
Qiao Rong tidak tahu sudah menghela napas untuk yang keberapa kalinya hari ini.
Pagi ini, acara pertunangan sudah dilakukan, pencari jodoh juga sudah hadir untuk formalitas keluarga kerajaan untuk menghitung kecocokan tanggal lahir dan nama.
Tapi ia tidak bisa bilang bahwa ia sama sekali tidak malu saat melihat begitu banyak barang berharga yang dibawa Shen Haofeng ke dalam aula istana.
Bahkan hanya dua dari banyak barang itu mungkin seharga maskawinnya sendiri.
Ada berbagai macam pil langka dari yang membantu kultivasi sampai memperawet wajah. Wajah memerah Qiao Rong sudah tidak dapat disembunyikan ketika para dayang dan kasim berbisik-bisik mengenai betapa beruntungnya ia.
Namun, seharusnya semua hal ini dilanjutkan oleh acara pernikahan. Tapi karena mereka bersikeras dan mempunyai alasan sendiri, maka si pencari jodoh dan Kaisar Qin hanya bisa mengiyakan dengan terpaksa.
Para dayang dan kasim pun tidak boleh membocorkan keluar istana sama sekali mengenai kabar pertunangan ini. Itu diperintahkan sendiri oleh Qiao Qin untuk menghindari konflik di antara kerajaan. Apa kata Kaisar lain jika mereka tahu ada putri yang menikah dengan Raja Sekte?
Dan sekarang pria yang sudah resmi menjadi tunangan Qiao Rong itu tidak terlihat dimanapun lagi.
*****
"Sekarang?"
Li Junyan memicingkan matanya ke arah Qiao Rong yang sedang berkemas bersama Chu Yue.
Gadis itu hanya menjawab dengan sebuah anggukan.
"Chu Yue, bawa beberapa yang elegan, tapi bawa yang bermotif biasa lebih banyak." Qiao Rong lanjut menunjuk beberapa baju yang langsung dengan sigap dilipat oleh Chu Yue.
"Bagaimana dengan jumlah uang?" tanya Qiao Rong.
"Ah, Nona Ning sudah menyerahkan hasil penjualan bulan ini. Kita juga mendapat bonus besar setelah Masker Rong berhasil menembus pasar Kerajaan Han. Total uang yang kita miliki sekarang ada 20 koin emas." Chu Yue tersenyum senang sambil membicarakan uang itu.
Qiao Rong tidak salah memilih Ning He sebagai partner kerjanya. Dalam beberapa bulan saja toko kecantikan milik gadis itu sudah memiliki cabang di kerajaan sebelah. Tidak salah ia memberikan resep Masker Rong kepada gadis hebat itu.
"Baguslah, kalau begitu tidak akan ada masalah dalam penyerahan keuntungan. Jika dipikir-pikir, Kerajaan Han dan Kota Purnama memang lumayan dekat."
Li Junyan mendekat ke arah Qiao Rong dengan ragu-ragu.
"Kau ... serius ingin pergi ke Akademi Bulan Sabit?"
"Ya. Ada masalah? Disamping seluruh teknik yang ada dalam Kitab Yin Yang, aku butuh pengalaman lebih dalam teknik pedang." Qiao Rong menjawab dengan percaya diri.
Li Junyan menggeleng-gelengkan kepalanya. Apa dia bisa percaya bahwa Master yang sangat beruntung yang telah dipilihnya masih ingin meminta pengajaran ke dunia luar?
__ADS_1
Qiao Rong melihat tingkah laku kecewa dari teman kecilnya itu, dan hanya membiarkannya kembali ke ruangan Kitab Yin Yang.
Yang sangat disayangkannya adalah ... Selir Shu.
Wanita itu sama sekali tidak punya hati untuk melihat putrinya pergi lagi. Ia hanya mengirim kepala dayang untuk menyerahkan sebuah surat kepada Qiao Rong. Berharap agar putrinya sampai dengan selamat dan selalu dilindungi dimanapun dia berada.
Tapi Qiao Rong dapat mengerti dengan cepat. Bahwa Ibunya itu hanya terlalu malu untuk menghadap Qiao Rong setelah semua kebenaran yang mereka ketahui.
Qiao Rong sebenarnya tidak menganggap itu semua dengan serius.
Qiao Rong yang asli mungkin akan menganggap semua itu hal yang pantas dibesar-besarkan dan menangis sepanjang hari.
Namun Qiao Rong 'yang sekarang' hanyalah sekadar Li Wenhua yang kembali hidup dengan memori dari seorang Qiao Rong.
Dalam hati ia bertanya-tanya, apakah semua orang yang sayang padanya sekarang akan kecewa jika mereka tahu bahwa ia sudah mencuri tubuh ini secara kebetulan?
Akankah pria satu-satunya yang begitu baik padanya meninggalkannya begitu tahu bahwa mereka adalah tubuh dan jiwa yang berbeda?
Qiao Rong tidak sanggup melanjutkan pemikirannya itu.
"Yang Mulia!" Suara Chu Yue dari kejauhan menyadarakan Qiao Rong kembali dan menariknya ke kenyataan.
*****
Dan butuh waktu yang sangat lama untuk sampai ke daerah Sekte Bulan.
Lebih tepatnya, berminggu-minggu.
Kerajaan Wen dan Kota Purnama terpaut sangat jauh, dari ujung ke ujung benua ini.
Qiao Rong sudah tak sempat menghitung waktu perjalanan lagi. Ia dan Chu Yue kelelahan bukan main setelah menghabiskan banyak sekali waktu di kereta kuda.
Tiap kali mereka singgah di sebuah kota untuk mengisi kembali persediaan perjalanan, Chu Yue dengan senang berjalan kesana kemari.
Untungnya, Qiao Qin mengiyakan keputusan Qiao Rong untuk hanya membawa Chu Yue bersamanya. Lagipula, pria itu tahu betapa keras kepala adiknya itu.
Qiao Rong hanya akan tersenyum sedikit tiap kali Chu Yue membawakannya makanan khas daerah yang mereka singgahi, atau membeli sedikit oleh-oleh kerajinan.
Namun ia akan merasa risih setiap kali orang-orang melihatnya di jalanan seperti seorang nona muda dari keluarga terpandang. Padahal ia sudah sengaja memakai baju dengan motif sebiasa mungkin.
Setelah perjalanan yang begitu panjang, akhirnya di depan terlihat pemandangan Kota Purnama.
__ADS_1
"Wah, Yang Mulia! Lihat itu!" Chu Yue tidak sempat mengontrol rasa penasarannya.
Sementara itu, Qiao Rong hanya bisa mengiyakan apa yang Li Junyan katakan tentang Kota Purnama.
Kota yang elegan.
Kota Purnama jauh berbeda dengan pemandangan Ibukota Kerajaan Wen yang ramai.
Semua orang hanya berbicara seperlunya, walaupun kota itu padat dan ramai, namun tidak ada satupun kekacauan yang dapat terlihat di jalanan.
Ini benar-benar Kota Purnama. Kota Sekte Bulan yang sangat berfokus pada kultivasi. Semua orang mengantri hanya untuk masuk dan mencicipi rasa elegan yang ditawarkan Kota Purnama.
Ketika tiba di gerbang kota, Qiao Rong hanya perlu menunjukkan sebuah tanda dari kayu yang diberikan kepadanya oleh Shen Haofeng sebelum pria itu pergi.
Penjaga gerbang tidak lagi mempertanyakan isi kereta kudanya begitu Qiao Rong menunjukkan tanda itu dari dalam jendela kereta.
Kusir menurunkan mereka tepat di pusat perbelanjaan Kota Purnama.
Namun, alih-alih seperti pusat perbelanjaan lainnya, Kota Purnama dipenuhi dengan penjual barang-barang yang berhubungan erat dengan kultivasi.
"Yang Mulia, bukankah ini terlalu keterlaluan? Sepertinya restoran di kota ini pun bisa dihitung jari." Chu Yue menjadi cemberut ketika melihat semua toko yang kebanyakan menjual pil, buku teknik dan herba-herba untuk membantu kultivasi.
Qiao Rong hanya tersenyum dan berjalan ke depan. Bahkan tidak sampai lima belas menit bagi mereka untuk menemukan sebuah bangunan besar terpisah dari pusat kota dengan tulisan besar yang terpampang di atap bangunan berkompleks itu. Akademi Bulan Sabit.
Qiao Rong tertegun sebentar.
Bukan main alasannya Shen Haofeng agak membangga-banggakan akademi yang selama setahun terakhir sistemnya ia rombak itu.
Siapa sangka kompleks total sebuah akademi bisa menyaingi sebuah istana?
Bahkan ketika melihat banyaknya paviliun-paviliun yang berfungsi sebagai kelas terpisah, Qiao Rong masih teringat dengan banyaknya paviliun selir-selir di istana.
Baru saja ia berjalan beberapa langkah, Qiao Rong sudah dihentikan oleh beberapa penjaga. Namun begitu perhatian mereka terfokus ke arah sebuah anting yang ada di telinga Qiao Rong, tanpa basa-basi lagi, mereka segera mengijinkan Qiao Rong masuk.
Qiao Rong merasa aneh, namun ia lebih tidak sabar untuk mendaftar dan mengalami sendiri sistem akademi yang dibangga-banggakan calon suaminya itu.
Sementara itu, Chu Yue yang mengikuti Qiao Rong dibelakang hanya bisa memelototi setiap sudut kompleks akademi itu seperti melihat istana kedua dalam hidupnya.
"Yang Mulia, sekarang hamba mengerti kenapa bahkan Kaisar pun harus memberi hormat kepada Raja Sekte." Qiao Rong hanya bisa menahan tawa mendengar komentar Chu Yue.
Mereka pun tiba di meja pendaftaran.
__ADS_1