Abandoned Princess

Abandoned Princess
Menyisir Rambut Qiao Rong


__ADS_3

"Raut wajah anda kelihatan tidak bagus, Yang Mulia. Apakah mungkin, anda bertengkar dengan Putri Rong?" Tanya Jiang Junwei yang baru saja melihat Shen Haofeng.


"Tidak. Marah pun tidak bisa." Shen Haofeng menjawab dengan singkat.


Ia tidak tahu kenapa, setiap kali memikirkan pertemuan terakhirnya dengan gadis itu.. ingin marah pun tidak bisa.


Biasanya kalau tahu ada seorang pengkhianat yang baru saja berbohong di depan matanya, ia akan menebas kepala orang itu dengan pedangnya sendiri.


Tapi ia tidak bisa melakukan hal yang sama pada Qiao Rong. Hatinya hanya terasa sangat sakit, seperti tertusuk pedang. Namun ia juga tidak tahu tepatnya dimana.


Setidaknya, ia hanya lega kalau anak-anak kecil itu tidak berbahaya. Bahkan kalau mereka menyakitinya sedikit saja, ia sudah siap berubah menjadi monster yang bahkan tega menyakiti anak kecil.


Tapi Shen Haofeng tahu, pasti pemikiran kompleks gadis itu akan membuatnya merasa bersalah dan memikirkan perkara tadi seharian.


Ia harus mencari cara agar Qiao Rong dapat melupakan masalahnya sejenak.


"Jiang Junwei, apakah kau pernah menyisir rambut seorang gadis?" Tanya Shen Haofeng pada pria di belakangnya itu.


"Hah?" Jiang Junwei menatap Shen Haofeng yang sekarang sudah memegang sebuah sisir di tangannya dengan tatapan horor.


*****


Qiao Rong sekarang pusing tujuh keliling.


Ia tentu harus memberi penjelasan pada calon tunangannya, sembari ia memikirkan apa yang harus dia jelaskan, wajah Liu Liwei lagi-lagi menyusup ke dalam pikirannya.


Ini semua karena omongan pria bodoh itu.


'Bukankah hanya pertunangan?'


Qiao Rong jelas mengerti apa yang pria itu maksud, tapi ia tidak akan pernah mau mengakuinya.


Qiao Rong justru menyalahkan token keluarga Liu yang diberikan oleh Liu Liwei. Ia merasa bahwa semuanya berasal dari token itu.


Namun sekali lagi Qiao Rong memfokuskan pikirannya. Begitu halnya dengan Li Junyan dan Li Wenrou yang kini kelihatan berpikir dengan keras.


"Hmmm.."


"Hmmm..."


"Hentikan itu. Kenapa berpikir harus bersuara? Bukankah kalian terlalu mirip?" Qiao Rong lama-lama terganggu oleh suara yang dikeluarkan Li Junyan dan Li Wenrou.


"Tapi bukankah Kakak menyuruh kami ikut berpikir?" Tanya Li Wenrou dengan polos.


Qiao Rong menepuk dahinya dengan frustrasi.

__ADS_1


"Sudahlah." Qiao Rong menghela napas. "Lagipula, bagaimana dia bisa melihat kalian?" Tanya Qiao Rong dengan kebingungan.


Li Junyan dan Li Wenrou malah jadi kembali memutar otak.


"Seharusnya karena tingkat kultivasinya sudah sangat tinggi, jadi teknik menyembunyikan diri kami tidak berfungsi pada pria itu." Ujar Li Junyan menjelaskan.


"Ah? Bukankah kalau begitu tingkat kultivasi Shen Haofeng sudah sangat tinggi?"


"Kalau bisa melihat kami dengan tingkat kultivasi Kakak.. Tingkat Surgawi Menengah?" Kini giliran Li Wenrou yang menjawab.


Qiao Rong tercengang.


Seribu tahun yang lalu, pada usianya yang ke-16, Qiao Rong hanya berhasil meraih tingkat Matahari Menengah, dan dia sudah dilabeli julukan jenius seumur hidupnya.


Monster macam apa yang sudah mencapai tingkat Surgawi Menengah pada usia 18 tahun?


Qiao Rong bergidik. Walaupun dengan laju kultivasinya seribu tahun yang lalu, paling tidak butuh tiga sampai empat tahun baginya untuk mencapai tingkat itu. Monster macam apa calon tunangannya itu? Bahkan ia akan merasa malu memiliki julukan jenius itu.


"Aku butuh berbicara dengan jelas dengannya."


*****


"Aku.. tidak berniat berbohong padamu." Qiao Rong menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah.


"Aku tahu." Shen Haofeng tersenyum lebar.


Setelah mondar-mandir sekitar lima belas menit di dalam kamar dikelilingi tatapan aneh kedua bocah di sampingnya, akhirnya Qiao Rong mulai berjalan dan pergi ke paviliun tempat Shen Haofeng tinggal.


Dan disinilah dia sekarang.


"J-jadi?" Sekarang Qiao Rong kebingungan. Ia merasa sangat canggung.


"Jadi?"


"E-em jadi aku minta maaf." Sekali lagi gadis itu meminta maaf pada Shen Haofeng.


Tidak ada respon sama sekali.


Qiao Rong menunggu lagi, tapi sama sekali tidak ada suara dari pihak di depannya.


"Untuk masalah kedua anak kecil itu.. Mereka menyelamatkan hidupku, yah, salah satu di antara mereka. Jadi kau tidak perlu khawatir. Hanya saja, untuk penjelasan aku tidak bisa memberimu satupun sekarang.." Akhirnya Qiao Rong memutuskan untuk sekalian menjelaskan mengenai Li Junyan dan Li Wenrou.


Shen Haofeng hanya mengangguk.


"Baguslah." Qiao Rong tercengang mendengar jawaban pria itu.

__ADS_1


Hanya itu?


Hanya itu jawaban pria di depannya setelah Qiao Rong uring-uringan dan kebingungan harus menjelaskan seperti apa padanya seharian. Namun pada akhirnya pria itu hanya mengangguk.


"Sekarang, duduk." Ujar Shen Haofeng.


*****


Qiao Rong tidak pernah menyangka bahwa...


Shen Haofeng akan menyisir rambutnya.


Ya, pria itu menyuruhnya duduk beberapa waktu lalu dan mengambil sisir, lalu mulai menyentuh rambutnya perlahan.


"Shen Haofeng, aku tidak membuatmu gila, bukan?" Qiao Rong mulai khawatir.


"Kau membuatku tergila-gila padamu. Jadi apakah itu termasuk?" Seketika wajah Qiao Rong merah padam. Sejak kapan Shen Haofeng bisa berkata seperti itu? Kemana pria tidak peka yang dari dulu membuatnya kesal itu?


"Kau.. benar-benar Shen Haofeng kan?" Qiao Rong masih ragu.


"Kalau bukan, siapa lagi?" Ujar pria itu santai sembari menyisir rambutnya perlahan dari atas ke bawah.


Bulu kuduk Qiao Rong berdiri saat tangan pria itu tidak sengaja menyentuh daun telinganya. Qiao Rong selama ini sudah membiasakan diri dengan Chu Yue yang akan menyisir rambutnya tiap saat. Namun kali ini rasanya sangat berbeda. Seperti ada aliran listrik yang mengalir setiap kali jari-jari pria itu tidak sengaja menyentuhnya.


"K-kau yakin tidak sedang sakit? Atau mungkin kepalamu sakit?" Tanya Qiao Rong lagi.


"Tidak." Lagi-lagi Shen Haofeng menjawab dengan singkat.


Qiao Rong hanya bisa terdiam berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah padam. Sayangnya, itu tidak mungkin karena ada cermin tepat di depan wajahnya. Shen Haofeng hanya bisa tersenyum kecil dari waktu ke waktu.


"Apakah Jiang Junwei mengajarimu untuk menyisir rambut seorang gadis untuk mengambil hatinya?" Qiao Rong masih mencoba.


"Tidak." Jawaban pria itu masih tetap sama.


Beberapa menit kemudian, barulah pria itu selesai menyisir rambutnya. Rambut Qiao Rong kini terlihat lebih rapi.


"Aku akan menceritakan sesuatu kepadamu."


"Eh?" Qiao Rong kebingungan. Ia sebenarnya menikmati beberapa menit keheningan saat pria itu melanjutkan menyisir rambutnya. Sekarang, apa yang akan pria itu ceritakan padanya?


"Aku bisa mengerti kalau kau masih belum bisa menjelaskan rahasia mengenai kedua anak itu. Namun, aku hanya ingin menjadi adil dengan menceritakan tentang diriku dahulu." Shen Haofeng menatap Qiao Rong dengan tatapan aneh yang tidak bisa Qiao Rong jelaskan.


Inilah yang membuat Qiao Rong jatuh hati pada pria itu. Kehangatan yang hanya ditujukan padanya, sifatnya yang selalu jujur, dan caranya menatap Qiao Rong seolah dia adalah seorang gadis yang rapuh. Dan Shen Haofeng membuatnya merasa terlindungi saat Qiao Rong merasa bahwa ia sudah terbiasa melindungi dirinya sendiri.


"Baiklah.." Qiao Rong tersenyum lebar ke arah Shen Haofeng.

__ADS_1


Dan pemuda itu mulai bercerita.


__ADS_2