
Pranggg!!
Suara pecahan cangkir teh terdengar menggema di ruangan malam itu.
"Yang Mulia!" Jiang Junwei berteriak dengan panik ketika Shen Haofeng tiba-tiba terjatuh tidak sadarkan diri.
"Harus bagaimana ini? Yang Mulia.. takutnya tidak ada waktu lagi.." Jiang Junwei sangat panik sekarang. Mau tidak mau, ia harus berhadapan dengan ular di Gunung Shan. Namun datang kesana sendirian tanpa siapapun sama saja dengan bunuh diri, padahal hanya dia yang boleh mengetahui kondisi Shen Haofeng.
Jiang Junwei segera memapah tubuh Shen Haofeng yang tidak sadarkan diri ke ranjang. Ia berpikir begitu keras, namun tidak ada cara yang dapat ia pikirkan. Sepertinya ia hanya bisa menunggu tuannya itu bangun.
*****
Qiao Rong memberanikan diri untuk datang ke rumah Shen Haofeng lagi. Sudah dua hari sejak kejadian kecupan di kening yang tidak disengaja itu.
Namun, walaupun masih merasa malu, Qiao Rong juga tidak bisa memungkiri bahwa ia sedikit merindukan wajah pemuda itu. Ia juga sengaja membawa sebuah hadiah untuk Shen Haofeng, sebagai permintaan maaf untuk kejadian di perahu lusa lalu.
Walaupun mereka hanya berbeda dua tahun, namun Qiao Rong selalu merasa bahwa Shen Haofeng sudah sangat dewasa. Ia akan memberikan sebuah gelang yang ia buat sendiri setelah berkultivasi kemarin. Hanya sebuah gelang polos yang sembarang ia buat, dan tentunya diajarkan oleh Chu Yue.
Namun anehnya, Shen Haofeng yang biasanya pagi-pagi sudah mempersiapkan pedang dan panahnya untuk berburu tidak ia lihat dimanapun saat melihat rumah di seberang danau itu. Qiao Rong mulai panik. Ia sangat takut jika Shen Haofeng menghilang lagi seperti kemarin.
Qiao Rong mempercepat langkahnya dan masuk ke dalam rumah Shen Haofeng. Saat berlari, ia sudah tidak memikirkan lagi akan ada gosip seperti apa yang timbul jika ada warga yang melihatnya masuk ke dalam rumah Shen Haofeng sendirian.
Qiao Rong membuka pintu dengan kencang. Namun, ia sangat lega ketika melihat tubuh Shen Haofeng yang utuh sedang duduk di atas ranjang dengan tenang.
"Ah.. maaf." Qiao Rong terlalu panik hingga ia baru sadar ketika Shen Haofeng mulai memandanginya dengan kebingungan. Qiao Rong segera menutup pintu rumah Shen Haofeng kembali. Ia mulai menyesali perbuatannya itu, ia sudah sangat tidak sopan, dan alasan bahwa ia takut Shen Haofeng pergi lagi pasti akan sangat memalukan. Qiao Rong segera kabur dan kembali ke rumahnya dengan wajah merah merona.
Di dalam rumah setelah Qiao Rong menutup pintu dan pergi, Shen Haofeng terbatuk beberapa kali. Jiang Junwei segera keluar dari lemari baju tempatnya bersembunyi tadi dan memberikan cangkir berisi air pada Shen Haofeng.
__ADS_1
"Yang Mulia.. Tubuhmu.. Saya khawatir anda.. Anda sudah tidak sadarkan diri selama satu hari." Raut wajah Jiang Junwei terlihat sangat khawatir. "Anda baru saja sadar, namun sudah duduk dan bergerak begitu cepat hanya agar gadis itu tidak melihat anda. Apakah Yang Mulia—" Lanjut Jiang Junwei.
"Aku tidak apa-apa." Potong Shen Haofeng. Ia tahu kondisi tubuhnya sendiri. Paling lama, ia akan bertahan dua bulan sebelum tubuhnya tidak sadarkan diri sepenuhnya. Ia tahu ia harus mempercepat kultivasinya lebih lagi, namun sudah beberapa hari ini bahkan ia tidak berkultivasi karena adanya kehadiran Qiao Rong.
Qiao Rong selalu berkunjung sepanjang hari. Walaupun Shen Haofeng diam-diam merasa senang, namun ia juga makin khawatir. Dengan tingkat kultivasinya sekarang, ia tidak percaya diri akan menang dari ular di Gunung Shan itu.
"Aku akan berkultivasi tertutup mulai besok." Mendengar Shen Haofeng berkata begitu, Jiang Junwei segera mengangguk mengerti. Itu berarti tuannya akan bergantung padanya untuk menghalangi siapapun yang akan masuk ke dalam rumah.
*****
Malam itu, Shen Haofeng dengan sengaja berjalan ke arah Duan Yi, Hu Fei, dan Gao Ping yang sedang berjalan dengan santai ke rumah Qiao Rong.
"Shen Haofeng! Jarang sekali melihatmu di luar rumah malam-malam begini!" Duan Yi tersenyum lebar.
"Ya. Hanya jalan-jalan." Shen Haofeng menjawab dengan pelan.
Memang itulah tujuan Shen Haofeng mendekati Duan Yi, Hu Fei, dan Gao Ping. Mengenal sifat ramah mereka, tidak mungkin mereka tidak akan mengundang tetangga mereka makan malam jika bertemu malam-malam begitu.
Shen Haofeng segera mengikuti arahan Duan Yi dan masuk ke dalam rumah Qiao Rong. Di dalam, Qiao Rong yang melihat Shen Haofeng tiba merasa terkejut. Ia masih begitu malu terhadap kejadian tadi pagi. Padahal hadiah permintaan maaf kejadian di danau saja belum ia berikan.
Qiao Rong merasa wajahnya menjadi panas. Shen Haofeng yang melihat bahwa Qiao Rong memerah, langsung menempelkan telapak tangannya di kening Qiao Rong.
"Kau.. sakit?" Sekarang wajah Qiao Rong persis seperti tomat yang sudah matang. Qiao Rong langsung menggeleng-gelengkan kepala dan berpaling ke arah mangkok sup yang sudah disajikan Chu Yue.
Chu Yue hanya tertawa kecil melihat interaksi mereka. Ia hanya bisa merasa bahwa sebentar lagi Su Xiao tidak akan punya muka untuk keluar dari kediaman Su karena akan ditolak Qiao Rong. Lagipula, Chu Yue juga tahu bahwa mereka tidak saling mencintai, apalagi Su Xiao itu sangat berani ingin membatalkan pertunangan mereka.
Shen Haofeng, Duan Yi, Hu Fei, dan Gao Ping, segera duduk di meja makan dan makan bersama. Shen Haofeng berencana untuk membuat makan malam ini sebagai hadiah pamit yang akan ia berikan pada Qiao Rong, sebelum ia memulai kultivasi tertutupnya.
__ADS_1
Qiao Rong dengan suasana yang begitu nyaman dan akrab, segera melupakan kejadian-kejadian memalukan itu. Ia malah sibuk bersulang dengan Hu Fei, walau hanya menggunakan teh.
Dengan suasana yang begitu hangat dan harmonis, siapa sangka makan malam akan terasa begitu cepat? Dalam sekejap, saja mereka semua sudah selesai menyantap semua hidangan masakan Chu Yue.
Setelah mengobrol sebentar, Qiao Rong pun akhirnya mengantarkan mereka pulang sampai ke depan pagar rumah mereka. Namun, sebelum Shen Haofeng beranjak dari rumah Qiao Rong, ia segera menarik lengan baju pemuda itu dan berniat memasangkan gelang itu.
Shen Haofeng yang bingung hanya terdiam saja sementara Qiao Rong mulai memasukkan gelang itu ke pergelangan tangannya. Namun, baru saja Qiao Rong ingin mengikat gelang itu, ia mendeteksi sesuatu yang aneh ketika tidak sengaja menyentuh nadi Shen Haofeng.
"Eh..?" Qiao Rong segera memeriksa nadi Shen Haofeng, sekarang secara sengaja. Shen Haofeng yang melihat itu langsung menarik tangannya kembali.
"Apa yang kau lakukan?" Shen Haofeng bertanya pada Qiao Rong.
Namun pertanyaan itu tidak sempat dijawab oleh Qiao Rong karena raut wajahnya sudah duluan berubah seperti baru saja melihat hantu. Qiao Rong pucat seketika, seperti orang yang sangat terkejut karena tidak sengaja melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.
"Kau.. kau.. Racun Titik Beku." Qiao Rong tidak sanggup berbicara.
Shen Haofeng mematung seketika. Ia tidak menyangka Qiao Rong dapat mengetahui perihal kondisi tubuhnya hanya dengan memegang nadinya sekali saja.
"Kau.." Shen Haofeng sangat bingung ingin menjawab apa. Ia sudah ingin berpamitan untuk berkultivasi tertutup, namun sekarang Qiao Rong malah mengetahui kondisinya, apa yang harus dia lakukan?
"Buah Kunlun. Karena itulah kau selalu pergi berburu ke Gunung Shan. Karena kau ingin memetik buah itu dari ular penjaganya. Benarkan?" Raut wajah Qiao Rong saat ini sulit sekali dibaca oleh Shen Haofeng. Kecewa, sedih, marah, kesal, dan entah apalagi yang lainnya.
Qiao Rong mendorong Shen Haofeng dengan kasar dan langsung berbalik dan lari ke rumahnya. Seharusnya ia sudah tahu sejak lama, mana ada seorang pemburu desa yang memiliki tingkat kultivasi yang hampir sama dengannya?
Qiao Rong merenung begitu sampai di kamarnya. Ia merasa dibohongi. Namun juga merasa sedih. Namun juga ada perasaan kecewa. Orang macam apa yang disinggung Shen Haofeng hingga bisa menanamkan racun yang begitu kejam padanya?
Racun Titik Beku. Juga dikenal sebagai Racun Tidur Kekal, adalah sebuah racun mematikan. Ia dapat memberhentikan kerja bagian otak yang memengaruhi kesadaran secara bertahap. Apabila korban yang terkena tidak segera mencari obatnya maka lama kelamaan ia akan kehilangan kesadaran dengan sendirinya. Satu kali, dua kali, dengan durasi yang selalu bertambah. Dan akhirnya tidak sadarkan diri selamanya walaupun akan tetap bernapas. Racun ini.. obatnya hanya satu. Buah Kunlun. Pohon yang tumbuh dari tetes embun surga dan terjatuh ke Bumi, dan hanya akan berbuah dua buah setiap seribu tahun. Belum lagi, harus melawan binatang penjaga pohon itu.
__ADS_1
Qiao Rong merasa hatinya sangat sesak hingga ia tidak bisa bernapas.