Abandoned Princess

Abandoned Princess
Jamuan Kemenangan Qiao Rong


__ADS_3

Bukankah aku sudah menyuruh Kakak untuk mempersiapkan diri?


Hanya itu hal terakhir yang dapat Putri Lan ingat dari pertandingan itu. Itulah kata-kata terakhir yang dibisikkan kepadanya.


Setiap kali mengingat hal itu, Putri Lan selalu membanting benda dan memukuli dayangnya. Ia merasa sudah sangat dipermalukan. Bahkan sudah tak punya muka lagi untuk muncul di depan publik. Seharusnya saat ia mendorong gadis itu, ia memastikan bahwa Qiao Rong sudah tidak bernapas.


Tapi Putri Lan tidak akan bertahan selama itu dan berhasil menyaingi putri-putri Kaisar yang lainnya kalau ia menyerah begitu saja.


Qiao Lan segera menyuruh dayang-dayang untuk mempersiapkan pakaian terbaik dan ahli rias terbaik di Ibukota. Semua orang harus memandang ke arahnya malam ini.


*****


"Awww.. Aduh!" Qiao Rong meringis saat perban lukanya dibuka untuk diganti oleh Chu Yue. Chu Yue yang mendengar ringisan Qiao Rong juga merasa sangat kasihan.


"Bersabarlah Yang Mulia.." Chu Yue hanya bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu. Ia juga bingung harus bagaimana, kalau bisa ia ingin luka-luka itu pindah ke dirinya saja. Untuk membayangkan nonanya yang dari dulu tidak pernah terluka separah itu, rasanya ia tidak tega melihatnya sekarang.


Setelah selesai mengganti perban, Chu Yue segera memanggil dayang lainnya untuk membantunya merias Qiao Rong. Hari itu adalah hari dilaksanakannya jamuan kemenangan yang diselenggarakan Kaisar di taman istana.


Qiao Rong terkagum-kagum kalau melihat betapa sibuknya istana seminggu itu, para dayang dan kasim berlarian kesana kemari dan mengurus persiapan jamuan. Bahkan dapur istana kewalahan mempersiapkan menu jamuan. Ia tidak pernah mengalaminya langsung seperti itu, walaupun pemandangan jamuan-jamuan seperti itu tidak asing di pikirannya karena memori Qiao Rong yang asli. Tetap saja pengalaman langsung adalah cara observasi yang paling bagus.


Siang itu ia habiskan untuk duduk di meja rias dan membiarkan para dayang merias wajahnya. Qiao Rong yang dulu tidak pernah menyentuh bedak-bedak sampai pewarna bibir itu sangat asing dengan benda-benda seperti itu. Qiao Rong yang asli juga sepertinya tidak terlalu suka merias diri, jadi tidak banyak memori mengenai riasan.


Sekitar dua jam kemudian, Qiao Rong yang melihat cermin perunggu merasa sangat takjub. Wajah Qiao Rong memang sudah cantik alami dari sananya. Pantas saja Qiao Lan iri mati-matian terhadapnya. Kalau Su Xiao melihat wajahnya sekarang, akankah dia berpindah hati? Qiao Rong penasaran. Namun kalaupun diberi sampah gratis seperti pria itu, dia tentu akan lebih memilih Shen Haofeng yang jauh lebih tampan, gagah, dan lucu baginya.


Qiao Rong mendesah lega. Riasan wajah memang tidak boleh ia pegang lagi seumur hidupnya. Dirias oleh orang lain saja, bokongnya sudah pegal-pegal.

__ADS_1


Setelah selesai, Qiao Rong bergegas mengajak Chu Yue ke taman istana, tempat jamuan itu akan dilaksanakan.


Hari sudah mulai sore, sudah banyak pejabat-pejabat dan tamu undangan lainnya yang terlihat. Setelah memberi hormat pada beberapa pejabat yang berpapasan dengannya, ia lanjut memberi hormat pada Kaisar dan duduk di kursi yang sudah ditunjukkan salah satu dayang.


Tentu saja, taman istana kini sudah tidak terlihat seperti taman lagi. Paviliun yang ada di taman sudah dibongkar sedemikian rupa sehingga para tamu bisa duduk dengan tenang di atas kayu yang dikelilingi pemandangan taman.


Qiao Rong duduk dengan nyaman dengan Chu Yue yang berlutut dibelakangnya, jamuan akan segera dimulai, tapi masih ada satu orang yang belum datang.


Putri Lan tiba paling terakhir. Semua mata tertuju padanya. Pakaian Putri Lan sangatlah indah dan megah, bak sebuah karya seni. Ia sepertinya sudah berusaha keras untuk menjadi pemeran utama di jamuan kali ini. Qiao Rong hanya tersenyum. Pakaiannya memang bagus, namun Qiao Rong masih bisa merasakan pandangan beberapa anak pejabat padanya dan tidak pada Qiao Lan. Bahkan Su Xiao, yang juga hadir di jamuan itu tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Qiao Rong.


Tepat sebelum jamuan dimulai, Liu Liwei datang ke depan meja Qiao Rong untuk berbincang.


"Yang Mulia." Liu Liwei menyapa dan memberi hormat pada Qiao Rong. "Sungguh sebuah kehormatan bisa bertemu anda lagi." Pria itu melanjutkan.


"Ah.. Ya, Tuan Liu." Qiao Rong membalasnya.


"Saya tidak akan menang kalau bukan karena kecerobohan anda di detik-detik terakhir." Qiao Rong tertawa ramah. Ia juga tidak merasakan niat jahat sari Liu Liwei. Akhirnya mereka berbincang-bincang beberapa saat lagi mengenai pertandingan itu. Liu Liwei akhirnya pergi saat Kaisar akan membuka jamuan.


"Terimakasih untuk semua yang telah hadir di jamuan ini. Jamuan ini khusus untuk putriku, Qiao Rong yang sudah memenangkan Kompetisi Empat Musim dan meneruskan nama baik Kerajaan Wen. Mari bersulang!" Kaisar mengangkat gelasnya dengan tinggi, begitu juga semua orang yang ada disitu, setelah mereka semua meminumnya, jamuan itupun dimulai.


Makanan demi makanan disajikan di meja mereka masing-masing. Qiao Rong sejujurnya sangat ingin mencicipi makanan itu, namun dia punya sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan.


Qiao Rong berhenti makan setelah cicipan pertama yang menurutnya sangat enak. Ia berdiri dan menuju ke arah Kaisar serta segera berlutut.


"Yang Mulia!!" Kini saatnya menggunakan kemampuan akting Qiao Rong sendiri. Beberapa tetes air mata mulai berjatuhan di pipinya. Para pejabat istana kebanyakan bingung karena Putri yang menangis di jamuan hari membahagiakan.

__ADS_1


Kaisar berdeham. "Ada apa, Putriku?" Ia sebisa mungkin menunjukkan nada kekhawatiran.


"Mohon Yang Mulia.. Adakanlah pernikahan untuk Kakak Lan dan Su Xiao!" Mendengar perkataan Qiao Rong, semua orang hanya bisa mematung saking terkejutnya.


Apalagi Jenderal Su. Baru saja beberapa hari yang lalu ia berpikir bahwa tidak ada salahnya anaknya menikah dengan Qiao Rong yang mengalahkan Qiao Lan di Kompetisi Empat Musim. Sekarang gadis itu ingin anaknya menikah dengan Qiao Lan. Mengapa Qiao Rong tidak bisa mengikuti kehendaknya sedikitpun?


Su Xiao kini lebih syok lagi. Melihat penampilan gadis itu setelah pulang daari Desa Nanshan membuat keinginannya menikahi Qiao Lan goyah. Apalagi rasanya baru kemarin Qiao Rong mempermalukan Qiao Lan di kompetisi hingga terkapar. Ia sangat ingin berubah pikiran dan memutuskan hubungannya dengan Qiao Lan secepatnya, tapi mengapa jadi begini?


Bahkan sebelum Kaisar bisa bertanya alasan Qiao Rong berkata begitu, Qiao Rong sudah beraksi lebih dulu.


"Sebelum aku pergi ke Desa Nanshan, aku melihat dengan mataku sendiri mereka sedang bermesraan.. Hiks.." Qiao Lan sadar dari keterkejutannya, ia tahu ini hanyalah rencana Qiao Rong untuk mempermalukannya sebagai perebut tunangan adiknya. Namun ia benar-benar ingin menikah dengan Su Xiao, bukankah ini kesempatan bagus? Qiao Lan melirik Su Xiao dan maju ke arah Kaisar.


Qiao Lan berlutut. "Yang Mulia! Putri memang memiliki hubungan dengan Su Xiao!" Perkataan Putri Lan seperti bom beruntun yang menyerang para tamu undangan.


"Ini—" Su Xiao belum mulai berbicara, namun Kaisar merasa sudah cukup dipermalukan hari ini.


"Kepala Kasim!!" Kepala Kasim Qi segera tergopoh-gopoh maju menghadap Kaisar.


"Terima dekrit Kaisar! Pernikahan Qiao Lan dan Su Xiao akan dilaksanakan sebulan dari sekarang! Pertunangan ini secara resmi dibatalkan!!" Su Xiao rasanya ingin pingsan setelah mendengar hal itu. Baru saja ia bersyukur bisa menikahi Qiao Rong, sekarang tiba-tiba harus menikahi Qiao Lan. Ia sungguh tidak rela.


Su Xiao ingin segera maju, tapi ia ditahan oleh Jenderal Su yang segera menggelengkan kepala padanya. Menentang dekrit Kaisar sama saja dengan memberontak.


Melihat ekspresi wajah Su Xiao yang segera memucat, Qiao Rong hanya tersenyum dengan puas. Pria yang seperti itu tidak pantas mendapatkan siapapun, hanya pantas disandingkan dengan Qiao Lan yang berhati jahat. Sunggu pasangan yang serasi.


Malam itu, melihat wajah Qiao Lan yang berseri-seri karena dekrit Kaisar walaupun sudah dipermalukan terang-terangan di depan umum, Qiao Rong merasa sangat kasihan.

__ADS_1


Putri Lan tidak tahu apa yang akan menimpanya setelah itu.


__ADS_2