Abandoned Princess

Abandoned Princess
Masker Rong


__ADS_3

Walaupun jamuan kemenangan Qiao Rong sudah selesai, namun istana tetap disibukkan dengan adanya pernikahan Qiao Lan dan Su Xiao. Qiao Rong berharap itu terjadi besok, tidak usah menunggu satu bulan lagi.


Tentu saja tidak mungkin. Kaisar sudah memerintahkan agar pernikahan itu dibuat semegah mungkin. Seluruh kasim dan dayang kini berlarian bolak-balik ke aula istana, tempat pernikahan itu akan dilaksanakan.


Walaupun aula istana masih digunakan untuk rapat dengan para pejabat di pagi hari, sepertinya mereka tidak terganggu dengan hiasan-hiasan pengantin yang sudah mulai dipasang.


Dalam hatinya, Qiao Rong hanya tertawa dengan geli. Kaisar yang malang mungkin akan sangat menyesal mengadakan pesta pernikahan yang begitu megah dan menghabiskan banyak uang.


Namun mungkin akan lebih malang Qiao Rong, ia akan sangat bosan menghabiskan waktu hanya dengan berlatih membuat pil dan berkultivasi.


Oleh karena itu, Qiao Rong memikirkan sebuah cara untuk mengatasi kebosanannya, sekaligus mengisi waktu sampai pernikahan Putri Lan. Dan dia menemukannya.


*****


"Chu Yue, berapa total pemasukan Paviliun Yun per bulan?" Qiao Rong memanggil Chu Yue untuk mendekat.


Chu Yue segera berjalan maju ke arah nonanya. "30 koin perak, Yang Mulia." Qiao Rong agak terkejut mendengarnya.


"Sebanyak itu? Lalu kemana saja uang itu?" Tanya Qiao Rong.


"Yang Mulia jarang keluar istana ataupun berbelanja, jadi beberapa dayang bahkan mengambil uang itu beberapa tahun yang lalu. Jadi sekarang saya yang menyimpan semua uang yang diberikan." Qiao Rong mengangguk-angguk. Sepertinya para dayang itu harus ia beri pelajaran lain kali.


"Jadi ada berapa total uang itu?" Qiao Ring memutuskan untuk berterus terang.


"Sekitar tiga koin emas, Yang Mulia." Jawab Chu Yue.


"Kalau begitu tentu cukup." Qiao Rong tersenyum. Chu Yue cukup kebingungan dengan maksud perkataan Qiao Rong, namun ia tahu Qiao Rong pasti sudah merencanakan sesuatu. Dan apapun itu, ia akan mendukungnya.


Qiao Rong menyuruh Chu Yue pergi untuk membeli bahan-bahan yang ia tulis di sebuah kertas, lalu ia bersantai di ranjang.


"Apalagi rencanamu kali ini?" Li Junyan tiba-tiba muncul dan ikut bermain bersama dengannya. Kini mereka berguling bersama di ranjang dan membuat kasur itu berantakan.

__ADS_1


"Hmm.. aku agak canggung memanggilmu Li Junyan dengan ukuran tubuhmu. Bagaimana kalau Xiao Li saja ya?" Qiao Rong merengek.


"Hei! Memangnya aku bisa memilih menjadi seperti apa? Ini semua kan keinginan kitab terkutuk itu! Jawab saja aku, wanita licik! Huh!" Li Junyan menampilkan raut wajah cemberutnya dan melipat kedua tangannya dengan marah.


"Hahaha! Kau harus coba lebih sopan sedikit dengan mastermu tahu." Qiao Rong mencubit pipi anak itu, dan Li Junyan pun meringis sambil mengaduh. " Xiao Li~ Xiao Li~ Xiao Li~" Qiao Rong meledek anak itu.


Li Junyan yang benar-benar sudah marah akhirnya mendiamkan gadis itu. Setelah melihat Li Junyan begitu marah, barulah Qiao Rong berhenti meledeknya dan mulai berbicara serius.


"Kau tahu apa yang lebih kuat dari kultivasi?" Tanya Qiao Rong.


"Apa? Tentu kau butuh keahlian, misalnya medis, membuat pil—" Li Junyan mengeluarkan isi pikirannya satu-satu. Namun belum selesai ia berbicara, Qiao Rong sudah memotong pembicaraannya.


"Bukan itu maksudku, bodoh." Qiao Rong menjitak bocah itu dengan pelan. "Uang. Uanglah yang bisa membuatmu berkuasa." Lanjut Qiao Rong.


"Oh! Jadi itu maksudmu menanyakan semua uang itu? Apa yang akan kau lakukan? Menyewa orang yang lebih hebat?" Qiao Rong yang kesal menjitak bocah itu untuk yang kedua kalinya. Untung saja, kelihatannya anak itu sudah begitu kebal.


"Tentu saja berinvestasi!" Qiao Rong melihat Li Junyan malah tambah bingung. Akhirnya ia melanjutkan kata-katanya itu, "Aku akan mendirikan toko-toko dengan banyak cabang dan berbagai macam layanan." Dengan itu Li Junyan mengerti. Singkatnya, gadis itu hanya ingin menjadi pedagang.


"Itu adalah produk pertama. Kau akan lihat keajaibannya nanti, lebih mengejutkannya lagi, aku meracik resep itu sendirian." Qiao Rong menyombong. Li Junyan hanya mengangguk, dan Chu Yue pun tiba.


Di tangan Chu Yue, sudah ada beberapa daun tanaman yang ada di atas alat penggerus. Juga ada sebuah mangkok kecil dan secangkir air.


"Yang Mulia." Chu Yue memanggil Qiao Rong untuk memberitahunya kalau semuanya sudah siap. Qiao Rong mempersilahkannya masuk. Chu Yue pun menaruh semua bahan itu di meja rias.


Qiao Rong segera berdiri dari ranjang dan berjalan ke arah meja rias itu diikuti Li Junyan yang penasaran. Beberapa saat kemudian, semua bahan itu sudah ia gerus menjadi bubuk dan ia tuang ke dalam mangkok bersama dengan air.


Qiao Rong mulai mengaduk-aduk campuran itu dengan pelan. Lama-kelamaan, campuran itu mengental dan warnanya menjadi bening.


"Yang Mulia.. Ini.." Chu Yue yang melihat hal itu dari samping merasa kebingungan. Ia belum pernah melihat hal seperti itu.


Tapi Qiao Rong tidak menjawab dan menempelkan campuran itu di wajah Chu Yue, serta meratakannya. Chu Yue merasa sangat aneh. Campuran kental itu sangat dingin, juga teksturnya sangat aneh. Tapi karena ia sudah bertekad untuk mendukung Qiao Rong sepenuhnya, Chu Yue tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


"Ini adalah masker wajah. Selanjutnya akan disebut 'Masker Rong' karena aku yang membuatnya." Qiao Rong tersenyum.


"Kau lihat Chu Yue, daun bunga wei membuat tekstur masker ini kental. Daun kuang membuat warnanya menjadi bening agar enak dilihat mata. Dan sisanya merupakan tanaman medis yang bermanfaat bagi kulit." Mendengar itu, Chu Yue mengangguk-angguk. Walaupun bingung darimana Qiao Rong mengetahui itu semua, namun Chu Yue hanya bisa menelan bulat-bulat pertanyaan itu.


Qiao Rong juga melihat ekspresi kebingungan Chu Yue, namun melihat gadis itu tidak mengeluarkan suara, ia tersenyum. Untunglah gadis itu sangat mempercayainya. Qiao Rong sangat bersyukur dalam hidup kali ini bisa menemukan teman yang seperti itu.


Sekitar lima menit kemudian, Qiao Rong menyuruh Chu Yue untuk membasuh wajahnya. Yang membuat Chu Yue terkejut adalah manfaat dari masker itu ternyata lebih bagus daripada yang ia bayangkan.


Dalam waktu sesingkat itu, kulit wajahnya menjadi lebih mulus dan halus. Ia juga merasa bahwa wajahnya menjadi lebih cerah. Chu Yue merasa sangat takjub.


Qiao Rong hanya terkekeh melihat gadis itu. Apalagi saat melihat Li Junyan yang juga mematung.


"Resep apa-apaan itu? Bahkan Kitab Yin Yang yang mempunyai koleksi seluruh resep obat hebat tidak memiliki yang seperti itu." Ucap Li Junyan kebingungan.


Qiao Rong hanya tertawa. "Tentu saja. Karena hanya aku yang membuatnya." Katanya dengan percaya diri. "Saat sedang bosan, aku gemar mencampur-campur obat. Tidak sengaja menemukan yang seperti itu." Lanjut Qiao Rong.


Li Junyan hanya bisa tercengang. Sepertinya walaupun sudah terbiasa dengan kejutan-kejutan Qiao Rong, gadis itu masih tetap memiliki banyak hal yang belum ia keluarkan.


Chu Yue masih memandang-mandangi wajahnya. Akhirnya Qiao Ring memanggilnya, dan ia pun tersadar.


"Chu Yue, bagaimana?" Tanya Qiao Rong.


"Astaga Yang Mulia! Bagaimana anda bisa menciptakan benda seperti ini?! Jika para istri pejabat tahu, pasti mereka akan memburu benda seperti ini sampai ke ujung dunia." Chu Yue sepertinya sangat terkesan.


Qiao Rong tersenyum. Tentu, itulah yang akan dia lakukan. Apalagi fungsi benda yang ia hasilkan kecuali menghasilkan uang?


Qiao Rong tiba-tiba berdiri. Ia lalu membawa sisa dari masker tadi ke dalam sebuah wadah datar dan menutupnya dengan erat. Lalu menyuruh Chu Yue untuk menyiapkan cadar dan kereta kuda, juga membawa beberapa ratus koin perak dalam bentuk cek. Ia akan pergi keluar istana.


"Apa yang akan kau lakukan, Yang Mulia?" Tanya Chu Yue dengan penasaran. Sepertinya akhir-akhir ini Qiao Rong memang gemar keluar istana, ia juga masih berlangganan pada Apotek Chi Yuan.


"Bersiaplah, Chu Yue. Kita akan berbisnis." Qiao Rong tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2