikut menyelinap dan sudah menghilang dari jamuan pernikahan itu.


Kini hanya ada ia dan Qiao Rong di sisi samping aula istana yang dipenuhi semak-semak.


"Mengapa kau tidak melakukannya sekarang?" Pangeran Qin kelihatan penasaran. Mereka seharusnya sudah bisa menang hari ini mengingat seluruh persiapan yang mereka lakukan.


"Tentu tidak. Aku bukan wanita sejahat itu yang merenggut kebahagiaan wanita lain sebelum malam pertamanya." Qiao Rong tersenyum sinis.


Sepertinya Li Junyan sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Ia memang menyuruh bocah itu untuk menempatkan surat ke meja Pangeran Qin karena bocah itu kasatmata dalam penglihatan orang lain. Hal ini adalah hal yang ia bisikkan pada bocah itu sebelum ia memulai kultivasi tertutupnya untuk Kompetisi Empat Musim.


Pangeran Qin sepertinya tidak bisa berkata-kata setelah mendengar perkataan Qiao Rong. Benarkah ini adalah adiknya yang berbeda Ibu yang lemah dan jarang keluar istana itu?


Namun siapapun Qiao Rong di mata Pangeran Qin, ia sudah memilih pihak. Ia cukup yakin dengan pilihannya. Ia percaya diri jika ia ingin menang, maka Qiao Rong adalah pilihan yang paling tepat untuk diambil.


"Terlebih dari itu, aku lebih mengkhawatirkan kakak. Tegakah kakak menjerumuskan adiknya sendiri yang dari kecil sudah tumbuh bersama ke dalam lubang yang sangat dalam?" Qiao Rong memandang Pangeran Qin dengan tajam. Walaupun kata-katanya sedikit menyiratkan candaan, namun nadanya membuat kalimat itu terdengar sangat serius saat keluar dari mulutnya.


Pangeran Qin seketika bimbang. Namun mengingat adiknya yang dulu polos dan baik hati itu, mungkin anak itu sudah lama mati dalam hatinya. Itu semua karena ajaran Selir Wu yang membuat anak itu menjadi seperti sekarang.


Walaupun wanita licik itu ibunya, namun aslinya Pangeran Qin sama sekali tidak pernah menganggap wanita itu sebagai ibunya.


Malahan, ia akan lebih senang jika mengaku bahwa ia dibesarkan oleh kepala dayang. Setidaknya kepala dayang itu selalu menemaninya dan menanyakan kabarnya setiap hari.


Selir Wu hanya akan berpura-pura perhatian padanya kalau Kaisar berkunjung. Apalagi, akhir-akhir ini Selir Wu semakin mengontrol perilaku Pangeran Qin hingga nekat menanamkan Cacing Gu dalam tubuhnya.


"Tidak." Akhirnya Pangeran Qin menjawab dengan singkat dan tegas.


Qiao Rong kini bisa tersenyum dengan puas.

__ADS_1


__ADS_2